Arsip Kategori: Regional

Yuk Ikut Sayembara Logo dan Mars Pesparani II 2020 ! Ini Detail Syaratnya

146 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Panitia Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Nasional II tahun 2020 menghelat dan meluncurkan Sayembara Logo dan Mars Pesparani. Hal ini disampaikan dalam sesi konferensi pers pada Rabu, 12 Februari 2020 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi NTT.

Peluncuran ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem, didampingi Ketua Umum Pesparani Nasional II yang juga Ketua NU NTT Jamaludin Ahmaddan, Ketua Panitia Pelaksana Sinun Petrus Manuk serta sejumlah pejabat dari Kanwil Agama NTT serta Vikjen Keuskupan Agung Kupang Romo Grardus Duka, Pr.

Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) NTT, Frans Salem memukul gong sebagai tanda diluncurkannya Sayembara Logo dan Mars Pesparani Nasional II tahun 2020

Ketua Pelaksana Pesparani Nasional Katolik II, Sinun Petrus Manuk mengatakan Sayembara Logo Pesparani berhadiah Rp.20 juta dan sertifikat sedangkan Sayembara Mars berhadiah Rp.30 juta dan sertifikat.

Tahapan lomba dimulai dengan pendaftaran dan pemasukan karya dari tanggal 11 Februari—19 Maret 2020 pukul 23.59 WITA. Penjurian dari 20—27 Maret 2020. “Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah pada 28 Maret 2020,” ujar Petrus Manuk.

Mengenai persyaratan sayembara logo Pesparani, jelas Sinun, Peserta terbuka untuk umum; WNI berusia di atas 17 tahun, atas nama perorangan (berlaku Nasional); peserta tidak dipungut biaya pendaftaran; peserta melampirkan identitas diri (scan KTP/SIM). Peserta wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan.

Selanjutnya dapat dilihat dan diunduh pada selebaran digital di bawah ini :

Persyaratan administrasi dan teknis lainnya dapat diunduh pada halaman facebook “Pesparani II 2020” atau melalui laman (website) LP3KN http://pesparani.or.id/

Selanjutnya untuk sayembara mars Pesparani, persyaratannya antara lain; Peserta adalah warga negara Indonesia; Materi mars adalah murni karya baru dari pencipta aslinya yang mendaftar sebagai peserta bukan reproduksi, saduran, atau representasi dari karya cipta lagu lain yang pernah ada sebelumnya, baik secara syair maupun melodi.

Informasi lengkap dapat dilihat dan diunduh pada selebaran digital di bawah ini:

Ketentuan administratif, peserta dapat mengikuti sayembara ini dengan cara mengisi formulir pendaftaran dan surat pernyataan yang dapat diunduh pada tautan berikut :

http://http//:pesparani.or.id

Mengisi formulir pendaftaran yang dilengkapi dengan scan tanda pengenal diri (KTP/SIM); File lagu di pos-el (email) ke sayembaramars.pesparani2020@gmail.com

Kesalahan alamat kirim atau melewati batas waktu yang ditentukan dianggap tidak mengirimkan karya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Anita Gah Dorong Beasiswa bagi Anggota GMKI

230 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anita Jacoba Gah Anggota Komisi X DPR RI (Komisi Pendidikan) melakukan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang pada Selasa, 11 Februari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Sekretariat GMKI di Kota Baru Kupang.

Di sela pemaparannya tentang 4 (Empat) Pilar Kebangsaan yakni Undang-undang Dasar 1945, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, Anita Gah mendorong agar Bidikmisi sebagai program besutan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sejak awal berlaku khusus bagi Universitas Negeri namun seiring waktu juga diperuntukkan bagi Universitas Swasta dapat dipergunakan bagi Anggota GMKI Cabang Kupang.

“Hari ini (Selasa, 11 Februari 2020) saya datang di sini karena saya percaya dari anggota GMKI dapat menjadi pemimpin masa datang di negeri ini,” ungkap Anita seraya berkata jika ingin menjadi pemimpin maka harus takut Tuhan dan menggunakan Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Gah juga mengajak Mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI untuk peduli dan memberikan informasi bagi mahasiswa tidak mampu untuk memperoleh Bidikmisi. “Minggu depan, saya akan serahkan 300 Beasiswa Bidikmisi yang saya perjuangkan,” ungkap Anita Gah sambil berseru Jika lihat orang susah jangan diam, karena kita harus bersatu.

