Arsip Tag: otoritas jasa keuangan

OJK NTT Peduli Covid-19, Bantu Warga Terdampak di Kota Kupang Rp.100 Juta

84 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pemkot Kupang menerima bantuan dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (OJK NTT) senilai 100 juta. Bantuan bertajuk OJK Peduli Covid-19 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala OJK NTT, Robert Sianipar kepada Wali Kota Kupang di ruang kerjanya pada Rabu, 20 Mei 2020.

Bantuan yang terdiri dari uang tunai senilai Rp.25 juta, sembako, perlengkapan medis dan perlengkapan cuci tangan dengan total senilai 100 juta rupiah tersebut diserahkan dalam rangka membantu masyarakat Kota Kupang yang terdampak akibat pandemik Covid-19.

Wali Kota Kupang dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih serta mengapresiasi kepedulian OJK terhadap masyarakat Kota Kupang yang terdampak Covid-19, “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian OJK untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Hari ini Pemerintah Kota Kupang terima bantuan dua kali, pertama tadi dari BRI, kemudian dari OJK. Bantuan dari OJK berupa sembako, masker dan tandon air juga ada uang tunai untuk membantu warga dan Panti Asuhan terdampak Covid-19 di Kota Kupang,” ujar Wali Kota Jefri.

Kepala OJK Provinsi NTT, Robert Sianipar menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota yang sudah berkenan menerima kunjungan OJK di tengah kesibukan pemerintahan yang padat. Ia berharap bantuan berupa uang tunai dan barang senilai 100 juta rupiah tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat Kota Kupang yang terdampak secara sosial dan ekonomi di tengah pandemik Covid-19.

Penyerahan secara simbolis bantuan sembako dari Kepala OJK NTT, Robert Sianipar kepada Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore

“Kami berharap semoga bantuan yang diberikan OJK NTT kepada Pemerintah Kota Kupang sebesar 100 Juta Rupiah dengan perincian berupa barang senilai 75 juta dan uang tunai 25 juta rupiah ini dapat membantu pemkot dalam upayanya untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak akibat pandemik,” jelas Robert.

Robert menjelaskan, penyerahan secara simbolis ini akan dilanjutkan dengan penyaluran bantuan secara langsung kepada masyarakat oleh tim dari OJK NTT. Ia menyebutkan selain uang tunai, bantuan berupa barang tersebut adalah perlengkapan medis, sembako serta peralatan cuci tangan.

“Bantuan yang diberikan ini berupa hazmat all cover 100 unit, masker kain standar WHO 500 lembar, 3 set tandon berdaya tampung 500 liter dan wastafelnya, serta 460 paket sembako. Khusus sembako diperuntukkan bagi warga Fontein sebanyak 150 paket, 100 paket untuk mahasiswa IAKN Kupang, 180 paket untuk pengemudi Taxi Gogo, pegawai hotel dan ojek, serta 30 paket untuk pegawai CS di OJK,” jelasnya.

Lebih lanjut Robert menjelaskan bahwa untuk bantuan berupa uang tunai sebesar 25 juta akan disalurkan langsung ke 4 Panti Asuhan yakni Panti Asuhan Aisyiyah, Panti Asuhan Batakte, Panti Asuhan Petra Fatufeto dan Panti Asuhan Kristen GMIT.(*)

Sumber berita dan foto (*/PKP_frd/ddy)
Editor (+rony banase)

Presiden Jokowi Ingin Literasi & Inklusi Keuangan Masyarakat Terus Ditingkatkan

33 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa indeks literasi keuangan pada 2019 mencapai 38,03 persen. Angka tersebut meningkat dibanding survei yang sama pada 2016 yang hanya berada pada angka 29,7 persen.

Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa meskipun meningkat, angka tersebut masih tergolong rendah. Demikian halnya dengan tingkat akses (inklusi) masyarakat terhadap berbagai layanan keuangan yang menunjukkan tren yang sama namun tetap masih di bawah negara-negara tetangga.

“Indeks inklusi keuangan juga meningkat dari 67,8 persen di 2016 menjadi 76,19 persen di 2019. Saya ingin bandingkan inklusi keuangan di negara lain di ASEAN saja. Di Singapura, telah mencapai 98 persen, kita tadi masih di angka 76 persen. Malaysia 85 persen, Thailand 82 persen. Artinya kita masih di bawah mereka sedikit,” ujarnya saat memimpin rapat terbatas mengenai Strategi Nasional Keuangan Inklusif pada Selasa, 28 Januari 2020, di Kantor Presiden, Jakarta.

Oleh karena itu, Kepala Negara mendorong lembaga keuangan, utamanya perbankan, untuk mengadakan sejumlah program peningkatan inklusi keuangan dan mengembangkan lebih jauh produk dan kualitas layanan mereka di Indonesia.

“Prioritaskan perluasan dan kemudahan akses layanan keuangan formal di seluruh lapisan masyarakat. Selain itu saya minta lembaga keuangan mikro, bank wakaf mikro, terus diperluas agar mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang tidak terjangkau oleh layanan perbankan,” kata Presiden.

Selain itu, melihat tingkat penetrasi layanan internet yang relatif tinggi di Indonesia, Presiden meminta agar layanan keuangan juga difokuskan pada layanan digital berbasis internet. Menurutnya, layanan teknologi finansial (tekfin) yang disediakan perbankan dapat menjadi alternatif pembiayaan yang cepat dan mudah.

“Ini harus terus dikembangkan karena kita ingat negara kita merupakan negara kepulauan sehingga kita perlukan layanan keuangan digital yang berbasis internet,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo juga melihat potensi pengembangan industri keuangan nonbank yang dapat dikembangkan lebih pesat di masa mendatang. Maka itu, Presiden menginstruksikan dilakukannya pendalaman terhadap sektor tersebut seperti asuransi, pasar modal, pegadaian, dana pensiun, dan lain sebagainya sehingga ketahanan perekonomian nasional dapat tertolong oleh pendanaan dari investor-investor domestik.

Tak kalah penting, perlindungan bagi nasabah atau konsumen yang menimbulkan rasa aman dan nyaman dalam menggunakan layanan keuangan patut dijaga dan terus ditingkatkan.

“Kepercayaan masyarakat merupakan hal yang penting dan mutlak bagi keberlangsungan industri jasa keuangan,” tandasnya. (*)

Sumber berita (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)