Arsip Tag: sopia

Coklat Gaura, Sopia & Teh Kelor Dikenalkan di World Travel Market London

367 Views

London, Garda Indonesia | Pameran pariwisata terbesar di dunia ini berlangsung di London, Inggris pada 4—6 November 2019 di lokasi pameran raksasa Excel London di Royal Victoria Docks, United Kingdom. Sejarah baru diukir oleh Nusa Tenggara Timur yaitu dapat mengikuti pameran (exhibition) tersebut dengan memiliki sendiri stan seluas 400 meter persegi atau 100 m lebih besar dari stan Indonesia.

Bersebelahan dengan stan NTT yang ditulis dengan nama Exotic East Nusa Tenggara (EENT) adalah beberapa negara Asia seperti Korea Filipina Taiwan Malaysia sehingga pengunjung yang tidak tahu, mereka bertanya-tanya Apakah Nusa Tenggara itu adalah suatu negara baru sehingga memiliki stan di tengah-tengah dari beberapa negara-negara besar ?

Tetapi kami menjelaskan bahwa Exotic East Nusa Tenggara adalah bagian dari negara Indonesia. Begitu banyak pengunjung bertanya-tanya di bagian manakah posisi letak dari Nusa Tenggara karena kebanyakan dari pengunjung lebih mengenal Bali dari pada Indonesia,” terang Jonathan Hani, Project Leader EENT.

Tetapi kali ini mereka baru tahu bahwa ada Surga Tersembunyi di Selatan Indonesia yaitu Exotic East Nusa Tenggara.

Foto bersama Tim Exotic East Nusa Tenggara (EENT) dan Putri Pariwisata Indonesia 2019 asal NTT, Clarita Mawarni Salem

Tetapi ada juga yang lebih menarik bahwa stan NTT banyak dikunjungi oleh orang-orang dari seluruh dunia dan mereka disuguhkan coklat dari Sumba bermerek GAURA yang sedang Viral dan baru saja di launching di PARIS.

Mereka juga mencicipi minuman beralkohol Sopia, bahkan Teh Kelor dari Timor Moringa produksi dari entrepreneur muda Meybi Agnesya

Banyak juga yang kaget bahwa NTT juga memiliki coklat berkelas dunia yaitu Gaura Dark Chocolate 60% dan 80 % serta coklat yang unik berwarna hijau yaitu coklat kelor yang habis menjadi rebutan para pengunjung di sana

Demikian cerita seru dan sukses dalam 3 (tiga) hari berturut-turut dan NTT dipenuhi oleh banyak pengunjung dan banyak Kesepakatan bisnis pariwisata mencapai puluhan miliar. Di stan NTT terdapat sekitar 20 pojok dari hotel-hotel di NTT dan Tour and Travel yang mempromosikan NTT. Ini adalah sukses besar NTT diperkenalkan di kancah internasional.(*)

Sumber (*/Bobby Lianto)
Editor (+rony banase)

Tenunan, Sopia dan Se’i Asal NTT Akan ‘Go International’

240 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Selasa, 30 Juli 2019 Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat menerima kunjungan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku bersama dua orang anggotanya. Kedatangan mereka untuk menggali informasi lebih tentang pembangunan di NTT yang kian berkembang.

Dalam pertemuan ini, Gubernur Laiskodat memperkenalkan 3 (tiga) industri lokal yang menurutnya akan menjadi unggulan di NTT.

“Tenunan, Sopia dan Se’i akan menjadi industri utama di NTT. Saya pastikan sebentar lagi ketiga industri ini akan dikenal di dunia internasional,” begitu kata Gubernur VBL.

“Sejak dulu kala, tenunan sudah dikerjakan oleh para leluhur di NTT, begitu juga sopi. Jadi, pemerintah tidak perlu mengajarkan lagi cara membuatnya. Saat ini, pemerintah hanya perlu fokus pada bagaimana pemasarannya. Demikian juga se’i (daging yang diasap,red), salah-satu makanan khas NTT yang sudah ada sejak dulu,” sambungnya.

“Saya promosi langsung ke dunia internasional. Beberapa waktu lalu, saya membawa anak-anak dari Kabupaten Sabu Raijua untuk memperkenalkan tarian juga tenunan mereka di festifal pariwisata yang berlangsung di Norwegia. Hasilnya sangat luar biasa, semua tenunan yang dibawa habis terjual, bahkan banyak juga yang sempat memesannya,” kata gubernur.

“Sekarang dunia mengenal yang namanya Sopia (Sopi Asli). Awal saya perkenalkan produk ini, banyak yang menentang, tetapi apa hasilnya sekarang? Saat ini negara Rusia meminta produk Sopia ini untuk keperluan pembuatan Vodka. Hal ini tentu akan semakin meningkatkan pendapatan kita,” sambung VBL.

