Arsip Tag: pesparani kota kupang

Kota Kupang Siap Jadi Tuan Rumah Pesparani Provinsi dan Nasional 2020

169 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Herman Man mengatakan Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap menjadi tuan rumah yang baik dan siap menyukseskan Pesparani NTT pada 14—17 Mei 2020 dan Pesparani Nasional pada 28 Oktober—1 November 2020.

Pernyataan kesiapan Kota Kupang menjadi tuan rumah event rohani berskala nasional ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang saat menerima Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya.

Menurut dr Herman Man, Sebagai Event Rohani yang berskala provinsi dan nasional, pelaksanaan pesparani ini menjadi momentum emas untuk mempromosikan Kota Kupang sebagai kota yang ramah dan layak menjadi tuan rumah pagelaran event nasional.

“Pesparani juga menjadi ajang sangat strategis untuk peningkatan ekonomi Kota Kupang karena pada saat yang bersamaan akan didatangi lebih dari 15.000 orang tamu dari luar NTT dalam tahun 2020. Ini jadi momentum emas kita. Kami berterima kasih dan siap menjadi tuan rumah untuk sukseskan acara ini,” ujar Wakil Wali Kota Kupang.

Dirinya mengatakan saat ini Kota Kupang didukung 67 hotel berbintang dan melati, 41 penginapan (homestay) juga ribuan kamar yang nyaman dan layak huni dengan total tempat tidur bisa mencapai 8.000. “Nah Ini bisa dimaksimalkan. Kita akan gelar koordinasi dengan semua pengusaha hotel resto pengusaha kuliner dan usaha jasa pariwisata lainnya untuk menyambut ribuan tetamu kita ini,” ungkapnya

Wakil Wali Kota Kupang juga langsung memerintahkan Kadis PU Kota Kupang untuk membereskan jalan-jalan kota dan lampu- lampu jalan yang masih macet terutama di jalan protokol dan di lokasi pegelaran lomba.

Terkait Kesiapan Delegasi Perparani Kota Kupang, lanjut Wakil Wali Kota Kupang, telah dipilih 220 orang peserta pesparani yang akan bertarung memperebutkan 13 mata lomba di tingkat provinsi bahkan siap menjadi wakil NTT di Pesparani tingkat nasional. “Semua peserta dari Kota Kupang siap berlatih selama 60 kali ke depan bahkan siap dikarantina selama seminggu di Hotel Naka Kupang,” bebernya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr Herman Man dan Ketua LP3K NTT Frans Salem, Ketua Pesparani Provinsi NTT Sinun Petrus Manuk bersama Pantia Pesparani NTT dan Pesparani Nasional pada Jumat, 7 Februari 2020 di ruang kerjanya

Sementara itu, Ketua LP3K Provinsi NTT, Frans Salem dan Ketua Umum Pesparani NTT, Sinun Petrus Manuk kepada Wakil Wali Kota dan jajaran Pemkot yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut membahas berbagai persiapan terutama dan urgen tentang kesiapan penginapan dan hotel untuk menerima tamu Pesparani NTT yang jumlahnya diprediksi mencapai 3.000 orang dan Pesparani Nasional yang mencapai 12.000 orang.

Hal lain yakni kesiapan penataan kota, akses jalan menuju venue lomba, lampu jalan, kesiapan destinasi wisata yang bakal dikunjungi peserta, UMKM kuliner lokal dan suvenir, masalah keamanan dan semarak kota menjelang pesparani.

Frans Salem juga menegaskan dalam menyambut Pesparani NTT dan Nasional di Kota Kupang, akan digelar Lomba “Kelurahan Pesparani” di tingkat Kota Kupang.

Lomba Kelurahan Pesparani, urai Frans Salem, adalah bagian dari strategi pelibatan warga kota dalam memeriahkan pelaksanaan pesparani terutama kelurahan yang menjadi pintu masuk peserta baik dari laut, darat maupun udara juga kelurahan yang menjadi lokasi pegelaran dan venue pesparani yakni di Gelanggang Olahraga (GOR) Flobamora, Gereja Paulus, Aula Eltari, Gereja Asumptha, juga pintu masuk bandara, Pelabuhan Tenau, Bolok dan Lasiana arah timur Kota Kupang.

Adapun Panitia Pesparani yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Romo Dus Bone, Panitia yang juga Anggota DPRD Kota Kupang Ewalde Taek, Yuvensius Tukung, dan Fidelis Nogor dr Bidang Promosi dan Publikasi. Sementara Wakil Walikota Herman Man didampingi Sekda Kota Kupang, Kadis Pariwisata Kota Kupang, Asisten I Setda Kota Kupang, Kadis PU Kota Kupang, Kabag Kesra dan beberapa pejabat lainnya.