Suasana Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anita Jacoba Gah di Markas GMKI Cabang Kupang

“Saya akan bertindak tegas mengusulkan kepada Kemdikbud untuk mencabut Beasiswa Bidikmisi yang digunakan di luar dari kebutuhan kuliah,” tegas Anita sambil berujar kepada GMKI untuk melawan yang tidak benar.

Karena sesuai sumpah jabatannya, urai Anita, peruntukan Bidikmisi hanya untuk mahasiswa tidak mampu dan bukan untuk mahasiswa mampu, maka dirinya akan memperjuangkan beasiswa Bidikmisi yang ditahan dan dipotong oleh pihak kampus. “Jika ada anggota DPRI RI yang berjuang untuk rakyat maka harus dibantu dan jangan diam,” pinta Anggota Komisi X (Bidang Pendidikan) dari Fraksi Partai Demokrat ini kepada sekitar 150 peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Anita Jacoba Gah pose bersama Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Deasy Ballo Foeh dan Dosen Hukum Unkris Kupang, Liven Rafael

“Kami juga menyediakan Rumah Aspirasi yang berada di Kota Kupang, SoE, Sumba, silakan datang membawa surat keterangan tidak mampu dan kelengkapan lain untuk memperoleh Beasiswa Bidikmisi. “Asal calon penerima Bidikmisi memenuhi syarat dan ketentuan yang diatur,” terang Anita.

Untuk tahun 2020 alokasi beasiswa Bidikmisi hanya untuk 300 mahasiswa yang diperjuangkan oleh Anita Gah. “Bagi mahasiswa yang merasa tidak mampu silakan ke Rumah Aspirasi untuk mengisi formulir Bidikmisi dan memprioritaskan bagi mahasiswa yang tergabung dalam GMKI,” tandasnya.

Sementara itu, Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang, Eduard Nautu kepada Garda Indonesia menyampaikan bahwa kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini memicu para mahasiswa untuk membentengi diri dan dibekali dengan pemahaman tentang Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara (Empat Pilar Kebangsaan).

“Mahasiswa sebagai agen perubahan saat kembali kepada masyarakat harus memahami betapa pentingnya Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tak terpapar oleh isu dan paham radikalisme,” ujar Pjs Ketua GMKI Cabang Kupang.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Kupang Komisi X, Deasy Ballo Foeh. Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ditutup dengan menyanyikan bersama Lagu Padamu Negeri dan Mars GMKI.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

‘Co-Branding’ Bank NTT & Politani Kupang Hasilkan Kartu Mahasiswa Plus Kartu ATM

105 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) dan Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja sama tentang Co-Branding Kartu ATM/Debit sekaligus Kartu Mahasiswa pada Senin, 10 Februari 2020 di Kampus Politani Kupang.

Dikutip dari portalimvestasi.com, Co-branding merupakan strategi pemasaran yang menggunakan banyak nama merek sebagai barang atau jasa yang merupakan bagian dari aliansi strategis. Istilah ini dikenal juga sebagai kemitraan merek, co-branding (atau “cobranding”) mencakup beberapa jenis kolaborasi branding yang biasanya melibatkan merek setidaknya dua perusahaan.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho kepada awak media usai penandatanganan kerja sama mengatakan bahwa perpaduan kerja sama antara Bank NTT dan Politani Kupang memudahkan sistem pembayaran bagi Mahasiswa Politani Kupang dengan menggunakan Kartu Mahasiswa yang juga berfungsi sebagai Kartu ATM berlogo Bank NTT.

Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho

“Sebelumnya, kerja sama awal antara Bank NTT dan Politani Kupang dengan penempatan Kantor Kas Bank NTT di Kampus Politani, kemudian berkembang menjadi sistem pembayaran oleh mahasiswa yang berasal dari semua daerah di Provinsi NTT untuk memudahkan mereka (mahasiswa,red) melakukan pembayaran dengan menggunakan Kartu ATM Bank NTT,” ujar Harry Alexander Riwu Kaho.

Ke depan, jelas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, bakal dikembangkan menjadi sistem pembayaran berbasis barcode. “Dan tak hanya itu, Bank NTT juga menyediakan pola pemberdayaan mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa mandiri. Oleh karena itu, perlu sinergi antara Bank NTT dan Politani Kupang,” beber Harry.

