Arsip Tag: hari anak nasional 2020

Menteri Bintang Serukan Komitmen Perlindungan bagi Anak Indonesia

121 Views

Makassar, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengajak seluruh masyarakat Indonesia berkomitmen terhadap upaya perlindungan dan pemenuhan hak anak Indonesia, terlebih dalam situasi pandemi, di mana hambatan dan tantangan semakin besar. Hal tersebut disampaikan Menteri Bintang saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2020 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Makassar pada Rabu, 19 Agustus 2020.

“HAN nyatanya bukan sebatas kegiatan seremonial. Namun menjadi pengingat bagi kita semua untuk berkomitmen dalam meningkatkan kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Kekerasan, eksploitasi, dan perlakuan salah masih terjadi pada anak-anak kita. Terlebih dalam situasi pandemi, hambatan untuk memberikan perlindungan khusus dan pemenuhan hak anak-anak menjadi semakin besar, namun jangan menyurutkan semangat kita untuk mewujudkannya. Semua anak adalah anak kita. Melindungi anak adalah kewajiban kita bersama,” ujar Menteri Bintang.

Menteri Bintang mengapresiasi Pemerintah Sulawesi Selatan atas komitmen dan upayanya dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Komitmen tersebut diperkuat dengan dinobatkannya Istri Gubernur Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F. Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS).

“Dengan dinobatkannya Bunda Liestianty F. Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Sulawesi Selatan, kami berharap suara Forum Anak Sulawesi Selatan semakin didengarkan dan dipertimbangkan agar dapat terlibat dalam memajukan daerahnya masing-masing. Saya percaya Bunda Liestianty F. Nurdin akan melakukan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan,” tutur Menteri Bintang.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga saat mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Liestiaty F. Nurdin sebagai Bunda Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS)

Selain dilakukan penobatan Bunda FASS, dalam kegiatan Puncak Peringatan HAN Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020 juga dilakukan Pengukuhan Pengurus FASS Periode 2020—2021, Pencanangan Pengembangan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tingkat desa dan kelurahan, serta Penandatanganan Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kita baru saja merayakan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia. Hari Kemerdekaan bukan hanya sebuah kata. Seluruh masyarakat dan anak-anak di Provinsi Sulawesi Selatan, mari kita jadikan momentum dan maknai Hari Kemerdekaan sebagai sebuah kesempatan untuk meraih mimpi menjadi nyata dan berkarya tanpa batas bagi kemajuan Provinsi Sulawesi Selatan khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Kami berharap, selama pandemi anak-anak mampu memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif dan mengembangkan diri untuk meraih cita-cita. Jadilah pahlawan kecil melawan Covid-19,” tutup Menteri Bintang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan lembaga mitra telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan HAN 2020 di Prov. Sulawesi Selatan sejak Juni 2020 secara online dan offline. Kegiatan tersebut, diantaranya Pemberian Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan, Anak, Lansia, dan Anak Kelompok Minoritas terdampak Covid-19, Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) secara virtual yang diikuti sekitar 2.000 tenaga pendidik, Pendampingan Psikososial secara virtual bagi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Maros, dan penyusunan Suara Anak Sulawesi Selatan 2020.

“Rangkaian kegiatan HAN di Provinsi Sulawesi Selatan sangat bermanfaat bagi anak-anak. Selain dalam rangka mewujudkan perlindungan bagi anak, kami juga berharap terwujudnya ketahanan keluarga yang kuat. Kedisiplinan, merupakan salah satu hal utama selama masa pandemi. Memutus mata rantai penyebaran Covid-19 harus dimulai dari kedisiplinan dalam keluarga. Mari ajak anak-anak kita agar disiplin sejak dini di rumah, maupun di lingkungan sosial,” ujar Sekretaris Daerah Prov. Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani ketika meresmikan Puncak Peringatan HAN Tingkat Prov. Sulawesi Selatan.(*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

12 Butir Suara Anak Indonesia dalam Hari Anak Nasional 2020

254 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Sejak pandemi Covid-19 melanda, hampir semua masyarakat merasakan dampaknya, termasuk anak-anak. Mereka dihadapkan pada perubahan pola hidup, namun tetap harus diupayakan terpenuhi hak-haknya, bergembira, sehat, kuat, penuh kreativitas, tetap ceria, dan semangat menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam naungan perlindungan keluarga.

Mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” dan tagline “Anak Indonesia Gembira di Rumah”, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 pada 23 Juli 2020 secara virtual dengan melibatkan seluruh anak Indonesia, termasuk Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK).

Pada kesempatan ini Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara RI, Iriana Joko Widodo menyapa dan menyampaikan pesan kepada anak-anak Indonesia melalui video. “Anak-anak, saat ini sedang pandemi Covid-19. Tapi saya tahu anak-anak pasti tidak sabar ingin sekolah, tidak sabar ingin bermain dengan teman-temannya, tidak sabar ingin bertemu dengan kakek dan neneknya yang jaraknya jauh. Pagi hari ini, Ibu Iriana ingin berpesan kepada anak-anak. Ayo Bu apa pesannya?” ujar Presiden RI, Joko Widodo.

“Disiplin mencuci tangan setelah bermain, setelah belajar, dan setelah berkegiatan. Disiplin memakai masker kalau keluar rumah dan menghindari kerumunan di mana pun anak-anak berada,” sahut Ibu Negara RI, Iriana Joko Widodo.

“Selamat Hari Anak Nasional, anak-anakku. Hari ini adalah hari kalian semua. Jadi, hari ini seluruh anak Indonesia harus merasakan kegembiraan dan kebahagiaan, meski kita tahu saat ini situasi pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Puncak Peringatan HAN 2020 kali ini memang tidak seperti biasanya, walaupun dilakukan secara virtual dan berjarak, namun kita tetap dekat di hati. Anak-anak Indonesia harus tetap optimis. Manfaatkan waktu di rumah dengan hal positif, kreatif, dan inovatif selama pandemi Covid-19,” tutur Menteri PPPA, Bintang Puspayoga kepada anak-anak Indonesia.

Menteri Bintang mengatakan peringatan HAN 2020 merupakan momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa Indonesia dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Untuk para orang tua, mohon ayah dan ibu bisa bersabar dan tetap melakukan yang terbaik untuk memenuhi hak-hak anak yang kita sayangi. Jadikan ini sebagai momentum untuk menjalin kembali komunikasi dengan anak. Anak-anak butuh didengar pendapatnya dan didampingi saat menjalankan proses PJJ. Stop kekerasan, perlakuan buruk, perundungan, dan eksploitasi pada anak! Semua anak, anak kita. Melindungi anak tanggung jawab bersama,” tegas Menteri Bintang.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang mengapresiasi Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara RI, Iriana Joko Widodo yang tanpa lelah terus mengedukasi, melindungi, dan melakukan upaya pemenuhan hak bagi anak-anak. Menteri Bintang juga mengapresiasi para pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian kegiatan dan puncak Peringatan HAN 2020, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM), Kementerian/Lembaga, dunia usaha, media massa, dan berbagai mitra kerja Kemen PPPA yang telah memberikan sumbangsih luar biasa untuk anak-anak Indonesia.

Puncak Peringatan HAN 2020 yang diselenggarakan secara virtual melibatkan sekitar 580 peserta. Acara ini diisi dengan pemutaran video rangkaian HAN 2020, video ucapan HAN 2020 menggunakan berbagai bahasa daerah oleh anak-anak Indonesia, video pesan dan ucapan HAN 2020 yang disampaikan 6 Menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga, pembacaan dongeng “Wayan Kompyang dan Ombak Putih” oleh Menteri Bintang dan Kak Seto, pesan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana Joko Widodo untuk anak-anak Indonesia, serta konser virtual Gembira di Rumah.

Selain Festival Gembira di Rumah sebagai bentuk perayaan HAN 2020, Kemen PPPA bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan UNICEF juga akan mengadakan Peringatan HAN dengan mendedikasikan sesi Media Center Gugus Tugas Covid-19 kepada anak-anak dengan tema “Children Take Over Task Force’s Media Center”.

