Arsip Tag: ketua umum kadin indonesia

Eddy Ganefo Kembali Didukung Maju pada Munas IX KADIN PB

126 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Totalitas Ir. H. Eddy Ganefo, MM dalam memimpin KADIN PB sudah tidak diragukan lagi, lewat tangan dinginnya ia sukses membangun sinergisitas yang baik dengan berbagai pihak sehingga fokus organisasi dalam mengembangkan dunia usaha serta UMKM dapat terukur. Pembinaan terhadap dunia usaha khususnya pada ribuan UMKM menjadi bukti bahwa KADIN PB betul-betul memiliki peran dalam mengembangkan dunia usaha di lintas sektor.

Di saat pandemi COVID-19 yang sudah berjalan selama sembilan bulan ini tidak sedikit pun membuat mundur langkah serta kiprah KADIN PB dalam dunia usaha, KADIN PB secara berjenjang semakin solid untuk dapat memberikan masukan kepada pemerintah pusat maupun daerah baik secara langsung maupun melalui pemberitaan berdasarkan kajian-kajian dan riset internal yang independen.

KADIN PB dalam kepemimpinan Ketua Umum Eddy Ganefo sangat mendukung berbagai langkah Pemerintah dengan mengimplementasikannya kepada dunia usaha, seraya mengedukasi serta memberikan arahan-arahan yang sesuai agar dapat survive di tengah Pandemi COVID-19 ini.

Pemikiran, gagasan serta berbagai terobosan bahkan lompatan yang dibuat Kadin dengan segenap jajaran pengurus serta organisasi anggota tentunya kembali kepada dedikasi seorang Ketua Umum, bahwa tidak dapat dipungkiri jam terbang yang tinggi menjadikan Eddy sebagai sosok Ketua Umum yang tangguh dan sangat dibutuhkan di tengah meradangnya situasi ekonomi saat ini.

Tentu saja ke semua itu ia dapatkan tidak secara instan, setidaknya ada 23 jabatan organisasi yang pernah dilaluinya sehingga ia mendapat pencapaian saat ini.

Sebelumnya, Eddy telah mulai berorganisasi sejak 1982 tercatat sebagai Pengurus FKKT Palembang, kemudian pada 1986 menjabat Dewan Penasihat DPD KNPI Palembang, di tahun 1989 sebagai Bendahara Umum DPD SPSI Sumsel, tahun 1999 memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Ikatan Masyarakat Sriwijaya Kaltim dan Wakil Sekjen DPP Ikatan Masyarakat Perbambuan Indonesia, lalu pada tahun 2005 sebagai Wakil Ketua DPP ASPEKINDO Sumsel dan Wakil Ketua DPD ARDIN Sumsel,

Pada tahun 2007 menjabat Wakil Ketua DPC Gabpeknas Palembang, pada 2008 sebagai Sekretaris Umum DPD APBI Sumsel, Ketua Umum DPD HAPBI Sumsel, Ketua DPD AKGEPI Sumsel dan Ketua Umum LPJK Daerah Sumsel.

Kemudian, pada tahun 2010 sebagai Wakil Ketua Umum DPD APERSI Sumsel, pada tahun 2014 sebagai Wakil Ketua Umum DPP AKGEPI, dan di tahun 2015 sebagai Bendahara Paguyuban Jurai Semende Nusantara, Sekretaris Persatuan Artis Sinetron Sumsel, Ketua Umum IKTM Unsri sebagai Ketua Umum LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) Sumsel, dan Sekjen DPP HIPPI (Himpunan Pengusaha Putra Indonesia).

Selanjutnya, sebagai Ketua Umum DPP AKKI (Ass. Kontraktor Konstruksi Indonesia), Ketua Umum Ketua Umum DPP APERSI (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) serta Tim Debat Tim Kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla Provinsi Sumsel dan saat ini sebagai petahana Ketua Umum KADIN PB.

Atas apa yang telah dikerjakannya selama ini, Eddy mendapat kepercayaan yang besar serta support yang kuat dari pengurus serta anggota luar biasa, maka pada Jumat, 4 Desember tepatnya pukul 21.30 WIB, Eddy Ganefo hadir di kantor Kadin PB, Menteng Jakarta Pusat yang secara resmi mendaftarkan dirinya sebagai calon ketua umum (Caketum) untuk masa bakti 2020—2025.