Lanjut Harry Riwu Kaho, Bank NTT juga menyediakan modal usaha bagi Alumni Politani maupun Mahasiswa Politani yang akan tamat. “Nanti akan disepakati project pendidikan bersama dengan melihat peluang kebutuhan hasil pertanian organik dan bagi mahasiswa yang akan tamat dan membutuhkan modal kerja,” tandas Direktur Pemasaran Dana Bank NTT.

Foto bersama Pihak Bank NTT dan Politani Kupang

Turut hadir mendampingi Direktur Pemasaran Dana Bank NTT, Harry Alexander Riwu; Kepala Divisi Dana Endri Wardono; Pemimpin Cabang Khusus, Johanis Tadoe; Kepala Kas Politani, Berlian Dima; dan Kepala Kas Politani (Pengganti), Tessa Pau.

Sementara itu, Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.Si. menyampaikan terima kasih kepada Bank NTT dan berharap kerja sama dengan Bank NTT tidak sampai di sini saja, namun ada keberlanjutan khususnya untuk mahasiswa setelah wisuda.

“Kami dari Politani Kupang sangat berterima kasih atas kerja sama menyangkut Kartu Mahasiswa yang berfungsi sebagai Kartu ATM. Ini sangat membantu karena hampir 100 persen mahasiswa Politani berasal dari kabupaten Manggarai Barat, Sumba Barat Daya, Alor, Belu dan Malaka,” tutur Thomas Lapenangga.

Politani Kupang, tambah Thomas, berharap agar Bank NTT juga dapat menyediakan dana berupa pinjaman bagi Alumni Politani. “Tak hanya alumni, kami juga sedang merancang agar dana bantuan tersebut dapat digunakan oleh mahasiswa yang melakukan praktik lapangan sehingga dapat menghasilkan orang muda yang bergelut dalam bidang pertanian,” tandas Direktur Politani Kupang didampingi Wakil Direktur II dan Kepala Fakultas Politani Negri Kupang.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Sandro-Bank NTT

Studi Banding Pramuka ‘Association of New Caledonia’ di Kwarda Bali

79 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali. I Made Rentin menerima Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce dan rombongan, pada Minggu, 9 Februari 2020 di Kantor Kwartir Daerah Bali.

I Made Rentin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada rombongan dari Scouts Association of New Caledonia, yang telah menjadikan Kwarda Bali sebagai satu tujuan studi banding bagi anggota pramuka dari negara bagian Prancis ini.

”Ini satu kebanggaan bagi Kwarda Bali dijadikan satu tujuan studi banding oleh anggota Scouts Association of New Caledonia,” kata Rentin

Dikatakan Made Rntin, kunjungan ini diharapkan dapat menjalin kerja sama baik di bidang Kepramukaan yang ada di Kwarda Bali dan Scouts Association of New Caledonia.

Pengalungan syal Kwarda Bali oleh Made Rntin kepada Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce

Michel Reverce menyampaikan bahwa kunjungan ini sangat penting untuk mengetahui bagaimana Gerakan Pramuka di Bali. Seperti diketahui, 5.000 populasi dari masyarakat New Caledonia merupakan penduduk asli Indonesia yang datang pada zaman kolonialisme dan kemudian menetap di sana.

“Kami tidak memiliki banyak anggota pramuka karena (di New Caledonia) tidak diwajibkan di sekolah (seperti halnya di Indonesia). Pramuka merupakan kegiatan pilihan seperti layaknya kegiatan olahraga di sekolah,” ungkap Michel.

Sebelum berkunjung ke Indonesia, rombongan telah mempelajari pengetahuan tentang Indonesia sejak bulan April 2019 dalam setiap pertemuan rutin mereka. Hal yang dipelajari termasuk budaya, kondisi geografis, ekonomi, pemerintah, keluarga kerajaan, agama, hingga bahasa. Di akhir pertemuan, mereka selalu mengadakan evaluasi untuk menguji kemampuan.

Foto bersama Pramuka Kwarda Bali dan Ketua Asosiasi Pramuka New Caledonia atau Scouts Association of New Caledonia, Michel Reverce

“Saya membawa rombongan dari New Caledonia yang berjumlah 33 orang anggota Pramuka dan kami akan berada di Bali selama 4 hari ke depan. Kunjungan ini merupakan yang pertama kali dalam kegiatan Kepramukaan dengan tujuan tukar pengalaman, wisata dan pengenalan budaya,“ ucap Michel Reverce.

