Arsip Tag: kabupaten nagekeo

Di Nagekeo, VBL : Tugas Utama Pemerintah Bebaskan Rakyat dari Kemiskinan

296 Views

Nagekeo, Garda Indonesia | Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) selaku Gubernur NTT menegaskan, tugas utama dari pemerintah; baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota seluruh NTT adalah membebaskan rakyat dari belenggu penderitaan dan kemiskinan.

“Tugas utama pemerintah adalah membebaskan rakyatnya dari penderitaan. Karena itu, pemerintah bekerja untuk menyejahterakan rakyatnya,” tegas Gubernur VBL di hadapan masyarakat dan para tetamu undangan di tengah jaringan irigasi persawahan kilo meter 1 Mbay Kanan Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT pada Sabtu, 27 Juni 2020.

Ini merupakan kunjungan kerja (kunker) Gubernur VBL bersama rombongan di hari keenam. Sebagai mana diketahui Gubernur VBL memulai kunker pertama dari Kabupaten Manggarai Barat (Senin, 22 Juni 2020), Kabupaten Manggarai (Selasa, 23 Juni 2020), Kabupaten Manggarai Timur (Rabu, 24 Juni 2020), Kabupaten Ngada (Kamis 25 Juni 2020), Kabupaten Nagekeo (Jumat dan Sabtu) dan pada Sabtu sore Gubernur dan rombongan telah tiba dan berada di Kabupaten Ende; Kota Pancasila sebagai kabupaten terakhir dalam kunker kali ini.

Sejak menjadi Gubernur NTT yang dilantik Presiden Joko Widodo, pada 5 September 2018, Gubernur VBL sangat serius bekerja untuk membawa keluar masyarakat NTT dari jeritan dan jerat kemiskinan.

“Kemiskinan NTT berada di urutan ketiga secara nasional; setelah Papua dan Papua Barat. Karena itu, pemimpin harus bisa membawa rakyat ke masa depan. Pemimpin harus memiliki visi yang kuat dan fokus pada inti masalah yang menyebabkan kemiskinan dan penderitaan rakyat NTT,” tegas Gubernur VBL.

Menurut Gubernur, tugas menyelamatkan rakyat merupakan tugas mulia seorang pemimpin. Tetapi pemimpin yang bodoh dan malas, sebut Gubernur VBL, tidak mungkin sanggup keluar dari box atau kotak yang mengungkungnya. “Oleh karena itu, dalam memimpin mulailah berpikir dan bertindak out of the box; yang penuh inovasi dan kreatif. Jangan bosan berkreasi. Karena pemimpin punya wewenang dan kekuasaan yang besar dalam berkreasi untuk membawa rakyatnya mencapai kesejahteraan,” ucap mantan Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Menyinggung tentang pariwisata, Gubernur VBL mengatakan bahwa Provinsi NTT termasuk Kabupaten Nagekeo merupakan destinasi wisata yang sangat indah dan menarik. “Kalau keadaan sudah normal kembali, maka para turis akan berbondong-bondong datang ke NTT. Karena itu, benahi semua infrastruktur, sarana prasarana, dan lain sebagainya. Saya harapkan semua Kabupaten/Kota memiliki data pembangunan wilayahnya secara detail yakni data ekonomi, data sosial, data pendidikan, kesehatan, data demografi dan lain sebagai. Pembangunan kita harus berbasis data dan riset,” pinta Gubernur sembari menambahkan, “Data tersebut harus riil dan konkret sehingga memudahkan kita dalam membangun. NTT.”

Dijelaskan, Provinsi NTT memiliki banyak potensi dan kekayaan alam yang luar biasa. “Kita kaya akan hasil-hasil pertanian, perkebunan, peternakan, pariwisata, perikanan dan kelautan. Bahkan alam NTT yang sebagian besar kering ini sangat potensial untuk pengembangan garam. Semua kekuatan ekonomi ini kita gerakkan dan kembangkan secara maksimal dan itu semua membutuhkan kerja sama yang kuat antara pemerintah dan masyarakat. Kita sangat butuh kolaborasi dengan semua stake holders terkait,” kata Gubernur.

Ke depan di bidang pendidikan sambung Gubernur VBL, anak-anak NTT harus memperkuat kemampuan di aspek literasi dan numerik. “Ke depannya, kita harus memperkuat kemampuan anak-anak kita di bidang literasi dan numerik. Karena itu, saya harapkan agar kita memberikan perhatian yang serius terhadap mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris), logika dan matematika,” sebut Gubernur.

