Arsip Tag: romo febronius fenat

“Ngamen di Pasar Halilulik” Pastor Bantu Korban Banjir di Malaka

336 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Orang Muda Katolik (OMK)  Paroki Roh Kudus Halilulik- Keuskupan Atambua, dipimpin Romo Yogar Fallo, Pr, mencari dan mengumpulkan dana di pasar mingguan Halilulik, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  pada Kamis, 8 April 2021.

Disaksikan Garda Indonesia, sejumlah dana yang berhasil dikumpulkan itu berasal dari para penjual dan pengunjung pasar mingguan. Dana itu, kemudian dipakai untuk membelanjakan sembako sesuai dengan kondisi kebutuhan para korban banjir bandang di Malaka. Upaya pencarian sumbangan itu selain di pasar, juga diumumkan secara terbuka melalui mimbar gereja dan dari pintu ke pintu.

Romo Yogar Fallo mengungkapkan, kegiatan kemanusiaan itu berawal dari adanya inisiatif spontan guna membantu sesama umat Allah yang dilanda bencana banjir di Malaka.

Romo Yogar Fallo, Pr (kanan berbaju kaos biru) saat ngamen di Pasar Halilulik

Sebelum menjalankan aksi kemanusiaan itu, sebut Romo Yogar, dirinya sudah terlebih dahulu mempersembahkan intensi khusus dalam misa harian, yang mana menurutnya perkara kemanusiaan melebihi segala sesuatu. Dan, karena itu perlu dijunjung tinggi. “Kebetulan bertepatan dengan hari pasar, sehingga kami memanfaatkan momen itu. Awalnya ada keraguan, tetapi ketika sudah memulai aksi peduli nyata ini, justru ada antusias respons dari banyak orang untuk memberikan sumbangan”, jelasnya.

Dikatakannya, semangat membantu itu benar – benar berasal dari ketulusan hati dengan rasa solidaritas tinggi, merasa bagian dari diri kita sendiri, saudara dalam satu penciptaan, dalam satu dosa, dan dalam satu penebusan melalui kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Romo Yogar pun menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati banyak orang untuk memberikan sumbangan secara sukarela. “Terima kasih untuk semua orang yang sudah peduli. Kita jangan melihat sumbangan ini sebagai beban, melainkan melihat ini sebagai bantuan kepada diri kita yang lain. Apresiasi dan terima kasih kepada sesama non – Katolik yang juga telah mengambil bagian dalam peduli kemanusiaan ini. Mari, kita bersama membangkitkan kembali keceriaan saudara – saudara kita di Malaka,” papar Romo Yogar, pastor pembantu Paroki Roh Kudus Halilulik.

Warga sedang memberikan sumbangan bagi korban banjir bandang di Malaka

Pada kesempatan yang sama, Pastor Paroki, Romo Febronius Fenat, Pr menuturkan bahwa aksi peduli kemanusiaan ini merupakan kerja sama antara Paroki Roh Kudus Halilulik dan OMK Paroki sebagai bentuk perwujudan rasa turut prihatin terhadap para korban bencana alam di Malaka.

Inisiatif pengadaan dana ini sebut Romo Roni, timbul atas dasar iman Katolik untuk membantu sesama saudara yang sedang menderita akibat bencana banjir bandang di Malaka. “Kita buat kotak amal, lalu bawa ke pasar, toko – toko, rumah sakit, BRI, dan instansi – instansi pemerintahan. Kita juga buatkan surat pengantar dari Paroki sehingga orang tahu bahwa pencarian dana ini, resmi”, tandas Romo Roni.

Ia pun memaparkan, donasi ini merupakan pemberian dari hati terdalam dari umat paroki dan warga sekitarnya kepada sesama saudara korban bencana. “Jangan melihat besar kecilnya nilai bantuan ini. Inilah keterlibatan kami dalam membantu para korban di Malaka,” ujar Romo Roni.

Romo Eman Siki, Pr menegaskan, aksi peduli kemanusiaan ini sangat tepat dengan implementasi dari tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Atambua tahun 2021: ‘Pemberdayaan Ekonomi yang Berbela Rasa’. “Mari kita berbela rasa dengan sesama kita yang terkena dampak banjir bandang di Malaka dengan memberikan bantuan seadanya. Inilah pemberian dari keterbatasan kami. Semoga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sesama korban di Malaka,” harap Romo Eman, pastor pembantu Paroki Roh Kudus Halilulik. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Natal di Dusun Kimbana, Romo Roni Fenat: Natal Itu Ungkapan Sukacita

380 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia| Perayaan Natal di Kapela St. Yoseph, yang terletak di sebuah dusun kecil di Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung indah, marak dan meriah sembari menaati protokol  kesehatan Covid–19 dengan  jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.

