Arsip Tag: berobat gratis

Bupati Belu Sebut Tanggal 1 Agustus 2021 Masyarakat Belu Berobat Gratis

1.654 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | “Mulai tanggal 1 Agustus 2021, seluruh masyarakat Belu sudah berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP”, sebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD – KGEH., FINASIM., didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. bersama rombongan saat memantau secara langsung kondisi Puskesmas Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin, 19 Juli 2021 sembari menjelaskan bahwa pengobatan gratis, akan didahului dengan sosialisasi dan launcing ‘peluncuran’ pada Senin, 26 Juli 2021.

“Dalam minggu ini, kita akan kumpulkan semua petugas untuk sosialisasi. KTP, Kartu Keluarga dan KKL Kabupaten Belu dicatat NIK – nya pada buku registrasi, diverifikasi, dan dilayani. Seluruh orang Belu, seluruh pelayanan tidak bayar. Minggu ini kita selesai sosialisasi, tanggal 26 Juli, kita launching, tanggal 1 Agustus 2021, orang mulai berobat gratis. Minggu ini kita persiapan akhir,” tegas Bupati dr. Agus Taolin.

Disaksikan Garda Indonesia, setiba di Puskesmas Halilulik, Bupati Belu menyapa seluruh petugas medis dan sejumlah pasien yang ada dengan nuansa penuh santun dan ramah. Selanjutnya, Bupati masuk keluar ruangan puskesmas untuk mengecek keadaan setiap ruangan, termasuk persiapan ruangan yang dikhususkan bagi pasien Covid–19 sembari terus memberi arahan, masukan dan saran tentang standar pelayanan yang baik kepada para petugas.

Sebelumnya, pada hari yang sama Bupati dr. Agus Taolin live bersama Lintas Atambua Pagi pro 1 RRI  Atambua dalam acara ‘Bupati Belu Menyapa’ dengan tema Langkah Pemerintah dalam Penanganan Covid–19 di Kabupaten Belu. Setelah itu, dilanjutkan dengan kegiatan penyerahan hewan kurban di Masjid Al–Muhajidin, Masjid Hidayatullah di Atambua dan Masjid Al–Ikhlas Halilulik. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

475 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna  menikmati program pengobatan gratis yang akan diluncurkan pemerintah pada Agustus 2021, setiap masyarakat Kabupaten Belu, (Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kenal Lahir (SKL).

Demikian, persyaratan ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Raihat, pada Kamis 17 Juni 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/17/bupati-belu-pengobatan-gratis-bukan-untuk-angkat-popularitas/

Bupati Agus Taolin menegaskan, setiap desa harus memiliki data yang akurat terutama data penduduk, kemiskinan, kesehatan, pertanian dan peternakan, dan data penunjang lainnya. “Sekarang bantuan berbasis data, jadi tidak bisa karang – karang. Data itu harus digital dan harus akurat,” tegasnya.

Dalam waktu dekat, urai Agus Taolin, yang paling kita butuh adalah data penduduk, karena dalam 2 (dua) bulan ke depan ketika Perda sudah disahkan, maka seluruh rakyat Belu dapat berobat gratis dengan menggunakan KTP, Kartu Keluarga, dan Surat Kenal Lahir. “Kepala Desa, Camat, Lurah, RT dan RW, data baik-baik warganya. Bagi warga yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk, disimpan dengan baik,” tandas dr. Agus Taolin sembari meminta agar camat, kepala desa dan dokter tidak boleh tinggal jauh dari masyarakat demi pelayanan lebih baik.

Terkait pendidikan, Bupati Belu meminta untuk dilakukan pendataan terhadap siswa yang putus sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan. “Harus ada intervensi orang tua dan guru untuk menjaga kualitas anak kita menjadi baik,” ujar Agus Taolin.