Gubernur VBL juga berharap agar anak-anak NTT harus mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan aspek kognisi, psikomotorik dan afeksi. “Anak-anak NTT harus dididik untuk berkompetisi secara sehat di dalam berbagai ilmu pengetahuan. Di kemudian hari generasi NTT yang unggul ini akan menjadi kekuatan bangsa di dalam seluruh proses pembangunan; baik di Indonesia maupun di level Provinsi NTT,” tandas Gubernur VBL. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

Plan Internasional Latih 138 Pengurus KP2AD Kabupaten Nagekeo

449 Views

Nagekeo, Garda Indonesia | Bertempat di Aula Hotel Sinar Kasih Mbay pada 30—31 Januari 2020, Yayasan Plan International Program Implementasi Area Flores melakukan pelatihan kepada 138 pengurus Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa (KP2AD) kabupaten Nagekeo dari kecamatan Boawae dan Keo Tengah.

Dibuka oleh Kepala Dinas PMDP3A yang diwakili oleh Kabid P3A Vinsensius Je, pelatihan ini merupakan kerja sama Yayasan Plan International Indonesia dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Nagekeo guna meningkatkan kapasitas pengurus KP2AD dari 23 desa dan 5 OPD yakni Dispendukcapil, Dinsos, DPMDP3A, Dinkes dan KP2AC dari Kecamatan Boawae dan Kecamatan Keo Tengah.

Vinsen Je mewakili pemerintah menyampaikan beberapa poin antara lain:

Pertama, isu perlindungan anak sudah menjadi perhatian pemerintah pusat dengan diadakannya rapat terbatas antara presiden dan kabinetnya untuk membahas terkait isu perlindungan dan upaya mencegah kekerasan terhadap anak.

Kedua, kerja sama lintas sektor untuk peningkatan upaya mencegah tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Harus ada upaya terpadu dan menyeluruh terhadap penanganan kasus kekerasan dan upaya perlindungan anak.

Ketiga, memperkuat pelaporan terhadap kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Suasana pelatihan kepada 138 pengurus Kelompok Perlindungan Perempuan dan Anak Desa (KP2AD) kabupaten Nagekeo

Zuniatmi, Deputi Program Implementasi Area Flores menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus KP2AD untuk mencegah kekerasan terhadap anak dan perempuan, meningkatkan ketrampilan pengurus KP2AD dalam pendampingan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan dan diharapkan setelah penguatan kapasitas ini KP2AD yang dilatih mampu menyusun program kerja perlindungan perempuan dan anak di desa.

Yayasan Plan International Indonesia cukup intensif dalam mengembangkan mekanisme ini yang dikenal dengan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD). Hingga akhir tahun 2017 tercatat sebanyak 942 KPAD yang berdiri di daerah kerja YPII di 4 provinsi dan 12 kabupaten/kota.

Pendekatan ini cukup efektif dalam kontribusi pencegahan dan penanganan korban karena sekitar 57% KPAD yang ada di NTT berfungsi dengan baik dan artinya bahwa lembaga ini melakukan peran dalam edukasi ke masyarakat tentang perlindungan anak.

Di sisi lain bahwa penanganan korban juga meningkat dengan meningkatnya laporan yang ditindaklanjuti oleh KPAD, dan sebagai contoh pada tahun 2014 kasus kekerasan seksual tercatat 32 kasus, meningkat menjadi 51 kasus pada tahun 2015, dan 114 kasus pada tahun 2016. Kenaikan kasus ini merupakan refleksi dari kesadaran masyarakat meningkat dengan cara melaporkan bentuk kekerasan tersebut.

Di 44 desa dampingan YPII di Kabupaten Nagekeo, terdapat 44 KP2AD telah dibentuk dan 12 KP2AD sudah dilatih pada FY 2019, ada 32 KPAD belum dilatih. Pengurus KP2AD yang sudah dilatih telah menjalankan fungsi perlindungan anak di desa serta mendampingi korban dan melapor melalui jaringan kerja ke Pusat Perlindungan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten.

KP2AD yang sudah menjalankan tugas secara baik merupakan bentuk perkembangan positif dan berkontribusi terhadap keselamatan anak dari ancaman-ancaman kekerasan. Sebagian KP2AD belum dilatih karena disebabkan beberapa faktor, terutama sumber dana dan sumber daya manusia yang terbatas untuk melatih pengurus KP2AD.

