Arsip Tag: gotong royong

Pangdam IX/Udayana Pantau Pengerjaan Proyek Pasar Kaubele-TTU

171 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Panglima Komando Militer IX/Udayana Bali, Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., mengunjungi Desa Oepuah Selatan, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Senin,13 Mei 2019. Kegiatan tersebut merupakan kunjungan kerja kedua, sekaligus memantau proses pengerjaan Pasar Kaubele di desa setempat.

Disaksikan media ini, Pangdam bersama rombongan didampingi Danrem 161/WS Kupang Brigjen TNI Saiful Rachman, S.Sos., Aster Dam IX/Udy Kol Inf. Kadek Subawa, Asren Kasdam IX/Udy Kol. Inf Ahmad Mutakim, Kasiter rem 161/WS Kol Inf Jemz Ratu Edo serta Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi; tiba di lokasi pembangunan pasar Kaubele sekitar pukul 10.35 WITA dan disambut oleh Plt Sekda TTU Fransiskus Tillis bersama para kepala dinas dan Kaban Setda TTU. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan penyerahan sembako secara simbolis oleh Pangdam Kepada Masyarakat setempat.

Pangdam dan Rombongan pun kembali melakukan peninjauan kondisi pasar yang sedang dalam proses pembangunan.

“Hari ini saya hadir di sini ingin membuktikan janji saya kepada masyarakat tentang Pembangunan Pasar di Kaubele. Dengan adanya pasar ini akan ada interaksi jual beli masyarakat yang ada di sini maupun dari luar. Saya sangat bangga dengan masyarakat yang mau ikut memajukan pasar dengan semangat gotong royong membantu TNI dan Polri dalam membangun Pasar Kaubele,”ungkap Pangdam saat memberikan sambutan.

Kepada media ini usai memantau lokasi pasar, Jendral berpangkat bintang dua ini berharap dengan adanya pembangunan pasar Kaubele yang lebih baik kiranya dapat membantu masyarakat setempat dalam meningkatkan aktivitas perekonomian.

Pangdam IX/Udayana berpose dengan masyarakat usai memberikan bantuan

“Tertanamnya spirit dari masyarakat untuk membangun daerahnya sendiri, ini merupakan tujuan sebenarnya dari kegiatan teritorial TNI AD bukan soal pembangunan fisik saja tetapi nilai-nilai spirit yang kita tanamkan berupa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar,” tegas Pangdam.

Dikatakannya, TNI, POLRI dan Pemda TTU setempat terus memotivasi dan mendorong agar lebih penting bagaimana masyarakat bisa terlibat aktif dalam proses pembangunan bangsa ini,”Ciri khas gotong royong merupakan ciri khas bangsa ini yang lambat laun akan hilang kalau tidak kita pelihara, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk memelihara semangat gotong royong masyarakat bangsa ini,”ungkapnya.

Pangdam mengaku cukup puas dalam satu minggu ini yangmana TNI, Polri, dan masyarakat mampu bekerjasama untuk ikut partisipasi dalam proses pembangunan Pasar Kabele.

“Setiap tahun kita ada kegiatan Operasi Terpadu (OpsTer) di daerah perbatasan ini, dalam rangka mendukung program pemerintah membangun di daerah perbatasan dan terpencil; TNI membuat program-program dalam bentuk OpsTer yang direncanakan setiap tahun akan kita lakukan,”pungkasnya. (*)

Penulis (*/apson benu)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL Himbau Tumbuhkan Gotong Royong dalam Keluarga

168 Views

Soa-Ngada, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) hadir dan memberikan sambutan pada acara Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-16, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47, Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26, Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Gelar Teknologi Tepat Guna(TTG) ke-5 di Desa Mengeruda, Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, Kamis, 2 Mei 2019.

“Gotong Royong artinya, kerja bersama orang-orang yang mempunyai kemampuan, baik dari aspek kecerdasan intelektualnya maupun kepedulian hatinya. Dia akan mempersembahkan dirinya untuk sebuah kemajuan bersama”, ujar Gubernur VBL

Mengawali sambutannya, Gubernur NTT itu memberikan apresiasi kepada kerja luar biasa panitia acara dan syukur untuk penyertaan Tuhan, restu alam yang diberikan hari itu.

Pesan moral terhadap rangkaian 5 (lima) acara tersebut, dirangkumnya dalam satu kalimat menjadi, ‘Bekerja gotong-royong dalam keluarga untuk mencapai kesejahteraan bangsa dan negara, khususnya Nusa Tenggara Timur.’

“Orang gotong-royong itu dia peduli, tidak perlu pungut biaya. Tidak tunggu proyek pemerintah. Ada sampah di depan mukanya dia pilih, tanpa tunggu proyek atau perintah”, begitu pesan Gubernur NTT dari Pulau Semau tersebut.

Gubernur VBL berulang kali menyebutkan pentingnya perpaduan antara hati orang yang peduli dan kecerdasan, untuk memberikan manfaat dirinya pada bangsa ini. Ia menggugah semua yang hadir untuk tidak duduk diam saja atau bekerja asal jadi, tanpa ada cita rasa.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Laiskodat meminta keterlibatan seluruh komponen masyarakat untuk bekerja dengan hati, untuk melakukan perubahan hebat di provinsi ini.

“Gubernur mau bekerja macam apapun, bupati mau bekerja macam apapun tapi kalau masyarakat tidak menggunakan hati, maka tidak akan ada perubahan hebat di provinsi ini”, terang Viktor Laiskodat

Disebutnya bahwa NTT yang sudah tertinggal cukup jauh dari provinsi lain ini, memerlukan orang-orang yang mau bekerja dengan semangat luar biasa. Tentunya, untuk mengejar ketertinggalan wilayah.

“Kita tidak mungkin menggapai mimpi NTT sejaterah, kalau kita hanya melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja”, tegas Putra Semau itu.

Mantan anggota DPR RI itu juga berharap agar pendidikan di NTT terus ditingkatkan kualitasnya, agar bisa memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya pendidikan tingkat SD, SMP, SMA merupakan level pendidikan yang paling penting untuk diperhatikan. Baginya, kualitas jenjang pendidikan tersebut merupakan fondasi untuk membentuk karakter seseorang. Karenanya, pendidikan dasar harus di dikelolah oleh orang-orang yang paling cerdas.

”Kalau anak-anak SD, SMP dan SMA kita dididik dengan baik, diberikan knowledge (pengetahuan) dan dibentuk karakternya oleh orang-orang hebat, maka pasti sampai perguruan tinggi manapun dia akan tetap menjadi orang hebat”, pungkasnya. (*)

Sumber berita (*/Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)