Arsip Tag: kantor imigrasi labuan bajo

Bangun Sinergisitas, Kakanim Labuan Bajo Bersua Bupati Manggarai Barat

203 Views

Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas III TPI Labuan Bajo, Jaya Mahendra, S.H., M.H. mengunjungi dan bersua dengan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, S.E. pada Selasa, 23 Maret 2021 pukul 13.20 WITA. Pada kunjungan tersebut Kakanim didampingi dua pejabat teknis, satu orang pejabat fasilitatif serta empat orang staf dari Kantor Imigrasi Labuan Bajo.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana keakraban di ruang kerja Bupati Manggarai Barat tersebut, turut dibicarakan mengenai kiprah Kantor Imigrasi Kelas III TPI Labuan Bajo dalam mendukung serta mewujudkan Labuan Bajo menjadi daerah Wisata Primer di Indonesia.

Kepada Bupati Manggarai Barat, Kakanim Mahendra menyampaikan bahwa menjadi kewajiban Kantor Imigrasi Labuan Bajo untuk mendukung dan mewujudkan Labuan Bajo menjadi daerah Wisata, terutama tugas dan fungsi sebagai institusi yang diberikan kewenangan untuk mengatur arus masuk dan ke luar orang asing termasuk dengan aktivitas dan kegiatan orang asing selama berada di Labuan Bajo.

Suasana keakraban, pertemuan Kakanim Labuan Bajo beserta rombongan dengan Bupati Manggarai Barat

Saat melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, imbuh Mahendra, Kantor Imigrasi Labuan Bajo terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan khususnya di bidang keimigrasian. “Dalam upaya meningkatkan pelayanan tersebut Kantor Imigrasi Labuan Bajo terus membangun sinergisitas dan kerja sama dengan semua stake holder dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” urainya.

Selain itu, sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi khusus untuk  meningkatkan pelayanan keimigrasian, Kantor Imigrasi Labuan Bajo mengharapkan kerja sama serta dukungan khsusnya dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Mahendra pun menyampaikan tentang rencana pembangunan rusunawa untuk dapat ditempati oleh Pegawai Kantor Imigrasi Labuan Bajo yang sebahagian besarnya adalah pendatang serta upaya peningkatan kelas Kantor Imigrasi Kelas III TPI Labuan Bajo menjadi Kelas II TPI.

Foto bersama Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi dengan Kakanim Labuan Bajo, Jaya Mahendra beserta rombongan

Merespons Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, S.E. menyambut baik dan mendukung penuh apa yang telah disampaikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo khususnya rencana pembangunan rusunawa untuk Pegawai Imigrasi Labuan Bajo serta upaya kenaikan kelas Kantor Imigrasi Kelas III TPI Labuan Bajo menjadi Kelas II TPI.

Bupati Edistasius mengharapkan sinergisitas dan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat Manggarai Barat. “Sebagai Bupati, saya menyambut baik apa yang telah disampaikan oleh Pak Kakanim dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendukung penuh termasuk rencana pembangunan rusunawa untuk pegawai imigrasi serta upaya peningkatan kelas Kantor Imigrasi Labuan Bajo dari Kelas III menjadi Kelas II TPI,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan sinergisitas dan kerja sama ini dapat terus ditingkatkan. “Semoga apa yang telah dan akan kita lakukan, semua itu demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Manggarai Barat,” tandas Bupati Edistasius sembari menyampaikan Program Kerja Bupati ke depan dalam membangun Kabupaten Manggarai Barat.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Kanim Labuan Bajo)

Editor (+roni banase)

Kantor Imigrasi Labuan Bajo Bakal Naik Status Klas II, Pemprov NTT Apresiasi

504 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef Nae Soi saat menerima uudiensi Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham) di ruang kerjanya pada Rabu, 10 Maret 2021; mengapresiasi  dukungan Kementerian Hukum dan HAM untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT agar turut berkontribusi dalam mewujudkan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas dan penanganan imigran yang ada di Kota Kupang.

“Saya bersama Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat yang ada di daerah mengapresiasi atas dukungannya untuk kemajuan NTT. Tentunya urusan pembangunan rusunawa bagi Pegawai Imigrasi yang bertugas di Manggarai Barat dan peningkatan status Kantor Imigrasi dari Kelas III menjadi kelas II, kita saling berbagi peran untuk mewujudkannya,” ucap Wagub Nae Soi.

Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Jaya Mahendra meminta dukungan Pemerintah Daerah terhadap peningkatan Status Kelas Kantor dan pembangunan Rusunawa bagi Pegawai Kantor Imigrasi di Labuan Bajo. “Kehadiran kami wajib untuk mendukung kemajuan NTT. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan terhadap rencana peningkatan Kelas Kantor Imigrasi dari Kelas III menjadi Kelas II dan Pembangunan Rusunawa bagi pegawai kami yang secara keseluruhan berasal dari luar Labuan Bajo,” ujarnya.

Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Jaya Mahendra dan Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Karudenim) Kupang ,Heksa Asik Soepriadi, S.H. saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur NTT,  Josef Nae Soi

Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Karudenim) Kupang Heksa Asik Soepriadi, S.H. menyampaikan terkait Imigran gelap yang berasal dari Afganistan dan Pakistan berjumlah 223 orang. Terdiri dari 220 Afganistan orang dan  3 orang Pakistan. “Pengungsi adalah orang yang bermasalah di negaranya. Mereka mencari hidup baru, suaka politik maupun negara ketiga. tujuan mereka misalnya Kanada, Amerika, New Zealand dan Australia. Imigran tersebut ditampung di 3 tempat penampungan yaitu di Hotel Lavender, Inaboi dan Kupang Inn,” ungkap Heksa.

Terkait hal ini, Wagub Josef Nae Soi meminta perlakuan terhadap Imigran yang ada mesti sesuai dengan regulasi yang ditetapkan PBB, namun tetap melihat dan disesuaikan dengan kondisi kemiskinan di NTT. Perlu adanya prinsip kehati-hatian sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di tingkat masyarakat.

“Kami sementara membahas masalah ini dengan pihak swasta dan IOM (International Organization for Migration) untuk pindahkan imigran yang ada di Kota Kupang ini. Hal ini untuk mengantisipasi potensi konflik sosial yang bisa timbul, karena kehidupan para imigran yang ditanggung IOM terbilang baik, dibandingkan dengan warga NTT yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan serba kekurangan,” tandas Wagub Nae Soi.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)