Pertemuan di ruang kerja Wakil Wali Kota Kupang tersebut diakhiri doa bersama yang dipimpin Romo Dus Bone, Pr dan foto bersama. (*)

Sumber berita (*/Fidel Nogor- Sekretaris Panitia Pesparani Bidang Promosi, Publikasi dan Dokumentasi)
Editor (+rony banase)

Perdana, Pesparani Katolik Tingkat Kota Kupang Wadah Menjalin Persaudaraan

142 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat Kota Kupang didukung penuh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dengan menggelontorkan dana sebesar Rp.460 juta. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man pada acara pembukaan pada Selasa, 5 November 2019.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Kupang sekaligus Ketua LP3K Kota Kupang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota DPRD Kota Kupang yang telah menyepakati anggaran pembiayaan kegiatan tersebut.

Lanjutnya, kegiatan yang mengangkat tema ‘Katong Semua Basodara’, merupakan wujud kerukunan antar umat beragama yang dibangun di Kota Kupang.

Ia mengilustrasikan tema kegiatan tersebut seperti MotoGP, di mana yang dikaguminya adalah motor yang ditunggangi sang juara dunia 8 kali, Marc Marquez. Pada salah satu bagian motor Repsol Honda tersebut terdapat tulisan ‘satu hati’ dan bagian lainnya ‘one heart’. Kedua tulisan tersebut memiliki makna yang sama yakni tentang persatuan atau persaudaraan.

Dirinya menambahkan bahwa hal tersebut yang harus dibangun melalui Pesparani Katolik perdana di Kota Kupang tahun 2019. Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antar umat seperti yang digariskan dalam tema besar yang diusung tahun ini.

“Barangkali kita ambil momen ini. Mari kita bersatu padu. Bukan hanya umat Katolik tetapi dengan saudara-saudara kita,” pintanya.

Selain itu, Hermanus menilai bahwa dalam perlombaan MotoGP, para pembalap mengatur kecepatannya sedemikian rupa sehingga bisa memperoleh juara. Hal tersebut yang harus dilakukan pada Pesparani Katolik tahun ini, di mana para peserta harus mampu bersaing untuk menjadi yang terbaik.

“Ada irama cepat ada lambat. Barangkali tema ini cocok untuk kita angkat di Kota Kupang. Kalau honda bisa jadi juara. Air, karet,besi bisa jadi juara mengapa kita sesama manusia tidak bisa jadi juara”, tandasnya.

Foto bersama Wakil Wali Kota Kupang, dr.Herman Man beserta istri, Ketua DPRD Kota Kupang dan panitia Pesparani 2019

Pada tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kupang, Yeheskial Loudoe dalam sambutannya mengatakan bahwa Pesparani kali ini merupakan Pesparani Katolik perdana yang dilaksanakan di tingkat Kota Kupang. Ia menyebutnya sebagai momen yang sangat penting.

“Ini momen yang mempertemukan umat Katolik di masing-masing Paroki. Bukan hanya mempertemukan, juga untuk menjalin kasih persaudaraan umat Katolik di Kota Kupang”, ujarnya.

Lanjutnya, para peserta tidak boleh mengharapkan juara namun menjunjung tinggi sportivitas. Hal ini sebagai bentuk persiapan dalam menyambut Pesparani Nasional.

Menurutnya yang harus dibangun dalam kegiatan tersebut adalah semangat persatuan dan persaudaraan yang berlandaskan nilai-nilai Kekristenan. “Kejujuran, keikhlasan, kebersamaan. Itu yang harus dijaga”, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kota Kupang juga menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan-kegiatan rohani tanpa memandang suku maupun agama.

“Saya bilang Pak Walikota, kegiatan-kegiatan Kerohanian kita dukung penuh”, jelasnya.

Di depan Wakil Walikota Kupang, Ketua DPRD mengingatkan kepada pemerintah untuk ke depannya kegiatan-kegiatan kerohanian yang dilakukan oleh umat beragama, harus didukung oleh Pemerintah tanpa memandang Agama.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula unsur Forkopimda Kota Kupang, Perwakilan Uskup Agung Kupang, Romo Vikjen Gerardus Duka, para Pastor dan Suster Se-Kota Kupang. Hadir pula Majelis Ta’lim Nurul Ihwan Kecamatan Alak yang menampilkan musik Qasidah pada kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh 1.459 peserta dari semua kategori baik, anak, remaja, Orang Muda Katolik (OMK) dan Dewasa yang akan berkompetisi pada empat jenis lomba antara lain, lomba Paduan suara, lomba Mazmur, lomba Bertutur Kitab Suci dan lomba Cerdas Cermat Rohani. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)