Arsip Tag: Politeknik Pertanian Kupang

‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

252 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Co-Branding Kartu ATM/Debit sekaligus Kartu Mahasiswa pada Senin, 10 Februari 2020 di Kampus Politani Kupang.

Dikutip dari portalimvestasi.com, Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau jasa yang merupakan bagian dari aliansi strategis. Istilah ini dikenal juga sebagai kemitraan merek, co-branding (atau “cobranding”) mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai penandatanganan kerja sama mengatakan bahwa perpaduan kerja sama antara Bank NTT dan Politani Kupang memudahkan sistem pembayaran bagi Mahasiswa Politani Kupang dengan menggunakan Kartu Mahasiswa yang juga berfungsi sebagai Kartu ATM berlogo Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Sebelumnya, kerja sama awal antara Bank NTT dan Politani Kupang dengan penempatan Kantor Kas Bank NTT di Kampus Politani, kemudian berkembang menjadi sistem pembayaran oleh mahasiswa yang berasal dari semua daerah di Provinsi NTT untuk memudahkan mereka (mahasiswa,red) melakukan pembayaran dengan menggunakan Kartu ATM Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Ke depan, jelas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, bakal dikembangkan menjadi sistem pembayaran berbasis barcode. “Dan tak hanya itu, Bank NTT juga menyediakan pola pemberdayaan mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa mandiri. Oleh karena itu, perlu sinergi antara Bank NTT dan Politani Kupang,” beber Harry.

Lanjut Harry Riwu Kaho, Bank NTT juga menyediakan modal usaha bagi Alumni Politani maupun Mahasiswa Politani yang akan tamat. “Nanti akan disepakati project pendidikan bersama dengan melihat peluang kebutuhan hasil pertanian organik dan bagi mahasiswa yang akan tamat dan membutuhkan modal kerja,” tandas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT.

Foto bersama Pihak Bank NTT dan Politani Kupang

Turut hadir mendampingi Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu; Kepala Divisi Dana Endri Wardono; Pemimpin Cabang Khusus, Johanis Tadoe; Kepala Kas Politani, Berlian Dima; dan Kepala Kas Politani (Pengganti), Tessa Pau.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan berharap kerja sama dengan Bank NTT tidak sampai di sini saja, namun ada keberlanjutan khususnya untuk mahasiswa setelah wisuda.

“Kami dari Politani Kupang sangat berterima kasih atas kerja sama menyangkut Kartu Mahasiswa yang berfungsi sebagai Kartu ATM. Ini sangat membantu karena hampir 100 persen mahasiswa Politani berasal dari kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Alor, Belu dan Malaka,” tutur Thomas Lapenangga.

Politani Kupang, tambah Thomas, berharap agar Bank NTT juga dapat menyediakan dana berupa pinjaman bagi Alumni Politani. “Tak hanya alumni, kami juga sedang merancang agar dana bantuan tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa yang melakukan praktik lapangan sehingga dapat menghasilkan orang muda yang bergelut dalam bidang pertanian,” tandas Direktur Politani Kupang didampingi Wakil Direktur II dan Kepala Fakultas Politani Negri Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Bank NTT

Lahan Kering NTT Sangat Luas; Josef Nae Soi Ajak Politani Optimalkan

84 Views

Kupang-NTT, gardaindonesia.id – “Lahan kering kita sangat luas. Sekarang orang banyak mencari lahan kering. Kita harus optimalkan lahan kering kita. Mari kita bekerja sama untuk NTT yang lebih baik,”ujar Gubernur 2 NTT Josef Nae Soi saat saat memberikan sambutan pada acara Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Upacara Wisuda Sarjana Terapan Angkatan X dan Ahli Madya Angkatan XXX Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang di Aula Kampus Politani, Kamis (4/10/18).