“Bali itu sangat indah dan sangat mengesankan saat bertemu dengan pramuka yang baik seperti Ketua Pramuka Bali Made Rentin. Kita di sini yang disambut sangat meriah dan berharap persahabatan tidak berakhir sampai di sini saja, mungkin ada kegiatan lain berikutnya kita bisa saling bertatap muka atau bertemu kembali,” harap Michel Reverce.

Michel Reverce juga menyebutkan ada tiga kata untuk pramuka Bali. Sangat Baik, Luar Biasa dan Sangat Emosional dalam menyambut rombongan kita. (*)

Sumber berita (*/Kwarda Bali—IMO Bali)
Editor (+rony banase)

888 Babi Mati di Bali, Pemda Bali & Kementan Tangani Kasus Kematian Babi

130 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Kasus kematian babi dalam 1 (satu) bulan terakhir telah ditemukan pada beberapa lokasi peternakan di wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yakni di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar. Sampai saat ini tercatat jumlah kematian babi total sebanyak 888 ekor.

Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, menyebutkan bahwa peningkatan kasus kematian ini kemungkinan akibat masuknya agen penyakit baru dan didukung faktor lingkungan kandang yang kurang bersih/sehat.

“Penularan dapat terjadi melalui kontak antara babi sakit dengan babi sehat atau sumber lainnya seperti pakan, peralatan kandang, dan sarana lainnya,” jelasnya pada acara Kampanye Daging Babi Aman Dikonsumsi, di Denpasar pada Jumat, 7 Februari 2020.

Wisnuardhana menduga kasus kematian babi di beberapa kabupaten/kota ini disebabkan oleh virus, dan hal ini telah menimbulkan kerugian ekonomi akibat bertambahnya kematian dan membuat peternak menjual babi secara tergesa-gesa dengan harga murah.

Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali saat memberikan keterangan kepada media terkait kasus kematian babi

Berdasarkan hasil penelusuran ke lokasi kasus, babi yang mati menunjukkan tanda klinis seperti demam tinggi, kulit kemerahan terutama pada daun telinga, inkordinasi, dan pneumonia. Menurutnya ini merupakan kasus suspect ASF. Indikasi ini juga didukung hasil pengujian laboratorium BBVet Denpasar, namun untuk konfirmasi masih memerlukan pengujian dan diagnosa di laboratorium rujukan yang saat ini sedang dalam proses.

“Walaupun belum ada diagnosa definitif, namun langkah-langkah penanganan penyakit tetap dilakukan sesuai dengan standar. Semua ini dilakukan dengan dukungan dan koordinasi yang intensif bersama Kementan,” tegasnya.

Adapun langkah–langkah strategis Pemda Bali dan Kementan untuk mencegah penyebaran penyakit adalah melalui pembentukan jejaring informasi dan respons cepat penanganan kasus, investigasi terhadap sumber penularan, pengambilan sampel babi untuk pemeriksaan laboratorium.

“Melalui komunikasi, informasi dan edukasi yang melibatkan desa adat, asosiasi peternak babi dan masyarakat peternak, kita ajak mereka untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit pada babi dengan menerapkan biosekuriti pada kandang,” tambah Wisnuardhana. Ia juga menyampaikan bahwa telah dilakukan pengawasan terhadap tempat–tempat pemotongan babi, untuk memastikan kesesuaian tata cara pemotongan ternak dengan standar operasional prosedur.

Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Fadjar Sumping Tjatur Rasa menyambut gembira bahwa saat ini kasus kematian babi di daerah tertular sudah tidak ada lagi. Penurunan kasus kematian babi tersebut merupakan indikator keberhasilan strategi yang dilakukan. Hal tersebut dapat dicapai dengan dukungan peternak yang memberikan kontribusi besar dalam penerapan biosekuriti pada kandang ternaknya.

“Selain peternak, saya juga harapkan komitmen dan peran serta pedagang dalam menjaga biosekuriti pada saat pengambilan dan pengiriman ternak babi dari satu kandang ke kandang lainnya, sampai ke pasar dan/atau RPH Babi,” tambahnya.

Dalam rangka mendukung pengendalian penyakit babi ini, Ditjen PKH telah memberikan bantuan berupa desinfektan sebanyak 20 kg dan 90 liter, alat pelindung diri (APD/PPE) sebanyak 50 unit, dan sprayer sebanyak 15 unit.