Pose bersama Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Kabiro Humas dan Protokol, Marius Djelamu dan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku

Tidak lupa, Gubernur kembali memperkenalkan satu-satunya pohon ajaib yang telah diakui khasiatnya oleh WHO.

“Saat ini kelor di NTT sangat diminati oleh Jepang. Bahkan permintaan mereka tidak tanggung-tanggung, 40 ton per minggu,” ujar Laiskodat.

Itulah mengapa Politisi NasDem itu berani mengatakan bahwa dalam waktu tidak lama lagi, NTT akan mampu bersaing dengan daerah lain. Hal itu wajar, karena beberapa produknya sudah dikenal dunia internasional.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Provinsi Maluku, Melly Frans mengatakan bahwa sosok Viktor Bungtilu Laiskodat saat ini menjadi sangat terkenal. Diutarakannya bahwa hal tersebut karena kebijakan-kebijakan Gubernur Viktor yang sangat luar biasa.

“Banyak berita, baik di televisi maupun media cetak bahkan di media sosial yang membahas tentang kebijakan bapak gubernur. Saya sering ikuti dan ternyata kebijakan-kebijakan itu mulai terlihat hasilnya sekarang ini, sangat luar biasa,” kata Melly.

“Kami yakin, kedepannya NTT pasti akan sangat maju di bawah kepemimpinan Bapak Viktor. Hal ini merupakan sebuah motivasi tersendiri bagi kami di Maluku, agar mampu bekerja lebih baik lagi,” sambung Melly. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Biro Humas dan Protokol NTT)
Editor (+rony banase)

Dilematik Sopia, Kepala LRT Undana Kupang: “Sopia Tanggung Jawab Bersama!”

348 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran minuman beralkohol Sopia pada Rabu, 19 Juni 2019 di Lab Biosains Undana atas kerja sama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, dan PT. NAM Kupang, menjadi hal yang masih diperbincangkan sampai saat ini berkaitan dengan baik atau buruk dari peluncuran Sopia (sopi asli).

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/06/20/sopia-minuman-alkohol-tradisional-ntt-diluncurkan-ke-pasaran/

Kepala Laboratorium Riset Terpadu (LRT) Biosains Undana, Prof. Ir. Herianus J. D. Lalel, M. Si., Ph. D., ketika ditemui diruang kerjanya menegaskan bahwa pihaknya tidak menyinggung pihak lain, tapi hanya ingin menegaskan kembali posisi Undana dalam proses pembuatan Sophia.

“Kita tidak ingin menyinggung siapa pun, namun kita ingin menjelaskan kepada masyarakat, tentang posisi kita dalam kerja sama ini”, ujar Profesor yang akrab disapa Heri.

Sebab menurut Heri, banyak orang yang beranggapan bahwa Undana adalah produsen Sopia.

“Kita ini bukan Produsen Sopia, kita hanya mengkaji dan menetapkan SOP sebagai landasan kerja produsen. Kita hanya mengontrol mutu dari Sopia”, imbuhnya.

Jelas Heri, pengkajian yang dimaksud untuk mengetahui kadar dalam alkohol dari sopi yang diperoleh serta untuk mengeluarkan metanol dari sopi agar tidak menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat yang mengonsumsi.

Kepala Laboratorium Riset Terpadu (LRT) Biosains Undana, Prof. Ir. Herianus J. D. Lalel, M. Si., Ph. D

“Kita cari tahu kadar alkohol dari sopi yang kita ambil dari masyarakat, kemudian kita pisahkan metanolnya, sehingga bisa aman untuk dikonsumsi. Karena metanol ini racun dan bisa menyebabkan kematian”, tutur Heri.

Lanjut Heri, pihaknya juga ingin menegaskan kembali bahwa Undana bukan penemu Sopia, melainkan Sopia diambil dari kekayaannya masyarakat NTT.

“Supaya jangan salah paham, Undana bukan penemu Sopia, karena sopi ini kekayaan masyarakat NTT, dan kita bantu supaya prosesnya punya standar serta kebersihannya terjamin”, jelas Heri.

Kepada Media Garda Indonesia, Heri menyampaikan bahwa masyarakat jangan tergiur dengan sopi yang dibakar menyala, karena itu sangat berbahaya. Menurutnya, sopi seperti itu biasanya mengandung metanol.

“Saya harap masyarakat tidak boleh tergiur dengan sopi yang dibakar menyala. Itu mengandung metanol dan sangat berbahaya. Metanol itu cepat menguap dan mudah terbakar. Makanya kita masukan di lab untuk dipisahkan metanolnya”,imbaunya.

