Arsip Tag: satgas pamtas ri rdtl

Selundup 200 Kg Kayu Cendana dari Timor Leste, Dua Warga Diperiksa di Polres Belu

238 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dua oknum warga berinisial SEL dan EK, yang diduga menyelundupkan kayu Cendana dari Timor Leste ke Indonesia, sudah ditangani dan sedang diperiksa oleh penyidik Polres Belu. Demikian diungkapkan Kapolres Belu, AKBP Chairul Saleh di ruang kerjanya ketika dikonfirmasi awak media pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Sesuai informasi yang dihimpun, pemeriksaan terhadap SEL dan EK oleh tim penyidik, berlangsung di ruangan Satreskrim Polres Belu sejak diserahkan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif Raider 744/SYB pasca diamankan di Salore, Kecamatan Tasifeto Timur.

Selain dua oknum warga berinisial SEL dan EK, diserahkan juga barang bukti berupa kayu Cendana kurang lebih 200 kg dan satu unit kendaraan pengangkut.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh nttonlinenow.com pada Minggu, 4 Oktober 2020, Personel Pos Salore Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB berhasil mengamankan Kayu Cendana sebanyak tujuh karung atau seberat kurang lebih 200 kilogram yang diduga dari Timor Leste ke Indonesia. Kayu Cendana yang dikemas dalam tujuh karung tersebut, digagalkan personil Satgas Yonif RK 744/SYB di wilayah Pos Salore setelah melintas masuk ke Indonesia pada Sabtu malam, 3 Oktober 2020.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol. Inf. Alfat Denny Andrian, dalam keterangan tertulisnya, pada Minggu pagi, 4 Oktober 2020.

Menurut Alfat, pengamanan kayu Cendana dipimpin oleh Wadanpos Salore, Sertu Firman Wahyu bersama personel Pos Salore Kipur 1 Satgas Yonif RK 744/SYB bersama staf Intel pada Sabtu, 3 Oktober 2020, pukul 20.45 WITA.

Saat melaksanakan sweeping yang bertempat di CO.1210 – 9930 untuk jarak kurang lebih 1 Km dari Pos Salore di jalur utama Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, berhasil menangkap dua orang yang mengangkut kayu Cendana menggunakan mobil Avanza bernomor polisi, DH 1362 AM.

Jelas dia, Wadanpos Salore mendapat telepon dari anggota Staf Intel Satgas Serka Lalu Hamzanwandi yang memberikan informasi, di mana informasi tersebut bersumber dari salah seorang warga Motaain berinisial AN yang tidak ingin disebutkan identitasnya, bahwa akan ada mobil yang melintas membawa Kayu Cendana dari perbatasan Mota’ain ke arah Atambua. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)
Foto utama oleh nttonline.com
Editor: (+ ronny banase)

Alami Kecelakaan, Yustina Tpoi Ditolong Satgas Yonif 741

142 Views

Bijeli-TTU, Garda Indonesia | Yustina Tpoi (50) ditolong tim kesehatan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, saat mengalami kecelakaan tunggal akibat motor yang dikendarainya rem blong di Jalan Desa Bijeli, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf Hendra Saputra,S.Sos., M.M., M.I.Pol., dalam rilis tertulisnya, Jumat (7/6/2019).

Diungkap Dansatgas, (Kamis,5/6/2019), Tim Kesehatan Satgas dibawah pimpinan Letda Ckm dr. Basri Nelson Manurung bersama dua anggotanya Serka Putu Satya (Bakes) dan Pratu I Gede Ruminten (staf Intel) mengevakuasi Yustina Tpoi yang mengalami kecelakaan lalulintas (Lakalalin)

“Tim kesehatan Satgas langsung bergerak ke TKP, menyusul adanya laporan dari Januario Neti (54 thn), suami korban, bahwa istrinya melangalami kecelakaan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Timkes (Tim kesehatan) Satgas, lanjut Hendra, sepeda motor yang dikendarai Irenius Abi (29 ) mengalami kecelakaan akibat rem motornya blong.

“Ditambah jalannya menurun, sepeda motor yang dikendarai Irenius Abi semakin sulit dikendalikan dan akhirnya menabrak pasir dipinggir jalan. Rencananya mereka akan ke Kota Soe untuk menghadiri pernikahan keponakannya,” imbuhnya.

Akibat dari kecelakaan itu, paparnya, korban mengalami pergeseran tulang (Dislokasi) di siku bagian tangan kiri dan memar. Korban juga mengalami sakit di punggung, tulang bagian belakang dan perut bagian bawah serta luka lecet di tangan.

“Korban (Ibu Yustina Tpoi) mengalami Dislokasi di siku tangan kiri dan beberapa bagian tubuhnya mengalami sakit dan memar-memar dan saudaranya (Irenius Abi) hanya mengalami memar-memar dan lecet saja,” ungkap Dansatgas

Melihat kondisi korban, terangnya, setelah sebelumnya diberikan pertolongan pertama oleh tim Kes Satgas, selanjutnya mereka di bawa ke Puskesmas Eban menggunakan ambulance untuk diberikan perawatan intensif.

Atas kejadian yang menimpa Ibu Yustina Tpoi, Dansatgas mengimbau agar kejadian ini menjadi pelajaran untuk kita semua, supaya lebih berhati-hati saat berkendara.

“Periksa kondisi kendaraan merupakan hal terpenting sebelum kita melakukan perjalanan. Saya selalu menekankan kepada jajaran kemanapun pergerakan personil faktor keamanan adalah yang utama. Karena dengan kita aman kita dapat selalu melaksanakan tugas dengan baik dan menolong orang lain,” pesannya. (*)

Sumber berita (*/Dispenad)
Editor (+rony banase)