Arsip Tag: sekolah tinggi pastoral

70 Mahasiswa STIPAS KAK Jalani ‘Live In’ di Rote Ndao

367 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Live in sebagai sebuah kegiatan pastoral dimana mahasiswa tinggal bersama umat dan merasakan kehidupan umat; dijalani oleh Mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang (KAK) di Ba’a dan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Paroki Sto. Petrus Pante Baru dan Paroki Sto. Kristoforus Ba’a Kabupaten Rote Ndao menjadi pusat kegiatan Live In Mahasiswa – Mahasiswi Semester 6 Tingkat 3 Sekolah Tinggi Pastoral Kuskupan Agung Kupang Tahun 2019, yang berlangsung pada 4—10 Juni 2019.

Sebanyak 70 orang Mahasiswa STIPAS KAK dan 3 orang Dosen Pendamping dibagi dalam dua kelompok besar dengan sebaran 35 mahasiswa memperoleh lokasi live in di Paroki Sto. Kristofarus Ba’a dan 35 orang di Paroki Sto. Petrus Pantai Baru dan kemudian disebar ke rumah umat untuk menginap dalam kegiatan selama satu minggu.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/06/02/stipas-keuskupan-agung-kupang-gapai-akreditasi-b/

Adapun rangkaian kegiatan yang disiapkan oleh Mahasiswa -Mahasiswi Live in yakni Katekese tentang Doa Syukur Agung, Kerja Bakti, Paduan Suara di Gereja, Pentas Seni serta belajar merasakan dan mengalami langsung bagaimana kehidupan umat.

Kegiatan live in diakhiri dengan malam perpisahan dan Pentas Seni yang dilakukan di Dua Paroki, pada Sabtu, 8 Juni 2018 di Paroki Sto. Kristofus Ba’a dan Minggu, 9 Juni 2019 di paroki Sto. Petrus Pantai baru Rote Ndao.

Mewakili Ketua STIPAS KAK dalam sambutan kegiatan Pentas Seni di Paroki Ba’a, Wakil Ketua II STIPAS KAK, RD. Antonius I. N. Tukan, S. Fil. M.Th., menyampaikan bahwa kehidupan ibarat seperti sebuah lukisan dan kenangan-kenangan sebagai warna yang digunakan untuk menghiasi lukisan itu

“Kebersamaan kita kurang lebih satu minggu mengukir berjuta warna yang tidak bisa dilupakan. Terima kasih kepada Pastor Paroki sto. Kristofarus Ba’a, Ketua Dewan Pastor Paroki , Ketua-ketua Komunitas Umat Basis – Stasi yang telah menerima anak -anak kami di rumah Bapak-Mama untuk belajar dan merasakan langsung kehidupan umat”, ujar RD Anton

Lanjutnya, Live in merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan atas nama Lembaga, Dosen Pendamping dan Mahasiswa-Mahasiswi meminta maaf kalau dalam kebersamaan ada yang tak berkenan

Hal yang sama disampaikan Dosen Pendamping Emiliana D.Taek, S.Ag., MM., dalam sambutan saat Malam Perpisahan dan Pentas Seni di Paroki Sto. Petrus Pantai Baru, mengucapkan terima kasih telah menerima mahasiswa dan dosen pembimbing dapat belajar dan melihat langsung bagaimana kehidupan umat.

“Saya mewakili Dosen Pendamping dan mahasiswa memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan dalam kebersamaan kita, yang baik biar tetap diingat dan yang buruk dikubur malam ini juga”, pinta Ketua Bidang Akademik STIPAS KAK

Sedangkan, Pastor Paroki Sto. Kristoforus Ba’a, RD. Stefanus Mau mengucapkan terima kasih kepada Lembaga STIPAS KAK yang telah memili Rote Ndao sebagai tempat Live In Tahun 2019,
“Ini kehidupan umat, semoga ada hal yang dapat ditarik menjadi pengalaman dan pembelajaran buat para Calon Katekis yang menjadi perpanjangan tangan para Imam. Semoga dengan kehadiran para mahasiswa dapat memotivasi para anak muda untuk bisa masuk STIPAS KAK”, sebutnya

Dan, Pastor Paroki Frans Atamau dalam sambutan saat malam perpisahan dan pentas seni (Minggu, 9 Juni 2019) mengatakan mendapat tambahan umat baru, semoga kenangan ini jangan cepat berlalu, terus diingat dalam benak kita bersama

“Sukses dalam studi dan bisa menjadi guru agama yang baik. Saya mewakili umat memohon maaf jika dalam kebersamaan ada hal yang tidak berkenan. Semoga cerita dan kebersamaan ini tidak berakhir dan tahun depan lebih banyak lagi yang datang ke Rote dan Kami siap menunggu”, harapnya. (*)

