Arsip Tag: new normal di ntt

Imbauan ‘New Normal’ di NTT, Gubernur VBL : Boleh Cium Hidung Pakai Masker

709 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini, Senin tanggal 15 Juni 2020 kita juga sudah melakukan the new normal life, mudah-mudahan kita semua mematuhi protokol kesehatan selalu memakai masker; cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan selalu menjaga jarak termasuk di Kantor Gubernur; kita harapkan para Pegawai Negeri Sipil tetap menjaga jarak; karena walaupun tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan telah dibuka, namun protokol kesehatan harus tetap diperhatikan,” ujar Gubernur VBL dalam sambutannya saat meresmikan cottage di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao.

“Gunakan masker boleh. Pakai masker sambil cium hidung tidak masalah. Karena identitas cium hidung tidak boleh hilang. Jadi saya pikir bahwa ini adalah budaya-budaya yang mengikat kita dari lahir; budaya yang turun temurun menjadi kehidupan. Lantas apa itu new normal ? New normal adalah ketika kita hidup kembali cuci tangan tetapi tetap cium hidung. Kita harus mulai hidup bersih dan berubah supaya yang hilang tidak hanya Covid-19 tetapi juga kita terhindar dari yang namanya orang mati karena demam berdarah,” terang Gubernur VBL.

“Saya sebagai Gubernur mengharapkan agar kita menerapkan pola pikir kita yang baik sebagai manusia yang diberikan akal dan kecerdasan kita harus bisa menganalisa kembali situasi agar kita bisa memutuskan supaya kondisi-kondisi dalam kehidupan kita tetap berlanjut di Nusa Tenggara Timur. Tanpa Covid-19 saja kita sudah parah dengan kondisi kemiskinan parah dan dalamnya kemiskinan itu telah kita rasakan dan kita hidup di dalam kemiskinan tersebut,” urainya.

Apalagi, lanjut VBL, kita berhenti selama 3 bulan untuk tidak berproduksi; tidak melakukan aktivitas, sehingga menyebabkan kedalaman dan kemiskinan parah juga pengangguran makin banyak di NTT.

“Ini tantangan bagi para pemimpin NTT adalah bagaimana mendesain pembangunan itu dengan anggaran yang terbatas agar mampu menjawab tantangan-tantangan hebat yang kita hadapi dan hanya diberikan kepada mereka; orang-orang yang cerdas, rajin, dan peduli kepada sesamanya untuk kita bangun dari kondisi seperti ini,” tegas Gubernur VBL.

Sebagai Gubernur, sebut VBL pihaknya hadir di sini; pada saat telah diberlakukan the new normal life. “Saya mengharapkan kita kembali serius dan fokus terhadap program-program yang telah kita buat, terutama pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, pertanian, peternakan dan perikanan,” pintanya.

Hari ini, tandas Gubernur VBL, kita bersyukur dengan apa yang kita kerjakan; kita belajar membangun komunitas pariwisata. Kita harus membangun pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi membangun tempat ini bersama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bukan provinsi saja tetapi juga dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membangun masyarakat yang berpikiran maju. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

‘New Normal’ Hari Pertama, Gubernur VBL Resmikan 4 ‘Cottage’ di Mulut Seribu

260 Views

Rote Ndao, Garda Indonesia | Memasuki tatanan normal baru atau new normal life di tengah pandemi Covid-19, tekad kuat Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover atau motor penggerak pembangunan ekonomi di Provinsi NTT semakin nyata. Terbukti, pada Senin, 15 Juni 2020; Gubernur VBL meresmikan cottage yang dibangun di teluk mulut seribu Kabupaten Rote Ndao.

Cottage merupakan akomodasi yang mirip dengan vila, tapi biasanya berupa bangunan, seperti pondok atau rumah kecil yang terpisah-pisah dan sederhana. Kebanyakan, lokasinya terletak dekat pantai, danau, dan pemandangan alam indah lainnya.

Tampilan interior cottage di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si yang ikut bersama rombongan Gubernur VBL, menyampaikan bahwa cottage di Mulut Seribu merupakan bagian dari 7 destinasi baru yang diprogramkan oleh Pemprov NTT. Mulut Seribu adalah sebuah kawasan yang sangat indah dan ketika dari Kupang; memasuki kawasan Mulut Seribu tampak begitu indah dan memesona.

“Kawasan ini akan menjadi pariwisata internasional. Kita melihat bahwa kawasan ini memiliki potensi-potensi baik alam yang indah dan hamparan laut yang tenang,” ungkap Marius.

Gubernur VBL, imbuh Marius, ke depan pariwisata di NTT akan terus dikembangkan; tidak hanya di Kabupaten Rote Ndao tapi di seluruh NTT termasuk Kota Kupang. “Ada banyak potensi tidak hanya pariwisata tetapi juga pertanian ini menjadi kekuatan terbesar di Kota Kupang dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata VBL.

