Arsip Tag: pilkada serentak 9 desember 2020

Sang Bandar Chaplin Akhirnya Keluar dari Sarang Karena Kepanasan

773 Views

Oleh: Rudi S Kamri

Selama ini sudah menjadi rumor luas di masyarakat tentang siapa sponsor atau bandar kepulangan MRS ke Indonesia. Publik bertanya-tanya siapa yang membayar denda “over-stay” MRS dan keluarganya yang cukup besar dan biaya tiket dari Arab Saudi dan lain-lain. Hampir semua orang berakal sehat meyakini bahwa itu semua uang itu tidak mungkin keluar dari kantong MRS pribadi apalagi dari kas organisasinya.

Kemudian, setiba di Indonesia, MRS langsung tancap gas gigi lima, buat hajatan perkawinan anaknya besar-besaran disambung dengan peringatan Mauludan di jalanan.

Di panggung itu, MRS terlihat merasa terlalu percaya diri menyerang siapa saja membabi-buta tanpa etika. Sedari awal saya meyakini, keyakinan diri seorang MRS yang berlebihan itu karena merasa didukung sepenuhnya bandar besar yang masih merasa penguasa negara. Bahkan dia menantang negara untuk safari keliling Indonesia dengan manipulasi kemasan tabliq akbar jangan coba-coba dihalangi.

Analisa politik plus teori otak-atik gatuk pun langsung saya mainkan. Siapa sebenarnya sang bandar pemegang lisensi alias promotor utama yang begitu jemawa merusak tatanan negara? Sedari awal saya meyakini bahwa MRS hanya alat atau wayang yang dimainkan sang dalang. Dalang yang mempunyai jaringan luas ke seluruh sendi kehidupan negara. Dalang yang mempunyai sumber daya yang tak terbatas dan punya rekam jejak hitam suka memainkan skenario konspirasi besar.

Dialah SANG CHAPLIN !

Sudah menjadi rahasia umum Sang Chaplin ini mempunyai kaki tangan di segala lini. Mulai di institusi aparat keamanan negara, beberapa pejabat negara dan beberapa di partai politik. Meskipun orang-orangnya sudah tidak lagi memegang kendali di posisi sentral resmi di organisasi, tapi saya meyakini masih cukup kuat membangun jaringan. Alat Chaplin di pemerintahan sudah terbaca luas, salah satunya adalah Gubernur Ibukota yang menjadi pion kesayangannya. Sedangkan di partai sudah bisa ditebak dengan terang benderang saat mengapa tiba-tiba Fraksi milik Pak Brewok di DPRD DKI Jakarta membela membabi-buta Gubernur DKI Jakarta. Kemudian salah seorang kaki-tangan Chaplin yang menjadi pimpinan Partai Kuning juga membangun narasi si Kuning siap menjadi kendaraan politik bagi MRS. Hmmm……

Oh ya, kepulangan MRS sebelum Pilkada Serentak 9 Desember 2020 juga bukan hal yang kebetulan. Menurut saya sudah pasti didesain oleh Sang Chaplin untuk kembali mengobarkan politik identitas ke seluruh pelosok negeri seperti di Pilgub DKI Jakarta 2017. Tujuannya jelas Sang Chaplin ingin menanam saham kepada Kepala Daerah di seluruh pelosok negeri agar bisa mengendalikan politik dan sumber daya ekonomi sebanyak mungkin.

Saya meyakini sebagai promotor utama atau pemegang lisensi MRS, Chaplin tidak sendirian. Pasti ada Co-Promotor yang mendukungnya khususnya dalam hal pendanaan. Nah, di posisi kerja sama harmonis tapi bengis ini, maka lahirlah Kelompok Mafioso Trio-C, yaitu Chaplin – Cendana – Cikeas. Dan tentu saja yang bertindak sebagai arranger adalah si kumis tipis Sang Chaplin. Skenario menguasai negara dengan memainkan wayang MRS langsung dimainkan.