Menteri PPPA Bintang Puspayoga dan 6 Menteri Kabinet Kerja dalam pembacaan dongeng “Wayan Kompyang dan Ombak Putih” oleh Menteri Bintang dan Kak Seto

Dalam puncak Peringatan HAN 2020, anak-anak Indonesia menyampaikan 12 butir Suara Anak Indonesia Tahun 2020, yakni:

1. Memohon kepada pemerintah untuk mengoptimalkan pemerataan akta kelahiran di seluruh Indonesia;

2. Memohon kepada pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk memberikan ruang berpendapat kepada anak dalam berbagai aspek, serta direalisasikan seoptimal mungkin;

3. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga untuk mengoptimalkan edukasi, pengawasan, dan penyebaran informasi layak anak;

4. Mengajak pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi, pengawasan, serta implementasi dari revisi Undang-Undang tentang Perkawinan untuk menekan angka perkawinan usia anak;

5. Mendukung pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengoptimalkan sarana & prasarana penunjang Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), serta memberikan pengasuhan alternatif kepada anak terdampak Covid-19 dengan memerhatikan kesiapan anak dalam menghadapi tatanan normal baru;

6. Mendukung penuh pemerintah untuk meningkatkan penanganan kesehatan mental serta fisik anak melalui penyebaran informasi protokol kesehatan, mempercepat akses air bersih secara menyeluruh, dan menjaga kebersihan lingkungan;

7. Forum Anak bekerja sama dengan pemerintah untuk memonitor dan memperketat peraturan terkait Iklan, Promosi, dan Sponsor Rokok (IPSR) di seluruh wilayah Indonesia;

8. Memohon kepada pemerintah untuk memeratakan akses internet dan menyesuaikan kurikulum untuk pembelajaran jarak jauh dengan mempertimbangkan keadaan daerah masing-masing;

9. Memohon kepada pemerintah untuk melakukan pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta meningkatkan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus;

10. Mengajak pemerintah, masyarakat, dan keluarga di seluruh Indonesia untuk meningkatkan edukasi dan skill parenting terhadap pola asuh anak, serta menolak segala bentuk kekerasan anak;

11. Mengajak pemerintah, tenaga kependidikan, dan masyarakat Indonesia untuk mengoptimalkan pemberian edukasi dan menolak segala bentuk perundungan terhadap anak di lingkungan sekolah, masyarakat, dan media sosial;

12. Mendukung pemerintah untuk meningkatkan perhatian kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), baik dalam pelayanan kesehatan dan pembuatan konten pendidikan yang ramah disabilitas.

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

10 Poin Suara Anak, Dokter Herman Man : Anak Harus Gembira, Sehat, dan Pintar

313 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man mengatakan anak-anak di Kota Kupang harus gembira, sehat dan pintar. Hal ini disampaikannya pada puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Kupang Tahun 2020 yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2020 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Peringatan HAN 2020, urai dokter Herman Man, merupakan momentum untuk meningkatkan kepedulian semua pilar bangsa, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak secara optimal. Untuk itulah perayaan HAN 2020 kali ini mengusung tema “Anak Terlindungi Indonesia Maju” dengan tagline #AnakKotaKupangGembiradiRumah.

Menurut dokter Herman Man, selain gembira, anak-anak di Kota Kupang juga harus sehat dan pintar dan ketiga hal ini harus berjalan. Meskipun kegiatan belajar mengajar saat ini masih dilakukan secara daring dalam masa adaptasi kebiasaan baru akibat pandemi Covid-19, tetapi anak-anak gembira untuk bermain dan belajar secara aman.

Anak Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang, dokter Herman Man

Kesehatan anak-anak juga harus diperhatikan. Karena itu, beber dokter Herman Man, selain sekolah, pemerintah juga saat ini masih menutup tempat-tempat bermain di Kota Kupang, agar anak-anak tidak melakukan aktivitas bermain di luar. “Virus corona masih bebas berkeliaran, untuk itu sekolah masih ditutup karena mengantisipasi serangan pandemi gelombang kedua (second wave), kesehatan anak-anak harus terlindungi” ujar dokter Herman Man.

Meskipun belajar dari rumah dengan menggunakan teknologi daring, dokter Herman Man menganjurkan agar anak-anak harus tetap disiplin dengan menggunakan waktu belajar yang efektif. “Waktu untuk belajar benar-benar dipergunakan untuk belajar tanpa gangguan dari lingkungan sekitar” imbaunya.

