Arsip Tag: pengabdian masyarakat

Politeknik Negeri Kupang Bantu & Edukasi Kelompok Usaha Reparasi Sofa

398 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari skema pengabdian kepada masyarakat dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi intens dilaksanakan oleh Politeknik Negeri Kupang (PNK).

Politeknik Negeri Kupang melalui Program Kemitraan Masyarakat dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan perhatian dan dukungan kepada kelompok usaha yang dianggap layak dan pantas menerima.

Kali ini, Usaha Reparasi milik Dedy Saduk yang berdomisili di Jalan Pemuda Kelurahan Kuanino-Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; berdiri sejak tahun 2017 yang dirintis dengan modal hanya Rp. 2 juta, Kelompok Usaha Reparasi Sofa ini berkesempatan memperoleh PKM dari Politeknik Negeri Kupang berupa dukungan (support) alat-alat kerja dan edukasi berupa pelatihan dari Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Kupang.

Ketua Pelaksana PKM Politeknik Negeri Kupang Jurusan Teknik Sipil, Anie Adrianti Tuati,ST.MT., (Sabtu, 29 Juni 2019) kepada Garda Indonesia usai menyerahkan 16 item alat kerja Dedy Saduk selaku pemilik dan pengelola Usaha Reparasi Sofa menyampaikan bahwa PKM merupakan Program pemberdayaan dari Kemenristek Dikti untuk membantu usaha kecil

“Kita tertarik melihat usaha yang ada dan melihat Om Dedy (Pemilik Kelompok Usaha Reparasi Sofa, red) punya talenta dan skill sehingga saya tertarik membantu. Apalagi alat yang digunakan merupakan alat bekas dan belajar secara otodidak untuk mengembangkan usaha ini”, ujar Anie Tuati

Ketua Pelaksana PKM Politeknik Negeri Kupang Jurusan Teknik Sipil, Anie Adrianti Tuati,ST.MT.

Lanjutnya, “Saya mencoba mengusulkan ke Kemenristek Dikti karena sebagai dosen kami dituntut harus menjalankan pengabdian masyarakat dan penelitian. Puji Tuhan diterima sehingga kita bisa membantu mereka”, tutur Anie yang didampingi oleh Susana Suratama,ST,MSi., dan Hamzah Nasarudin,SE.MM (Jurusan Manajemen Perusahan).

Selain memberikan alat-alat kerja, beber Anie, juga diberikan beberapa pelatihan yakni pelatihan tentang sistem pemasaran dan strategi penentuan harga; pelatihan mebeler (membuat model kayu, amplas kayu dan cara mengoperasikan alat-alat kerja oleh Steven Ndun, ST, M.Si.); pelatihan manajemen dan administrasi keuangan; pelatihan SDM K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam bentuk pelatihan untuk tenaga kerja dalam mengoperasikan peralatan kerja.

Steven Ndun, ST, M.Si., memberikan penjelasan cara mengoperasikan alat-alat kerja

Adapun bantuan alat kerja yang diserahkan berupa 16 item alat diantaranya : 1 (satu) unit Mesin Jahit Juki, 1 (satu) buah Maktec Gergaji MTS83,1 (satu) unit Bosch M GBM 360 Still, 1 (satu) unit Bosch M GWS 080 Grinder, 1 (satu) buah Maktec Amplas MT923/921, 1 (satu) unit Bosch M GHO 6500 Planer, 2 (dua) buah Ken Saw Blade Multi Cutter 4x40T, 5 (ima) buah Ken Batu potong 4″ 105x1x16mm, 1 (satu) set Bor Besi Mollar 25pcs, 1 (satu) unit alat Pres Kancing, 1 (satu) buah Matras 36, 1 (satu) unit Alat Max, 1 (satu) buah Sunting, 1 (satu) unit Ken Inverter MMA 160A Digital, 1 (satu) buah Makita Penumatic BradNaller AF504Z, 1 (satu) Pak Ken Mata Staples F20

Sedangkan, Pemilik Kelompok Usaha Reparasi Sofa, Dedy Saduk saat diwawancara media ini menyampaikan bahwa usaha reparasi sofa yang dilakukan merupakan usaha rumahan dan telah berjalan sekitar 2 (dua) tahun

“Saya sangat berterima kasih, Puji Tuhan dengan adanya bantuan ini dapat mengembangkan usaha dan bakal semakin lancar“, tutur Dedy.

