Arsip Tag: jumlah gardu listrik ntt

Sisa 7 Gardu Padam, GM PLN NTT: ‘Best Effort’ Minggu Kedua Mei Pulih

265 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dari total 4.002 gardu listrik PLN yang terdampak Badai Seroja pada rentang waktu 3—5 April 2021, mengakibatkan jaringan listrik padam pada 635.978 pelanggan di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), namun dengan kerja sigap tim relawan PLN, jajaran manajemen dan dibantu oleh stakeholder, beserta TNI/Polri, maka hingga Minggu, 2 Mei 2021 pukul 12.00 WITA, hanya tersisa 827 pelanggan yang masih padam.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/05/02/listrik-di-pulau-sabu-nyala-pln-tempuh-waktu-10-jam-dan-tak-kenal-lelah/

Kini, sebanyak 635.152 pelanggan PLN kembali menikmati listrik dengan presentasi 99,86 % dan 1.754 desa juga dapat menikmati jaringan listrik dari total 1.759 desa di seluruh NTT yang terdampak badai.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko kepada Garda Indonesia pada Minggu malam, 2 Mei 2021 pukul 19.02 WITA mengungkapkan bahwa di seluruh wilayah NTT, tersisa 7 (tujuh) gardu yang masih padam.

Truk pengangkut material dan peralatan PLN sedang bersiap di Pelabuhan Bolok Kupang menuju Sabu Raijua

Ketujuh gardu padam tersebut, urai Agustinus Jatmiko, 1 (satu) di Sabu, satu di Pantar Kabupaten Alor, dan 5 (lima) di Pulau Raijua, sementara menunggu kapal berangkat membawa peralatan dan material dari Kupang ke Sabu, dilanjutkan dengan perahu ke Raijua.

Untuk pemulihan gardu di Sabu, urai Agustinus Jatmiko, diusahakan bakal selesai pada Senin, 3 Mei 2021. “Tim PLN beserta peralatan pendukung sudah siap menunggu di Pelabuhan Kupang (Bolok,red) untuk berangkat ke Sabu Raijua dan jika kapal jadi berangkat ke Sabu pada Senin ini (3 Mei, red) kami usahakan minggu depan, 5 (lima) gardu di Raijua selesai. Untuk di Pantar Alor diusahakan selesai pada Selasa, 4 Mei,” ulas GM PLN UIW NTT.

Saat dikonfirmasi Garda Indonesia mengenai estimasi waktu pemulihan 7 gardu tersebut apakah dapat rampung pada pertengahan Mei, “Best Effort bisa segera pulih,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto (*/PLN UIW NTT)

PLN Pulihkan Listrik 6 Kabupaten di NTT, 41.850 Pelanggan Nikmati Listrik Lagi

1.886 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Utamakan keselamatan warga, PLN berhasil menyalakan kembali seluruh kelistrikan terdampak di 6 Kabupaten di NTT yakni wilayah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka dan Kabupaten Flores Timur.

Untuk memastikan percepatan pemulihan atau recovery kelistrikan di NTT, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda memimpin secara langsung jalannya proses pemulihan kelistrikan di NTT.

“Saya melihat langsung progres luar biasa yang dilakukan rekan-rekan PLN di lapangan, sampai dengan Jumat (9 April 2021) kemarin, kita telah berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan di 6 kabupaten di NTT. Jumlah ini kami targetkan akan terus meningkat seiring adanya tambahan personil dari PLN Group yang datang ke NTT untuk membantu pemulihan,” terang Syamsul Huda.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda saat memantau langsung pekerjaan di sisi 20 kv

Ia pun menjelaskan, sebanyak 327 unit gardu distribusi yang sebelumnya terdampak pada keenam kabupaten tersebut, kini telah beroperasi kembali sehingga sebanyak 41.850 pelanggan dapat menikmati listrik kembali.

Sementara itu, untuk update recovery secara keseluruhan di NTT terhitung pada Sabtu, 10 April 2021 pukul  12.00 WITA, PLN berhasil menyalakan 1.578 gardu sehingga  251.699 pelanggan kembali menikmati aliran listrik.

Untuk mempercepat proses pemulihan listrik di NTT, PLN Group telah mengerahkan sebanyak 723 personel. Sebanyak 163 personil di antaranya berasal dari luar Wilayah NTT, yaitu dari Maluku, Makassar, Papua Barat, Jawa Timur, Bali, dan NTB dan akan datang lagi dari Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat dan Jakarta.

“Kendala yang kami hadapi saat ini yakni adanya kerusakan pada salah satu tower transmisi 70 kV di section Maulafa – Naibonat yang diakibatkan oleh longsor di mana tower ini merupakan tulang punggung untuk menyalurkan aliran listrik ke Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kabupaten Belu,” jelas Syamsul Huda.

Menurut Huda, proses pemulihan akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga. “Harapannya, dengan turunnya personil PLN baik dari maupun luar NTT dan ditambah 30 anggota TNI dapat mempercepat pembangunan tower kembali,’’ pungkasnya.

PLN terus mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dan apabila ada gangguan kelistrikan dapat melapor pada aplikasi PLN Mobile dan Call Center 123. (*)

Sumber berita dan foto (*/ Corporate Communication and CSR PLN)

Editor (+roni banase)