Arsip Tag: minuman alkohol sopia

Gubernur Viktor Laiskodat Beber Kekayaan Sumber Daya Nusa Tenggara Timur

471 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bertempat di ruang kerjanya, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Kamis 14 November 2019, melakukan tatap muka dengan 6 (enam) orang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang sedang melakukan kunjungan kerja ke NTT.

Pada kesempatan ini, Gubernur Viktor membeberkan beberapa potensi kekayaan alam di NTT yang saat ini sedang dikerjakan agar mampu bersaing di level internasional.

“NTT ini sangat kaya, baik potensi alamnya maupun budayanya, hanya saja sekian lama belum dikerjakan dan dikelola dengan baik. NTT memiliki pohon ajaib yakni Marungga, NTT juga memiliki tanaman kopi terbaik, kami juga memiliki pohon enau dan gewang yang dapat diolah menjadi minuman beralkohol, bahkan saat ini kami sedang mengerjakan garam dengan standar premium untuk kebutuhan nasional,” kata Gubernur.

“Dan sekarang ini saya boleh katakan NTT sudah mulai dilirik oleh dunia internasional. Baru-baru ini kami membawa produk coklat marungga asal Sumba untuk ditampilkan pada festival coklat dunia yang berlangsung di Kota Paris. Hasilnya sungguh luar biasa, banyak produsen coklat di Eropa yang memesan untuk dijual di negaranya. Ini suatu kebanggaan luar biasa bagi Nusa Tenggara Timur tentunya. Sama halnya juga dengan produk Sopia (minuman alkohol asli NTT). Ketika NTT ikut ambil bagian dalam festival budaya yang berlangsung di London, banyak pengunjung yang tertarik dengan minuman ini, karena memiliki cita rasa yang sangat berbeda dengan minuman beralkohol dari negara lain. Bahkan ada pengunjung yang mencoba lebih dari satu kali. Hal ini membuktikan bahwa produk asli NTT tidak kalah dengan negara lain,” ungkap Viktor Laiskodat.

Pertemuan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dengan 6 (enam) anggota DPD

Mantan anggota DPR RI dari fraksi Partai NasDem ini juga kembali mengangkat soal kopi asli NTT yang saat ini sudah banyak dikenal di dunia internasional.

“Saat ini kopi NTT asal kabupaten Manggarai menjadi kopi terbaik di dunia. Sebagai Gubernur saya yakin kopi dari daerah lain di NTT juga akan mengikuti jejak kopi Manggarai, asalkan dilakukan penelitian yang baik maka semuanya akan terwujud,” sambung VBL.

Selain potensi Sumber Daya Alam, Nusa Tenggara Timur juga memiliki potensi pariwisata yang sangat hebat. Salah satunya adalah Pulau Komodo.

“Komodo itu satu-satunya di dunia, jadi kita harus tampilkan yang terbaik. Ke depan, tidak semua orang bisa datang ke sana. Sebagai Gubernur saya pastikan bahwa Pulau Komodo akan menjadi tujuan wisata prioritas bagi para wisatawan ke depannya,” ungkap Laiskodat.

Pada kesempatan yang sama, Ir. H. Djafar Alkatiri, selaku ketua rombongan mengatakan bahwa NTT di bawah kepemimpinan bapak Viktor Bungtilu Laiskodat semakin menunjukkan kemajuan yang luar biasa.

“NTT sangat dikenal saat ini, berkat kebijakan-kebijakan yang diambil oleh bapak Viktor. Memang untuk memajukan sebuah daerah membutuhkan seorang pemimpin yang mempunyai karakter kuat, berani dan bekerja dengan hati, dan tiga hal ini dimiliki oleh bapak Viktor,” tandas Djafar. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys–Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Dilematik Sopia, Kepala LRT Undana Kupang: “Sopia Tanggung Jawab Bersama!”