Menurut Dedy, omzet yang dihasilkan dari usaha reparasi sofa sekitar Rp.2—2,5 juta per bulan dan dibantu oleh 2 (dua) orang tenaga kerja lokal.

“Selama ini orang luar yang datang membuka usaha serupa, oleh karena itu saya berinisiatif mendirikan usaha ini dengan berbekal pedoman atau tutorial dari youtube”, pungkas ayah dari 2 (dua) orang anak ini kepada Garda Indonesia.

Penulis dan editor (+rony banase)

Faperta Undana Edukasi Warga Oefafi Olah Pisang Menjadi Lebih Produktif

336 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tim Pengabdian Masyarakat Faperta Undana Jurusan Agribisnis yang diketuai oleh Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc., dan beranggotakan Dr.Ir. Doppy Roy Nendissa,MP., Ir Kudji Herewila,M.Si., Ir. Alfetri.N.P.Lango.MP., Ir.Selfius.P.N.Nainiti, M.Sc.Agr., dan Ir.Lika Bernandina,M.Sc,Agr., memberikan edukasi kepada Warga RT 11 Desa Oefafi pada Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 10:00 WITA—selesai

Warga RT 11 Desa Oefafi yang tergabung dalam wadah Kelompok Shalom diberikan edukasi berupa cara mengolah pohon pisang dimulai dengan cara menanam Pohon Pisang dengan Metode Bonggol Terbalik, memaniskan buah pisang, dan Strategi memasarkan produk pisang oleh Dr.Ir. Doppy Roy Nendissa,MP.; Panduan Budidaya Pisang oleh Ir. Selfius.P.N.Nainiti,M.Sc.Agr.; Fungsi dan Peranan Pupuk Organik oleh Ir. Alfetri.N.P.Lango.MP.; dan cara efektif mengolah buah pisang menjadi Keripik pisang dan Pisang Sale oleh Ir Kudji Herewila,M.Si., dan cara praktis mengolah buah pisang menjadi dodol pisang oleh Ir.Lika Bernandina,M.Sc,Agr.

Ketua Pengabdian Masyarakat Faperta Undana, Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc., mengatakan selain edukasi pengolahan pisang, direncanakan Kelompok Shalom akan diberikan pemahaman cara mengolah Buah Pepaya yang bakal dilaksanakan pada Mei—September 2019 dan akan dilakukan evaluasi secara bertahap

Ketua Pengabdian Masyarakat Faperta Undana, Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc

“Maksud kami memberikan pelatihan aneka pengolahan buah pisang dan berharap kedepan mereka (Kelompok Shalom,red) dapat menjadikannya usaha kecil kreatif  yang dapat membantu ekonomi rumah tangga”, tutur Dr Max kepada Garda Indonesia

Disamping itu, terang Dr Max, Karena Buah Pisang mudah rusak maka sebaiknya diolah agar mempunyai nilai tambah

“Kami juga memberikan pendampingan dan memberikan peralatan memasak berupa kompor, wajan, spatula, dan talenan yang dapat dipergunakan oleh Kelompok Shalom untuk mengolah buah pisang menjadi olahan produktif”, pungkasnya.

Ir Kudji Herewila,M.Si., mengedukasi Kelompok Shalom cara mengolah buah pisang agar lebih produktif

Sedangkan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undana, Drs.Ignatius Sinu, MA saat membuka kegiatan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Shalom mengatakan setiap tahun Dosen Undana turun ke desa untuk duduk bersama dengan para petani

“Tugas kami di perguruan tinggi ada 3 (tiga) yakni pendidikan (mengajar), penelitian dan pengabdian. Tugas utama mengajar tidak menggunakan buku namun dengan pengalaman hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu setiap tahun kami ada di desa-desa, 60 persen kami berada di desa”, ungkap Ignatius Sinu

Ignatius berharap agar buah pisang yang berada di Desa Oefafi dapat dikelola oleh Kelompok Shalom secara produktif dan multi guna.

Penulis dan editor (+rony banase)