Destinasi wisata Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao

Menurut Marius, Gubernur VBL dalam masa pemerintahannya membangun 7 destinasi baru di Nusa Tenggara Timur; salah satunya Mulut Seribu dan destinasi lainnya yang ada Kabupaten Kupang, yakni Pantai Liman di Pulau Semau, kemudian di Kabupaten Alor, di Kabupaten Lembata, di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), di Kabupaten Sumba Timur, dan juga di Kabupaten Ende.

“Kita melihat bahwa program Bapak Gubernur VBL untuk mengembangkan pariwisata sangat baik,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bulu memberikan apresiasi kepada Gubernur VBL yang memberikan perhatian sungguh luar biasa kepada pariwisata di Rote Ndao. Bupati Paulina mengatakan, selain mulut seribu masih ada destinasi wisata yang ada di Rote Ndao seperti yang diketahui ada Pantai Nembrala dan begitu banyak hotel serta destinasi wisata yang dikunjungi oleh turis internasional. (*)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor (+rony banase)

Masuk ‘New Normal’ Ketua DPRD NTT Minta Tingkatkan Sikap Peduli & Simpati

295 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Memasuki tatanan normal baru atau new normal pada 15 Juni 2020 dan seterusnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibutuhkan semangat gotong royong yang tertuang di dalam nilai-nilai Pancasila, dengan memberikan rasa peduli dan kontribusi satu sama lain tanpa melihat materi.

“Semua ini untuk menguatkan kita dalam melawan penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 saat ini,” tandas Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni dalam dialog bertema The New Normal Life di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Radio Swara NTT, pada Senin, 15 Juni 2020.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan NTT ini, pihaknya menilai semangat gotong royong di Indonesia termasuk di Provinsi NTT telah membudaya di dalam masyarakat. “Dalam pengamatan kami bahwa interaksi antar sesama saat mulai masuknya Covid-19 di Indonesia khususnya di NTT; kita melihat nilai gotong royong yang sudah tertanam dalam budaya kita ini agar saling menjaga satu sama lain dengan memperhatikan satu sama lain ini juga merupakan nilai-nilai Pancasila seperti aksi sosial saling memberikan bantuan dari hati untuk saling melayani juga dalam memberikan ungkapan suara hati,” ucapnya.

“NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi sebagai warisan dari bapa pendiri bangsa kita ini sebenarnya memberikan kita tugas untuk dilanjutkan dengan saling menjaga kebersamaan ini dalam kondisi ini dan dengan saling melihat satu sama lain tanpa melihat latar belakangnya untuk menjaga juga suasana hidup kita karena warna perbedaan ini memberikan kita kekuatan pada masa-masa seperti ini,” jelasnya.

Emelia juga mengatakan, dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, belum lama ini; terutama di masa pandemi Covid-19 juga mungkin merupakan situasi di mana Tuhan lagi memberikan pemulihan bagi alam-alam kita dan kita sebagai manusia juga mulai melihat alam dengan bercocok tanam ataupun lahan yang dulunya tidak penting bisa untuk dikelola menjadi sesuatu yang baik untuk alam. Karena alam merupakan sahabat dari manusia untuk saling membutuhkan.

“Dalam kondisi pandemi ini kita semua dalam ketakutan. Tapi dengan adanya ajakan the new normal life ini, saya rasa suatu ajakan yang baik,” ungkapnya.

Karena itu, srikandi PDI Perjuangan ini berharap agar Pemerintah Provinsi NTT harus terus hadir dan menjaga masyarakat NTT. “Saya berharap agar Pemprov NTT juga harus terus hadir selalu mendampingi dan menjaga masyarakat dalam membimbing psikologi masyarakat agar menjadi lebih baik,” pinta Emilia.

Dialog yang dihelat oleh Radio Swara NTT ini juga terhubung bersama Radio RSPD Sabu Raijua, RSPD Kabupaten Kupang dan Kaisarea Voice. (*/rb)

Sumber berita (Frans Tiran, S.Si/Kasubag Pelmas dan HK Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Foto utama oleh rony banase

Gubernur VBL : Rumah Ibadah dan Sarana Transportasi Dibuka 15 Juni 2020

1.312 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menghimbau agar semua Kepala Daerah (Bupati/Wali kota) agar tidak perlu takut berlebihan dengan Covid-19. Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur saat menggelar video konferensi dengan para Bupati/Walikota di ruang rapat Gubernur, pada Selasa 26 Mei 2020.

“Sebagai Gubernur saya tidak mau kasus Covid-19 ini menjadi alasan untuk kita tidak bekerja. Tanamkan semangat untuk berjuang menyejahterakan masyarakat. Memang bukan berarti kita tidak menghiraukan virus ini, tapi kalau kita tetap berada dalam ketakutan, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya,” kata Gubernur.

“Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT ini daerah termiskin, oleh karena itu pola pikir saya selalu berpikir sebagai orang miskin. Dan ciri khas orang miskin itu pasti akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup,” sambung VBL.

