Arsip Tag: banjir bandang

Badai Siklon Tropis di NTT, 144 Orang Meninggal dan 66 Orang Hilang

444 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu M.Si selaku juru bicara Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021, menyampaikan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA.

Marius menyebutkan dari semua kabupaten/kota yang mengalami bencana tercatat 144 orang meninggal dunia, 129 orang luka-luka, 60 orang dinyatakan hilang, 2.019 KK (13.226 orang) mengungsi, dan 1.700 KK (4.829 orang) terdampak.

Sementara itu, kerugian material di antaranya 688 rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 2.357 unit rumah terdampak, 24 fasilitas umum rusak berat, dan 87 fasilitas umum terdampak.

Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu dan Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo saat memberikan keterangan data korban dan kerugian material per 8 April 2021 pukul 18.00 WITA

Adapun perincian per kabupaten/kota yakni:

  1. Kota Kupang, 1 orang meninggal dunia, 7 orang luka-luka, 1.264 KK (6.300 orang) terdampak, 10 unit rumah rusak berat dan 657 unit rumah terdampak
  2. Kab. Kupang, 5 orang meninggal dunia
  3. Kab. Flores Timur, 71 orang meninggal dunia, 54 orang luka-luka, 5 orang hilang, 1.100 orang mengungsi, 218 KK terdampak, 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak, 8 unit fasilitas umum rusak berat.
  4. Kab Malaka, 6 orang meninggal dunia, (-+) 3.000 orang mengungsi, 1.154 unit rumah terdampak, dan 65 fasilitas umum terdampak.
  5. Kab. Lembata, 32 orang meninggal dunia, 35 orang hilang, 49 orang luka-luka, 958 orang mengungsi, 224 unit rumah rusak berat, 15 unit rumah rusak sedang, dan 15 jembatan akses antar desa terputus.
  6. Kab. Ngada, 1 orang meninggal dunia, 1 orang luka-luka, 6 KK terdampak, 19 unit rumah rusak berat, 48 unit rumah rusak sedang, 1 unit fasilitas umum rusak berat, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  7. Kab. Sumba Barat, 63 KK (284 orang) mengungsi dan 54 unit rumah terdampak
  8. Kab. Sumba Timur, 1.803 KK (7.212 orang) mengungsi, 100 KK (475 orang) terdampak, 7 fasilitas umum terdampak.
  9. Kab. Ende, 1 orang meninggal dunia, 346 KK terdampak, 17 unit rumah rusak berat, 18 unit rumah rusak sedang, 45 unit rumah rusak ringan, dan 5 unit fasilitas umum terdampak.
  10. Kab. Rote Ndao, 153 KK (672 orang mengungsi) dan 12 unit rumah rusak berat.
  11. Kab. Sabu Raijua, 2 orang meninggal dunia.
  12. Kab. Alor, 25 orang meninggal dunia, 25 orang luka-luka, 20 orang hilang, 7 KK (18 orang) terdampak, 179 unit rumah rusak berat, 181 unit rumah rusak sedang, dan 5 fasilitas umum terdampak.
  13. Kab. Belu, 167 KK terdampak dan 5 unit rumah rusak berat.
  14. Kab. Timor Tengah Utara (TTU), 450 KK (1.800 orang) terdampak, 142 orang mengungsi, 150 unit rumah rusak berat.
  15. Kab. Timor Tengah Selatan, 1.235 KK (4.848) jiwa terdampak, dan 395 unit rumah terdampak.

Data tersebut, urai Marius, masih dinamis dan akan terus berubah sesuai dengan perkembangan data dari setiap kabupaten/kota. “Pemerintah Provinsi NTT sangat berterima kasih pada TNI dan Polri serta pihak-pihak yang sudah memberikan bantuan dan membantu proses evakuasi. Saat ini, solidaritas kita yang paling penting untuk penanganan bencana serta membantu para korban dalam menghadapi dampak sosial ekonomi akibat bencana alam,” tandasnya.

Sementara itu, Kasrem 161/Wirasakti Kolonel Inf Jems Ratu Edo mengatakan upaya evakuasi korban bencana terus dilakukan mulai dari korban banjir, longsor, angin kencang dan juga pelayanan kesehatan. “Saat ini evakuasi terus dilakukan, dan juga TNI dan Polri telah menggerakkan sarana angkut seperti Pesawat Hercules, kapal laut, angkutan darat dan juga helikopter. Dan juga perlengkapan jembatan darurat sedang dikirim dengan kapal,” ujarnya.

Selain itu, Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT tahun 2021 juga memberikan kesempatan bagi yang ingin memberikan bantuan logistik dapat menghubungi Kontak Person : Logistik Bantuan pada nomor 0822 9964 7777, 0815 2995 5149, dan 0812 3627 0786. Juga Data dan Informasi Pusdalops di 0813 1594 5205, 0812 4607 8065, 0811 3827 878 serta menyampaikannya bantuan melalui Rekening Penyaluran Bantuan : Posko Siklon Tropis Seroja NTT, Bank NTT KCU Kupang Nomor Rekening 2503002844.(*)

Sumber berita (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+roni banase)

Waspada! Dua Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem pada 3—9 April 2021

14.199 Views

Jakarta, Garda Indonesia | BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya 2 (dua) bibit  Siklon Tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, selain itu dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.

Pada sepekan ke depan potensi Hujan Sedang Lebat diprediksi terjadi di wilayah Indonesia yakni : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Potensi Hujan Sangat Lebat diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi Angin Kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Potensi Gelombang Tinggi lebih dari 4 (empat) meter, diprediksi terjadi di wilayah berikut Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bag. Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Selatan Jawa Barat

Sementara itu, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir atau Bandang dalam periode hingga 3 (tiga) hari ke depan dengan kategori “Siaga” berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan lain-lain) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang.(*)

Sumber berita (*/Guswanto/ Meteorologi BMKG)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wikipedia

Banjir Rendam Delapan Desa di Konawe Utara Sulawesi Tenggara

162 Views

Konawe-Sultra, Garda Indonesia | Hujan dengan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu banjir yang merendam 8 (delapan) desa di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Ketinggian muka air 70—80 centimeter.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusdalops BNPB per Sabtu, 11 Juli 2020 pukul 12.27 WITA, delapan desa di 5 kecamatan terdampak banjir tersebut yaitu Desa Labungga dan Laronangga di Kecamatan Andowia, Desa Puwanggudu dan Alawanggudu di kecamatan Asera, Desa Polora Indah di Kecamatan Langgikima, Desa Tambakua di Kecamatan Landawe, serta Desa Pondoa dan Padalere Utama di Kecamatan Wiwirano. Selain merendam pemukiman di wilayah desa, banjir menyebabkan akses jalan antar desa putus.

Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Konawe Utara telah tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta kaji cepat. Di samping itu, mereka melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan banjir.

Melihat analisis dari InaRISK, wilayah Kabupaten Konawe Utara memiliki potensi bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk banjir. Luas bahaya akibat banjir mencakup lebih dari 19 ribu hektar di 10 kecamatan. Sedangkan dari sisi risiko, sekitar 12.829 jiwa terpapar potensi banjir di 10 kecamatan tersebut.

Sementara itu, melihat prakiraan hujan dasarian II – II Juli hingga I Agustus 2020, wilayah Konawe Utara masih berpotensi hujan tinggi. Melihat prakiraan ini, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor dan banjir bandang. Hujan dengan intesitas tinggi dan berdurasi lama bisa menjadi salah satu indikator dalam menyikapi kesiapsiagaan masyarakat.(*)

Sumber berita dan foto (*/Raditya Jati–Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)