Toas Sopia oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Wagub Josef Nae Soi, Rektor Undana Prof Fred Benu, Owner Toko NAM, dan Unsur Forkompinda saat peluncuran Sopia di Lab Biosains Undana

Sopia yang akan diproduksi, tutur Heri, nantinya dibuat tanpa menghilangkan kekhasan dari masing-masing daerah, namun dipilih nama Sopia sebagai merek dagangannya.

“Kita akan tetap mempertahankan rasa sopi dari masing-masing daerah, sehingga nanti bisa digunakan dalam acara-acara adat. Sopia itu hanya merek dagang saja”, sebut Heri.

Beberapa waktu yang lalu pihak Undana sudah turun ke masyarakat dan sudah memberikan bantuan alat untuk mengukur kadar alkohol. Dan kedepannya Undana akan berupaya menghadirkan alat-alat yang bisa digunakan masyarakat dalam mengolah sopi sesuai standar, sebelum dibeli oleh pihak produsen.

Dirinya juga meminta kepada semua pihak agar turut serta membantu melalui ide-ide dan gagasan-gagasan yang baik guna membangun kehidupan perekonomian NTT yang lebih baik.

“Ada banyak hal yang harus kita lakukan dalam menetapkan standar produksi. Pemerintah juga berupaya menyiapkan Perda yang nantinya mengatur semua tentang Sopia. Sopia bukan tanggung jawab satu pihak saja, tapi tanggung jawab masyarakat NTT”, pungkas Heri. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Sosialisasi Sopia – Ingin jual Sopia?, Harus Punya SIUPMB!

277 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Peluncuran atau Launching Sopia atau sopi asli masyarakat Nusa Tenggara Timur, yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh Gubernur NTT bersama Rektor Undana, Pemilik toko NAM Kupang dan berbagai pihak lainnya bertempat dibalai Lab Biosains Undana merupakan langkah maju yang diambil oleh Pemerintah Provinsi NTT dalam memajukan perekonomian masyarakat.

Pembahasan berkaitan dengan Sopia menimbulkan diskusi panjang berkaitan dengan produksi, penjualan dan juga legalisasi. Peranan Biro Humas dan Protokol Setda NTT dalam memberikan sosialisasi pada masyarakat merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah.

Pertemuan Badan Komunikasi Kehumasan (Bakohumas) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, yang mengangkat tema: Peran Humas Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Legalisasi Minuman Keras Lokal Sopi Asli “Sophia” Nusa Tenggara Timur, pada selasa 25 Juni 2019 bertempat di Aula Rafa Hotel Ima Kupang.

Hadir sebagai narasumber Kepala Laboratorium Riset Terpadu (LRT) Undana Kupang, Prof. Ir. Herlanus J. D. Malem, M. Si., PhD., Hani Ratu Walu, SH., M. Hum., Kepala Sub Bagian (Kasubag) Rancangan Peraturan Gubernur dan Keputusan Gubernur Setda NTT, dan Operasional Manager PT. NAM Kupang, Hendryadi.

Dalam materinya, Prof. Herlanus mengatakan bahwa minuman beralkohol dikelompokan dalam 3 (tiga) golongan berdasarkan tingkat kandungan etanolnya, diantaranya golongan A dengan kadar Ethanol 0%-5%, golongan B kadar 5%-20%, dan golongan C dengan kadar ethanol 20%-55%.

Lanjutnya, akhir-akhir ini terjadi degradasi nilai budaya, seperti tawuran yang semakin marak terjadi di NTT.
“Terjadi penurunan nilai budaya akibat konsumsi miras berlebihan yang berdampak pada perkelahian. Sebenarnya miras lokal sopi adalah kekayaan budaya, dan selalu dipakai dalam acara-acara adat”, tuturnya.

Lebihnya, besar resiko yang terjadi, dikarenakan kurangnya mutu sopi masyarakat NTT yang tidak terstandar, kebersihan tidak terjamin serta adanya senyawa beresiko racun.
” Kita mengupayakan perbaikan mutu Sopia dengan perbaikannya standarisasi proses dan produk, penjaminan kebersihan produk serta meniadakan senyawa beresiko racun. Ini akan menjadikan Sopia sebagai minuman berkelas di NTT “, ungkap Lalel.

Pada kesempatan Guru Besar Undana itu menjelaskan bahwa Undana bukan produsen, Undana hanya meneliti tentang kandungan dan membuat standar produksi.
” Kita bukan sebagai produsen, kita hanya melakukan penelitian dan membuat SOP serta mengawasi proses produksi yang dilakukan perusahaan “, ujarnya.

