Arsip Tag: simi eduard lapebesi

Prosesi Adat ‘Neka Tana’ Sokong PLN Melistriki Desa Reka di Ende

258 Views

Ende-NTT, Garda Indonesia | Beragam adat istiadat terdapat di setiap kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya adalah Desa Reka yang terletak di Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Adat istiadat tersebut digunakan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan.

Di Desa Reka, sebelum pembangunan jaringan listrik harus diawali dengan acara adat yang oleh masyarakat sekitar disebut “Neka Tana” atau dapat diartikan sebagai upacara meminta restu dari leluhur sehingga pekerjaan bisa berjalan aman dan lancar.

Dengan perjalanan sekitar 2 jam perjalanan dari Kota Ende, medan yang harus ditempuh untuk sampai ke Desa Reka terbilang cukup menantang. Berangkat dari Kota Ende sekitar pukul 08.00 WITA, teman-teman PLN UP2K Flores harus melalui medan yang cukup sulit untuk sampai ke Desa Reka. Setelah sekitar 2 jam perjalanan akhirnya teman-teman PLN UP2K Flores tiba di lokasi.

Setelah tiba di lokasi, teman-teman UP2K (Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan) Flores langsung disambut oleh Mosalaki (Ketua Adat dalam kebudayaan orang Ende) dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman PLN UP2K Flores karena sudah meluangkan waktu untuk hadir bersama mereka dan membawa terang bagi mereka.

Setelah mendapat sambutan yang begitu hangat dari masyarakat desa, acara “Neka Tana” dilaksanakan. Upacara diawali dengan Mosalaki setempat meminta restu kepada leluhur dengan menggunakan bahasa adat, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan di titik yang akan ditanam tiang pada akhir Mei 2020.

Warga Desa Reka bahu-membahu dan membantu PLN UP2K Flores Melistriki desa mereka

Kepala Desa Reka, Nobertus Kondrat Yosef Lana mengatakan Ia dan warga sangat gembira dengan hadirnya listrik di desa mereka.“ Kami sangat senang karena desa kami akan segera menikmati listrik. Kami siap mendukung seluruh rangkaian pekerjaan pembangunan jaringan listrik, salah satunya merelakan pohon dipotong agar tiang listrik dapat didirikan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Manager UP2K Flores, Simi Eduard Lapebesi mengatakan warga desa sangat antusias membantu pekerjaan. “Warga desa sangat antusias karena mereka akan segera menikmati listrik. Kerinduan mereka akan hadirnya listrik kini telah terjawab” ungkapnya seraya menyampaikan bahwa Progres Pekerjaan listrik desa ini membutuhkan JTM (Jaringan Tegangan Menengah) sepanjang 2.91 kms (kilo meter sirkuit), JTR (Jaringan Tegangan Rendah) sepanjang 0.86 kms dan 1 Gardu dengan daya sebesar 50kVa.

Simi optimis pekerjaan akan selesai dan menjadi kado Hari Kemerdekaan untuk masyarakat. “Kami targetkan pekerjaan di Desa Reka selesai pada bulan Agustus 2020 sehingga pada Hari Kemerdekaan nanti warga Desa Reka juga merdeka dari kegelapan” tandasnya.

Semoga warga Desa Reka yang sudah 74 tahun merindukan listrik dan juga dengan desa-desa lain yang belum menikmati listrik agar segera merdeka dari kegelapan.(*)

Sumber berita dan foto (Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)

Hingga Mei 2020, PLN UP2K Flores Melistriki 33 Desa, Total 1.523 Desa

318 Views

Flores-NTT, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN sebagai penyedia jasa kelistrikan tetap bekerja dan mengabdi membawa terang kepada seluruh masyarakat sampai ke pelosok. Pandemi menyebabkan seluruh akses transportasi baik laut, udara maupun darat terganggu juga sempat mengakibatkan terkendalanya mobilisasi material dan tenaga kerja untuk pembangunan jaringan listrik pedesaan.

Begitu juga dengan rekan-rekan pejuang listrik pedesaan yang setiap hari melakukan pengecekan dan pengawasan pekerjaan pembangunan jaringan listrik pedesaan mengalami kesulitan untuk mobilisasi dan melewati daerah yang ditetapkan sebagai zona merah.