“Memang WHO telah mengeluarkan maklumat tentang cara penanggulangan Virus ini. Tetapi hal ini tidak cocok diterapkan di NTT. Kita di sini serba kekurangan. Mulai dari anggarannya, fasilitas kesehatannya, bahkan tenaga kesehatan pun kurang. Oleh karena itu sekali lagi saya mengajak kita semua untuk beraktivitas seperti biasa. Kembali bekerja, para petani kembali berkebun, para nelayan kembali melaut, para peternak kembali melakukan aktivitasnya secara baik, dan juga kekuatan SDM yang ada di birokrat harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati kesejahteraan,” urainya.

Pada tanggal 15 Juni 2020 nanti, imbuh Gubernur VBL, kita akan beraktivitas normal kembali. Seluruh pelayanan di perkantoran akan dibuka, transportasi darat, laut dan udara akan kembali berjalan seperti biasa, begitu juga dengan rumah – rumah ibadah akan kembali melaksanakan ibadah.

“Khusus untuk anak – anak sekolah baru akan memulai kegiatan pada bulan Juli nanti. Hal ini karena pada bulan Juni ini juga merupakan hari libur untuk memasuki tahun ajaran baru,” tandas Gubernur.

Di akhir arahannya, orang nomor satu di NTT ini menyerukan agar sekarang ini kita fokus untuk program kerja tahun 2020—2021.

“Saya mau agar tahun 2020—2021 kita fokus ke pemberdayaan. Jangan buat program terlalu banyak tapi tidak ada hasil. Lebih baik kita fokus dan buatkan cukup satu atau dua program saja tapi hasilnya jelas dan menguntungkan masyarakat. Sekali lagi mari kita semua bekerja dengan penuh semangat demi kesejahteraan masyarakat, tentunya dengan tetap berpatokan pada protokol kesehatan,” ungkap Gubernur VBL.

Sementara itu, Kapolda NTT Irjen Pol. Hamidin, dalam arahan singkatnya mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan dari aparat Kepolisian, menunjukkan adanya peningkatan kejahatan di jalan. Hal ini disebabkan karena dampak sosial ekonomi yang timbul dari adanya Covid 19 ini.

“Angka kejahatan di jalan sedikit meningkat karena tekanan sosial ekonomi, dan ini fakta yang kami temui di lapangan. Sampai kapan kita mau bertahan dengan keadaan seperti ini? Kita harus segera bangkit. Kita harus kembali bekerja dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ada. Dan kami tetap akan bekerja sama dengan TNI untuk tetap menjaga dan mengawal keamanan di Nusa Tenggara Timur,” ujar Hamidin.

Turut hadir pada kesempatan ini, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Naesoi, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, seluruh jajaran Forkopimda Provinsi NTT dan juga Kepala Dinas, Badan dan Biro di lingkup Pemerintah Provinsi NTT. (*)

Sumber berita dan foto (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

‘New Normal NTT’ pada 15 Juni 2020, Sekolah Tetap ‘Online’ dari Rumah

1.939 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Hasil rapat melalui video telekonferensi antara Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati /Wali Kota se-NTT pada Selasa, 26 Mei 2020 di Ruang Rapat Gubernur NTT Gedung Sasando, menyepakati tata kelola pemerintahan di wilayah NTT kembali dibuka dalam rangkaian New Normal atau kehidupan normal baru dalam semua sektor di tengah Pandemi Covid-19.

Demikian penyampaian Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam sesi jumpa media pada Selasa, 26 Mei 2020 pukul 15.00 WITA—selesai.

Setelah mendengarkan dan arahan Kapolda NTT, Wakil Gubernur NTT, Kejati NTT, dan Bupati/ Wali Kota, menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:

Pertama, Tata kelola pemerintahan dan pembangunan akan dibuka pada 15 Juni 2020. Bagi kabupaten yang hingga saat ini yang masih zona hijau dapat melakukan kegiatan sebelum 15 Juni 2020. Gubernur NTT mengi

Kedua, Bagi sekolah dari SD—SMA tetap melaksanakan belajar mengajar dari rumah atau online dan diharapkan para kepala sekolah dapat mengaturnya dan Tahun Ajaran Baru dimulai pada Juli 2020;

Ketiga, Para Bupati/ Wali Kota memfokuskan pada program kerja urgen mengingat pembiayaan lebih berfokus pada penanganan Covid-19;

Keempat, Pada awal Juni sekitar 5.000 migran akan masuk ke NTT, Bupati/Wali Kota dihimbau menyiapkan lokasi karantina dan tetap menjalankan protokol kesehatan;

Kelima, Perbatasan antara kabupaten segera dibuka. Tak boleh ada lagi penutupan perbatasan.

“Walaupun semua kegiatan dimulai pada 15 Juni 2020, namun Gubernur NTT mengimbau untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat,” tandas Karo Humas dan Setda Pemprov NTT seraya menandaskan bahwasanya Provinsi NTT tak bisa mengikuti semua protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO terkait keterbatasan anggaran.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)