Arsip Tag: kepala staf angkatan laut

Presiden Ajak Masyarakat Panjat Doa bagi 53 Awak Kapal KRI Nanggala 402

1.064 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah menerima laporan terkini dari Panglima TNI dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) terkait upaya pencarian dan penyelamatan kapal selam KRI Nanggala 402.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/24/kapal-selam-kri-nanggala-402-dinyatakan-tenggelam/

Pada Sabtu, 24 April 2021, TNI Angkatan Laut telah menaikkan status KRI Nanggala 402 dari sebelumnya hilang kontak (submissed) menjadi tenggelam (subsunk). Demikian pernyataan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 25 April 2021.

“Musibah ini mengejutkan kita semua, tidak hanya keluarga 53 awak kapal, keluarga Hiu Kencana, maupun keluarga besar TNI AL, tapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Jokowi sembari menyampaikan bahwa seluruh rakyat Indonesia menyampaikan kesedihan mendalam atas musibah ini, khususnya kepada seluruh keluarga awak kapal selam.

Presiden mengatakan bahwa seluruh awak KRI Nanggala 402 tersebut ialah putra-putra terbaik bangsa serta patriot terbaik penjaga kedaulatan negara. Oleh karena itu, segala upaya terbaik dalam pencarian dan penyelamatan masih akan terus dilakukan.

Presiden Jokowi juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk turut memanjatkan doa dan harapan terbaik bagi 53 patriot terbaik bangsa tersebut. Adapun kepada para anggota keluarga, Kepala Negara mendoakan agar selalu diberi kesabaran dan kekuatan.

“Marilah semuanya kita memanjatkan doa dan harapan terbaik bagi 53 patriot terbaik penjaga kedaulatan negara dan bagi segenap anggota keluarga, agar diberi kesabaran, ketabahan dan kekuatan,” tandasnya.

Adapun nama 53 awak patriot terbaik KRI Nanggala yang gugur dalam tugas pengabdian menjaga kedaulatan negara yakni :

  1. Letkol Laut (P) Heri Oktavian bertindak sebagai komandan kapal
  2. Mayor Laut (P) Eko Firmanto
  3. Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro
  4. Kapten Laut (E) Yohanes Heri
  5. Kapten Laut (P) I Gede Kartika
  6. Lettu Laut (P) Muhadi
  7. Lettu Laut (P) Ady Sonata
  8. Lettu Laut (P) Imam Adi
  9. Lettu Laut (T) Anang Sutriatno
  10. Letda Laut (E) Adhi Laksmono
  11. Letda Laut (P) Munawir
  12. Letda Laut (T) Rhesa Tri
  13. Letda Laut (T) Rintoni
  14. Letda Laut (P) M Susanto
  15. Serka Bah Ruswanto
  16. Sertu Bah Yoto Eki Setiawan
  17. Sertu Ttu Ardi Ardiansyah
  18. Sertu Kom Achmad Faisal
  19. Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
  20. Sertu Eko M Rusdiyansyah
  21. Sertu Eki Ryan Yogie Pratama
  22. Sertu Mes Dedi Hari Susilo
  23. Serda Bah Bambang Priyanto
  24. Serda Kom Purwanto
  25. Serda Kom Eko Prasetiyo
  26. Serda Ttu Harmanto
  27. Serda Ttu Lutfi Anang
  28. Serda Atf Dwi Nugroho
  29. Serda Ede Pandu Yudha Kusuma
  30. Serda Eta Misnari
  31. Serda Saa Setyo Wawan
  32. Serda Lis Hendro Purwoto
  33. Serda Mes Guntur Ari Prasetyo
  34. Serda Lis Diyut Subandriyo
  35. Serda Lis Wawan Hermanto
  36. Serda Lis Syahwi Mapala
  37. Serda Lis Wahyu Adiyas
  38. Serda Lis Edi Wibowo
  39. Kopda Eta Kharisma D.B
  40. Kopda Tlg Nugroho Putranto
  41. Kopda Mes Khoirul Faizin
  42. Kopda Trb Maryono
  43. KLK Eta Roni Effendi
  44. KLK Eta Distriyan Andy P
  45. KLS Isy Raditaka Margiansyah
  46. KLS Isy Gunadi Fajar R
  47. KLS Nav Denny Richi Sambudi
  48. KLS Mes Muh Faqihudin Munir
  49. KLS Nav Edy Siswanto
  50. Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK)
  51. Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK)
  52. Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK)
  53. Suheri -PNS (Non ABK).