Lebih lanjut Fadjar menjelaskan bahwa dalam rangka memulihkan kepercayaan peternak dalam melakukan usahanya, serta memberikan kenyamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengonsumsi daging babi, Pemerintah menjamin keamanan pangan konsumsi daging babi yang sehat, dan mendukung kegiatan kampanye serupa di wilayah lainnya. (*)

Sumber berita (*/Ditjen PKH, Kementerian Pertanian)
Editor (+rony banase)

Reaksi Cepat Jasa Raharja Beri Santunan bagi Korban Lakalantas di Bolok Kupang

113 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kecelakaan lalu lintas antara Mobil Pikap DH 9169 AJ dengan Mobil Toyota Rush DH 1882 HH di Jalan Raya Desa Bolok, Kec. Kupang Barat Kabupaten Kupang pada Rabu, 5 Februari 2020, menewaskan 1 (satu) orang dan menyebabkan 15 orang luka-luka (8 orang luka berat, dan 7 orang luka ringan).

Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero) Nusa Tenggara Timur, Pahlevi B. Syarif menyampaikan rasa prihatin dan dukacita yang mendalam atas peristiwa yang terjadi.

Dalam rilis yang diterima Garda Indonesia pada Kamis, 6 Februari 2020, Pahlevi juga menyampaikan, semua korban terjamin Undang – Undang No. 34 Tahun 1964 dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 dan 16 tahun 2017,

“Bagi korban meninggal dunia, kepada ahli warisnya berhak menerima santunan sebesar Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah),”bebernya.

Lanjut Pahlevi untuk seluruh korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit, dengan biaya perawatan maksimum Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) serta menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimum Rp.1 Juta dan Ambulans maksimum sebesar Rp.500 ribu terhadap korban luka- luka.

“Semua korban luka-luka yang dirawat di RS WZ Johannes dan Rumah Sakit Wirasakti telah kita akomodir seluruh biaya perawatan, setelah mendapat Laporan Polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Kupang, petugas kami langsung melakukan Jemput bola di Rumah Sakit untuk memberikan Surat Jaminan biaya perawatan,” terang Pahlevi.

Jasa Raharja memfasilitasi korban luka luka memperoleh perawatan medis di rumah sakit

“Untuk korban yang meninggal a.n. Suyadi setelah disurvei oleh petugas, pada Kamis, 6 Februari 2020, diberangkatkan ke Provinsi Jawa Tengah dengan penerbangan domestik. Dana santunan Meninggal Dunia diserahkan langsung ke Ahli Waris a.n Sinem yang berdomisili di RT.04/RW.01, Desa Tanggel, Kec. Randu Blatung Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah, tadi malam Penanggung Jawab Pelayanan telah berkoordinasi dengan Petugas Jasa Raharja di Kab. Blora Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Pahlevi.

Menindaklanjuti kejadian ini, Jasa Raharja yang telah menerima laporan langsung berkoordinasi dengan Unit Laka Satlantas Polres Kupang dan pada kesempatan pertama langsung melakukan kunjungan on the spot ke Rumah Sakit untuk mendata korban.

Sementara bagi korban meninggal dunia, Jasa Raharja dengan dukungan sistem pelayanan yang terintegrasi dengan sistem RSAIS Korlantas Polri, Dukcapil, Rumah Sakit akan menyerahkan santunan kepada Ahli Waris sesuai domisili korban.

Kronologis Kecelakaan

Sebelumnya, pada Rabu, 5 Februari 2020 sekitar pukul 13.05 WITA telah terjadi kasus kecelakaan tabrakan antara Mobil Pikap Daihatzu Grand Max Warna Hitam DH 9169 AJ yang mengangkut 15 orang penumpang [Pekerja di Perusahaan Indoporlen (Vendor PLN)] dan 1 orang sopir bertabrakan dengan Mobil Toyota Rush Warna Putih Nopol DH 1882 HH yang memuat 2 orang penumpang + 1 orang sopir dengan lokasi kecelakaan di Jalan Raya Desa Bolok, Kec. Kupang Barat Kabupaten Kupang di Jalan jurusan PLTU 2 Bolok.