Tapi skenario besar Trio-C berantakan ambyar berkeping-keping saat ternyata secara tidak diduga Presiden Jokowi menggeram dan menggebrak melalui Kapolri dan Panglima TNI. Peluit politik negara tertinggi membuat TNI-Polri kemudian langsung gebrak unjuk gigi. TNI dengan operator lapangan Pangdam Jaya dan Polri melalui Kapolda Metro Jaya yang baru.

Perlawanan negara dengan komandan utama Presiden Jokowi ini saya duga tidak diprediksi oleh Kelompok Mafioso Trio-C. Apalagi Sang Chaplin kelihatannya juga sudah menjalin komunikasi intens dengan sang penggantinya di pemerintahan. Teori komunikasi antara Sang Chaplin dengan penggantinya di pemerintahan mendapat pembenaran nyata saat sang Kyai si pengganti ini dari awal selalu bersikap manis kepada MRS bahkan konon akan menerima MRS di istananya.

Prediksi Presiden Jokowi bahwa tidak akan berani menggerakkan TNI Polri dan keyakinan terlalu kuat ada jejaring Sang Chaplin di istana lamanya membuat selama ini Sang Chaplin nyaman di persembunyian. Tapi saat mengetahui skenarionya berantakan dihantam kenyataan, akhirnya Sang Chaplin muncul ke permukaan dengan membangun narasi memuji-muji MRS sebagai pemimpin karismatik.

Chaplin juga menyerang Presiden Jokowi dengan mengatakan bahwa saat ini terjadi kekosongan kepemimpinan nasional. Suatu narasi sesat dari orang yang terbongkar kedoknya.

Nah, sekarang Sang Chaplin sudah membuka topengnya menampilkan diri. Kini, tinggal keberanian Presiden Jokowi untuk menggerakkan lebih kuat dan keras tapi terukur politik negara dengan memainkan TNI Polri dan dukungan Partai Koalisi yang tersisa untuk menghantam Kelompok Mafioso Trio-C yang dimotori Sang Chaplin. Presiden jangan lagi kehilangan momentum karena saat ini dukungan masyarakat Indonesia sangat luas untuk membersihkan kerak-kerak bangsa yang selalu mengganggu stabilitas keamanan negara.

Presiden Jokowi tidak boleh ragu lagi, karena kekuatan politik negara saat ini mengumpul solid di tangannya. Langkah kongkretnya adalah pertama, gembosi kekuatan Sang Chaplin melalui penangkapan MRS yang sudah cukup bukti untuk menjadi tersangka. Kedua, bersihkan anasir-anasir di pemerintahan yang terindikasi kuat telah menjadi kaki tangan Sang Chaplin seperti Si “Penyumbang Masker” dan beberapa menteri titipan Sang Chaplin lainnya.

Ketiga, lumpuhkan kekuatan Sang Chaplin dengan menggerakkan semua potensi yang ada untuk kembali bisa menguasai PMI dan Dewan Masjid Indonesia. Ini penting agar jaringan Sang Chaplin langsung terputus di semua lini. Langkah terakhir dari Presiden adalah menjewer dan mengendalikan dengan tali kekang yang lebih kuat, agar sang wakil jangan liar main dua kaki.

Teori membakar semak yang menjadi sarang ular beludak telah sukses dimainkan Presiden Jokowi, sehingga raja beludak kepanasan keluar sarang dan berkoar-koar di jalanan. Tinggal tunggu waktu yang tepat untuk melumpuhkan. Langkah awalnya adalah dengan menggergaji habis kaki-tangannya. Presiden Jokowi harus yakin diri, raja beludak dengan bertambahnya umur sudah tidak selicin ala kancil seperti dulu lagi. Kumis tipisnya pun semakin luruh mengikis.

Selalu ada saatnya Tuhan menghentikan kelakuan kriminal Sang Iblis. Melalui ambisinya dan melalui kepongahannya. Dan ini saatnya…

Salam SATU Indonesia

Foto utama (*/istimewa)
Editor (+rony banase)

Tangani Pandemi, Klaster Pilkada Jadi Perhatian Serius Presiden Jokowi

310 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal dilaksanakan pada 9 Desember 2020, menjadi salah satu perhatian serius pemerintah dalam hal penyebaran Covid-19.

Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang dihelat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 September 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengingatkan jajarannya untuk dapat mengantisipasi penyebaran pandemi melalui tiga klaster, yakni klaster perkantoran, keluarga, dan klaster Pilkada.

“Ini perlu saya sampaikan, hati-hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga. Terakhir juga klaster Pilkada. Hati-hati, ini agar selalu diingatkan,” tuturnya.

Kepala Negara meminta jajarannya untuk menyikapi dan mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dari potensi klaster Pilkada serentak mendatang. Bahkan, Presiden meminta tindakan tegas yang harus diberikan terkait hal tersebut.

“Saya minta, ini Pak Mendagri, urusan yang berkaitan dengan klaster Pilkada ini betul-betul ditegasi. Polri juga berikan ketegasan mengenai ini, aturan main di Pilkada. Karena jelas di PKPU-nya (Peraturan KPU) sudah jelas sekali. Jadi, saya kira nanti agar betul-betul ini diberikan peringatan keras,” ucapnya.

Presiden Jokowi ditemani Wapres Ma’aruf Amin saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021 yang dihelat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 7 September 2020.

Untuk itu, Kepala Negara memerintahkan jajarannya untuk benar-benar berfokus pada upaya penanganan pandemi Covid-19. Dari penanganan pandemi yang baik, kegiatan perekonomian pun juga akan pulih mengikuti.

Fokus utama pemerintah dalam penanganan pandemi ialah tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Penanganan di sektor kesehatan yang baik menjadi kunci agar penanganan ekonomi yang berjalan beriringan dengannya juga dapat berjalan baik.

“Kunci dari ekonomi kita agar baik adalah kesehatan yang baik. Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu ialah kesehatan,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih jauh, berkaitan dengan uji usap Covid-19, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar pelaksanaan uji tersebut dilakukan dengan lebih terencana sehingga dapat dilakukan secara merata di wilayah-wilayah di Indonesia. Seperti beberapa di antaranya ialah mengenai penentuan jumlah lab ideal di suatu daerah serta distribusi reagen uji usap di masing-masing wilayah yang ada.

“Jangan sampai yang saya lihat ada provinsi yang sudah melakukan tesnya tinggi sekali, tapi ada provinsi yang tesnya masih rendah sekali,” ujar Presiden.

Terakhir, Kepala Negara juga sekali lagi menekankan pentingnya rem dan gas yang perlu dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. “Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan Covid, ini belum tertangani dengan baik kita sudah me-restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres) Editor (+rony banase)

Situasi Pilkada Belu dan Antisipasi Terhadap Strategi Kuda Troya

351 Views

Oleh : Lejap Yuliyanti Angelomestius. S.Fil.

Situasi Pilkada Belu semakin panas. Semua prediksi survei menunjukkan angka presentasi masing-masing kandidat masih ambigu. Hal ini, pertanda bahwa setiap kandidat belum bisa mengklaim menang atau kalah karena semua bisa berubah pada saat pencoblosan pada Rabu, 9 Desember 2020.

Dalam kondisi seperti ini, tampaknya semua usaha dan strategi sudah dikerahkan oleh masing-masing kandidat dan tim suksesnya. Entah itu melalui lelang visi-misi, promosi para kandidat dan bahkan money politics, pembagian sembako, falasy argumentum dan ataupun menggunakan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Salah satu strategi yang mungkin juga akan digunakan dalam Pilkada Belu adalah strategi Kuda Troya. Strategi ini berasal dari kisah Kuda Troya. Salah satu kisah mengenai tipu daya yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk memasuki, menaklukkan dan memenangkan perang melawan Kota Troya.

Menurut kisah, setelah pengepungan selama 10 tahun dan tidak membuahkan hasil, orang-orang Yunani akhirnya membangun sebuah patung kuda kayu raksasa dan menyembunyikan tentara perang di dalamnya dan kemudian menempatkannya di tengah kota. Setelah itu, orang-orang Yunani berpura-pura berlayar pergi meninggalkan kota.