Sumber berita (*/BPMI Setpres)

Foto utama (*/istimewa)

Editor (+roni banase)

Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

930 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinaikkan fasenya, dari fase submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam), yang membawa 53 personel terbaik TNI AL.

“Saya atas nama Panglima TNI menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Kita bersama-sama mendoakan supaya proses pencarian ini terus bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan bukti-bukti kuat,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat konferensi pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Sabtu, 24 April 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/23/kapal-selam-kri-nanggala-402-hilang-presiden-perintahkan-pencarian/

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa operasi Search and Rescue (SAR) telah memasuki hari keempat sejak dinyatakan hilang pada Rabu, 21 April 2021. Sejak awal, seluruh komponen yang dikerahkan telah bekerja semaksimal mungkin untuk mencari keberadaan kapal selam tersebut.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menyampaikan keterangan pers di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali pada Sabtu, 24 April 2021

“TNI Angkatan Laut bersama Kepolisian, Basarnas, KNKT serta negara sahabat telah berupaya semaksimal mungkin mencari keberadaan KRI Nanggala-402,” ucap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengakui Sabtu dini hari, 24 April 2021, merupakan batas akhir live support berupa ketersediaan oksigen bagi seluruh ABK kapal. Namun, hingga batas akhir live support tersebut, keberadaan kapal juga tidak bisa ditemukan.

Sementara itu, Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. menyampaikan bahwa dalam proses pencarian KRI Nanggala-402 telah menemukan barang-barang yaitu pelurus tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin, dan di botol oranye pelumas periskop kapal selam. “Ditemukan juga alat yang dipakai ABK Nanggala untuk salat dan spons untuk menahan panas pada freshroom,” ucapnya.

Dengan adanya bukti autentik tersebut, tandas Yudo Margono, maka pada saat ini kita isyaratkan dari submiss menjadi subsunk. (*)

Sumber berita (*/Puspen TNI)

Foto Utama (*/istimewa)

Editor (+roni banase)

“Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang” Presiden Perintahkan Pencarian

700 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Panglima TNI, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan dalam rangka melakukan pencarian Kapal Selam KRI Nanggala 402. Keselamatan terhadap 53 awak kapal yang ada di dalamnya menjadi prioritas utama.

“Saya telah memerintahkan Panglima TNI, KSAL, Basarnas, dan bersama-sama instansi terkait lainnya untuk mengerahkan segala kekuatan dan upaya seoptimal mungkin melakukan upaya pencarian dan penyelamatan. Prioritas utama adalah keselamatan 53 awak kapal,” ujar Presiden dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis, 22 April 2021.

Saat ini Panglima TNI, KSAL, dan sejumlah elemen terkait lainnya tengah memimpin langsung upaya pencarian di lapangan. KRI Nanggala 402 mengalami hilang kontak saat menggelar latihan di perairan utara Pulau Bali pada Rabu, 21 April 2021, kemarin.

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam KRI Nanggala 402. “Kepada keluarga awak kapal, saya memahami betul perasaan Bapak dan Ibu semuanya saat ini. Tapi, sekali lagi, pemerintah telah dan akan terus mengupayakan yang terbaik dalam pencarian dan penyelamatan seluruh awak yang ada di dalam kapal selam tersebut,” tuturnya.

Mengakhiri pernyataan, Presiden Joko Widodo juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan ini diberikan kemudahan dan kelancaran dan seluruh awak yang berada di dalam kapal selam tersebut dapat kembali dalam keadaan selamat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar upaya pencarian dan penyelamatan ini dilancarkan, diberikan kemudahan untuk menemukan kembali KRI Nanggala 402, dan seluruh awaknya dalam keadaan selamat,” tandasnya.

Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.,  melaksanakan kegiatan Pencarian dan Pertolongan atau Search and Rescue (SAR) keberadaan Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak saat latihan dalam uji coba penembakan torpedo di perairan Bali, pada Kamis, 22 April 2021.

Panglima TNI di atas KRI dr. Soeharso-990 memberikan semangat kepada para prajurit yang sedang melaksanakan pencarian dan pertolongan di Laut Bali untuk tetap semangat dalam melaksanakan SAR. Panglima TNI turut prihatian terhadap kejadian yang dialami KRI Nanggala 402 dan personel yang on board serta berjanji akan mengerahkan segala kemampuan untuk bisa menemukan keberadaan kapal KRI Nanggala-402.

