Arsip Tag: desa duakoran

Pelayanan Traktor Distanbun Belu Tak Merata, Warga Desa Duakoran Kesal

520 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus Seran Tefa mengemukakan bahwa pelayanan traktor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Belu harus merata. Kepala dinas terkait, wajib mengontrol kerja para operatornya di setiap desa se–Kabupaten Belu.

“Dua hari lalu, saya baru telepon kepala dinas. Tolong cek operator, jangan sampai dia kerja hanya pilih dia punya orang saja. Yang bukan dia punya orang, dia tidak mau layani. Saya kasih tahu, kalau kamu minta lagi dan mereka tolak, kasih tahu saya untuk saya panggil kepala dinas itu”, ungkap pemilik sapaan akrab Theo Manek, menjawab laporan masyarakat saat berkampanye Paket SEHATI di Dusun Obasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 9 November 2020.

Traktor itu, jelas Theo Manek, milik pemerintah, bukan milik paket Calon Bupati/ Wakil Bupati tertentu. Jangan bawa kepentingan politik, seakan–akan fasilitas milik negara itu menjadi milik seseorang. Traktor itu milik umum. Yang namanya milik pemerintah, berarti milik rakyat Belu seluruhnya.

“Saya dengar ada lagi yang tebar ancaman, kalau kamu tidak dukung paket SAHABAT, berarti bantuan PKH akan hilang. Itu omong kosong! Itu, kewenangan ada di pusat, bukan di kabupaten. Kewenangan daerah tidak ada untuk urusan PKH. Ancaman seperti itu tidak boleh! Jangan bodohi masyarakat. Saya tegaskan, kalau ada lagi ancaman seperti itu, beritahu ke saya”, tandas Theo Manek.

Diketahui, berdasarkan pengakuan sejumlah warga Desa Duakoran di titik kampanye tersebut, bahwa saat ini musim hujan sudah tiba tetapi traktor milik pemerintah yang datang ke desa itu melayani seakan – akan atas dasar kepentingan politis Belu 2020.

Theo Manek juga menuturkan, bahwa periode lalu, partai Golkar sebagai salah satu partai yang turut mengusung Paket SAHABAT jilid I. Tetapi dalam perjalanan, sebagian besar visi – misi Bupati dan Wakil Bupati periode lalu itu tidak dijalankan. Alasan itulah yang membuat partai Golkar mengubah haluan, mendukung Paket SEHATI.

“Namanya pemerintah dan DPR itu mitra. Selama ini, kami jalan tidak searah. Bupati jalan sendiri, kami jalan sendiri. Tiap kali hanya bertengkar di ruang sidang sampai mau berkelahi, cukup sudah! Kalau pemerintah dan DPR tidak sejalan, maka rakyat akan tetap jadi korban. Jangan hanya mau ingat diri saja. Cukup dibodohi satu kali, jangan lagi untuk kedua kali. Periode lalu yang hanya 6 sampai 7 program saja tidak tuntas, sekarang datang lagi dengan 40 lebih program,” urai anggota DPRD Belu dua periode itu, sembari mengajak masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada paket SEHATI, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, nomor urut 2. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

Jika Paket SEHATI Menang, Pelayanan di Pemda Belu Satu Garis Lurus

832 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Artinya, kalau kita (paket SEHATI) menang pada tanggal 9 Desember (2020), maka pelayanan Pemda Belu periode mendatang sudah satu garis lurus,” tandas Calon Bupati Belu Agustinus Taolin dari paket SEHATI, nomor urut 2, yang berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Aloysius Haleserens saat berorasi di Dusun Abasan, Desa Duakoran, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 9 November 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/11/20/edward-tanur-orang-belu-ada-harga-diri-jangan-pilih-yang-kasih-uang/

Agus Taolin menjelaskan, bahwa ada 5 partai utama yang mengusung paket SEHATI dalam Pilkada Belu 2020 antara lain, Partai NasDem, Golkar, PKB, PKS, dan PKPI. Meskipun non–seat (tidak ada kursi) di DPRD Belu, paket SEHATI juga didukung oleh PSI dan Perindo. “Partai–partai ini, termasuk partainya gubernur (Partai NasDem) dan partainya wakil gubernur NTT (Partai Golkar). Partai – partai ini juga yang dukung presiden Jokowi. Bupati kita punya, Gubernur kita punya, sampai dengan presiden juga kita punya. Kita sudah seperti satu atap,” ujarnya.

Selain itu, terang Agus Taolin, partai– partai pengusung ini pun memiliki anggota DPRD di Kabupaten Belu, DPRD Provinsi NTT, dan DPR RI di pusat. Soal anggaran untuk menjalankan semua program paket SEHATI di Kabupaten Belu, dibicarakan dengan anggota DPR dan pasti tidak akan ada kesulitan.

“Menteri pertanian, menteri desa, wakil ketua komisi IX, anggota komisi IV, semuanya ada di pihak kita. Jadi, kalau kita bicara di Atambua sampai di Jakarta sudah pasti sambung. Wakil menteri perdagangan dari Golkar, menteri kesehatan dokter Terawan Agus Putranto adik kelas saya, dulu sekolah sama–sama di Jogjakarta. Kami sering ketemu di Bogor. Kalau ada perlu, saya bisa lewat telepon saja,” paparnya.

Setelah paket SEHATI terpilih, sebut Agus Taolin, semua anggaran untuk kesehatan GRATIS dan lain–lain itu, akan dibicarakan dengan anggota DPR. Jika sudah disetujui oleh anggota DPR, maka siap dieksekusi oleh pemerintah daerah. Biaya pengobatan mahal seperti operasi pun pasti ditanggung penuh oleh pemerintah daerah, hanya dengan menunjukkan KTP.

“Kita, cukup sertakan KTP klaim ke pemerintah tentang semua biaya. Kasih KTP, tulis biaya berapa dan semua bukti. Pemerintah kasih uang ke rumah sakit, beli obat, bayar dokter, bayar perawat, beli alat. Semua sudah ada di sana, selesai. Kalau anggaran kurang, kita rapat lagi dengan DPR untuk tambah anggaran. Tapi, kami sudah hitung semuanya. Warga Belu, 226.000 orang. Orang yang sakit, 16% dari 226.000, sekitar 40.000 sampai 50.000 orang. Dari anggaran kesehatan 28 miliar rupiah, setiap tahun kita simpan 2 miliar untuk berobat. Jadi, kalau ada yang bilang kita bohong, jangan percaya karena mereka tidak mengerti,” ungkap Agus Taolin yang berprofesi sebagai dokter selama 32 tahun itu. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Editor (+rony banase)