Arsip Tag: wisata mulut seribu

Imbauan ‘New Normal’ di NTT, Gubernur VBL : Boleh Cium Hidung Pakai Masker

689 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hari ini, Senin tanggal 15 Juni 2020 kita juga sudah melakukan the new normal life, mudah-mudahan kita semua mematuhi protokol kesehatan selalu memakai masker; cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir, dan selalu menjaga jarak termasuk di Kantor Gubernur; kita harapkan para Pegawai Negeri Sipil tetap menjaga jarak; karena walaupun tata kelola pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan telah dibuka, namun protokol kesehatan harus tetap diperhatikan,” ujar Gubernur VBL dalam sambutannya saat meresmikan cottage di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao.

“Gunakan masker boleh. Pakai masker sambil cium hidung tidak masalah. Karena identitas cium hidung tidak boleh hilang. Jadi saya pikir bahwa ini adalah budaya-budaya yang mengikat kita dari lahir; budaya yang turun temurun menjadi kehidupan. Lantas apa itu new normal ? New normal adalah ketika kita hidup kembali cuci tangan tetapi tetap cium hidung. Kita harus mulai hidup bersih dan berubah supaya yang hilang tidak hanya Covid-19 tetapi juga kita terhindar dari yang namanya orang mati karena demam berdarah,” terang Gubernur VBL.

“Saya sebagai Gubernur mengharapkan agar kita menerapkan pola pikir kita yang baik sebagai manusia yang diberikan akal dan kecerdasan kita harus bisa menganalisa kembali situasi agar kita bisa memutuskan supaya kondisi-kondisi dalam kehidupan kita tetap berlanjut di Nusa Tenggara Timur. Tanpa Covid-19 saja kita sudah parah dengan kondisi kemiskinan parah dan dalamnya kemiskinan itu telah kita rasakan dan kita hidup di dalam kemiskinan tersebut,” urainya.

Apalagi, lanjut VBL, kita berhenti selama 3 bulan untuk tidak berproduksi; tidak melakukan aktivitas, sehingga menyebabkan kedalaman dan kemiskinan parah juga pengangguran makin banyak di NTT.

“Ini tantangan bagi para pemimpin NTT adalah bagaimana mendesain pembangunan itu dengan anggaran yang terbatas agar mampu menjawab tantangan-tantangan hebat yang kita hadapi dan hanya diberikan kepada mereka; orang-orang yang cerdas, rajin, dan peduli kepada sesamanya untuk kita bangun dari kondisi seperti ini,” tegas Gubernur VBL.

Sebagai Gubernur, sebut VBL pihaknya hadir di sini; pada saat telah diberlakukan the new normal life. “Saya mengharapkan kita kembali serius dan fokus terhadap program-program yang telah kita buat, terutama pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, pertanian, peternakan dan perikanan,” pintanya.

Hari ini, tandas Gubernur VBL, kita bersyukur dengan apa yang kita kerjakan; kita belajar membangun komunitas pariwisata. Kita harus membangun pariwisata berbasis masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi membangun tempat ini bersama dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bukan provinsi saja tetapi juga dengan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membangun masyarakat yang berpikiran maju. (*)

Sumber berita (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)
Editor dan foto utama (+rony banase)

Gubernur VBL Pinta Pemda Rote Ndao Siapkan Festival Mulut Seribu

364 Views

Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Pada hari Rabu, 7 Agustus 2019, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Rote Ndao

Kedatangan Gubernur VBL kali ini selain untuk melihat perkembangan kemajuan kehidupan masyarakat di beberapa kecamatan di Rote Ndao, juga untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan cottage di dekat pelabuhan mulut seribu.

Gubernur NTT Viktor Laiskodat melakukan peletakan batu pertama pembangunan cottage di Mulut Seribu

“Kita akan berkolaborasi baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten setempat, BumDes, maupun masyarakat di sekitar sini. Karena tujuan pembangunan cottage ini untuk menampung wisatawan yang datang untuk melihat keindahan pariwisata di Rote Ndao, khususnya di Mulut Seribu”, ujar gubernur.

“Yang jelas kalau wisatawan datang, berarti ekonomi masyarakat akan meningkat. Oleh Karena itu sebagai gubernur saya minta agar 6 bulan dari sekarang saya kembali untuk meresmikan cottage ini”, sambung Viktor Laiskodat.

Orang nomor satu di NTT ini juga mengungkapkan kekagumannya pada keindahan mulut seribu.

