Arsip Tag: hut ke 74 ri

Kelurahan Maulafa Satukan Masyarakat dalam ‘Satu Hati Maulafa Sejahtera’

230 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam rangka memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia dan Hari Anak Nasional tingkat Kelurahan Maulafa, maka pada Selasa, 20 Agustus 2019 di halaman Gereja GMIT Betel dihelat rangkaian kegiatan yang bertajuk ‘Satu Hati Maulafa Sejahtera’ yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Berbagai kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 16—20 Agustus 2019 seperti Pelayanan Posyandu Balita dan Lansia; Pelayanan Kesehatan Masyarakat; Sosialisasi HIV dan Aids; Sosialisasi Bully Anak; Sosialisasi Cuci Tangan Bersih; Pentas Seni dan Konser Musik oleh Rumah Musik Siloam menambah semarak dan kemeriahan acara puncak pada Selasa, 20 Agustus 2019 pukul 15:00 s.d. 22:00 WITA.

Suasana kegiatan ‘Satu Hati Maulafa Sejahtera’ di halaman Gereja GMIT Betel Maulafa pada Selasa, 20 Agustus 2019

Acara yang dibuka oleh Penjabat Sekda Kota Kupang, Ir. Elvianus Wairata saat mewakili Wali Kota Kupang menyampaikan permohonan maaf dari Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore karena tidak bisa hadir yangmana harus menghadiri undangan Menteri PUPR di Jakarta.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Kota Kupang, Dekan Fakultas Kedokteran Undana, Lurah Maulafa, Ketua Majelis Jemaat Betel Maulafa, Ketua Karang Taruna, dan para kepala sekolah PAUD, TK, SD, SMP dan SMA yang ada di wilayah Kelurahan Maulafa.

Iringan Drumben menyambut Penjabat Sekda Kota Kupang, Ely Wairata

Ely Wairata sapaan akrabnya, merasa kagum saat dijemput oleh Drumben dan mengapresiasi perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia yang dilaksanakan oleh Kelurahan Maulafa dan menyatakan bahwa dari seluruh perayaan HUT ke-74 RI yang dia kunjungi yang paling ramai di Kelurahan Maulafa

“Menyatukan komponen agama dan masyarakat tidak gampang dan saya merasa sangat bangga dengan kegiatan ini sebagai sebuah budaya yang harus terus dikembangkan,” ujar Ely.

Menurutnya, Kepentingan dan perbedaan harus disatukan dalam sebuah potensi dan mengharapkan agar even ini terus dilaksanakan dan Maulafa dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dan berharap Maulafa dapat menjadi juara saat penilaian Kupang Green and Clean (KGC) dengan keberadaan 7 (tujuh) kelompok tani organik dibawah bimbingan GMIT Betel Maulafa.

Pose bersama dari kiri ke kanan, Lurah Maulafa Yanto Sapay, Pengelola Rumah Musik Siloam, Aty Kala; panitia kegiatan; Ketua Karang Taruna Kelurahan Maulafa, Eldy Kana; dan Sekretaris Panitia 

Sebelumnya, dalam sesi konferensi pers yang digelar oleh panitia kegiatan, Lurah Maulafa, Yanto Sapay menyampaikan bahwa perayaan seperti ini sudah mereka gelar dua kali. Selain menyuguhkan panggung hiburan bagi masyarakat, mereka juga bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Undana, Pustu Maulafa dan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kota Kupang menggelar layanan pengobatan gratis, posyandu bayi dan lansia, klinik anak serta sosialisasi tentang penanggulangan HIV/AIDS.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dan sponsor dari Rumah Musik Siloam dan dukungan sponsor lain untuk terselenggaranya kegiatan ‘Satu Hati Maulafa Sejahtera’ ini,” ujar Lurah Maulafa yang telah mengabdi selama 7 tahun di Kelurahan Maulafa.

Selain itu, menurut Yanto Sapay, pihak kelurahan juga telah melakukan pembersihan lingkungan di wilayah RT/RW, pemasangan bendera Merah Putih dan umbul-umbul dan pemasangan gapura kelurahan dan yang membanggakan dapat mewakili Kecamatan Maulafa dalam Lomba Tarian Pado’a tingkat Kota Kupang.

Begitupun dengan Ketua Karang Taruna Kelurahan Maulafa, Eldy Kana menyampaikan tentang maksud dan tujuan dari kegiatan ini untuk menyatukan semua elemen di Kelurahan Maulafa dengan target peserta 1.500 orang. “Dari kegiatan hari ini, akan dimunculkan semua potensi dari Kelurahan Maulafa. Ini bukan kegiatan pertama namun merupakan rentetan kegiatan lanjutan kegiatan 3 (tiga) tahun lalu sehingga dapat dimunculkan potensi dari Kelurahan Maulafa,” tandas pemilik nama lengkap dari Djunaeidi Eldy Kana yang terpilih sebagai salah satu anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Partai Demokrat.