Menyadari pentingnya fungsi KP2AD sebagai salah satu institusi di desa untuk perlindungan perempuan dan anak, suatu pendekatan yang cukup efektif dalam memberikan perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat, karena di dalamnya menggunakan unsur pendidikan dan penyadaran kepada masyarakat termasuk anak-anak sebagai subyek perlindungan.

Dengan adanya gerakan-gerakan penyadaran maka sensitivitas keluarga dan masyarakat semakin peka terhadap adanya bentuk-bentuk kekerasan sehingga mudah dicegah. Dengan adanya mekanisme perlindungan anak akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melapor apabila terjadi kekerasan, eksploitasi atau bentuk-bentuk kekerasan lainya.

Banyak pihak yang punya kepentingan terwujudnya mekanisme perlindungan anak berbasis masyarakat seperti pemerintah, organisasi sipil, dan organisasi kemasyarakatan dan keluarga. Di samping berkepentingan terwujudnya mekanisme yang kuat, di sisi lain mereka memiliki peran-peran yang strategis untuk terwujudnya perlindungan anak secara lestari. Peran-peran edukasi masyarakat untuk menghindarkan adanya praktik kekerasan merupakan bagian yang paling penting dalam pendekatan mekanisme ini.(*)

Penulis (*/Jhon Orlando)
Editor (+rony banase)

Gubernur Viktor Laiskodat : “Kita Hebat Namun Perlu Konsolidasi!”

152 Views

Mbay-Nagekeo, Garda Indonesia | “Kita ini hebat-hebat tapi belum mampu konsolidasi. Kita perlu konsolidasi kekuasaan, konsolidasi anggaran dan konsolidasi informasi. Mari kita bangun sejarah baru, buat daerah jadi lebih hebat lagi”, tegas Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dalam pertemuannya bersama seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Nagekeo, bertempat di Aula Kantor Bupati Nagekeo, Rabu, 1 Mei 2019.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya yang dimulai tanggal 1 Mei 2019 ini, Gubernur Viktor bersama Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno, dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Nagekeo, Ngada dan akan berakhir di Manggarai Timur pada tanggal 4 Mei 2019.

Pada kesempatan tatap muka bersama lebih dari 400 orang ASN Nagekeo itu, Gubernur VBL menyampaikan sejumlah motivasi dan ajakan untuk bersama membangun NTT yang dianalogikannya sebagai raksasa yang sedang tidur. Punya banyak potensi, tapi belum dikelola maksimal.

Beberapa daerah contoh disebutnya menjadi hebat karena kemampuan mereka membangun konsolidasi internal. Secara khusus kepada para ASN, Putra Semau itu mengajak untuk mendukung kepemimpinan pasangan Bupati Dr.Johanes Don Bosco dan Marianus Waja,SH.

“Saya harapkan tidak lagi ada kesetiaan ganda karena urusan politik. Siapa pun dia, kalau bagus kerja kita pakai. Saya dorong semua untuk berpartisipasi mendorong etos kerja baru. Harapan saya, bupati baru bisa didukung, agar mampu melakukan diagnosa persoalan-persoalan sosiologis”, pinta Gubernur Viktor optimis jika pembangunan di Nagakeo bisa berjalan dengan baik.

Gubernur VBL saat meninjau proses produksi garam

Lebih lanjut, beliau menegaskan untuk mengutamakan dua fungsi pemerintah. Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator.

“Seorang aparatur itu tuannya adalah aturan. Perhatian ketentuan perundangan dan mulai berpikir out of the box. Aturan tidak ada, kewenangan ada, lakukan diskresi. Gubernur akan berhadapan dengan siapa saja untuk itu. Karena memang untuk mengejar ketertinggalan, kita tidak bisa dengan langkah-langkah biasa saja!”, papar Gubernur VBL serius sambil menyebutkan salah-satu ciri orang cerdas itu adalah rapat cepat, kerja banyak dan hasil maksimal.

Gubernur Viktor juga menyebutkan pentingnya mendukung aktivitas Dekranasda dan PKK di daerah. Beliau menyebut bahwa sebagai sebuah organisasi yang punya struktur basis hingga desa, Dekranasda dan PKK harus disiapkan dengan baik. (*)

Sumber berita (*/Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)