“Saya sudah mengelilingi beberapa negara di dunia, tapi tidak ada yang seindah seperti di mulut seribu. Tempat ini sangat eksotik dan dapat menjadi tempat budidaya ikan yang sangat baik”, lanjut Laiskodat.

Kekaguman Gubernur NTT Viktor Laiskodat terhadap Mulut Seribu

“Saya minta pemerintah kabupaten agar menyiapkan secara serius kegiatan festival mulut seribu yang akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan. Transportasinya bagaimana, penginapannya bagaimana, restorannya seperti apa, sehingga ketika wisatawan datang mereka melihat bahwa kita sangat siap melaksanakan festival ini”, kata gubernur.

“Akan ada 500 kapal yang disiapkan untuk mengantar wisatawan melihat keindahan pulau seribu. Nanti dari provinsi akan membantu menyiapkan kapal ini”, sambung mantan anggota DPR RI ini.

Diakhir kegiatan ini, gubernur memberikan apresiasi kepada bapak John Fero yang menyumbangkan sebidang tanahnya di Desa Daiama kecamatan Landuleko untuk dibangun cottage serta restoran untuk para wisatawan yang datang. (*)

Sumber berita (*/Sam Babys—Staf Biro Humas dan Protokol Setda Prov. NTT)

Editor (+rony banase)

Kunjungi Mulut Seribu, Gubernur VBL Hadiah 10 Pemuda Kursus Bahasa Inggris

319 Views

Rote-NTT, Garda Indonesia | Mulut Seribu, perairan laut eksotik yang terletak di Pulau Rote Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bakal menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas dibawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)

Pada, Senin, 29 April 2019, Gubernur Viktor Laiskodat mengunjungi kawasan Mulut Seribu Rote Ndao menggunakan speedboat; didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT bersama Forkopimda Kabupaten Rote Ndao, mengelilingi kawasan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Viktor memantau kemajuan penangkaran ikan gabus, melihat potensi wisata yang dapat dikembangkan serta melakukan dialog dengan warga di sekitar kawasan tersebut.

Saat berdialog dengan warga dari desa Landu Leko dan desa Puku Afu yang dimoderatori oleh Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, terungkap beberapa permintaan warga. Di antaranya usulan pembangunan jembatan, pembangunan sekolah khususnya SMK Pariwisata di sekitar kawasan Mulut Seribu, penyediaan obat-obatan dan penambahan tenaga medis di puskesmas, pembangunan jalan, serta penyediaan sumur bor dan jaringan listrik.

Kawasan perairan Laut Eksotik Mulut Seribu di Pulau Rote

Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Viktor setuju untuk membangun SMK Pariwisata tahun depan. Namun sebelum pendirian harus disiapkan sumberdaya manusia terutama tenaga pendidiknya.

Gubernur Viktor meminta Bupati Rote Ndao untuk memilih 10 (sepuluh) orang pemuda yang berumur 30-an tahun. Mereka akan dikirim untuk mengikuti kursus bahasa Inggris selama setahun. Pembiayaannya murni dari pribadi Gubernur dan bukan dari APBD Provinsi.

“Kirim nama-namanya ke saya sesegera mungkin. Ini sebagai hadiah bagi masyarakat sekitar kawasan Pulau Seribu. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik, sepuluh pemuda ini diharapkan dapat berkomunikasi lancar dengan wisatawan yang berkunjung. Juga dapat mempromosikan potensi Mulut Seribu kepada dunia melalui tulisan”, jelas Gubernur dalam dialog yang dilakukan di Dermaga Lokomanon.

Selanjutnya, Gubernur meminta agar masyarakat sungguh menjaga kawasan Mulut Seribu. Tidak boleh menembak atau berburu burung yang ada di kawasan itu. Juga hindari untuk menangkap ikan dengan bom rakitan. Pemerintah akan bantu agar kapal atau perahu masyarakat lebih ramah lingkungan, pemakaian solarnya dikurangi. Gubernur juga meminta agar masyarakat tidak boleh membuang sampah plastik dan puntung rokok di sepanjang pantai.

“Karang dan flora harus dijaga. Kita mesti menjaga dan memelihara alam ciptaan Tuhan yang indah ini. Karena siapa yang rusakkan alam, tempatnya pasti neraka. Keindahan mulut seribu ini harus bisa dinikmati oleh anak cucu kita sampai kapanpun”, himbau Viktor Laiskodat.(*)

Sumber berita (*/Aven Rame-Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)