Arsip Tag: vaksinasi wartawan

Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

237 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengeksekusi instruksi Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim untuk memfasilitasi para wartawan yang bertugas di wilayah Belu dalam mendapatkan pelayanan vaksin di Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Selasa, 11 Mei 2021.

Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si. ketika dihubungi  Garda Indonesia via sambungan telepon pada Selasa siang menuturkan, bahwa vaksin hari ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan vaksinasi bagi para wartawan beberapa waktu lalu. Bupati Belu mengingatkan kembali melalui acara coffee morning bersama pekerja pers, pada Jumat, 7 Mei 2021.

“Menurut Bupati, pekerja media menjadi salah satu (kelompok, red.) pekerja yang memang rawan dan harus menjadi prioritas, karena pekerjaan sehari – harinya di lapangan dan berbaur dengan semua kalangan masyarakat. Pantauan kami, vaksin hari ini berjalan lancar,” tegas Jap, sapaan akrabnya.

Kepala Dinas Kominfo, Johanes Andes Prihatin, SE.,M.Si.

Jap mengimbau kepada pekerja media lainnya yang belum mendapatkan vaksin, untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kominfo agar  difasilitasi menerima vaksin. Dan, bagi para jurnalis yang sudah divaksin, diharapkan bisa memberikan kesaksian sekaligus mengajak masyarakat untuk bersedia divaksin, yang mana menjadi bagian dari upaya penanggulangan dampak Covid – 19.

“Saya memberikan apresiasi setinggi– tingginya kepada Bupati atas perhatian luar biasa kepada pekerja media. Waktu coffee morning, bupati sudah keluarkan pernyataan, bahwa pekerja media disetarakan dan dihormati sama dengan profesi–profesi lain. Bupati memandang media sebagai mitra dalam melaksanakan pembangunan selama masa kepemimpinannya,” papar Jap, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Belu.

Terpisah, wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas mengungkapkan, proses pelaksanaan vaksin kepada para pekerja media ini, sebagai bentuk perhatian prioritas Pemerintah Daerah Belu di bawah kepemimpinan Bupati dr. Agus Taolin dan Wakil Bupati Drs. Alo Haleserens. Tentu, hal ini perlu dilihat sebagai suatu upaya bersama dalam memerangi penyebaran dampak Covid–19 di Belu. Para pekerja media yang bergelut dengan aktivitas jurnalistik setiap hari, meliput dan bertemu dengan semua narasumber, tentu faktor– faktor kesehatan harus diperhatikan demi menjaga stabilitas imunitas tubuh.

Lanjut Teni Jenahas, dengan adanya vaksin ini, berarti para pekerja pers yang bertugas di Belu memberikan dukungan positif kepada program Pemerintah Daerah Belu, sekaligus mengajak masyarakat untuk divaksin tanpa ragu–ragu. Mengingat, betapa pentingnya vaksin dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam mencegah ancaman bahaya Covid–19.

“Hari ini luar biasa. Karena itu, saya mewakili teman–teman wartawan menyampaikan terima kasih sekaligus memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati yang sudah memberikan ruang vaksinasi bagi para pekerja media,” tutup Teni Jenahas (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)

Foto: kominfobelu

Johnny Plate : Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

2.235 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Johnny G. Plate, mengimbau agar wartawan peserta Program Vaksinasi  Tahap II Awak Media se-Jabodetabek untuk tidak mengunggah atau upload sertifikat vaksinasinya ke media sosial.

Hal tersebut disampaikan Johnny di hadapan ribuan orang wartawan yang dijadwalkan untuk menerima dosis kedua vaksin Covid-19 lewat Program Vaksinasi kerja sama antara Dewan Pers, Kominfo dan Kemenkes RI, di Hall Basket A Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, pada Selasa, 16 Maret 2021.

QR Code yang tertera pada sertifikat vaksin mengandung informasi sensitif tentang pemiliknya seperti nama, tanggal lahir, dan juga nomor NIK. Data pribadi ini, jika tidak hati-hati, bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mohon wartawan sebagai agen pencerah dan perubahan perilaku bantu menyosialisasikan hal ini kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Johnny pun berharap semoga dengan diterimanya vaksinasi dosis kedua ini, kekebalan tubuh wartawan dapat segera terbentuk sehingga ke depannya bisa segera beraktivitas dan melakukan kegiatan pemberitaan seperti sedia kala.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, menjelaskan bahwa program vaksinasi yang dilakukan tersebut hanya dapat mengakomodir wartawan yang sebelumnya sudah menerima vaksinasi tahap pertama pada tanggal 25—27 Februari 2021 lalu.

“Sehubungan dengan keterbatasan kuota vaksin dan pentingnya penerapan protokol kesehatan di lokasi kegiatan, vaksinasi kali ini tidak dapat melayani pendaftaran peserta pada hari pelaksanaan kegiatan ataupun awak media yang sebelumnya belum pernah menerima vaksinasi,” ujar Agus.

Terkait awak media yang belum terakomodir oleh kegiatan ini, Agus mengatakan dapat mengikuti program vaksinasi gelombang berikutnya dengan melakukan pendaftaran lewat asosiasi AJI, AMSI, ATVSI, ATVLI, Forum Pemred, IJTI, PFI, PRSSNI, PWI, SMSI dan SPS sebelumnya.

“Jika ada wartawan yang tertular COVID-19 setelah vaksinasi tahap I, sesuai protokol kesehatan yang ada, kami mengimbau agar yang bersangkutan dapat melakukan isoman (isolasi mandiri, red) dan menunggu 3 bulan sebelum mengulang vaksinasi. Narahubung Kemenkes sudah mengonfirmasi nanti vaksinasi ulang akan diberikan bersama-sama dengan kelompok masyarakat lainnya,” pungkas Agus.(*)

Sumber berita (*/dewan pers.or.id)

Foto utama oleh dra/kominfo.go.id

Editor (+roni banase)