Menyinggung tentang pertanian dan peternakan, Bupati Taolin menginstruksikan untuk dilakukan pendataan tentang luas lahan, baik lahan kering maupun basah, jumlah tenaga kerja, alsintan, pupuk dan lainnya serta sektor peternakan untuk didata jumlah populasi ternak, termasuk mengawal proses Inseminasi Buatan (IB), sehingga memperoleh hasil yang baik.

Terkait Birokrasi, Bupati Belu mewajibkan adanya kedisiplinan dalam pelayanan. “Politik sudah selesai, sekarang kita urus melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan kerja sebaik – baiknya”, imbuh Bupati Belu.

Bupati Agus Taolin juga memberikan apresiasi kepada camat dan masyarakat Raihat yang telah menerima kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Belu bersama rombongan secara baik..“Tadi kita diterima secara baik sekali. Kita juga wajib menerima semua yang berkunjung ke Kantor Bupati secara baik. Berkarakter dan bermartabat itu yang seperti ini. Inilah budaya kita. Ini sesuai dengan visi kami, masyarakat sehat, berkarakter dan kompetitif,” ungkap Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. kembali menekankan tentang pentingnya akurasi data. “Jangan kita anggap remeh data. Kita sudah bekerja susah payah tapi tidak mengadministrasikan secara baik, tidak dilaporkan dengan baik, tidak dievaluasi dengan baik,” ujarnya.

Bupati dan Wabup Belu saat kunjungan kerja di Kecamatan Raihat dan disambut Tarian Likurai

Alo Haleserens mengatakan, dalam melakukan perencanaan di desa, harus dilihat skala prioritas dan potensi desa, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga tidak salah sasaran.

Berhubungan dengan kesehatan gratis, Wakil Bupati menekankan lagi tentang kepemilikan KTP. “Jangan bermain dengan data, harus jujur untuk menyajikan data, sehingga dapat mengambil keputusan dengan benar. Secara khusus, saya berikan penekanan kepada kepala desa. Kita adalah pemimpin, jadi harus berpikir orientasinya terhadap masyarakat,” tukas Alo Haleserens.

Wakil Ketua TP PKK/Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Perangin Angin, SE.,M.M. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa TP PKK Kecamatan, TP PKK Desa, semuanya harus berjalan, dan ke–4 Pokja harus memiliki program kerja yang terukur.

Rinawati menjelaskan, untuk kegiatan TP PKK, ia bersama Ketua TP PKK Kabupaten Belu akan turun ke kecamatan dan desa untuk melihat program-program yang akan dilaksanakan, dan diharapkan selaras dengan visi–misi  pemerintah.

Anggota DPRD Belu, Melkiyaris Lelo, S.Sos. menyebutkan bahwa terkait program kesehatan gratis, tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat, karena dirinya bersama teman-teman di DPRD mendukung secara penuh.

Pada awal kegiatan itu, Camat Raihat, Arther H. Rinmalae, SP melaporkan, Kecamatan Raihat memiliki jumlah penduduk kurang lebih 15.000 jiwa yang tersebar di 6 (enam) wilayah desa, yakni Desa Aitoun, Asumanu, Raifatus, Maumutin, Tohe dan Desa Tohe Leten.

Dilaporkan pula, untuk bidang pendidikan terdapat 14 (empat belas) SD, 4 (empat) SMP, 1 (satu) SMA. Dalam waktu dekat akan dibangun 1 (satu) SMA Katolik bekerja sama dengan Kementerian Agama yang saat ini telah memasuki tahap survei terakhir dan layak untuk didirikan.