Sementara itu, PT. NAM Kupang yang di wakili oleh Manager Operasional, Hendryadi mengatakan bahwa pendistribusian utama Sopia akan dilakukan di Pulau Timor, dan untuk Pulau Flores, Rote, Alor dan Sabu masuk sub distributor atau star Outlet.

” Untuk pendistribusian Sopia yang pertama itu di Pulau Timor karena kita sudah memiliki kantor cabang di Soe dan juga Atambua. Sementara untuk Pulau lainnya kita akan buka cabang baru, misalnya d Flores, Rote, Alor dan Sabu”, ujarnya.

Untuk outlet yang ingin menjual produk alkohol harus memiliki Surat Izin Untuk Penjualan Minuman Beralkohol (SIUPMB), dengan melengkapi berbagai persyaratan yang ada.
“Untuk outlet yang mau jual Sopia, harus punya SIUPMB. Nanti kita rekomendasikan”, lanjut Hendryadi.

Lagi, menurut Yadi, issue yang berkembang di masyarakat tentang legalisasi Sophia disalah artikan oleh masyarakat. Sehingga mereka Sopi lokal dengan sebebasnya.
“Masyarakat berpikir bahwa setelah ada legalisasi Sophia mereka legal dalam menjual Sophia tanpa perlu izin lagi. Sebenarnya legas/cukai adalah untuk retribusi”, ungkapnya. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

Sopia – Minuman Alkohol Tradisional NTT Diluncurkan Ke Pasaran

418 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Impian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dibawah kepemimpinan Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi untuk berkreasi dan memproduksi minuman beralkohol tradisional secara resmi  terwujud atas hasil kerja kolaboratif antara Undana dan Pemprov NTT. Tepatnya, Hari Rabu, 19 Juni 2019 pukul 14:00 WITA—selesai, berlokasi di Laboratorium Riset Terpadu Biosain Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Launching atau peluncuran minuman beralkohol khas masyarakat NTT yang diolah secara ilmiah dan diseleksi dari berbagai daerah penghasil sopi (minuman beralkohol tradisional, red) yang tersebar di Daratan Timor, Flores, Alor dan Sumba. Peluncuran perdana Sopia diambil dari hasil riset olahan sopi masyarakat asal Insana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU)

Launching Sopia dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Wakil Ketua DPRD NTT, Civitas Akademika Undana, Perwakilan Bank BRI dan Bank NTT, unsur Forkompinda dan sektor swasta

Gubernur Viktor Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi, Rektor Undana Prof Fred Benu, Owner Toko NAM dan unsur pendukung mencicipi Sopia

Peluncuran Sopia ditandai dengan toast dan menikmati bersama rasa (taste) minuman beralkohol khas NTT yang berkadar alkohol dari 20—40 persen

Rektor Undana, Prof Ir Fredrikus Benu saat peluncuran Sopia dalam rangkaian Dies Natalis Ke-57 Universitas Nusa Cendana (Undana) mengatakan bahwa Sopia merupakan bukti produk dari diolah dari industri rumahan menjadi industri komersil sebagai kerja kolaboratif Undana, Sektor swasta (Toko NAM), dan Pemprov NTT

“Hari ini sebagai momen bersejarah bagi NTT dan Undana. Seperti kita tahu bahwa Undana telah menandatangani MoU dengan sektor swasta untuk mendukung program dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat yakni Pendidikan Vokasi Kepariwisataan dan melakuan riset terhadap minuman beralkohol khas NTT ”, ujar Prof Fred Benu

Sedangkan, Gubernur NTT Viktor Laiskodat usai launching dan mencicipi Sopia menyampaikan kebanggaan dan terima kasih kepada Undana yang telah mengambil langkah besar menghasilkan Sopia sebagai produk hasil riset terbaik dari Undana

“Dalam teori kolaboratif perguruan tinggi, pemerintah, pengusaha, lembaga keuangan dan masyarakat yang berpartisipasi dalam membangun industri rumah tangga dapat dikapitalisasikan menjadi kekuatan produk Sopia yang sangat baik”, tutur Gubernur Viktor

Disamping itu, Owner Toko NAM, Leonard Antonius kepada awak media menyampaikan bahwa harga pasaran Sopia akan dipatok atas harga dasar dari masyarakat penghasil sopi

“Harga tergantung mutu sopi terbaik dari petani dengan kadar alkohol berkisar 20—40 persen dan Sopia akan dipasarkan hingga ke luar negeri dan saat ini belum ada kisaran harga pasti”, ungkap Leonard Antonius.

Penulis dan editor (+rony banase)