Arsip Tag: masa paskah 2021

Penjabat Bupati Sebut Pengamanan Tri Hari Suci di Belu Cukup Ketat

256 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Penjabat (Pj) Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, M.M. memantau secara langsung persiapan pengamanan menjelang perayaan Tri Hari Suci kaum Kristiani di lokasi Gereja Katedral, Gereja Policarpus dan sejumlah tempat ibadah lainnya di Kota Atambua,  pada Rabu, 31 Maret 2021.

Zakarias Moruk menuturkan, pengamanan perayaan Paskah tahun 2021 cukup ketat, dengan melibatkan unsur Polres Belu dan TNI. Di setiap tempat ibadah akan dibangun posko – posko pengamanan mulai Kamis Putih, Jumat Agung hingga Minggu Paskah.

Pantauan Pj. Bupati Belu itu juga bertujuan untuk berkomunikasi langsung dengan pastor paroki, pendeta dan para pengurus gereja tentang persiapan perayaan paskah tahun 2021.

Pj Bupati Belu, Zakarias Moruk saat bertemu dengan Pdt. Maya Meza di Gereja Polycarpus Atambua

Hal strategis yang ingin dipantau bersama forkopimda, ujar Zakarias Moruk, adalah persiapan pengamanan di lokasi setiap gereja dan protokol kesehatan. Pastor dan pendeta sepakat untuk menerapkan protokol kesehatan kepada segenap umat selama perayaan berlangsung sesuai anjuran pemerintah.

“Kita berdoa dan berharap semoga perayaan Tri Hari Suci di Kabupaten Belu bisa berjalan lancar, aman dan damai”, ujar Zakarias Moruk.

Terkait pengamanan perayaan Tri Hari Suci tahun 2021 cukup ketat, Pj. Bupati memohon  pengertian baik dari seluruh umat Kristiani di Kabupaten Belu, agar dapat menerima kehadiran pihak keamanan di sekitar lokasi setiap gereja, apabila ada pengecekan terhadap peralatan dan aksesoris dalam tas yang dibawa oleh umat. Hal itu dimaksudkan demi kelancaran perayaan dan kebaikan seluruh umat Kristiani.

“Untuk penerapan protokol kesehatan, kita minta penambahan tim medis, penyediaan peralatan tes suhu tubuh, masker, handsanitizer  dan mobil ambulans di setiap gereja”, papar Zakarias Moruk. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Pasca-Bom Makasar, Pj. Bupati Belu Pimpin Rakor Bersama Forkopimda Plus

328 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pasca insiden bom bunuh diri di Makassar, Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Plus di ruang rapat Kantor Bupati, pada Selasa, 30 Maret 2021.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati, Drs. Zakarias Moruk, M.M. itu membahas sejumlah agenda strategis untuk mengantisipasi situasi kamtibmas pasca-kejadian bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 28 Maret 2021.

“Diskusi hari ini untuk mempersiapkan pengamanan pesta Paskah, dengan tidak mengesampingkan protokol kesehatan. Untuk itu, kita membutuhkan dukungan dari Polres dan TNI,” sebut Pj. Bupati Belu.

Berkaitan dengan persiapan pengamanan perayaan Paskah, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur TNI untuk melaksanakan pengamanan. “Pengamanan Paskah sedang berlangsung dengan memprioritaskan pengamanan dalam kota, Gereja Katedral dan Gereja Polikarpus Atambua, termasuk gereja-gereja pelosok,” ungkap Kapolres Belu.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas RI – RDTL, Yonif 742/SWY Mayor Inf. Bayu Sigit Dwi Untoro menyampaikan, bahwa Satgas Pamtas siap mendukung dan menyukseskan seluruh kegiatan dari pemerintah daerah. “Untuk pelaksanaan pengamanan, anggota kami akan tetap melaksanakan pengamanan di gereja–gereja. Sedangkan sejumlah anggota kami yang bertugas di pos-pos perbatasan tetap mengamankan wilayahnya masing– masing,” ujar Dansatgas Pamtas RI-RDTL.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Dandim 1605 Belu diwakili Kasdim, Kapolres Belu, Danyon RK 744/ SYB, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif 742/SWY, Pj. Sekda dan Kepala Bakesbangpol. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Wali Kota Kupang Pinta Warga Tak Terprovokasi Aksi Bom Makassar

318 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore menanggapi peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu pagi, 28 Maret 2021 dan mengutuk keras aksi yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Menurutnya, aksi terorisme tersebut hanya ingin memecah belah dan mengadu domba sesama anak bangsa. Apalagi peristiwa ini terjadi di tengah persiapan Umat Kristiani merayakan Jumat Agung dan Paskah.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/28/perintah-kapolri-usut-tuntas-jokowi-kutuk-terorisme-di-katedral-makassar/

Wali Kota Kupang mengimbau seluruh warga Kota Kupang tidak terprovokasi dengan aksi keji tersebut. Ia juga berharap warga tidak menyebar informasi yang tidak benar dan hoaks terkait peristiwa tersebut karena hanya mengeruhkan suasana kebatinan masyarakat. “Mari kita cerdas menggunakan media sosial dengan tidak menyebar hoax dan berita-berita yang tidak benar. Mari kita sebar optimisme. Jangan sebar rasa takut,” pintanya.

Ia pun meminta warga Kota Kupang untuk terus mendoakan para korban yang dirawat di rumah sakit akibat bom tersebut agar segera pulih. Selain itu, juga mendoakan Umat Gereja Katedral Makassar agar tabah menghadapi peristiwa ini. “Mari kita dukung saudara-saudara kita yang mengalami peristiwa ini. Kita doakan agar tetap kuat,” imbaunya.

Ia juga mengimbau semua warga Kota Kupang untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu provokatif. Sebaliknya mempererat persaudaraan dan memupuk toleransi umat beragama yang sudah terjaga dengan baik selama ini. “Kita prihatin dengan peristiwa ini karena melukai batin anak bangsa, tapi mari kita terus bergandeng tangan menjaga kota kita agar tetap aman dalam situasi apa pun,” pinta Wali Kota Jefri.

Ia menandaskan bahwa peristiwa ini sudah di bawah kendali aparat kepolisian. Oleh karena itu, saatnya semua pihak mendukung aparat untuk mengungkap motif di balik peristiwa terorisme ini. “Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengungkap motifnya dan tentu memberantas terorisme sampai ke akar-akarnya,” tutup Wali Kota Jefri. (*)

Sumber berita dan foto (*/Prokopim Setda Kota Kupang)

Editor (+roni banase)