Arsip Tag: bpbd halmahera

Enam Orang Meninggal Dunia Pasca Gempa Bumi di Halmahera Selatan

163 Views

Halmahera Selatan, Garda Indonesia | Enam korban meninggal diidentifikasi BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat pasca gempa bumi M 7,2 yang terjadi pada Minggu, 14 Juli 2019. 5 (Lima) korban diakibatkan reruntuhan bangunan, sedangkan 1 (satu) korban meninggal di pengungsian.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyampaikan bahwa 1 (satu) korban bernama Saima (90), warga Nyonyifi meninggal dunia di pengungsian daerah dataran tinggi di Desa Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur.

Berikut ini nama korban meninggal dunia lainnya pascagempa tersebut:

  1. Ibu Aisyah (54 tahun), asal Desa Ranga-Ranga, Gane Barat Selatan;
  2. Aspar Mukmat (20), Desa Gane Dalam, Gane Timur Selatan;
  3. Sagaf Girato (50), Desa Yomen, Joronga;
  4. Aina Amin (50), Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan;
  5. Wiji Siang (60), Desa Gane Luar Kec. Gane Timur Selatan.

Sementara itu, bantuan logistik terus mengalir untuk penanganan darurat. BNPB mengirimkan 1 unit helikopter Mi-8 untuk mendistribusikan bantuan, seperti tenda keluarga dan barang lainnya. Bantuan tenda lain telah disiapkan pengirimannya melalui pesawat Hercules yang tiba pada malam hari Selasa, 16 Juli 2019.

“Selain pengiriman via udara, BNPB telah mengirimkan dukungan logistik melalui kapal. Bongkar muat dari kapal tanker ke kapal yang lebih kecil telah dilakukan”, terang Agus Wibowo.

Sejauh ini Pemerintah Halmahera Selatan telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat. Dapur umum yang dioperasikan pemerintah daerah (pemda) yang dibantu TNI dan Polri untuk melayani 9 pos pengungsian di Kota Labuha.

Pemerintah setempat menetapkan masa tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15—21 Juli 2019. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase) Foto by tirto.id

Banjir di Halmahera Tengah, 184 Keluarga Terdampak

125 Views

Halmahera Tengah, Garda Indonesia | Sebanyak 184 keluarga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Tengah pada Senin, 8 Juli 20109 sekitar pukul 08.00 waktu setempat (Waktu Indonesia Timur). Genangan banjir di 4 (empat) desa di wilayah Provinsi Maluku Utara ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi.

Kepala Bidang Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Rita Rosita S menyampaikan BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melaporkan banjir terjadi di Desa Sumber Sari, Kluting Jaya, Wairoro Indah, Lembah Asri yang berada di Kecamatan Weda Selatan. Sedangkan di Kecamatan Weda Utara, banjir melanda Desa Waleh. Hingga pukul 17.14 WIB hujan terjadi dengan intensitas rendah. Tinggi muka air beragam dari 50 hingga 100 cm.

Salah satu rumah warga yang terdampak banjir

BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melakukan upaya penanganan darurat kepada warga terdampak. Kaji cepat yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD merespon kondisi terkini di lapangan. BPBD beserta mitra terkait melakukan pembersihan saluran air dengan alat berat dan melakukan evakuasi barang-barang milik warga.

“BPBD melaporkan tidak ada korban jiwa”, terang Rosita

Namun demikian, kerugian materiil teridentifikasi untuk sementara waktu berdasarkan kaji cepat di lapangan.

“Kerugian mencakup bangunan yang terendam, seperti rumah 184 unit, SMP 2 unit, SMA 1 unit, TK 1 unit, dan masjid 2 unit”, pungkas Rosita. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)