Petugas Jasa Raharja NTT merespons cepat lalu berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Kupang , RS. Wirasakti, RS. Siloam dan RS WZ Johannes. Kemudian melakukan survei Ahli Waris Korban, mengunjungi semua korban di RS, mendata korban kecelakaan lalu lintas dan menerbitkan Surat Jaminan ke RS untuk semua korban yang dirawat di RS.(*)

Sumber berita dan foto (*/Jasa Raharja NTT)
Editor (+rony banase)

Legalisasi Arak Bali, Upaya Pemprov Bali Jadikan Arak Sebagai ‘Welcome Drink’

81 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Peraturan Gubernur (Pergub) Bali nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan atau distilasi khas Bali disahkan oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., bertempat di Jaya Sabha yang merupakan kediaman resmi Gubernur Bali, pada Rabu, 5 Februari 2020.

Upaya ini untuk mem-branding arak yang merupakan minuman khas Bali menjadi produk bermerek (branded). Selama ini, arak diproduksi oleh masyarakat di Karangasem dan Bangli maupun daerah lain yang mengembangkannya. Biasanya produksi arak ini ada yang bekerja sama dengan pemerintah daerah (Perusda), asosiasi restoran, bartender dan koperasi dari para pelaku industri arak kalangan masyarakat kecil.

Dengan disahkannya Pergub Nomor 1 tahun 2020 ini agar branding arak semakin tinggi. Ke depan, agar produksi arak semakin meluas penikmatnya di kalangan masyarakat, maka akan kita buat event-event untuk mempromosikan minumas khas Bali ini.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster saat sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Distilasi Khas Bali.

Legalisasi Arak Bali oleh Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., bertempat di Jaya Sabha yang merupakan kediaman resmi Gubernur Bali, pada Rabu, 5 Februari 2020.

Peraturan Gubernur ini telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri; yang diundangkan pada hari Rabu (Buda Wage, Wuku Warigadean), pada 29 Januari 2020. Menurut Koster, pihaknya akan berupaya melakukan promosi arak ini menjadi minuman branded melalui acara yang dikemas dalam bentuk pameran (expo) di luar negeri dan festival arak Bali yang rencananya segera akan digelar dalam waktu dekat.

“Festival itu akan dijadikan momentum memperkenalkan secara luas dengan mengundang daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki produk minuman serupa hasil fermentasi. Di festival tersebut, minuman arak akan dicoba bersama – sama dengan wisatawan di ITDC dalam waktu dekat,” ujar Koster.

Dia berharap, hotel dan restoran di seluruh Bali diharapkan menawarkan program khusus dalam mempromosikan arak Bali misalnya dengan menjadikan minuman arak sebagai minuman “welcome drink.” Bahkan, pihaknya berencana untuk keperluan ekspor, Gubernur akan mengajukan usulan kepada Dirjen Bea dan Cukai agar mendapat fasilitas bebas biaya atau keringanan biaya untuk perdagangan lokal Bali dan / atau insentif lainnya guna mendorong pengembangan industri Tuak/ Brem/ Arak Bali dan Produk Artisan.

“Kebijakan pro rakyat berbasis kearifan lokal dalam bentuk salah satu sumber daya keragaman budaya Bali yang perlu dilindungi, dipelihara, dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan dengan berbasis budaya sesuai dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” imbuh Koster.

Perlu diketahui, dalam proses pembuatan minuman fermentasi dan/atau distilasi khas Bali tidak menggunakan bahan baku dari alkohol. Nantinya produksi Arak Bali untuk upacara keagamaan diberikan label warna merah bertuliskan ”hanya untuk keperluan upacara keagamaan”.

Arak Bali dikemas dalam bentuk jeriken ukuran paling banyak 1 (satu) liter. Pemberian label dan pengemasan dilakukan oleh koperasi. Masyarakat yang melaksanakan upacara keagamaan dapat membeli Arak Bali paling banyak 5 (lima) liter dengan menunjukkan surat keterangan dari Bendesa Adat. Pembelian Arak Bali dapat dilakukan pada distributor yang bekerjasama dengan koperasi. Dalam peredarannya, Arak Bali tetap dilakukan pengendalian sehingga tidak dikonsumsi oleh anak-anak.