Penulis dan editor (+rony banase)

Lepas Karnaval HUT ke-74 RI, Gubernur NTT: Kita Harus Bangga Kenakan Tenun

371 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Senin, 19 Agustus 2019 bertempat di Alun -Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, melepas peserta Pawai Karnaval dalam rangka HUT Ke-74 Kemerdekaan RI.

Peserta karnaval budaya asal Timor Tengah Utara (TTU) dengan ragam dan corak tenun

Ada yang berbeda dari karnaval tahun ini, karena semua tenunan dari seluruh kabupaten di NTT dikenakan oleh para peserta karnaval.

“Salah satu bentuk kecintaan kita kepada provinsi ini yakni mengenakan hasil karya imajinasi luar biasa dari para penenun di NTT”, kata gubernur usai melepas 93 peserta karnaval.

Lanjut Gubernur Viktor, “Sebagai orang NTT, kita harus bangga mengenakan tenunan khas NTT, karena saat ini tenunan dari kita makin dikenal bukan saja di level nasional, tapi juga di dunia internasional.”

Peserta karnaval budaya dengan balutan tenunan asal Kabupaten Alor

“Kalau dulu, ratusan tahun lalu, leluhur kita dengan peralatan yang sangat sederhana mampu menciptakan sebuah inovasi yang bernilai seni tinggi, maka saat ini sebagai gubernur saya mendorong agar kita semua mampu melahirkan karya seni yang lebih luar biasa agar ciri khas NTT semakin dikenal oleh dunia luar,” pinta gubernur.

Tampak hadir pada acara pelepasan karnaval ini, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT (Ibu Julie Sutrisno Laiskodat), Ketua DPRD Provinsi NTT (H. Anwar Pua Geno), Komandan Lantamal VII Kupang (Laksma TNI IG. Kompiang Ariwibawa), Kasrem 161/WS (Kolonel Inf. I Kadek Subawa), dan sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol Prov. NTT)
Editor (+rony banase)

Aksi Heroik Paskibraka asal NTT, Panjat Tiang Bendera saat HUT Ke-74 RI

529 Views

Alor-NTT, Garda Indonesia | Aksi heroik seorang paskibraka asal Desa Alemba Kecamatan Lembur-Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur; ditunjukkan oleh Herodes Maukesa saat Upacara Penurunan Sang Saka Merah Putih pada Sabtu, 17 Agustus 2019 pukul 15.45 WITA di Lapangan Upacara Kecamatan Lembur.

Dilansir dari mahensaexpress.com, berawal saat telah berkumandangnya Lagu Indonesia Raya, tali penggerek di tiang bendera telah macet atau tidak dapat dikerek.

Atas inisiatif sendiri, lalu pada detik ke-31 Herodes Maukesa (yang bertugas menggerek bendera, red) memanjat tiang bendera.

Selama kurang lebih 18 detik sebelum mencapai ujung tiang bendera, terlihat bobot tubuh Herodes Maukesa menyebabkan tiang bendera mulai bengkok lalu berangsur menukik dan patah pada detik ke-48, spontan tubuh Herodes Maukesa ikut terjungkal dan terhempas ke tanah bersama tiang dan Bendera Merah Putih.

Melihat kondisi itu, para peserta upacara berteriak histeris dan aparat dari personil TNI dan unsur lain berlarian menuju ke arah Herodes Maukesa yang telah pingsan untuk memberikan pertolongan. Sementara itu, inspektur upacara tetap pada posisi hormat dan lagu Indonesia Raya tetap berkumandang.

Pada 1 menit 38 detik, beberapa peserta upacara berupaya menahan tiang bendera agar tidak menyentuh permukaan tanah sedangkan peserta lain berupaya menolong dan membopong tubuh Herodes Maukesa keluar lapangan upacara dan dilarikan ke Puskesmas Lembur.

Paskibraka Heroik, Herodes Maukesa didampingi oleh unsur TNI saat dirawat intensif di Puskesmas Lembur

Kemudian tepat pada 1 menit 44 detik usai usai berkumandang Lagu Indonesia Raya, para paskibraka lain berupaya melipat Bendera Merah Putih dan sebagian peserta berupaya mengangkat tiang bendera yang patah.

