Arsip Tag: ramadan 1441 h

Imbauan Gubernur NTT Terkait Perayaan Idul Fitri 1441 H Saat Pandemi Covid-19

351 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menyampaikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1441 H di masa Pandemi Covid-19.

Disampaikan oleh Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius dalam rilis media pada Sabtu siang, 23 Mei 2020, Gubernur NTT Viktor mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H dan menekankan terhadap tata laksana perayaan di tengah Pandemi Covid-19 dengan meminta perhatian Bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang untuk memperhatikan Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Covid-19.

Gubernur NTT meminta dan mengimbau perhatian para tokoh agama, toko masyarakat dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur terkait pelaksanaan perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H yakni :

Pertama, Pelaksanaan salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah di lapangan dan masjid agar ditiadakan;

Kedua, Tidak melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Takbiran keliling, kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid dengan menggunakan pengeras suara;
  2. Pesantren kilat dilakukan online;
  3. Halal bi halal dilakukan melalui media sosial atau video telekonferensi.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

PLN UIW NTT Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan 1441 H

106 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Bulan Suci Ramadan 2020 M berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena di tahun ini adanya Pandemi Virus Covid 19 berimbas pada penurunan perekonomian beberapa kelompok masyarakat. Oleh karena itu, PLN berupaya untuk membantu meringankan beban masyarakat, sehingga mereka dapat menjalankan aktivitas dengan baik dan dapat menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan.

Bertempat di Masjid Nurul Mubien Kelurahan Namosain Kota Kupang pada Rabu, 29 April 2020, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur menyerahkan bantuan 563 sembako per masing-masing berupa beras 10 kg, minyak 2 liter, dan gula 1 kg kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan sembako PLN UIW NTT di Masjid Nurul Mubien Kelurahan Namosain Kota Kupang

General Manager PT PLN Persero UIW NTT, Ignatius Rendroyoko menyampaikan bantuan sembako ini merupakan program CSR PLN Peduli. “Dalam momentum Ramadan yang berbeda kali ini, kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi pandemi yang sedang terjadi, semoga bantuan ini bermanfaat dan tetap jaga imunitas tubuh, rajin mencuci tangan, selalu gunakan masker bila beraktivitas di luar dan disiplin social distancing,” imbau Rendroyoko.

“Semoga wabah virus corona ini segera berakhir, kita dapat segera beraktivitas normal sebagaimana sebelumnya, dan selamat menjalankan Ibadah Puasa,” ucapnya.

Bersamaan dengan momen ini, sebelumnya melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTT telah menyerahkan bantuan 242 Paket Sembako tersebar di beberapa Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang diserahkan oleh masing-masing pengurus YBM unit PLN NTT.

Ketua YBM PLN NTT, Wawang Wiratama menyampaikan bahwa secara rutin YBM PLN NTT dengan dana yang berasal dari pemotongan zakat penghasilan pegawai PLN menyalurkannya kepada masyarakat yang berhak menerima. “Di bulan Ramadan ini sebanyak 242 paket Sembako telah disalurkan di beberapa kabupaten, mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan terutama untuk kebutuhan bulan Ramadan kali ini di tengah Pandemi Covid 19,” ungkapnya.

Rasa kebahagiaan tiada henti dirasakan oleh Ibu Samina Syukur warga Kelurahan Namosain, salah satu penerima bantuan bersyukur kepada Tuhan atas rezeki yang diterima dari PLN. “Pekerjaan saya sehari-hari adalah berjualan. Saya memiliki kios kecil di Namosain. Semenjak ada virus Covid-19, kurang begitu laku, barang-barang dagangan yang sudah habis tidak bisa di tambah karena pembeli sudah semakin sedikit, sampai sekarang ya saya bersyukur Alhamdulillah PLN datang dengan membawa bantuan,” ucapnya lirih.

Bapak Andika yang mempunyai usaha bengkel menyampaikan tidak ada pemasukan sama sekali selama wabah Covid-19, juga berharap semoga wabah Covid 19 segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat normal, usahanya dapat berjalan kembali dan kehidupan perekonomiannya lebih baik dari saat ini.

Selain bantuan Sembako , PLN juga akan berkontribusi mencegah Penularan Covid-19 melalui pembagian masker kepada masyarakat yang beraktivitas keramaian di pasar dan juga kepada beberapa tukang ojek di Kota Kupang

Pada kesempatan itu, PLN juga menginformasikan kepada masyarakat bahwa pelayanan PLN dapat diakses dari rumah dengan aplikasi PLN Mobile, website http://pln.co.id, dan contact center PLN 123. Bagi pelanggan yang memerlukan pelayanan PLN tidak perlu ragu, PLN Siaga Covid-19 akan siap melayani warga untuk memberikan pelayanan di masa Pandemi Covid-19 ini. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Pemkot Kupang & Panitia Gebyar Ramadan 1441H Sepakat, Takjil Dijual ‘Online’

176 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Untuk mencegah meluasnya pandemik Covid-19 di wilayah Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang senantiasa melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satu yang dilakukan jelang memasuki bulan suci Ramadan adalah dengan menggandeng Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang yang selama ini memfasilitasi penjualan takjil di beberapa lokasi di Kota Kupang.

Untuk tahun ini (Ramadan 1441H, red), disepakati penjualan takjil ramadan dilakukan secara online (takjil online) untuk mencegah kerumunan massa yang berpotensi menjadi wadah penyebaran Covid-19.