Sebagaimana yang dituturkan oleh Eddy Ganefo, bahwasanya pasca penyerahan berkas tersebut, maka dirinya akan menyusun kekuatan melalui ketua umum Provinsi serta Asosiasi.

Bahwa dirinya selama 5 (lima) Tahun telah membangun KADINDA Provinsi dan kabupaten/kota serta menciptakan komunitas UMKM Naik Kelas yang kini sudah diaktanotariskan.

“Maka untuk itu, ke depan akan lebih fokus membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/kota, yang secara paralel juga akan membangun komunikasi dengan Kementerian dan kedutaan serta beberapa investor yang ada di luar negeri, dan hal itu akan menjadi bagian dari concern saya ke depan jika terpilih kembali menjadi ketua umum KADIN PB,” ungkap Eddy

Adapun, kedatangan Petahana Eddy Ganefo dalam menyampaikan dokumen pendaftarannya tersebut telah diterima oleh Bachtiar R. Ujung (Kt. Tim Penjaringan), M. Nur Kholis (Ketua Panitia Munas).

Sebagaimana diketahui, bahwa pada Jumat 4 Desember 2020 merupakan batas akhir pendaftaran para calon untuk selanjutnya berkontestasi dalam Munas Ke-IX KADIN PB yang akan digelar secara virtual pada tanggal 14—16 Desember 2020. (*)

Sumber berita dan foto (*/@yfi)
Editor (+rony banase)

‘Best Effort’ Kadin Indonesia untuk Pelaku UMKM Di Tengah Pandemi Covid-19

150 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Wabah Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan berbagai sendi perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Bahkan Kadin Indonesia mengkaji bahwa 83% pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi terhenti usahanya. Hal tersebut juga berpotensi tumbuhnya 99 juta pengangguran baru. Suatu kondisi yang sangat berbahaya kalau hal ini terjadi.

Untuk mencegah hal tersebut dan di tengah berbagai kebijakan yang dihadapi, Kadin Indonesia membuat inovasi serta program-program lebih dari biasanya yang selama ini fokus pada pengembangan UMKM. “Selain itu, secara berkelanjutan Kadin Indonesia membantu juga UMKM secara detail dan teknis,” ujar Ketua Umum Edy Ganefo kepada awak media, pada Senin, 29 Juni 20 di Jakarta.

Edy menuturkan bahwa dirinya telah meminta kepada segenap pengurus Kadin Indonesia, baik ditingkat Pusat, maupun Provinsi, Kabupaten dan Kota, untuk membantu mempromosikan produk UMKM, melalui berbagai media, baik medsos (FB, WA, IG, Twitter, dan lain-lain) juga melalui e-commerce dan lain-lain,” jelasnya

“Tidak hanya itu, Kadin Indonesia juga secara nyata membantu penjualan ekspor produk UMKM bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI); bagi pelaku UMKM yang tidak memiliki perijinan ekspor pun kami bantu,” imbuhnya sembari menyampaikan telah meminta kepada segenap Komite Luar Negeri Kadin Indonesia untuk mencari dan membantu melakukan penjualan produk UMKM pada berbagai negara di dunia.

Edy Ganefo juga memberikan apresiasi tinggi kepada segenap pengurus Kadin yang telah bekerja melebihi kebiasaan sebelumnya. “Adapun langkah tersebut dilakukan karena kekhawatiran Kadin Indonesia akan kehancuran UMKM,” terangnya.

“Kekompakan dan kebersamaan segenap pengurus Kadin bekerja membantu UMKM secara Ikhlas merupakan upaya terbaik Kadin Indonesia, dan Alhamdulillah hasilnya banyak pelaku UMKM terbantu untuk tetap bertahan dalam kondisi saat ini,” beber Edy Ganefo seraya mengucap rasa syukur.