Pada kesempatan itu, camat juga melaporkan tentang potensi pertanian, peternakan serta pencegahan dan penanggulangan Covid–19 di setiap desa dengan mendirikan Posko Covid–19.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Belu, Johanes A. Prihatin, Pimpinan OPD, TP PKK Kecamatan dan Desa, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat, PPL, Pendamping Desa serta undangan lainnya. (*)

Sumber berita + foto: prokompimdabelu

Editor: Herminus Halek

Bupati Belu : Pengobatan Gratis Bukan Untuk Angkat Popularitas

492 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran program kesehatan gratis bagi masyarakat Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021, bukan semata–mata bertujuan untuk mengangkat popularitas, melainkan karena lebih dari 50% kondisi masyarakat Belu yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan. Program ini pun sesuai dengan perintah Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang jaminan hak dasar masyarakat dalam memperoleh pendidikan, kesehatan dan lain-lain.

Demikian diungkapkan Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dalam kegiatan ramah tamah bersama para Tokoh Agama Kristen di Aula Gedung Wanita Betelalenok, Atambua pada Rabu, 16 Juni 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/06/16/pemda-belu-eksekusi-program-berobat-gratis-pada-agustus-2021/

Demi menjaga kondisi zona hijau wilayah Kabupaten Belu selama masa pandemi Covid–19, Bupati Agus Taolin meminta masyarakat untuk menaati ketentuan 5M, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas/ bepergian jauh, serta melaksanakan 3T yakni testing, tracing dan treatment.

Guna mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, berkarakter dan kompetitif, Bupati Belu berharap agar para Tokoh Agama Kristen sudi berperan aktif dalam memberikan dukungan terhadap semua program prioritas pemerintah berupa kontribusi, masukan dan konsep pemberdayaan umat.

“Mustahil kami kerjakan sendiri. Apalagi waktunya tiga setengah tahun saja dan acara seperti ini juga akan terus dilaksanakan bersama tokoh agama yang lain untuk mendapatkan input,” ujar Bupati Belu.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. menambahkan, diskusi bersama para tokoh agama seperti ini amat penting untuk mendapatkan masukan brilliant, sekaligus menjadi dasar bagi kepemimpinan periode ini guna memperbaiki pelayanan.

Wakil Bupati menyampaikan, untuk pemberdayaan masyarakat, pemerintah akan terus mendorong kelompok-kelompok UMKM dengan memberikan pelatihan, bantuan serta pendampingan. Ia berharap, semua stakeholders bisa berkontribusi dengan bahu–membahu, mengambil bagian sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing–masing demi membangun Belu.

“Mari kita bergandengan tangan, dan jangan biarkan Bupati dan Wakil Bupati serta Aparatur Sipil Negara (ASN, red) berjalan sendiri dalam membangun Belu ini,” pintanya.

Hadir dalam acara tersebut, Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi., Kaban Kesbangpol, Marius F. Loe, S.IP., Ketua Majelis GMIT Klasis Belu, Ketua Majelis GKTT Diaspora Eksistensi Timor Barat, Gembala Sidang GBI Filadelfia, Gembala Sidang GBI Kalvari Misi, DPC Gamki Belu serta Gembala Sidang El Shadai. (*)

Sumber berita + foto: prokompimdabelu

Editor: Herminus Halek

Pemda Belu Eksekusi Program Berobat Gratis pada Agustus 2021

1.685 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bawah kepimpinan Bupati dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Wakil Bupati Drs. Aloysius Haleserens, M.M segera mengeksekusi program prioritas pengobatan gratis, pada Agustus 2021.

Demikian dikatakan Bupati Belu, Agustinus Taolin saat berkunjung ke Kecamatan Tasifeto Timur, pada Selasa, 15 Juni 2021, sembari menerangkan bahwa saat ini pemerintah sedang serius menyelesaikan dokumen RPJMD dan Perda, lalu disampaikan ke DPRD untuk disahkan sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

“Paling lambat Perda disahkan pada Agustus 2021. Kita akan merevisi jadwal supaya dimajukan pengesahannya lebih awal sekitar minggu kedua Agustus. Kami akan koordinasi dengan DPRD supaya sidang dipercepat. Begitu selesai Perda ini, seluruh masyarakat Belu sudah bisa berobat gratis,” tandas Bupati disambut aplaus meriah.

