Arsip Tag: perbatasan ri-rdtl

Universitas Pertahanan & Pemprov NTT Kolaborasi Atasi Persoalan Perbatasan

413 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tim peneliti dari LPPM Universitas Pertahanan diketuai Brigjen TNI Agus Winarma, S.IP. , M.Tr. dengan anggotanya, Kolonel Arm Ridwan Gunawan, S.IP., M.Han. dan Letkol Inf. Dr. Triyoga Budi Prasetyo, M.Si. melakukan kunjungan kerja kolaborasi ke Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kunker kolaborasi ke Pemprov NTT, Universitas Pertahanan berniat bertemu dan berdialog dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT namun dua pemimpin NTT tersebut sedang dalam tugas sehingga diterima oleh Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin. Kunjungan tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Bogor, Jawa Barat diterima di ruang kerja Assisten I Setda NTT, pada Senin, 26 Agustus 2019.

Ketua Tim Peneliti Unhan, Brigjen TNI Agus Winarma kepada awak media usai pertemuan dengan Asisten I Setda NTT mengatakan, penelitian yang mereka lakukan merupakan implementasi dari Tri Darma Perguruan Tinggi, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia.

Unhan, sebut Agus, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang sudah berdiri sejak 10 tahun lalu yang secara organisasi berada di bawah Kementerian Pertahanan dan Keamanan Republik Indonesia, namun dalam melaksanakan kegiatan akademiknya tetap di bawah pembinaan Kemenristek Dikti.

Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menerima cinderamata dari Brigjen TNI Agus Winarma, S.IP. , M.Tr.

Sebagai dosen Fakultas Strategi Pertahanan, pada tahun 2019 ini, Unhan melakukan penelitian di Wilayah Perbatasan RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dengan topik “Strategi Pengelolaan Pengamanan Perbatasan RI-RDTL Dalam Meningkatkan Sistem Pertahanan Negara dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Belu, Provinsi NTT”.

Untuk itu, dibutuhkan data-data informasi penelitian yang akan dikumpulkan dengan teknik wawancara, kuisioner, dan studi dokumen. “Saya ingin memberikan informasi kepada seluruh masyarakat NTT soal keberadaan Unhan yang sudah berdiri 10 tahun lalu,” ujar Agus.

Agus menyebutkan, Unhan menerima lulusan sarjana (S1) dari kalangan TNI,Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karyawan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kalangan swasta dan kalangan umum untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di kampus tersebut.

Kampus, tempat mereka mengajar itu, memiliki 17 program studi (prodi) dan mahasiswanya berasal dari semua provinsi di Indonesia termasuk dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Semua mahasiswanya mendapat beasiswa penuh dari negara.

“Sebagai dosen di Unhan kami juga melakukan penelitian, sebagaimana yang dilakukan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta lainnya di Indonesia. Semua dosen Unhan disebar ke seluruh Indonesia untuk melakukan penelitian. Kami sendiri mendapatkan lokasi penelitannya di NTT dengan fokusnya di Wilayah Perbatasan NKRI-RDTL,” bebernya.

Dalam penelitian nanti, mereka akan mengumpulkan data, baik data sekunder maupun data primer dalam bentuk wawancara Gubernur NTT beserta jajarannya, Danrem 161 Wira Sakti Kupang beserta jajarannya, Bupati TTU, Bupati Malaka, Bupati Belu, termasuk Kepala Distrik Oekusi, Negara Timor Leste untuk mengetahui seperti apa permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan.

Ia mengatakan, penelitian ini untuk menemukan model dalam menyelesaikan masalah perbatasan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Terkait niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawakan kuliah umum di Unhan, Agus berjanji akan menyampaikan hal itu kepada rektornya.

“Kami sangat senang dengan niat baik Gubernur NTT untuk memberikan kuliah umum di Unhan dengan mengundang para bupati di daratan Timor, sehingga kami bisa tahu seperti apa kebijakan gubernur dalam menyelesaikan wilayah perbatasan kemudian dikaji lebih mendalam dari prespektif ilmiahnya,”ungkap Agus.

Pada tempat yang sama, Asisten I Setda NTT, Drs. Ahmad Jamaludin menyambut baik kedatangan tim peneliti dari Unhan untuk melihat persoalan–persoalan di wilayah perbatasan antardua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste.

Ahmad berharap, melalui penelitian ini akan melahirkan kolaborasi dan bersinergi dalam rangka menyelesaikan masalah perbatasan antardua negara. “Kemiskinan yang terjadi saat ini harus kita ‘perangi’ bersama-sama secara kolaborasi, tidak saja hanya Pemprov NTT, tetapi juga miliiter melalui LPPM Universitas Pertahanan termasuk pihak swasta ikut berperan maksimal di kawasan perbatasan NKRI –Timor Leste, sehingga dapat mengangkat kesejahteraan masyarakatnya.

Kepada Tim LPPM Unhan, Ass. I Setda NTT juga menyampaikan niat baik Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membawa kuliah umum di kampus tersebut dalam waktu dekat ini terkait penyelesaian masalah perbatasan.

Sementara itu, Kepala Badan Perbatasan NTT, Linus Lusi dihadapan Tim Peneliti Unhan dan Asisten I Setda NTT memberikan apresiasi langkah akademik yang dilakukan oleh Unhan di NTT. “Mudah-mudahan melalui penelitian ini dapat mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan antarnegara yang hasil kajiannya nanti bisa memberikan rekomendasi komprehensif terhadap lembaga Kementerian Pertahanan RI di Jakarta,” pintanya.