Drs. Josef A. Nae Soi, MM menegaskan NTT punya sumberdaya alam luar biasa. Namun struktur ekonomi NTT masih termiskin ketiga di Indonesia. “Saatnya kita harus bangkit. NTT sangat kaya. Kita punya matahari dan lahan yang luar biasa. Mari kita tunjukkan kepada Indonesia dan dunia bahwa NTT tidak miskin,” ajaknya

Josef Nae Soi mengajak seluruh civitas akademika Politani Kupang untuk tidak membatasi kiprah. Sebagai mitra pemerintah, lembaga tersebut mesti terus menunjukkan jati diri dalam pendidikan vokasi pertanian berkualitas dan jiwa kewirausahaan. Nae Soi memperkenalkan dua gerakan Pemerintah Provinsi NTT dalam Visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Yakni Revolusi Hijau untuk gerakan menanam kelor dan Revolusi Biru untuk optimalisasi wilayah laut.

“Kita tunjukkan kepada dunia.Kalau mau beli kelor, datanglah ke NTT. Karena kita punya kelor terbaik di dunia. Mari kita populerkan dan kembangkan itu bersama bidang-bidang lain seperti garam dan perikanan,” ungkap Josef.

Lebih lanjut Josef Nae Soi mengungkapkan, dirinya sudah mengenal secara baik Politani karena sudah sering mengunjunngi lembaga ini sejak tahun 2000-an. Sebagai lembaga yang berkecimpung di bidang pengetahuan terapan, Politani diajak untuk bersama membangun NTT. “Mari kita bergandengan tangan.Kelola hal-hal praktis. Harus bisa menjadi orang lapangan. Jangan tanyakan bagaimana jagung itu tumbuh, tapi bagaimana menumbuhkan jagung, ” pungkas Nae Soi.

Melinda R. S Moata, SP, M.Sc., Ph.D, Dosen dan Peneliti Tanah dan Sumberdaya Alam pada Politani Kupang dalam orasi ilmiahnya mengungkapkan, lahan kering yang luas di NTT dapat ditatanami tanaman komoditi unggulan lokal seperti pangan, holtikultur dan perkebunan. Mengutip data BPS 2015, ada sekitar 3.584.394 hektar lahan kering dan 210.774 hektar lahan basah di NTT.

Beliau menawarkan pendekatan Circular Economy dengan penggunaan kembali sumberdaya pertanian melalui reducing, reusing dan recycling untuk pembangunan pertanian berkelanjutan.
“Tanaman kelor merupakan salah satu potensi emas untuk pemberdayaan lahan masyarakat karena merupakan sumber pangan berkualitas. Juga baik untuk konservasi dan penambahan unsur hara tanah, “jelas lulusan Doktor Universitas Adelaide-South Australia itu.

Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS menegaskan komitmen lembaganya untuk mendukung program-program pemerintah. Menurutnya, penelitian-penelitian dosen dan upaya pengabdian masyarakat diarahkan pada masalah khas NTT seperti optimalisasi lahan kering, pangan lokal, pakan ternak, kesehatan hewan dan lain sebagainya.
“Kami juga mengembangkan pengolahan hasil tanaman kelor. Kami mengajak bapak Gubernur untuk mencicipi mie dan pangsit kelor dari hasil kerajinan dan pengolahan anak-anak Teknokogi Hasil Pangan,” ungkap Thomas.

Untuk meningkatakan daya saing, jelas Thomas Lapenangga, Politani telah mengusulkan pembukaan Program Studi Magister Sains Terapan Ketahanan Pangan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018 ini. “Kami juga sedang mengembangkan pabrik pakan ternak mini. Dalam satu jam, pabrik ini dapat memproduksi satu ton pakan ternak babi, ayam dan sapi,”jelas Thomas.

Para wisudawan/ti Politani periode Oktober 2018 berjumlah 306. Terdiri dari 55 orang Sarjana Sains Terapan dan 251 orang Ahli Madya. Berasal dari lima jurusan yakni Manajemen Lahan Kering, Peternakan, Kehutanan, Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Perikanan dan Kelautan. Kelima lulusan terbaik dengan predikat “Dengan Pujian” mendapatkan piagam dan tabungan dari Bank NTT sebesar Rp. 2 juta per orang.

Hadir pada kesempatan tersebut Unsur Forkompinda Provinsi NTT, para mantan Direktur Politani, orang tua dan keuarga wisudawan/ti, civitas akademika Politani, insan pers dan undangan lainnya. (*/humas)