Arsip Tag: tower emergency pln ntt

“Hanya 10 Hari” PLN Pulihkan Listrik di NTT Pasca-Badai Seroja

1.315 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Tidak membutuhkan waktu 1 (satu) bulan ataupun prediksi listrik baru menyala pada bulan Mei 2021, pasca-badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan jaringan listrik dan telekomunikasi di 14 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 4—5 April 2021.

Perjuangan PLN selama 10 (sepuluh) hari melistriki dan menjadikan NTT sebagai Nusa Terindah Terang kembali, terbukti berhasil berkat kerja kolaborasi dan sinergisitas antara PLN, Pemda/Pemprov NTT, TNI,/Polri, dan masyarakat, juga berkat dukungan 723 personil PLN yang mana 163 personil berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Bali, Maluku, Palu, dan Papua Barat.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/06/listrik-pln-di-kota-kupang-padam-pemulihan-menyeluruh-1-bulan/

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko usai sesi konferensi pers bersama Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda pada Senin, 19 April 2021, secara virtual pasca-pemulihan jaringan listrik di daratan Timor usai dibangunnya menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang; menyampaikan bahwa akibat patahnya tower tersebut mengakibatkan 4 (empat) kabupaten (Kupang, TTS, TTU, dan Belu, red) listrik padam dan gelap gulita.

“Meskipun sebagian kecil di Kabupaten Kupang, kami fungsikan jalur dari tegangan menengah jaringan 20 KV, namun sebagian besar listrik padam,” ungkapnya di hadapan Plt. Kepala BPBD Provinsi NTT Isyak Nuka; Kabiro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Marius Djelamu, dan perwakilan Korem 161/Wirasakti.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers kepada awak media

PLN, imbuh Jatmiko, sudah sering memulihkan jaringan listrik pasca-badai dan sering mengalami kejadian tower roboh. “Dan pembangunan tower emergency sering kami lakukan dan biasanya cukup lama, bisa hingga 1 (satu) bulan. Tetapi di NTT, di awal dengan pengalaman seperti itu, saya melihat kondisi listrik padam bisa cepat dipulihkan dan bagaimana caranya,” ungkapnya.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/04/18/listrik-daratan-timor-nyala-lagi-pln-berhasil-bangun-tower-emergency/

Kunci memulihkan listrik di NTT, urai Jatmiko, harus kerja bersama dan terbukti. “Saya menghadap ke Danrem 161/Wirasakti, Pemda, dan melibatkan masyarakat. Kuncinya harus bersama,” ucap General Manager PLN UIW NTT sembari menyampaikan mewakili PLN UIW NTT menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder.

Selanjutnya, tandas Jatmiko, untuk menormalkan listrik di Pulau Timor dalam waktu dekat. “Kemudian untuk pulau lain di Sabu, Rote, Lembata, Alor, dan Adonara, sementara berproses menyelesaikan tugas hingga tuntas pagi, siang, dan malam, meski puasa teman-teman (personil PLN, red) tetap menjalankan tugas,” pungkasnya.

Sebelumnya, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers (H+1 Badai Seroja) pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Cabang Kupang menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama listrik di Kota Kupang. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi di Kota Kupang,” terangnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama oleh PLN UIW NTT

Listrik Daratan Timor Nyala Lagi, PLN Berhasil Bangun ‘Tower Emergency’

1.494 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PLN berhasil membangun menara darurat (tower emergency) sebagai pengganti sementara 2 (dua) menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) tegangan 70 kilo Volt (kV) yang patah dan roboh akibat diterjang Badai Siklon Tropis Seroja di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Puji syukur, PLN telah berhasil mendirikan 1 unit tower emergency setinggi 61 meter atau sebanyak 21 kolom lebih cepat dari target di awal,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko sembari menjelaskan, pembangunan menara darurat awalnya ditarget rampung selama 1 bulan, namun dapat selesaikan dalam waktu 10 hari. Saat ini, PLN tengah melakukan tahapan pengujian pembebanan untuk memastikan keandalan dan keamanannya.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/02/25/cegah-padam-listrik-daratan-timor-pln-sigap-pemeliharaan-di-cuaca-ekstrem/

Jatmiko mengungkapkan, keberhasilan pengoperasian menara darurat tersebut berkat sinergisitas personel PLN, TNI dan juga masyarakat. “Dengan ketangguhan dan kompetensi teknis yang sangat baik, kendala dan tantangan yang ada bisa diatasi dengan berdirinya menara darurat. Hal ini juga berkat dukungan dari 77 personel gabungan PLN Grup, 30 personel TNI Korem/161 Wirasakti dan warga setempat bahu membahu membantu kami untuk pembersihan jalur transmisi,” urainya.

Sinergi PLN bersama TNI mempercepat pembangunan Tower Emergency setinggi 61 meter di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Semula direncanakan selesai 1 bulan, namun dapat dibangun hanya dalam 10 hari dengan kerja tanpa kenal lelah demi NTT terang lagi.

Letnan Dua Infanteri Arif Setyo Budi dari Batalyon Infanteri 743/PSY Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana menyatakan sinergisitas tersebut merupakan komitmen TNI dalam mengamankan objek vital negara. “Kami bersama masyarakat dalam mendirikan penggantian menara darurat sehingga dapat normal kembali dan progres yang sudah direncanakan oleh PLN juga berjalan dengan lancar bahkan lebih cepat dan ini bukti komitmen kami dari TNI juga mengamankan object vital,” ucap Arif.

Warga Desa Tunfeu, Alexander Lopo (26) mengungkapkan alasannya turut membantu pendirian tiang darurat. “Dari awal kami di sini melihat hujan deras dan memang longsor yang mengakibatkan miringnya tower dan roboh. Jadi, kami secepatnya membantu PLN agar listrik dapat menyala kembali. Kami membantu membuka jalan karena longsor, jalan masuk ke tower susah setengah mati. Kami berniat membantu PLN karena kami lihat PLN sudah bekerja keras untuk masyarakat dan tidak pernah putus asa untuk mendirikan tower kembali,” ungkap Alex.

Saat ini, pihak PLN terus berupaya memulihkan jaringan kelistrikan yang kena dampak badai siklon seroja di NTT. Tercatat hingga Minggu, 18 April 2021 pukul 12.00 WITA di seluruh NTT, PLN telah berhasil memulihkan 2.442 gardu yang terdampak, sehingga sebanyak 395.634 pelanggan dapat menikmati listrik kembali. Guna mengetahui informasi terkini atau menyampaikan aduan terkait kelistrikan, masyarakat dapat mengaksesnya melalui aplikasi PLN Mobile.

Dengan beroperasinya menara darurat ini, maka sebanyak 169.480 pelanggan PLN di 4 (empat) kabupaten di Pulau Timor yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu berpotensi segera menikmati listrik lagi. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas PLN UIW NTT)

Editor (+roni banase)