Malam Natal yang dirayakan pada Kamis, 24 Desember 2020, dipimpin oleh pastor paroki Roh Kudus Halilulik (Keuskupan Atambua), RD. Febronius Fenat.

Dalam homilinya, Romo Roni, sapaan karibnya mengartikan Natal sebagai sebuah ungkapan sukacita. “Malam ini, lagu – lagu natal berkumandang, kerlap kerlip lampu natal mewarnai gereja–gereja, rumah – rumah sesuai tradisi kekatolikan dan kekristenan kita. Ini adalah ungkapan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus,” ungkapnya.

Pastor Paroki Roh Kudus Halilulik, Romo Febronius Fenat, Pr. saat memimpin misa Natal

Sukacita ini, jelas Romo Roni, tidak terbatas pada indah dan semaraknya nyanyian– nyanyian  natal. Dia yang lahir ke dunia itu adalah Dia yang mau dekat dengan kita. Dia adalah Tuhan yang dekat dan bukan Tuhan yang jauh. “Kalau kita berseru kepada – Nya, tidak perlu memakai alat – alat teknologi tinggi supaya dunia tahu. Dia datang dalam kesunyian, kesederhanaan, kedamaian dan penuh sukacita,” beber Romo Roni.

Lebih lanjut Romo Roni menggambarkan, bahwa Yesus datang dalam kemiskinan. Karena itu, Yesus datang hanya kepada orang- orang yang mau menerima Dia, orang – orang yang memiliki kesederhanaan hati, orang – orang yang memiliki kemiskinan hati dan orang–orang yang terbuka hatinya.

“Natal adalah suatu rahmat Allah yang tampak nyata bagi semua orang. Rahmat Allah yang menyelamatkan, rahmat Allah yang tampak nyata dalam diri Bayi Yesus. Hari ini, telah lahir bagi kita Sang Juru Selamat.  Betapa besar cinta Allah kepada kita, sehingga Ia rela mengutus putra-Nya yang tunggal ke tengah–tengah kita. Yesus yang adalah Tuhan, menjadi senasib dengan manusia dalam segala hal, kecuali dalam hal dosa. Allah melakukan semua ini bukan karena kita layak, melainkan karena Allah telah melimpahkan cinta–Nya kepada manusia,” papar Romo Roni. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Rayakan Akhir Tahun 2019, Romo Roni Fenat : Kita Syukuri Berkat Tuhan

325 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pengalaman tahun 2019 menghantar kita untuk mensyukuri semua yang sudah kita terima, karena semua berjalan dalam berkat Tuhan. Hal ini ditegaskan Romo Febronius Fenat, Pr. dalam kotbahnya saat memimpin perayaan misa akhir tahun 2019 di Kapela St. Yoseph Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa, 31 Desember 2019 malam.

Febronius mengungkapkan, hari ini adalah hari terakhir di tahun 2019. Tahun 2019 ini ibarat bahtera kapal besar yang sekarang siap untuk berangkat. Sesaat lagi jangkarnya akan diambil dan boleh berlayar.

“Kita hanya mengatakan selamat jalan tahun 2019 dengan sebuah kenangan yang pahit dan yang manis, dan kita juga mengucapkan selamat datang untuk tahun yang baru (2020,red) dengan tangan terbuka hati terbuka terhadap semua bentuk harapan,” ujarnya.

Misa akhir tahun 2019 di Kapela St. Yoseph Kimbana dipimpin oleh Romo Febronius Fenat

Febronius mengemukakan, mungkin di tahun 2019, kita kehilangan anggota keluarga kita yang tidak akan lagi bersama kita di tahun yang baru. Pengalaman suka duka, pahit manis menghiasi seluruh tahun ini. Satu hal yang pasti bahwa Tuhan telah memberikan kesempatan dan hidup kepada kita. Kini, pantaslah kita mensyukuri berkat Tuhan seraya menyongsong hari dan tahun baru yang akan datang sebagai anugerah-Nya.

“Kita sekarang bersyukur karena kita masih mengalami hidup, meskipun ada banyak tantangan di tahun 2019, kita masih kuat dan masih sehat,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, beberapa jam lagi tiba di penghujung tahun. Jadi, bisa saja masih ada yang pergi (mati,red). Pergi dengan berbagai macam cara: entah sakit, entah tabrakan di jalan. Menurutnya, karena akhir tahun selalu banyak terjadi kecelakaan.

“Maka, marilah kita syukuri apa pun, nikmat kehidupan yang telah kita terima. Kita wartakan kebaikan Tuhan dengan perbuatan baik kita kepada setiap orang. Kita juga mohon ampun untuk semua cacat celah yang kita buat, dengan menunjukkan sikap tobat dan penyesalan. Dan, akhirnya kita harus percayakan seluruh diri kita di masa kini dan masa yang akan datang, hanya kepada penyelenggaraan Ilahi. Semoga Tuhan beserta kita,” tutupnya.(*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)