348 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran minuman beralkohol Sopia pada Rabu, 19 Juni 2019 di Lab Biosains Undana atas kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dan PT. NAM Kupang, menjadi hal yang masih diperbincangkan sampai saat ini berkaitan dengan baik atau buruk dari peluncuran Sopia (sopi asli).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/06/20/sopia-minuman-alkohol-tradisional-ntt-diluncurkan-ke-pasaran/

Kepala Laboratorium Riset Terpadu (LRT) Biosains Undana, Prof. Ir. Herianus J. D. Lalel, M. Si., Ph. D., ketika ditemui diruang kerjanya menegaskan bahwa pihaknya tidak menyinggung pihak lain, tapi hanya ingin menegaskan kembali posisi Undana dalam proses pembuatan Sophia.

“Kita tidak ingin menyinggung siapa pun, namun kita ingin menjelaskan kepada masyarakat, tentang posisi kita dalam kerja sama ini”, ujar Profesor yang akrab disapa Heri.

Sebab menurut Heri, banyak orang yang beranggapan bahwa Undana adalah produsen Sopia.

“Kita ini bukan Produsen Sopia, kita hanya mengkaji dan menetapkan SOP sebagai landasan kerja produsen. Kita hanya mengontrol mutu dari Sopia”, imbuhnya.

Jelas Heri, pengkajian yang dimaksud untuk mengetahui kadar dalam alkohol dari sopi yang diperoleh serta untuk mengeluarkan metanol dari sopi agar tidak menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat yang mengonsumsi.

Kepala Laboratorium Riset Terpadu (LRT) Biosains Undana, Prof. Ir. Herianus J. D. Lalel, M. Si., Ph. D

“Kita cari tahu kadar alkohol dari sopi yang kita ambil dari masyarakat, kemudian kita pisahkan metanolnya, sehingga bisa aman untuk dikonsumsi. Karena metanol ini racun dan bisa menyebabkan kematian”, tutur Heri.

Lanjut Heri, pihaknya juga ingin menegaskan kembali bahwa Undana bukan penemu Sopia, melainkan Sopia diambil dari kekayaannya masyarakat NTT.

“Supaya jangan salah paham, Undana bukan penemu Sopia, karena sopi ini kekayaan masyarakat NTT, dan kita bantu supaya prosesnya punya standar serta kebersihannya terjamin”, jelas Heri.

Kepada Media Garda Indonesia, Heri menyampaikan bahwa masyarakat jangan tergiur dengan sopi yang dibakar menyala, karena itu sangat berbahaya. Menurutnya, sopi seperti itu biasanya mengandung metanol.

“Saya harap masyarakat tidak boleh tergiur dengan sopi yang dibakar menyala. Itu mengandung metanol dan sangat berbahaya. Metanol itu cepat menguap dan mudah terbakar. Makanya kita masukan di lab untuk dipisahkan metanolnya”,imbaunya.

Toas Sopia oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wagub Josef Nae Soi, Rektor Undana Prof Fred Benu, Owner Toko NAM, dan Unsur Forkompinda saat peluncuran Sopia di Lab Biosains Undana

Sopia yang akan diproduksi, tutur Heri, nantinya dibuat tanpa menghilangkan kekhasan dari masing-masing daerah, namun dipilih nama Sopia sebagai merek dagangannya.

“Kita akan tetap mempertahankan rasa sopi dari masing-masing daerah, sehingga nanti bisa digunakan dalam acara-acara adat. Sopia itu hanya merek dagang saja”, sebut Heri.

Beberapa waktu yang lalu pihak Undana sudah turun ke masyarakat dan sudah memberikan bantuan alat untuk mengukur kadar alkohol. Dan kedepannya Undana akan berupaya menghadirkan alat-alat yang bisa digunakan masyarakat dalam mengolah sopi sesuai standar, sebelum dibeli oleh pihak produsen.

Dirinya juga meminta kepada semua pihak agar turut serta membantu melalui ide-ide dan gagasan-gagasan yang baik guna membangun kehidupan perekonomian NTT yang lebih baik.

“Ada banyak hal yang harus kita lakukan dalam menetapkan standar produksi. Pemerintah juga berupaya menyiapkan Perda yang nantinya mengatur semua tentang Sopia. Sopia bukan tanggung jawab satu pihak saja, tapi tanggung jawab masyarakat NTT”, pungkas Heri. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)