“Kita akan terus melaksanakan pencarian dan pertolongan serta mengerahkan segenap kemampuan untuk membawa pulang kembali saudara-saudara kita prajurit Nanggala 402 kepada mereka. Mari, kita senantiasa berdoa semoga keluarga kita, prajurit KRI Nanggala dalam kondisi selamat dan segera kita temukan tabah sampai akhir,” ujar Panglima TNI.

Seperti diketahui bersama pada Rabu, 21 April 2021 pukul  03.00 WIB, KRI Nanggala-402 izin menyelam ke Komandan Gugus Tugas Penembakan (Danguspurla II) sesuai prosedur untuk selanjutnya kapal menyelam dalam rangka melaksanakan penembakan. Namun, setelah izin diberikan, KRI Nanggala hilang kontak dan tidak bisa dihubungi lagi.

Selanjutnya, dilaksanakan prosedur pencarian oleh unsur-unsur Satgas yakni KRI RE Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, dan KRI Diponegoro-365  dengan menggunakan Sonar Aktif di sekitar menyelamnya KRI Nanggala dengan menggunakan methode cordon 2000 yards yakni pencarian dengan menyisir atau menyusuri lintasan, dimana tiap-tiap lintasan berjarak 1 mil/2000 yards, tetapi hasilnya nihil.

Kemudian pada pukul 07.00 WIB dilaksanakan pengamatan udara menggunakan Heli ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi menyelam.

Saat ini dalam rangka SAR, aksi yang dilaksanakan yakni memberangkatkan KRI Rigel-933 (Pushidrosal) dari Jakarta dan KRI Pulau  Rengat-711 (Satuan Kapal Ranjau) untuk membantu pencarian menggunakan side scan sonar dan mengirim 2 mobil chamber ke Banyuwangi serta mengirim distres ISMERLO (international submarine escape and rescue liaison office), dan sudah direspons oleh AL Singapura dan AL Australia.

KRI Nanggala-402 merupakan kapal selam yang dibangun pada tahun 1977 di HDW Jerman dan masuk jajaran TNI AL tahun 1981. Dalam pelayaran latihan ini, kondisi material dan personel dalam keadaan siap, personel on board  53 orang terdiri  49 ABK, 1 Komandan Satuan dan 3 personel Arsenal). KRI Nanggala-402 dikomandani Letkol laut (P) Heri Octavian  yang sudah menjabat 1 tahun.

Berikut nama awak KRI Nanggala-402 yang tertera dalam manifes :

  1. Letkol Laut (P) Heri Oktavian bertindak sebagai komandan kapal
  2. Mayor Laut (P) Eko Firmanto
  3. Mayor Laut (T) Wisnu Subiyantoro
  4. Kapten Laut (E) Yohanes Heri
  5. Kapten Laut (P) I Gede Kartika
  6. Lettu Laut (P) Muhadi
  7. Lettu Laut (P) Ady Sonata
  8. Lettu Laut (P) Imam Adi
  9. Lettu Laut (T) Anang Sutriatno
  10. Letda Laut (E) Adhi Laksmono
  11. Letda Laut (P) Munawir
  12. Letda Laut (T) Rhesa Tri
  13. Letda Laut (T) Rintoni
  14. Letda Laut (P) M Susanto
  15. Serka Bah Ruswanto
  16. Sertu Bah Yoto Eki Setiawan
  17. Sertu Ttu Ardi Ardiansyah
  18. Sertu Kom Achmad Faisal
  19. Sertu Kom Willy Ridwan Santoso
  20. Sertu Eko M Rusdiyansyah
  21. Sertu Eki Ryan Yogie Pratama
  22. Sertu Mes Dedi Hari Susilo
  23. Serda Bah Bambang Priyanto
  24. Serda Kom Purwanto
  25. Serda Kom Eko Prasetiyo
  26. Serda Ttu Harmanto
  27. Serda Ttu Lutfi Anang
  28. Serda Atf Dwi Nugroho
  29. Serda Ede Pandu Yudha Kusuma
  30. Serda Eta Misnari
  31. Serda Saa Setyo Wawan
  32. Serda Lis Hendro Purwoto
  33. Serda Mes Guntur Ari Prasetyo
  34. Serda Lis Diyut Subandriyo
  35. Serda Lis Wawan Hermanto
  36. Serda Lis Syahwi Mapala
  37. Serda Lis Wahyu Adiyas
  38. Serda Lis Edi Wibowo
  39. Kopda Eta Kharisma D.B
  40. Kopda Tlg Nugroho Putranto
  41. Kopda Mes Khoirul Faizin
  42. Kopda Trb Maryono
  43. KLK Eta Roni Effendi
  44. KLK Eta Distriyan Andy P
  45. KLS Isy Raditaka Margiansyah
  46. KLS Isy Gunadi Fajar R
  47. KLS Nav Denny Richi Sambudi
  48. KLS Mes Muh Faqihudin Munir
  49. KLS Nav Edy Siswanto
  50. Kolonel Laut (P) Harry Setyawan (Non ABK)
  51. Letkol Laut (E) Irfan Suri (Non ABK)
  52. Mayor Laut (E) Whilly (Non ABK)
  53. Suheri -PNS (Non ABK). (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres & Dispen AL)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh facebook/Dispen AL