Bupati Belu, Agustinus Taolin dan Wakil Bupati, Alo Halerens saat berkunjung ke Kecamatan Tasifeto Timur, pada Selasa, 14 Juni 2021

Dalam pelaksanaan program pengobatan gratis ini, imbuh Agus Taolin, masyarakat cukup menunjukkan KTP pada saat berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua dan Puskesmas. Segala kebutuhan pasien seperti obat akan disediakan pemerintah di rumah sakit dan puskesmas. Untuk itu, ditegaskan kepada dokter di rumah sakit dan puskesmas supaya tidak boleh memberikan resep obat kepada pasien untuk membeli obat di apotek luar rumah sakit.

“Dokter di RSUD Gabriel Manek, maupun di puskesmas tidak boleh tulis resep untuk pasien. Sebab, semua tersedia di RSUD maupun puskesmas. Kalau saya temukan masyarakat berobat tapi bayar, maka dokter, Direktur RSUD maupun Kadis Kesehatan wajib mengembalikan uang masyarakat,” tegas Bupati Agus Taolin.

Lebih lanjut Bupati Belu yang berprofesi sebagai dokter ini berujar, bahwa untuk mendapat pelayanan pengobatan gratis, masyarakat harus memiliki E-KTP. Karena itu, para camat dan kepala desa wajib membantu memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki e–KTP. Jika tidak sanggup mengurusnya, maka camat dan kepala desa siap menanggung biaya pengobatan masyarakatnya.

Bupati Agus Taolin pun menambahkan, ia sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri khususnya bagian dirjen kependudukan agar memberi kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Belu untuk mempercepat kepemilikan e-KTP.

Ketua Badan Pembentukan (Bapem) Perda DPRD Kabupaten Belu, Rofinus Manek mengatakan, saat ini DPRD sudah membahas Perdanya, namun pagu anggaran pengobatan gratis belum disepakati. “Jadi, setelah sidang dewan dan semua sepakat untuk pagu anggaran berobat gratis, maka jadilah perda itu. Kita sudah bahas pasal demi pasal, tinggal pagu anggaran yang belum ditetapkan karena harus konsultasi ke tingkat provinsi baru bisa ditetapkan,” kata anggota Fraksi Golkar ini. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto utama (+roni banase)

Jika Paket SEHATI Menang, Pelayanan di Pemda Belu Satu Garis Lurus

1.086 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Artinya, kalau kita (paket SEHATI) menang pada tanggal 9 Desember (2020), maka pelayanan Pemda Belu periode mendatang sudah satu garis lurus,” tandas Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Aloysius Haleserens saat berorasi di Dusun Abasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 9 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/edward-tanur-orang-belu-ada-harga-diri-jangan-pilih-yang-kasih-uang/

Agus Taolin menjelaskan, bahwa ada 5 partai utama yang mengusung paket SEHATI dalam Pilkada Belu 2020 antara lain, Partai NasDem, Golkar, PKB, PKS, dan PKPI. Meskipun non–seat (tidak ada kursi) di DPRD Belu, paket SEHATI juga didukung oleh PSI dan Perindo. “Partai–partai ini, termasuk partainya gubernur (Partai NasDem) dan partainya wakil gubernur NTT (Partai Golkar). Partai – partai ini juga yang dukung presiden Jokowi. Bupati kita punya, Gubernur kita punya, sampai dengan presiden juga kita punya. Kita sudah seperti satu atap,” ujarnya.

Selain itu, terang Agus Taolin, partai– partai pengusung ini pun memiliki anggota DPRD di Kabupaten Belu, DPRD Provinsi NTT, dan DPR RI di pusat. Soal anggaran untuk menjalankan semua program paket SEHATI di Kabupaten Belu, dibicarakan dengan anggota DPR dan pasti tidak akan ada kesulitan.