Ketika orang-orang Troya mengetahui bahwa orang-orang Yunani telah melarikan diri dan meninggalkan kota, orang-orang Troya langsung datang ke Kota Yunani dan dengan senangnya mereka membawa patung kuda kayu yang berisi para tentara Yunani itu ke kota mereka sebagai lambang kemenangan.

Dengan adanya beberapa pasukan militer perang Yunani yang bersembunyi di dalam patung kuda itu, maka orang Yunani dengan mudah dapat membunuh dan menghancurkan benteng pertahanan Kota Troya hingga akhirnya kota Troya pun berhasil ditaklukkan.

Dari cerita di atas kita dapatkan logika dari strategi kuda Troya yakni:

Pertama, seolah mau menjadi sahabat yang terbaik, padahal adalah musuh yang terhebat. Atau dengan kata lain musuh dalam selimut;

Kedua, strategi menyerang langsung pada pertahanan lawan.

Strategi Kuda Troya sampai saat ini memang belum dimainkan oleh para kandidat dan masing-masing tim sukses (timsus) cabup dan cawabup. Namun, dengan situasi survei yang masih ambigu tentu tidak menutup kemungkinan untuk strategi ini dipakai. Apalagi dalam situasi sekarang ada beberapa tokoh yang biasa menjadi timses dalam pemilihan belum menyatakan sikapnya untuk mendukung paslon tertentu. Tentu saja, oknum-oknum ini dengan gampang dipakai sebagai agen ganda dan Kuda Troya dalam Pilkada.

Strategi ini memang sangat ampuh jika digunakan karena dengan mudah orang akan mendiskreditkan calon lawan. Sebagai contoh: timses dari Paslon A, pergi mengunjungi suatu desa membawa sebuah truk yang penuh berisi sembako mengunjungi sebuah desa dengan tujuan untuk membeli suara. Sembako dan truk tersebut dihiasi dengan menggunakan atribut dari Paslon B yang mudah dilacak. Seolah mereka berani unjuk muka dan menyediakan diri tertangkap tangan.

Contoh lain: Timses dari Paslon A menggunakan beberapa tokoh yang berpengaruh untuk menggalang massa pada basis Paslon B, dan berhasil menjadikan basis Paslon B menjadi basis Paslon A.

Dari contoh di atas, untuk contoh yang pertama kepada orang yang cerdas pasti akan mengkritisinya dengan pertanyaan demikian: Kalau mereka memang mau menyuap, mengapa menggunakan sembako dan truk yang diberi atribut yang gampang dilihat, mengapa tidak menggunakan uang yang lebih gampang disamarkan? Jika kecerdasan seperti ini adalah milik timses yang kandidatnya hendak dikorbankan maka dengan mudah usaha untuk mendiskualifikasikan Paslon yang hendak dikorbankan (seturut UU Pilkada) oleh agen Kuda Troya dapat teratasi.

Sedangkan untuk contoh yang kedua, tentu saja akan menuai kesulitan karena para timses harus lebih cerdas dan kritis untuk mencari strategi yang dapat mengatasinya.

Terkait strategi Kuda Troya, strategi ini memang ampuh namun tidak menutup kemungkinan untuk dapat dipatahkan. Karena menurut Peter Schröder, pakar strategi politik, dalam bukunya yang berjudul Strategi Politik berpendapat bahwa “tidak ada satu pun strategi politik yang tidak dapat dipatahkan selagi strategi itu masih dapat dijangkau oleh pikiran kritis manusia.”

Dengan demikian, menurut saya dalam Pilkada Belu jika timses dari masing-masing kandidat itu kritis dan masyarakat itu cerdas untuk melihat persoalan pilkada ini secara rasional dan tidak hanya emosional dengan tetap berpegang pada prinsip dasar untuk memilih pemimpin, maka yang harus diperhatikan adalah: lihatlah track record, komitmen, kepemimpinan dan program kerjanya bukan hal-hal yang dikaburkan oleh emosional yang menyangkut sentimen ras dan golongan, penggiringan opini dan juga jebakan Strategi Kuda Troya.