Terpisah, Ibu Mieske pelaku UMKM yang selama ini memproduksi dan menjual sepatu, mengalami keterpurukan , di mana produknya tidak dapat berjualan, karena sepinya permintaan. “Sesuai arahan Kadin, saya mencoba alih sementara usaha agar dapat bertahan, dengan memproduksi dan menjual produk kuliner yaitu Rendang Padang,” ungkapnya.

“Berkat bantuan pengurusan Kadin Indonesia yang secara Ikhlas mempromosikan dan membeli produk rendang kami, Alhamdulillah kami bisa bertahan dalam kondisi di mana karyawan tidak memiliki pendapatan dari produksi sepatu, namun dari hasil penjualan rendang, semua bisa bertahan,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/red/YFI)
Editor (+rony banase)

Eddy Ganefo: Majukan Perekonomian, Kadin Harus Bersinergi dengan Pemda

187 Views

Sulut, Garda Indonesia | Musyawarah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Utara secara aklamasi mempercayakan Jemmy Tumimoor sebagai Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara (Sulut) Periode 2020—2025 dan dilantik oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo di hadapan seluruh Pengurus Kadin se-Sulut pada Jumat, 21 Februari 2020.

Dalam sambutannya, Eddy Ganefo menyampaikan bahwa Kadin Indonesia adalah wadah pengusaha yang mempunyai tugas sebagai alat komunikasi, membina sekaligus bersinergi dengan pemerintah baik di pusat maupun daerah agar program berjalan dengan baik dan meminta agar Ketua Kadin Sulut dapat bersinergi bersama pemerintah daerah (pemda) agar perekonomian di daerah semakin meningkat dan semakin baik ke depan.

“Indonesia memiliki pohon kelapa terbesar di dunia dan yang paling besar ada di Sulawesi Utara, dan Filipina mendeklarasikan sebagai negara penghasil Kelapa termasuk India, padahal kelapanya berasal dari Sulawesi Utara,” sebut Eddy Ganefo.

Lanjut Eddy, “Saya mengharapkan Pemerintah Provinsi Sulut dapat melihat hal ini, agar kita di Sulut dapat membuat kelapa yang dapat meningkatkan perekonomian dan penghasilan yang berlipat ganda,”

Ketua Umum Kadin Indonesia, Eddy Ganefo  (kedua dari kanan) dan Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara, Jemmy Tumimoor ( paling kanan)

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Sulawesi Utara Jemmy Tumimomor, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. “Saya akan jalankan dengan baik. Sulawesi Utara adalah sebuah kerangka global yang terdiri dari 15 kabupaten/Kota dengan memiliki sumber daya alam yang luar biasa serta perhatian pemerintah Pusat yang sangat intens di bumi nyiur melambai,” ungkap Tumimoor.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk segera melakukan pelebaran bandara yang memiliki banyak proyek strategis nasional, salah satu contoh pelebaran bandara yang akan dibangun hingga ke Likupang.

Ada beberapa proyek strategis pemerintah yang menjadi prioritas seperti pembangunan Bendungan Kuwil yang menelan anggaran sampai 1 Triliun, Jalan Tol yang dalam proses perampungan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dengan luas areal 2000 hektar.

“Ini merupakan tantangan yang luar biasa bagi teman-teman pengusaha di Sulut dan pada kesempatan ini juga saya mengajak agar kita memberikan apresiasi pada sektor UMKM yang telah berhasil dan mempromosikannya sampai ke Negara Filipina” jelas Tumimomor.

“Saya mengajak para pengusaha yang tergabung dalam Kadin yang telah dilantik pada hari ini untuk bersinergi bersama kita bergandengan tangan, serta membuat terobosan-terobosan untuk membangun perekonomian Sulawesi Utara yang semakin hebat ke depan,” pinta Tumimoor.

Gubernur Olly Dondokambey diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Drs. Edwin Kindangen, M.Si. memberikan apresiasi dengan Pengurus Kadin Sulut yang baru terpilih dan berharap tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan mampu ditunaikan dengan baik.

“Kita patut bersyukur dan bangga, Sulut semakin tahun makin maju dan berkembang, memasuki tahun 2020 tidak sedikit progres positif dalam aspek pembangunan sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi sulut selalu berada di atas 6% bahkan berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5%, inflasi daerah yang terkendali, penurunan Angka kemiskinan di Sulawesi Utara,” ungkap Edwin Kindangen.