Ditegaskan Gubernur,”minuman fermentasi dan/atau distilasi khas Bali dilarang dijual kepada anak di bawah umur dan/atau anak sekolah.” Oleh karena itu, minuman fermentasi dan/atau distilasi khas Bali dilarang dijual pada: 1) gelanggang remaja, pedagang kaki lima, penginapan, bumi perkemahan; 2) tempat yang berdekatan dengan sarana peribadatan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan dan fasilitas kesehatan; dan 3) tempat-tempat sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Sementara itu, Bendesa Agung MDA Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mendukung kebijakan itu agar minuman tetap terkendali. Arak bagian sarana upakara yang patut tetap dilestarikan dan konsumsi tetap terkontrol. (*)

Sumber berita (*/beritafajartimur.com) Foto utama oleh beritabali.com
Editor (+rony banase)

Badan Pusat Statistik: Ekonomi NTT Tahun 2019 Tumbuh 5,20 Persen

85 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ekonomi NTT pada tahun 2019 tumbuh sebesar 5,20 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan Industri Pengolahan sebesar 9,14 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Konsumsi Rumah Tangga sebesar 5,40 persen.

Sebelumnya, pada tahun 2018, Pertumbuhan Ekonomi NTT tumbuh 5,13 persen, mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,07 persen jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2019 yang mencapai 5,20 persen (c-to-c). Pertumbuhan tertinggi selama 2019 dicapai oleh Komponen Konsumsi

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si., M.Si. dalam sesi konferensi pers di Ruang Telekonferensi pada Rabu, 5 Februari 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si., M.Si.

Beberapa catatan peristiwa, jelas Darwis, yang dominan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yakni :

  1. Jumlah tamu menginap pada hotel bintang selama 2019 mencapai 418.600 orang dengan rincian 375.506 wisatawan nusantara (wisnus) dan 43.094 tamu mancanegara. Terjadi peningkatan pada jumlah tamu mancanegara dari tahun sebelumnya meningkat sebesar 6,46 persen, sedangkan terjadi penurunan wisnus pada hotel berbintang sebesar 13,09 persen;
  2. Jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada 2019 mencapai 1.870.343 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 1.763.234 orang. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 2.019.634 penumpang yang tiba dan 1.853.409 penumpang yang berangkat;
  3. Pada tahun 2019 sempat terjadi kenaikan harga tiket pesawat;
  4. Selama kurun waktu Januari—Desember 2019, NTT mengalami inflasi sebesar 0,67 persen. Inflasi yang terjadi selama tahun 2019 dipicu oleh naiknya indeks harga pada 6 kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok sandang yang naik sebesar 2,26 persen;
  5. Pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden, Wakil Presiden, dan Legislatif.

Sementara itu, beber Darwis, Ekonomi NTT triwulan IV-2019 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 (y-on-y). Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Konstruksi sebesar 8,18 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang bertumbuh sebesar 5,02 persen.

Lanjutnya, Jika dilakukan perbandingan Ekonomi NTT triwulan IV-2019 dan triwulan III-2019 (q-to-q), mengalami pertumbuhan sebesar 2,21 persen. “Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pengadaan Listrik, Gas sebesar 19,46 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Konsumsi Pemerintah sebesar 13,29 persen,” terang Darwis Sitorus.

Mengenai Struktur Ekonomi NTT pada Tahun 2019, jelas Darwis, masih didominasi oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 28,00 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran masih didominasi Konsumsi Rumah Tangga yaitu sebesar 71,93 persen. Kemudian disusul oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 13,66 persen dan lapangan usaha Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 11,52 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2019, lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,05 persen, diikuti oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,01 persen dan Perdagangan Besar-Eceran; Reparasi Mobil-Sepeda Motor sebesar 0,90 persen.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2019 Terhadap Triwulan IV-2018 (year-on-year)

Untuk Pertumbuhan Ekonomi NTT secara year on year (y-o-y) triwulan IV-2019 dibandingkan dengan triwulan IV-2018 tumbuh sebesar 5,32 persen.

Pertumbuhan ekonomi positif tersebut, jelas Darwis, terjadi pada hampir seluruh kategori lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Kontruksi yaitu sebesar 8,18 persen. Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 7,79 persen dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,74 persen.

Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan masih mendominasi perekonomian NTT pada triwulan IV-2019 dengan kontribusi sebesar 27,89 persen. Selanjutnya dikuti oleh lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib dengan kontribusi sebesar 13,78 persen dan lapangan usaha Konstruksi sebesar 11,69 persen.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto utama oleh pasardana.id