“Menteri pertanian, menteri desa, wakil ketua komisi IX, anggota komisi IV, semuanya ada di pihak kita. Jadi, kalau kita bicara di Atambua sampai di Jakarta sudah pasti sambung. Wakil menteri perdagangan dari Golkar, menteri kesehatan dokter Terawan Agus Putranto adik kelas saya, dulu sekolah sama–sama di Jogjakarta. Kami sering ketemu di Bogor. Kalau ada perlu, saya bisa lewat telepon saja,” paparnya.

Setelah paket SEHATI terpilih, sebut Agus Taolin, semua anggaran untuk kesehatan GRATIS dan lain–lain itu, akan dibicarakan dengan anggota DPR. Jika sudah disetujui oleh anggota DPR, maka siap dieksekusi oleh pemerintah daerah. Biaya pengobatan mahal seperti operasi pun pasti ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, hanya dengan menunjukkan KTP.

“Kita, cukup sertakan KTP klaim ke pemerintah tentang semua biaya. Kasih KTP, tulis biaya berapa dan semua bukti. Pemerintah kasih uang ke rumah sakit, beli obat, bayar dokter, bayar perawat, beli alat. Semua sudah ada di sana, selesai. Kalau anggaran kurang, kita rapat lagi dengan DPR untuk tambah anggaran. Tapi, kami sudah hitung semuanya. Warga Belu, 226.000 orang. Orang yang sakit, 16% dari 226.000, sekitar 40.000 sampai 50.000 orang. Dari anggaran kesehatan 28 miliar rupiah, setiap tahun kita simpan 2 miliar untuk berobat. Jadi, kalau ada yang bilang kita bohong, jangan percaya karena mereka tidak mengerti,” ungkap Agus Taolin yang berprofesi sebagai dokter selama 32 tahun itu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor (+rony banase)

Agus Taolin : Kita Bicara Program Saja, Jangan Saling Menjelekkan

776 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Jangan saling menjelekkan satu sama lain dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020, melainkan berbicara tentang program saja. Hal ini disampaikan Calon Bupati Belu Paket SEHATI periode 2021—2025, Agustinus Taolin ketika berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

“Paket SEHATI hanya menawarkan 5 program prioritas. Kita sesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan, terlalu banyak program sampai kita sendiri tidak mampu melaksanakan,” ungkap Agus Taolin.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/06/sipri-temu-pemimpin-5-tahun-lalu-tak-tepati-janji-kita-berhak-ganti-baru/

Pilih pemimpin itu, jelas Agus Taolin, ada dua syarat saja. Yang pertama, ada kemampuan dan, yang kedua ada hati. Ada kemampuan tanpa hati, tentu sulit mendengarkan. Sebaliknya, ada hati tanpa kemampuan pun sama sulitnya. Tanggal 9 Desember (2020) juga ada dua syarat, kasih kekuatan dan dukungan dengan mencoblos nomor 2, paket SEHATI, Agus Taolin – Alo Haleserens.

“Kita butuh dukungan enam puluh ribu sampai tujuh puluh ribu suara untuk bisa lolos Bupati dan Wakil Bupati Belu. Mari kita saling mengajak sebanyak – banyaknya untuk coblos nomor 2, Paket SEHATI,” pinta dokter spesialis penyakit dalam itu.

Masyarakat Belu, lanjut dokter Agus Taolin, memiliki hak sepenuhnya untuk menagih janji kepada Bupati/ Wakil Bupati terpilih. Apa yang dijanjikan, wajib dilaksanakan. Jangan sampai hari ini bicara A besok buat B. Hari ini janji A besok bolak – balik. Pemimpin terpilih wajib menjalankan semua program yang dijanjikan.

Agus Taolin saat berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 November 2020.