Pelantikan ini dihadiri oleh Pemerintah Provinsi Sulut diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut Drs. Edwin Kindangen, M.Si,Danlatamal VIII Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta.M.Mar,Stud, Kolonel Arh Christian Noel Frederik Tanjong dan Seluruh Pengurus Kadin Kabupaten Kota Se-Sulut.(*)

Sumber berita (*/amr—Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)

Tahun 2020, Kadin Indonesia Bidik 20.000 UMKM Untuk Naik Kelas

666 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pelaku usaha di Indonesia berdasarkan data Kemenkop 2017 berjumlah 62,9 juta, di mana 99,99% adalah pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil & Menengah). Dalam 10 tahun terakhir, secara persentase, jumlah pelaku usaha UMKM tidak menunjukkan peningkatan kelas secara signifikan. Dari jumlah total pelaku usaha UMKM, di mana 98,7% adalah usaha Mikro.

Sesuai Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), di mana kriteria Usaha UMKM sebagai berikut :

Kadin Indonesia di bawah Kepemimpinan Ketua Umum Eddy Ganefo, merancang program UMKM naik kelas, di mana diharapkan pelaku usaha Mikro, naik menjadi Usaha Kecil atau Menengah, Pelaku Usaha Kecil naik menjadi pelaku Usaha Menengah atau Besar, dan pelaku Menengah menjadi Usaha Besar.

“Naik kelas pelaku UMKM dapat dilihat dari peningkatan Omzet dan Aset, dan Kadin mendorong agar pelaku UMKM membuat perencanaan tahun 2020 untuk naik kelas,” ujar Eddy Ganefo.

Selain itu Eddy Ganefo juga menyiapkan program UMKM Go Expor, sebagian dari peningkatan omzet pelaku UMKM, selain tetap memperlebar jaringan pemasaran nasional. “Kami menargetkan 20.000 pelaku Usaha UMKM naik kelas di tahun 2020 ini,” ungkap Eddy Ganefo, disela – sela diskusi di Kantor Pusat Kadin Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat Jumat, 3 Januari 2020.

Skema program UMKM Naik kelas, disampaikan oleh Eddy Ganefo dengan flow chat sederhana, yang akan menjadi acuan program kerja segenap Pengurus Kadin Indonesia baik di tingkat pusat maupun daerah, di mana setiap Kadin Daerah akan diberikan target UMKM binaannya masing–masing, sebagai bagian dari program UMKM naik kelas. “Semoga dengan bertambahnya pelaku usaha Indonesia akan berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional, dan mengurangi pengangguran setidaknya lebih dari 5 juta orang,” ungkap Eddy Ganefo mengakhir diskusi.

Sementara itu, Raden Tedy Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia, di tengah acara pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan UMKM menyampaikan adalah hal yang sulit bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, bila tidak memahami dan membuat laporan keuangan atas usahanya.

“Kadin Indonesia telah menyiapkan berbagai materi pelatihan antara lain, Pembuatan Laporan Keuangan UMKM, Pembuatan Rencana Usaha (Business Plan), Strategi Pemasaran Produk/ Jasa UMKM, UMKM Go Export dan masih banyak lagi, guna menunjang Program UMKM naik kelas,” ungkap Raden Tedy, yang juga sedang menyiapkan kerja sama Aplikasi Keuangan untuk UMKM agar lebih mudah di dalam membuat Laporan Keuangan Usaha.

“Kami hanya fokus pada pembinaan UMKM yang mendominasi dan membutuhkan banyak perhatian. Kami juga telah dan akan lebih banyak lagi menjalin kerja sama dengan Perbankan & Lembaga Keuangan untuk membantu permodalan UMKM. Di tengah era perubahan saat ini, kami optimis jumlah pelaku UMKM akan meningkat menjadi 68 juta ditahun 2020 ini, yang sebelumnya 62,9 juta ditahun 2017. Target ini dari hasil kajian dan Analisa tim yang dimiliki oleh Kadin Indonesia,” tandas Raden optimis.(*)

Sumber berita (*/@yfi–Tim IMO Indonesia) Editor (+rony banase)