Lebih jauh disampaikan dokter Herman Man, bahwa upaya untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) Tahun 2030 sangat penting dilakukan. “Idola sangat penting agar ke depan tidak ada lagi kekerasan baik fisik maupun kekerasan verbal, intimidasi dan diskriminasi terhadap anak” ujarnya. Untuk itu peran keluarga sangat penting dalam pengasuhan anak sehingga ke depan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena harus membantu orang tua mencari nafkah, dunia anak adalah dunia gembira, bukan dunia kerja,” tegasnya.

Dalam perayaan puncak HAN 2020 yang dilakukan secara sederhana ini, juga dilakukan pengukuhan Forum Anak Kota Kupang tahun 2020—2021. Selain itu, dokter Herman Man juga menyerahkan secara simbolis akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak jalanan.

Terkait dengan pengukuhan pengurus Forum Anak Kota Kupang, menyampaikan bahwa pembentukan forum anak merupakan upaya pemerintah untuk memberikan ruang dan wadah agar anak-anak dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan, sebagai sarana penyaluran aspirasi, suara, pendapat, keinginan dan kebutuhan anak tentunya di bawah pendampingan dan pembinaan pemerintah melalui instansi teknisnya. Diharapkan pengurus Forum Anak Kota Kupang terus berprestasi seperti tahun-tahun sebelumnya dan mampu bekerja sama dan mengoordinisasi forum anak di tingkat kelurahan.

Dokter Herman Man dan Anak Kota Kupang

Pada kesempatan ini pula, di hadapan dokter Herman Man dan tamu undangan lainnya, dibacakan Suara Anak Kota Kupang 2020 yang dihasilkan dalam workshop virtual penyusunan suara anak Kota Kupang pada 18 Juni 2020 lalu. Suara Anak Kota Kupang berisi 10 poin yakni :

Pertama, Memohon kepada pemerintah agar memperhatikan, memfasilitasi serta meningkatkan proses pembelajaran menggunakan media daring, terutama bagi anak yang tidak memiliki sarana dan prasarana penunjang;

Kedua, Memohon kepada pemerintah untuk segera mengatasi pandemi Covid-19;

Ketiga, Menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat selalu memperhatikan protokol kesehatan;

Keempat, Mengajak keluarga Kota Kupang untuk meningkatkan pengasuhan dan pengawasan terhadap anak;

Kelima, Menuntut tenaga pendidik untuk menerapkan pola asuh ramah anak dalam pembelajaran;

Keenam, Menolak segala bentuk kekerasan (fisik, psikis dan seksual) di mana pun anak-anak berada;

Ketujuh, Menuntut kebebasan menyampaikan aspirasi anak, yang bersangkutan dengan kehidupan anak;

Kedelapan, Meminta kepada pemerintah untuk menertibkan anak-anak yang terlibat dalam pergaulan malam;

Kesembilan, Meminta kepada pemerintah mengontrol pemutaran musik bermakna negatif di kendaraan umum, dan

Kesepuluh, Pemerintah wajib mengedukasi seluruh lapisan masyarakat tentang anak dan hak-haknya.

Dokter Herman Man menerima poin-poin suara anak Kota Kupang dan berjanji akan menindaklanjuti, ia menambahkan memang poin-poin dalam suara anak juga telah menjadi perhatian Pemerintah selama ini.

Puncak peringatan HAN tingkat Kota Kupang tahun ini ditutup dengan penyerahan bantuan bagi anak-anak di sejumlah titik di Kota Kupang oleh panitia kegiatan. Penyerahan bantuan dilakukan di LPKA Kupang, Panti Asuhan Katolik Sonaf Manekat Kelurahan Lasiana, Pantai Asuhan Al-Hikmah Kelurahan Nunbaun Sabu, Panti Asuhan Kasih Agape Kelurahan Bello dan kepada anak jalanan dan anak pemulung di Kota Kupang.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, Ir. Clementina Sungkono, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kota Kupang, Zainal Asikin, dan pejabat dari Dispencapil Kota Kupang serta pengurus Forum Anak tingkat Kota Kupang dan dari tingkat kelurahan.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_GM)
Editor (+rony banase)