Herodes Maukesa, Pelajar Kelas 2 di SMA Negeri Alemba – Alor yang lahir di Pura, 12 Desember 2001, masih menjalani rawat inap di Puskesmas Lembur.

Hingga berita ini dirilis, Putra dari pasangan Yafet Maukesa dan Mehelina Aburabung ini masih dalam pengamatan intensif dari dr. Julia Vedo Purba. (*)

Penulis (*/Mesak Kristoni Mauleti Mauwalanda)
Editor (+rony banase)

 

<div id=”f14bc21be7eaeed046fed206a492e652″></div>
<script async src=”https://click.advertnative.com/loading/?handle=3082″ ></script>

Patriotik Lansia di TTS, Bertahan di Terik Matahari Ikut Upacara HUT ke-74 RI

331 Views

Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Upacara memperingati hari besar bangsa Indonesia dilakukan diseluruh penjuru negeri, tak ketinggalan di Kecamatan Amanuban Timur. Rasa memiliki negara Indonesia tidak mampu mengalahkan apapun termasuk usia yang sudah lanjut.

Pantauan Media Garda Indonesia, banyak orang tua yang lanjut usia dengan khidmat mengikuti jalannya upacara.

Hadir pada Upacara HUT RI ke-74 tingkat Kecamatan Amanuban Timur, unsur Tripika Kecamatan Amanuban Timur, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten TTS, Anggota DPRD Kabupaten TTS, para tokoh Agama, ASN lingkup Kecamatan Amanuban Timur, peserta didik dari SD sampai SMA, dan mahasiswa KKN, para pendidik anak bangsa serta orang tua yang sudah lanjut usia hadir dengan mengenakan pakaian adat Timor Amanuban.

Salah seorang Ibu berdiri sendiri di sisi utara lapangan upacara, berdiri dengan penuh penghayatan memaknai kemerdekaan Bangsa Indonesia. Sepanjang upacara berlangsung, Mama Dorkas Selan, wanita tangguh yang bertahan di pinggir lapangan mengikuti setiap rangkaian upacara dengan saksama.

Mama Dorkas Selan

Ketika ditemui media ini, Dorkas mengaku bahwa kemerdekaan sangat berharga bagi bangsa ini sehingga walaupun sudah lanjut usia, dirinya masih menyempatkan diri hadir pada upacara yang dilakukan setahun sekali itu, sebagai rasa hormat kepada para pejuang.

 

“Hari besar (kemerdekaan) ini sangat berharga”, jelas Dorkas warga Desa Oe’ekam.

Sementara itu, warga Desa Oe’ekam lainnya Nahor Boimau juga mengungkapkan hal yang sama bahwa dirinya selalu hadir dalam upacara HUT RI setiap tahun. Dirinya mengatakan bahwa kemerdekaan yang diraih adalah perjuangan panjang melawan penjajah yang berakibat pertumbuhan darah dan kehilangan nyawa.

“Kami menghargai (jasa) para meo (pejuang) “, ucap Nahor.

Nahor menjelaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan pembangunan di daerah. Melihat banyak anak muda yang acuh dengan peringatan HUT RI, Nahor mengatakan bahwa sebagai anak muda yang berpendidikan seharusnya menunjukkan contoh yang baik, serta membangun kampung halaman dengan ilmu yang dimiliki.

“Sekolah dan pintar harus kembali ke kampung dan bangun kampung dengan hal-hal baik,” pinta Nahor.

Pada kesempatan yang sama, Kornelis Selan asal Desa Pisan juga bertahan dibawah terik matahari untuk mengikuti upacara walaupun usianya sudah menginjak 78 tahun, Kornelis hadir di bumi Timor-Indonesia; merasakan kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pejuang terdahulu.

Kornelius mengungkapkan bahwa walaupun usianya baru 4 tahun ketika Indonesia merdeka, namun suasana penjajahan masih terus dirasakan beberapa tahun kemudian. Jelas Kornelis, mengingat akan hal itu, maka baginya kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah yang harus disyukuri dan rasa hormat perlu diberikan kepada para pejuang.

“Kalau kita tidak merdeka, hari ini kita tidak hidup seperti ini”, ujar mantan Sekretaris pertama Desa Pisan ini.

Dirinya menyebutkan bahwa generasi sekarang tidak memaknai kemerdekaan dengan baik. Terbukti dari antusiasme para anak muda dalam mengikuti upacara kemerdekaan yang sangat rendah.

” Orang seperti harus dibina karena tidak menghargai jasa para pejuang. Karena dengan kemerdekaan, kita bisa lepas dari penjajah”, jelas orang tua yang berjalan sejauh 8 Km untuk mengikuti upacara.