Penulis dan editor (+rony banase)

RI – Timor Leste Sepakat Selesaikan Batas Darat ‘Two Unresolved Segment’

259 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia bersama dengan Pemerintah Timor Leste telah sepakat menyelesaikan batas darat two unresolved segment yaitu di Noel Besi, Citrana dan Bijael Sunan Oben. Selain itu juga telah disepakati pengaturan teknis terkait dengan Haumeniana-Passabe dan Motaain-Batugede.

“Dalam pertemuan yang dilangsungkan dalam suasana bersahabat tersebut, kami telah sepakat mengenai penyelesaian batas darat two unresolved segment yaitu di Noel Besi, Citrana dan Bijael Sunan Oben. Selain itu juga telah kita sepakati tentang pengaturan teknis yang terkait dengan Haumeniana-Passabe dan Motaain-Batugede,” ujar Menko Polhukam Wiranto bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ketika menerima kunjungan Xanana Gusmao di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

Menko Polhukam mengatakan, dengan selesainya two unresolved segment ini maka dapat disampaikan kepada masyarakat bahwa semua perundingan batas darat secara prinsip sudah selesai dan akan dilanjutkan untuk perbatasan maritim.

Menkopolhukam Wiranto dan Xaxana Gusmao

Selanjutnya kesepakatan ini akan difinalisasi oleh Senior Officials’ Consultation untuk dituangkan dalam Addendum No. 2 dari Perjanjian Batas Tahun 2005 dan nantinya tentunya akan dituangkan dalam perjanjian komprehensif Republik Indonesia dan Timor Leste.

“Terakhir, dengan rampungnya batas darat RI-Timor Leste maka saya ingin sampaikan bahwa Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Timor Leste sudah mulai sepakat untuk kita mulai melaksanakan perundingan batas maritim,” kata Menko Polhukam Wiranto.

Sementara itu, Special Representative of the Government of Timor Leste sebagai Ketua Perunding Perbatasan Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia terkait penyelesaian masalah perbatasan ini.

“Tadi teman baik saya, Pak Wiranto bilang lebih cepat lebih baik, ini bukan karena kita mau cepat-cepat tapi sudah lama sekali, tapi kita mau melanjutkan negosiasi batas laut. Oleh karena itu, dalam spirit, prinsip persaudaraan yang sekarang ini ada di antara dua negara dan dua pemerintahan, saya bisa bilang bahwa hari esok akan lebih baik,” kata Xanana Gusmao. (*)

Sumber berita (*/Kemenko Polhukam—Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

Warga Manamas di Perbatasan RI-RDTL Gapai Bedah Rumah Yonmek 741

121 Views

Kefa-TTU,Garda Indonesia | Satgas Yonif Mekanis 741 / GN kembali mewujudkan mimpi dan impian warga perbatasan RI-RDTL yang kurang beruntung menjadi kenyataan melalui program bedah rumah bagi warga tidak mampu untuk memiliki rumah sehat yang mungkin hanya bisa bermimpi memilikinya

Dilansir dari tniad.mil.id, Dansatgas Yonif Mekanis 741 /GN, Mayor Inf Hendra Saputra, S.Sos., M.M., M.I.Pol. dalam rilis tertulisnya di Kabupaten TTU, NTT. Senin, 29 April 2019, mengatakan bahwa Yonif Mekanis 741/GN konsisten dengan tidak berhenti untuk selalu melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Terbukti sudah tujuh rumah yang dibedah tepatnya di wilayah Pos Manamas.

“Kemarin baru saja kita resmikan kembali rumah ketujuh untuk terus membantu masyarakat yang dinilai kurang beruntung,” jelas Hendra.

Lanjut Hendra, “Masyarakat yang beruntung kali ini adalah Ny.Fransiska Foni umur 48 tahun yang tinggal bersama kedua putranya Dominicus Foni umur 30 tahun yang juga mengidap keterbelakangan mental dan Antonius Baki Foni umur 28 tahun”, tuturnya.

Rumah Warga Namanas, Ny.Fransiska Foni setelah dibedah oleh Yonif Mekanis 741 /GN

Lebih lanjut Hendra mengatakan, Karena salah satu putranya mengidap keterbelakangan mental menyebabkan Ny.Fransiska tidak dapat tinggal dengan keluarganya yang lain. Berkat program ini, Ny.Fransiska sangat senang dikarenakan rumah yang sekarang mereka tempati tepatnya di RT 07 RW 03 Dusun 2, Desa Manamas, tidak lagi seperti yang dulu.

“Kami hanya berharap mereka bisa beristirahat layaknya masyarakat lain, tidak lagi merasa kedinginan ketika hujan turun dan kepanasan ketika matahari menyengat. Dulu mereka tidur dipondok dengan beralaskan tanah dan beratapkan daun, tapi sekarang mereka bisa beristirahat di rumah baru mereka dengan nyaman”, ucap Hendra lirih

Hingga saat ini, sambung Hendra, Ny Fransiska Foni beserta 2 orang anaknya masih tidak menyangka dan terus berterima kasih kepada Satgas yang telah memberikan sedikit bantuan. Mereka tidak tahu harus memberikan sesuatu untuk bisa membalas apa yang dilakukan Satgas.

“Dengan kebahagiaan mereka, itu sangat cukup untuk membalas apa yang dilakukan oleh anggota selama pembangunan rumah,” ucap Hendra.

“Harapan kami sampai akhir penugasan, kami bisa terus berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Target kami 12 rumah sampai akhir penugasan nanti Insya Allah bisa tercapai. Syukur kalau memungkinkan kami akan laksanakan melebihi target. Semuanya semata-mata kami lakukan untuk kemanusiaan dan sama sekali tidak ada unsur lain”, pungkasnya. (*)

Sumber berita (*/Dispenad)
Editor (+rony banase)