Harapan saya, semoga situasi pilkada di kabupaten Belu berjalan aman, tertib, baik dan jujur agar kelak pemimpin yang dipilih benar-benar pemimpin yang mau memberi diri untuk melayani semua masyarakat yang dipimpinnya.(*+rb)

*/Penulis merupakan Wartawan Suluh Desa. Tinggal di Halilulik, Desa Naitimu, Kec. Tasifeto Barat, Kab. Belu)

Mohon Restu Leluhur, Paket Agus Taolin- Alo Hal Ziarah di Pusara Raja Mandeu

586 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu periode 2020—2025, Agustinus Taolin- Aloysius Haleserens (AT-AHS) berziarah di Pusara Raja (Na’i) Mandeu, Hendrikus Tefa Seran di Dusun Manumutin (Fatunres) ,Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin, 29 Juni 2020.

“Kami ini adik- kakak. Jadi, sebagai bentuk penghormatan, hari ini kita ada acara adat di sini untuk meminta kekuatan dari leluhur supaya perjalanan kita ke depan menjadi lancar. Doa dari pemimpin agama sudah, meminta kekuatan dari alam dan leluhur supaya ke depan semuanya menjadi baik. Kita doakan supaya almarhum beristirahat dengan baik. Sebagai keluarga, kita minta restu,” ungkap dr. Agus Taolin kepada awak media usai acara temu sapa bersama segenap rumpun keluarga besar ‘Oan Natar Hat, Oan Laluan Hat’ (Kerajaan Mandeu, Kerajaaan Naitimu, Kerajaan Lidak dan Kerajaan Jenilu).

Dokter Agus Taolin memastikan, bahwa semua yang hadir dalam kegiatan itu sudah sepakat dalam satu kata dan satu hati untuk memberikan dukungan secara adat kepada paket AT- AHS yang dikenal dengan tagline SEHATI menuju perubahan, melalui ‘ikrar adat/sumpah adat . ”Yang pasti semua yang hadir di sini memberikan dukungan kepada kita. Dan kami adalah anak, cucu dari ‘Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat’,” jelasnya.

Temu sapa dr. Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens bersama masyarakat empat kerajaan ‘Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat’

Lima program prioritas yang dicanangkan paket SEHATI menuju perubahan, dr. Agus Taolin yakni:

  1. Pengobatan gratis, Seluruh masyarakat berobat hanya dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  2. Pendidikan, Pemerintah memberikan beasiswa bagi siswa dan Aparatur Sipil Negara yang berprestasi;
  3. Pertanian, Pengolahan lahan, penyediaan bibit, irigasi dan penjualan hasil akan diatur oleh pemerintah;
  4. Peningkatan Rumah Tidak Layak Huni, Pemerintah akan meningkatkan rumah masyarakat yang tidak layak huni;
  5. Reformasi Birokrasi, Birokrasi itu melayani masyarakat. Penempatan orang yang tepat, kemampuan yang tepat, kompetensi tepat.

dr. Agus berjanji akan melaksanakan semua program prioritas yang dicanangkan paket SEHATI sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat Kabupaten Belu, paket AT-AHS berkeyakinan akan berhasil. “Karena kami kerja berdasarkan konsep, analisa, kajian dan dijalankan dalam proses yang baik, sehingga hasilnya kami yakin akan baik,” tegasnya.

Dokter Agus Taolin juga menandaskan, ketika terpilih dalam pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang, maka pihaknya berjanji bahwa seluruh proses kepemimpinan paket SEHATI selama lima tahun akan ada monitoring, evaluasi, transparansi dan akuntabilitas. “Kita berjalan dengan diawasi oleh seluruh masyarakat di kabupaten ini dan diawasi oleh sistem yang ada. “Jadi, yang gagal itu karena tidak ada evaluasi dan monitoring. Itu, kegagalan yang kita alami saat ini,” ujarnya. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)