Pada satu posisi disisi barat lapangan upacara, berdiri sekumpulan orang tua yang sangat khidmat dan penuh penghormatan. Bertahan hingga barisan dibubarkan oleh komandan upacara. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Perdana di Amanuban Timur! Drumben Hadir Hibur Masyarakat saat HUT ke-74 RI

404 Views

Amanuban Timur-TTS, Garda Indonesia | Kemerdekaan Indonesia memberi kebebasan bagi anak bangsa dalam berekspresi mulai dirasakan sampai ke pelosok negeri. 17 Agustus 2019, masyarakat Amanuban Timur yang memadati lapangan Upacara HUT ke-74 RI, menjadi saksi hidup kemajuan pendidikan di SMAN 1 Amanuban Timur.

Di hari yang sangat bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia, untuk pertama kalinya masyarakat Amanuban Timur, menyaksikan secara langsung pertunjukan drumben (drum band) dari anak-anak SMAN 1 Amanuban Timur.

Penampilan drumben (drum band) dari anak-anak SMAN 1 Amanuban Timur.

Penampilan drumben dari anak-anak SMAN 1 Amanuban Timur menjadi hiburan yang memukau bagi seluruh masyarakat. Masyarakat yang hadir memenuhi lapangan upacara mulai dari siswa SD sampai pada orang lanjut usia terkagum-kagum melihat anak-anak mereka tampil dengan sesuatu hal yang bagi masyarakat perkotaan sudah biasa, namun bagi masyarakat pedesaan itu sesuatu yang luar biasa.

Lodia Sopaba, seorang warga Desa Oe’ekam ketika ditemui setelah penampilan drumben mengungkapkan bahwa dirinya dan masyarakat lain sangat terhibur karena penampilan tersebut merupakan yang perdana di Amanuban Timur selama 74 tahun Indonesia merdeka.

“Senang sekali. Kami baru lihat ini,” ujar Lodia yang walaupun sudah lanjut usia tetap mengikuti Upacara memperingati kemerdekaan Indonesia.

Lodia berharap kehadiran drumben di Amanuban Timur bisa terus menghibur masyarakat dan menjadi semangat bagi para generasi penerus untuk melanjutkan pendidikan dan memilih SMAN 1 Amanuban Timur sebagai wadah menimba ilmu.

“Kedepan tetap dilanjutkan untuk hibur masyarakat dan kita punya anak bisa semangat sekolah,” tutup Lodia yang datang bersama cucunya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Amanuban Timur, Yakop A. N. Selan, S. Pd. mengatakan bahwa penampilan sebenarnya yang kedua kali, karena pada peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) bulan Mei lalu, sudah pernah dilakukan parade dari sekolah menuju kantor camat yang berjarak kurang lebih 2 Km.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Amanuban Timur, Yakop A. N. Selan, S. Pd.

” Ini yang kedua, tapi pertama itu kita datangkan personil drum band dari Kota Kupang. Kalau hari ini, itu anak-anak Amanuban Timur sendiri,” jelas Selan yang sudah menjabat Kepala Sekolah 2 periode tersebut.

Lanjut Selan, kehadiran drumben di Amanuban Timur menunjukkan kualitas SMAN 1 Amanuban Timur tidak kalah dari sekolah-sekolah yang berada di kota. Jelas Selan bahwa SAMN 1 Amanuban Timur, membuktikan bahwa akreditasi A yang diperoleh sekolah didukung dengan berbagai sarana yang dimiliki serta pengembangan bakat dan minat yang memadai pula.

Dirinya juga menjelaskan bahwa orang tua yang hadir akan merasa bangga karena anaknya bisa tampil menghibur mereka sebagai personil drumben yang biasanya mereka lihat di TV, tapi dengan gebrakan yang dilakukan pihak sekolah akhirnya mereka benar-benar menyaksikan secara langsung.

Hal lain, jelas Selan yaitu untuk melatih mental para siswa untuk bisa tampil dibanyak orang dan bersaing dengan anak-anak dari daerah lain. Untuk terus memacu semangat para siswa, Selan berjanji bahwa tahun ini, para personil drumben akan diikut sertakan dalam karnaval HUT RI tingkat Kabupaten TTS.

“Kita latih mental anak-anak. Kita tahun ini ikut karnaval supaya menambah rasa percaya diri mereka, supaya jangan hanya bisa tampil di lingkungan sendiri tapi bisa di luar juga,” ujar guru mata pelajaran ekonomi itu.

Dirinya mengatakan bahwa pihak sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan diri seperti pramuka, olahraga, drum band dan lain sebagainya sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan para peserta didik menuju generasi unggul.