Karena itu, urai Agus Taolin, Paket SEHATI menawarkan 5 program unggulan :

Pertama, Berobat GRATIS pakai KTP dan Kartu Keluarga. Semua biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Pemerintah yang memikul semua kesusahan masyarakat (Ukun rai mak natiu nola renu niakan susar bot ne’e). Aturan ada? Aturan ada! Mereka bilang ada surat edaran menteri? Karena, mereka jalankan asuransi dua macam. Jamkesda ada asuransi kartunya sendiri, BPJS ada kartu sendiri. Pemerintah wajib simpan uang untuk lihat masyarakat yang sakit. Uang dari mana? Dari anggaran pemerintah. Anggaran pemerintah daerah Belu ada 1 triliun lebih. Untuk kesehatan hanya butuh 25 miliar sampai 28 miliar. Uang ada untuk kesehatan. Undang – undang ada untuk mengatur soal kesehatan masyarakat Belu. Orang yang urus ada, rumah sakit ada, uang untuk membeli obat juga ada. Setiap kali berobat cukup bawa KTP dan Kartu Keluarga Belu. Seluruh warga Belu cukup bawa dan tunjukkan KTP dan Kartu Keluarga Belu. Yang sudah ada BPJS, tetap pakai BPJS GRATIS. Yang pakai Kartu KIS juga, dipastikan untuk semua masyarakat Belu GRATIS. Uang dari mana? Maek Bako, Kepiting Bakau kita berhenti dulu, untuk kita perhatikan orang sakit.

“Prioritas program, prioritas anggaran. Jadi, aturan ada, rumah sakit ada, beli obat juga pemerintah tanggung, harus dijalankan. Kita buat kerja sama dengan rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit di Kupang, Soe (T.T.S) dan Kefa (T.T.U). Contohnya sudah ada, Pemerintah Kabupaten Malaka kerja sama dengan Rumah Sakit Atambua. Pemerintah Belu tidak bisa? Kok kenapa ada kerja sama dengan Malaka? Kita pergi di Rumah Sakit Umum, tanya kamu dari mana? Dari Malaka. Bayarkah tidak? Tidak bayar. Wah, saya bagaimana? Hidup di Belu kok berobat pakai bayar? Ini, kami punya rumah sakit, kami bayar setengah mati, kamu datang tidur gratis? Kami tidak tahu, karena kami punya bupati yang buat itu. Jadi, setelah kami terpilih, kasih kesempatan untuk kami susun anggaran secara baik baru kita mulai berobat secara GRATIS!,” urai tegas Agus Taolin.

Kedua, Pendidikan. Pemerintah menyiapkan beasiswa bagi anak sekolah dan Pegawai Negeri Sipil yang berprestasi. Sekarang ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) milik Menteri Pertahanan sudah ada di Belu. “Bukan kita punya. Itu program dari pusat. Sekolah itu akan terima 450 siswa untuk pertanian dan peternakan. Anggaran dari menteri pertahanan dan keamanan”, kata Agus Taolin.

Ketiga, Pertanian. Pengolahan lahan GRATIS, penyediaan bibit dan pupuk subsidi, aktivasi perusahaan daerah untuk membeli hasil pertanian masyarakat dengan jaminan harga stabil.

Keempat, Peternakan. Mengembalikan kejayaan sapi Timor di Belu, piara ikan, ayam, kambing, dan babi. Insentif para pendamping juga dimaksimalkan demi kesejahteraan para pekerja. “Jangan hanya mau perintah orang tapi orang mau makan minum saja setengah mati,” papar Agus Taolin.

Kelima, Reformasi Birokrasi. Penempatan tenaga sesuai dengan kompetensi. “Perbaiki pipa di Atambua, harus pilih orang yang jelas. Minta maaf, Jangan, orang sekolah agama suruh urus air. Jadi, pilih orang yang punya kompetensi. Cari sumber air, perbaiki sumber, penghijauan sumber, bangun embung, optimalisasi jaringan perpipaan. Tetapi, kalau sampai tidak bisa, kita drop air untuk seluruh masyarakat secara merata,” tutur Agus Taolin.

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)
Editor: (+rony banase)