Namun, atas dasar pengabdian, dedikasi dan semangat yang tinggi dari para pejuang kelistrikan Flores dan dengan mengikuti serta melengkapi prosedur protokol siaga Covid-19 yang ditetapkan pemerintah, akhirnya bisa untuk kembali menjalankan tanggung jawabnya.

Pasca Idul Fitri 1441H, tepatnya pada 26 Mei 2020, tiga orang pejuang listrik Flores yakni Said Bin Mahfot Bazher, Achmad Sulthoni Aulia dan Agung Hari Kurniawan kembali menjalankan tanggung jawab mereka melaksanakan commisioning test jaringan listrik pedesaan di Desa Watu Umpu, Kecamatan Welak Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jarak dari kota di Ruteng ke Desa Watu Umpu kurang lebih 60 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam dengan medan geografis dan perjalanan yang sulit sehingga membutuhkan waktu tempuh yang lama. Perjalanan dari pagi hingga ke lokasi pekerjaan listrik desa hingga siang, lalu melakukan pemeriksaan akhir sebelum commisioning test.

Kegiatan dimulai dari pemangkasan pohon yang mendekati jaringan belum dipangkas sehingga baru bisa dilakukan commisioning test pada pukul 18.00 WITA. Selain melakukan pemeriksaan jaringan listrik desa, tim juga memperhatikan keamanan dan keselamatan tenaga kerja di lapangan dengan memastikan personil tenaga kerja sudah lengkap berkumpul dan memberikan informasi ke warga sekitar lokasi jaringan listrik agar tidak mendekat ke jaringan listrik apabila sudah bertegangan.

“Kami mewakili PLN UP2K Flores mengucapkan terima kasih kepada PT Dwi Tehnik Kupang sebagai vendor pelaksana pekerjaan dan kepada masyarakat Desa Watu Umpu yang sudah merelakan tanamannya untuk dipotong demi kelancaran pekerjaan ini serta untuk semua pihak yang telah mendukung sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu meskipun di tengah pandemi Covid-19,” ucap Manager UP2K Flores, Simi Eduard Lapebesi.

Simi juga menyampaikan, hingga Mei 2020, UP2K Flores sudah berhasil menyalakan 33 desa sehingga jumlah desa berlistrik di Flores telah mencapai 1.523 desa dari 1.619 desa dengan Rasio Desa Berlistrik 94.07%.

Ia juga berpesan agar tetap menjaga kesehatan, semangat dan kekompakan meskipun bekerja di tengah pandemi Covid-19. “Saya berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa beraktivitas secara normal,” pintanya.

Tantangan kita saat ini, imbuh Sami, untuk tetap membawa terang di tengah pandemi Covid-19 dan kesulitan dalam mobilisasi material dari gudang PLN ke lokasi pekerjaan dan juga mobilisasi tenaga kerja.

“Untuk pejuang listrik Flores agar tetap menjaga kekompakan dalam bekerja memberikan terang kepada masyarakat. Semua mitra/vendor wajib mengikuti SOP yang ditetapkan pemerintah terkait pengendalian Covid-19. Untuk kelancaran vendor, dilengkapi surat dari GM PLN UIW NTT& PLN UP2K Flores serta surat dari tim satgas Covid-19” tegas Simi.

Setelah semua dipastikan aman, tim PLN UP2K Flores melaksanakan commisioning test, kemudian bergegas pulang ke kota Ruteng sekitar pukul 20.00 WITA dan tiba pada pukul 23.00 WITA.

“Ucapan terima kasih tak terhingga, saya sampaikan kepada PLN UIW NTT dan PLN UP2K Flores yang dengan semangat telah memberikan terang kepada desa kami yang telah merindukan hadirnya listrik selama 74 tahun Indonesia Merdeka. Terima Kasih PLN” kata Lasarus, Kades Watu Umpu.

Perjalanan yang cukup melelahkan di tengah pandemi Covid-19 akhirnya membuahkan hasil yang baik, satu lagi tugas mulia telah terlaksana dengan penuh tanggung jawab dan kerinduan masyarakat akan hadirnya listrik kini telah terjawab.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)
Editor (+rony banase)