Selain itu, Selan juga menyebutkan bahwa untuk menghadirkan drum band di sekolah, ada banyak hal yang harus dilakukan. Banyak pengorbanan baik materi maupun tenaga, namun melihat hasil yang didapat hari ini, semua jerih payah terbayar lunas dari setiap senyum bahagia masyarakat yang sangat antusias menonton.

“Kita bangga dan puas. Sekolah puas, Bapa Ibu guru puas, orang tua siswa juga puas, masyarakat tersenyum bahagia karena terhibur dan Amanuban Timur bangga,” tutup Selan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten TTS, Drs. Samuel L. I. Fallo, yang hadir sebagai inspektur Upacara menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah berupaya keras sehingga di usia Indonesia yang ke-74, masyarakat mendapatkan hiburan yang luar biasa.

“Sebagai anak Amanuban Timur saya merasa bangga juga berterima kasih kepada kepala sekolah dan jajarannya yang sudah berjuang demi perubahan di Amanuban Timur,” jelas Fallo.

Dirinya mengatakan bahwa yang dilakukan oleh siswa-siswi SMAN 1 Amanuban Timur melakukan sesuatu hal yang positif dan bisa menjadi rangsangan bagi anak muda lainnya untuk tidak tinggal diam, tetapi terus berbuat hal-hal baik demi kemajuan kampung halaman.

“Saya apresiasi anak-anak muda ini, karena walaupun di pinggiran tetapi mampu membuat sesuatu yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa Amanuban Timur tidak kalah bersaing dari daerah lainnya,” ujar Fallo.

Lanjutnya, Amanuban Timur sangat majemuk namun persatuan yang dibangun sangat luar biasa dan hal itu perlu dipertahankan dan dicontoh oleh daerah-daerah lain, karena yang dibutuhkan Indonesia sekarang ini adalah bersatu di tengah perbedaan.

“Amanuban Timur terdiri dari banyak agama tapi bisa membangun rasa kekeluargaan yang begitu kuat demi kemajuan TTS, khususnya Amanuban Timur,” pungkas Fallo.

Salah satu personil drum band, Arto Laisbuke, mengaku sangat bahagia karena untuk pertama kali drumben ada di Amanuban Timur, dan dirinya juga menjadi salah satu personil yang turut menghibur masyarakat.

“Saya bangga karena bisa tampil didepan keluarga, sahabat dan masyarakat Amanuban Timur,” jelas personil pemain bass itu.

Selain menghibur masyarakat di lapangan upacara, grup drum band SMAN 1 Amanuban Timur, melakukan parade sepanjang jalan menuju kantor camat dan dilanjutkan lagi di depan kantor camat. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Korem 161/Wira Sakti Helat Upacara Bendera HUT Kemerdekaan Ke-74 RI

215 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasrem 161/Wira Sakti Kol Inf I Kadek Subawa, S. Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera Peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia Tahun 2019, pada Sabtu, 17 Agustus 2019 di Lapangan Upacara Makorem 161/Wira Sakti Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa kemerdekaan merupakan perjuangan para pendahulu yang membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar.

“Kemerdekaan dan kebebasan yang kita rasakan ini adalah warisan dan amanah dari para pahlawan bangsa, serta para pendahulu yang telah berjuang dan berkorban jiwa raga. Dengan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, mereka telah membuktikan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang besar, yang berdiri tegar melawan penindasan dan penjajahan hingga mampu meraih kemerdekaan, untuk itu kita harus mendoakan para pahlawan serta bersyukur atas kemerdekaan ini, “ jelas Pangdam IX/Udayana.

Kasrem 161/Wira Sakti Kol Inf I Kadek Subawa, S. Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Bendera Peringatan Hari Proklamasi Republik Indonesia Tahun 2019

Lebih lanjut dikatakan bahwa kemerdekaan memiliki arti yang sangat penting. “Bagi TNI AD, kemerdekaan adalah refleksi dari Kedaulatan Bangsa yang dijamin dan dijaga oleh para pengawalnya yaitu para prajurit bersama komponen bangsa lainnya,” ungkap Pangdam IX/Udayana.

Diakhir amanatnya Pangdam IX/Udayana menekankan untuk memaknai tema peringatan Hari Proklamasi Tahun ini “SDM Unggul Indonesia Maju”.

“Untuk itu mari kita wujudkan tekad tersebut dengan meningkatkan profesionalisme, kinerja dan dedikasi dibidang tugas kita masing masing, sebagai sumbangsih kita untuk kemajuan bangsa,” pungkas Pangdam IX/Udayana. (*)

Sumber berita (*/penrem161ws)
Editor (+rony banase)