Pembelian takjil Ramadan di Kota Kupang tahun ini dilakukan melalui aplikasi online, bekerja sama dengan aplikasi Grab food dan aplikasi start-up lokal Qlimutu yang segera diluncurkan. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang, Sokan Teibang dalam konferensi pers melalui zoom meeting pada Kamis sore, 23 April 2020 yang digelar oleh Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, dari Media Centre di Kantor Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para awak media dan beberapa perwakilan dari masyarakat.

Lebih jauh disampaikan Sokan, bahwa sampai pagi tadi telah terdata sebanyak 100 penjual yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Kupang yaitu Kelurahan Airmata, Kelurahan Solor, Kelurahan Bonipoi, Kelurahan Kolhua (BTN), Kelurahan Fontein dan Kelurahan Oesapa.

Menanggapi pertanyaan awak media tentang kebersihan (higienis) makanan yang dijual, Sokan menjawab bahwa penjual takjil ramadan adalah para penjual yang selama ini beraktivitas membuat dan menjajakan kue dan makanan, sehingga kehigienisan produk yang dijual dijamin aman. Ditambahkannya, bila perlu juga akan meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk meninjau kembali makanan yang dijajakan.

Terkait dengan waktu penjualan dan pemesanan, disampaikannya, hasil komunikasi panitia gebyar ramadan dengan penjual khusus untuk takjil ramadan dimulai pukul 12.30—17.30 WITA setiap hari dan untuk harga serta foto tampilan makanan yang dijual akan diunggah pada aplikasi Qlimutu.

Sebanyak 20 personel dari Panitia Gebyar Ramadan akan stand-by di beberapa titik yang ditentukan untuk membantu penjual dan pembeli terutama pengantaran pembelian makanan takjil ke rumah pemesan.

Beny Leonard, founder startup lokal Qlimutu, menjelaskan bahwa peran Qlimutu di sini adalah membantu para penjual dalam menjajakan kuliner mereka dengan menampilkan katalog berisi foto-foto dan harga makanan, sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih kuliner yang ingin dipesan-antar melalui aplikasi Grab.

Sementara, Firmansyah selaku City Manajer Grab di Kota Kupang yang juga didampingi oleh Jems Djulete selaku PIC dan Partner Engagement Grab Kupang memperkenalkan fitur baru pada Grab yaitu Express Nalangin. Grab Express sebelumnya telah ada dan lebih dimanfaatkan untuk pengiriman barang oleh pelaku online shop. Kini, Grab Express dapat digunakan untuk pemesanan makanan, minuman atau kebutuhan pokok termasuk berbelanja di pasar tradisional,

“Jika pada fitur Grab Food, hanya menampilkan makanan dan minuman yang dijual oleh penyedia layanan yang terdaftar, pada “Express Nalangin’ lebih fleksibel karena juga dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan makanan atau kebutuhan pokok lainnya termasuk untuk berbelanja di pasar. Selama pemesanannya jelas, maka pasti dilayani. Kita sepakat bahwa pembelian hewan atau logam mulia tidak akan dilayani Grab” jelas Firmansyah.

Lebih lanjut katanya, bahwa harga makanan pada Grab cenderung tidak berubah, yang berubah adalah tarif atau ongkos pengantaran karena disesuaikan dengan jarak antara penjual dan pemesan atau pembeli, selain itu meningkatnya permintaan layanan pada waktu-waktu tertentu dapat menyebabkan kenaikan ongkos yang langsung tertera pada aplikasi Grab.

Terkait dengan titik lokasi pemesanan agar tidak membingungkan bagi masyarakat yang ingin mengorder takjil, Sokan mengatakan panitia telah menyiapkan 4 (empat) titik lokasi : yaitu di Kelurahan Airmata, Kelurahan Solor, Kelurahan Kolhua (BTN) dan Kelurahan Oesapa dan teknisnya akan diatur segera malam ini oleh panitia dan pihak Grab serta Qlimutu agar besok sudah dapat diakses oleh masyarakat.

Apresiasi pun diberikan oleh Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, S.Th yang turut mengikuti konferensi pers online tersebut kepada Pemerintah Kota Kupang berama Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang yang telah mengagas ide ini. Menurutnya penjualan takjil ini akan sangat membantu masyarakat khususnya umat muslim untuk mendapatkan menu berbuka puasa dengan lebih mudah tanpa harus keluar rumah. “Cara ini merupakan upaya pemerintah dalam menerapkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menggunakan aplikasi online, sehingga masyarakat sebagai penikmat kuliner dan penjual tidak perlu bertemu secara langsung. Hal ini sekaligus membantu pengusaha kecil agar tetap memperoleh penghasilan di tengah keterbatasan akibat adanya Covid-19,” bebernya.

Di samping itu, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang yang diwakili oleh Kepala Bidang Layanan e-Government pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP, M.M. yang memandu pertemuan virtual tersebut menyampaikan bahwa semua penjual Takjil Ramadan yang menggunakan aplikasi penjualan online tidak akan dipungut biaya. Dan bila ada penjual kuliner yang ingin bergabung silakan menghubungi panitia untuk diakomodir kedalam aplikasi Qlimutu dan Grab.

Dirinya mengakui bahwa, di tengah wabah pandemik Covid-19, Pemerintah Kota Kupang tetap mencari jalan terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. Pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi dalam melawan virus corona ini. Harapannya, dengan adanya inovasi dan kolaborasi ini dapat menciptakan semangat baru dalam penanganan dampak dari penyebaran Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_ghe)
Foto utama oleh idntimes.com
Editor (+rony banase)