Penulis (*/Valentinus-Ketua Senat STIPAS KAK)
Editor (+rony banase)

STIPAS Keuskupan Agung Kupang Gapai Akreditasi B

914 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang sejak berafiliasi dengan Institut Pastoral Malang dan berdiri sendiri pada tahun 2001; terus berbenah diri.  Kini, di tahun 2019 menggapai Akreditasi B untuk Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik (PPAK) yang menyiapkan Guru Agama Katolik dan Katekis

Menghelat Misa Ekaristi Syukur yang dipimpin oleh Romo Roni Pakaenoni di pelataran STIPAS Keuskupan Agung Kupang pada Sabtu, 1 Juni 2019 pukul 19:00 WITA—selesai yang dihadiri oleh Para Mahasiswa/wi, Pegawai, Dosen & Dosen Senior, Direktur STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Ketua Yayasan Swastisari, dan para undangan.

Bernaung dalam wadah Yayasan Swastisari dan Komunitas Sekolah Tinggi Pastoral Keuskupan Agung Kupang, STIPAS telah merayakan Dies Natalis Ke-17 pada tahun 2018 dan akan menjelang Dies Natalis ke-18 di tahun 2019

STIPAS Keuskupan Agung Kupang yang berlokasi di areal Gereja Asumpta Kota Baru Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, menyiapkan Asrama Puteri yang mengakomodir 90 persen mahasiswa puteri dari luar daerah maupun dari provinsi lain seperti dari Kalimantan dan Sumatera

Direktur Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang, Rm. Emanuel B S Kase, S.Fil., MM., kepada Media Garda Indonesia usai perayaan ekaristi menyampaikan tentang capaian bersama atas Nilai 318 dengan perolehan Akreditasi B untuk Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik

Romo Eman yang lebih memilih disebut sebagai Ketua Sekolah STIPAS Keuskupan Agung Kupang ini memegang tampuk pimpinan periode ketiga sebagai Direktur STIPAS yang sebelumnya dipimpin oleh Romo Kanis Ben dan Romo Gerardus Duka

Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Rm. Emanuel B S Kase, S.Fil., MM.

“Ungkapan syukur atas berkat dari Tuhan untuk STIPAS Keuskupan Agung Kupang maka diadakan Perayaan Misa Ekaristi”, ujar Romo Eman

Romo Eman juga menjabarkan tentang keberadaan STIPAS Keuskupan Agung Kupang dengan dukungan tenaga pengajar berupa dosen honor dan dosen tetap yang telah menempuh Pendidikan Magister (S2) dan beberapa dosen sedang menempuh studi Doktor (S3)

Disamping itu, Romo Gerardus Duka Pr selaku Dosen Senior STIPAS dan Mantan Direktur STIPAS 2013—2018 mengatakan bahwa membangun STIPAS dengan wadah komunitas antara dosen dan mahasiswa sebagai sebuah kesatuan yang bekerja dan merenungkan bersama bagaimana pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi

“Lembaga ini dibangun atas dasar kerja bersama dengan pihak eksternal (Pemkot Kupang, Pemerintah Pusat dan Keuskupan Agung Kupang) dan atas dasar persekutuan atau persaudaraan dan pembentukan karakter menjadi sebuah filosofi sehingga menggapai nilai cukup tinggi dibandingkan dengan Sekolah Tinggi Pastoral lainnya”, tutur Romo Gerardus

Menyangkut minat anak muda untuk bergabung dengan STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus menyampaikan bahwa perkembangan minat terus bertumbuh di jalur pendidikan dengan karakter agama dengan cara menjadikan kampus sebagai suatu komunitas dan output dari lembaga STIPAS cukup membanggakan dengan bekerja dan berkarya didalam dan diluar jalur misionaris

Sedangkan, Rm. Drs. Hironimus Pakaenoni, Pr.LTh sebagai Ketua Yayasan yang menaungi STIPAS Keuskupan Agung Kupang menyampaikan bahwa STIPAS bergabung dibawah Yayasan Swastisari sejak tahun 2014 dan masih dalam proses pembenahan sejak memperoleh Nilai dan Akreditasi C

“Dari pengalaman dan hasil tersebut maka dilakukan pembenahan tentang rekrutmen tenaga dosen dan pegawai sebagai item penting dalam penilaian akreditasi”, tutur Romo Roni Pakaenoni

Menyangkut dukungan Yayasan kepada STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Romo Roni menjabarkan dengan membenahi sistem administrasi, menciptakan suasana kekeluargaan; membangun persekutuan antara dosen, pegawai, dan mahasiswa; selalu bertemu dengan civitas akademik atau komunitas dan mendengarkan masukan tentang pembenahan STIPAS Keuskupan Agung Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)