Tiga Kepala Staf TNI Siap Dukung Penerapan Adaptasi ‘New Normal’

598 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Para Kepala Staf TNI menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjalankan adaptasi kebiasaan baru atau new normal di tengah masyarakat. Para prajurit TNI secara lebih giat akan turut mendisiplinkan masyarakat untuk menaati protokol kesehatan sehingga tetap produktif sekaligus aman dari Covid-19.

Hal tersebut terungkap dalam keterangan pers Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 14 Juni 2020.

“Tentunya TNI Angkatan Laut akan tetap membantu percepatan penanganan Covid-19 ini. Sekarang pada tahap untuk pendisiplinan masyarakat tentunya kita juga akan lebih giat lagi, terutama pasukan-pasukan yang di lapangan untuk membantu pemerintah daerah untuk mendisiplinkan masyarakat,” kata Laksamana TNI Yudo Margono.

Ketiga Kasad TNI saat bersama Presiden Jokowi

Hal senada diungkapkan oleh KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo yang menyatakan kesiapan angkatan yang dipimpinnya untuk membantu sejumlah hal terkait penanganan Covid-19. Selain pendisiplinan masyarakat, TNI AU juga mendukung pengiriman peralatan kesehatan ke seluruh penjuru Indonesia.

“Untuk TNI Angkatan Udara kami tetap siap untuk mendukung dan kami seperti contohnya kita melaksanakan pengiriman peralatan-peralatan kesehatan ke seluruh pelosok Tanah Air yang di mana ada pangkalan udara dan bandara. Kami juga tetap melaksanakan operasi-operasi udara karena tetap harus menjaga kedaulatan wilayah negara,” tegas Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Sementara itu, KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan bahwa Presiden secara khusus meminta angkatan darat bisa meneladani capaian mantan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie yang baru saja berpulang. Presiden juga mendoakan almarhum dan mengucapkan terima kasih atas seluruh jasanya.

“Presiden secara spesifik menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Pramono Edhy Wibowo. Beliau benar-benar mengucapkan terima kasih atas semua jasa-jasa, juga mengucapkan harapan agar keluarga tetap kuat dan angkatan darat bisa meneladani apa yang bisa dicapai Pramono Edhy selama beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat,” ungkap Jenderal TNI Andika Perkasa.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres) Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi Lantik KSAL dan KSAU di Istana Negara

209 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik Laksamana Madya TNI Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, pada Rabu, 20 Mei 2020. Pelantikan keduanya dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat dan dihadiri undangan terbatas.

Yudo Margono dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32/TNI Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Laut. Yudo menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Aji yang akan memasuki masa pensiun.

Sementara itu, Fadjar Prasetyo dilantik berdasarkan surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 33/TNI Tahun 2020 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara. Fadjar menggantikan Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang juga akan memasuki masa pensiun. Pembacaan Keppres keduanya dilakukan oleh Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Bersamaan dengan itu, Yudo Margono juga mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana TNI. Demikian juga dengan Fadjar Prasetyo yang kini berpangkat Marsekal TNI. Kenaikan pangkat keduanya didasarkan pada surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 dan 35/TNI Tahun 2020 tentang Kenaikan Pangkat dalam Golongan Tinggi TNI.

Presiden Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah Laksamana Madya TNI Yudo Margono sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Marsekal Madya TNI Fadjar Prasetyo sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo memimpin sumpah jabatan keduanya secara bersamaan.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” ucap Presiden Jokowi mendiktekan sumpah jabatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pengangkatan sumpah jabatan keduanya. Rangkaian acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang diawali oleh Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh tamu undangan terbatas.

Turut hadir dalam pelantikan antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andhika Perkasa, mantan KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Aji, dan mantan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)