Arsip Tag: persinggahan angkutan antar kota

VBL Tekankan Terminal Tipe B Kefa Harus Jadi Persinggahan Angkot Antar Kota

496 Views

Kefa-TTU, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat melakukan kunjungan kerja di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Selasa, 23 Maret 2021, memantau situasi dan kondisi Terminal Tipe B dan menekankan bahwa Terminal Tipe B harus menjadi tempat persinggahan semua angkutan antar kota.

“Semua harus tertib, angkutan dari Atambua dan Malaka yang hendak ke Kupang harus masuk ke sini atau sebaliknya yang dari Kupang ke Atambua dan Malaka harus singgah di terminal ini,” tegas Gubernur VBL.

Ia pun ingin agar desain terminal harus mendukung pariwisata. Hal tersebut mengingat Terminal Tipe B Kefamenanu sangat strategis dan arus penumpang angkutan umum cukup ramai yang memanfaatkan jasa terminal tersebut.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka, Michael Bani mengatakan dengan diambil alihnya Terminal Tipe B Kefamenanu oleh Pemerintah Provinsi NTT, maka diharapkan juga agar semakin dikembangkan sarana pelayanannya.

“Terminal Kefa ini mulai diambil alih Pemerintah Provinsi NTT secara administrasi per 3 Oktober 2016 dan secara operasional per 1 Januari 2017. Kita ambil alih pengelolaan pelayanan terminal tipe B dari Pemkab TTU ke Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan dalam hal ini UPTD Pengelola Pra Sarana Teknis Perhubungan Wilayah II Kab TTS, TTU, Belu dan Malaka,” ujar Michael Bani.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat memberikan arahan penggunaan Terminal Tipe B Kefamenanu

Diharapkan setelah diambil alih, imbuh Michael, maka akan ada perbaikan jalan sebagai lahan parkir angkutan dan juga ruang tunggu lebih diperluas lagi untuk menampung kapasitas pengguna terminal. Juga harus ada ruang khusus untuk merokok demi kenyamanan pengguna. “Kita harus tata lagi para pelaku jasa usaha seperti lapak kios dan para penjual agar lebih rapi. Kita harap bisa dibangun dengan 2 lantai untuk para penjual dan kios mengingat terminal ini luasnya hanya 6.600 meter persegi saja karena juga dibatasi bangunan pertokoan,” urainya.

Michael juga menjelaskan, secara umum jumlah masyarakat pengunjung atau pengguna layanan terminal tipe B Kefamenanu ini berkisar minimal 15 ribu orang per hari. Bila hari libur atau hari raya bisa mencapai 19 ribu orang. Namun, semenjak pandemi Covid-19 ini, maka jumlah pengunjung atau pengguna menurun hanya berkisar 11 ribu orang saja per hari.

“Angkutan perkotaan sebelum Covid, kurang lebih 30 unit, namun menurun hingga 50% atau sekitar 15 unit. Angkutan pedesaan dari 60 unit menurun sekitar 46 unit saja. Kita bersyukur angkutan pedesaan tidak terlalu menurun karena arus masyarakat desa yang datang ke kota atau sebaliknya itu cukup banyak” imbuhnya.

Ia pun menguraikan, untuk angkutan utama yaitu angkutan antar-kota dalam provinsi yang melintasi Terminal Kefamenanu baik dari TTU sendiri, Belu dan Malaka maupun dari Kupang ada sebanyak 110 unit. “Namun, kini menurun hanya 60 unit saja, dengan seiring berjalannya waktu dan kita menerapkan peraturan prokes dengan baik maka kini banyak yang sudah mulai beroperasi kembali,” ungkapnya.

Saat ini, tandas Michael, kita kekurangan pada sisi SDM yakni kekurangan staf pengelola terminal yang berstatus PNS, hanya ada tenaga tidak tetap yang mana kewenangannya juga terbatas. Ini masih menjadi kekurangan kita. (*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)