Arsip Kategori: Regional

Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

677 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus kecelakaan laut di perairan Selat Pukuafu, dialami oleh Perahu Lempara [perahu penangkap ikan] “Kasih 25” milik Yos Doro beralamat di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Lampara [perahu penangkap ikan] tersebut berangkat dari pelabuhan laut Tablolong sekira pukul 09.00 WITA dengan tujuan ke pulau Pulau Rote, setibanya di perairan Selat Pukuafu, Lampara tersebut diterjang gelombang setinggi ± 3 meter, yang mengakibatkan Lampara tersebut langsung terbalik dan tenggelam.

Diperkirakan kecelakaan laut tersebut terjadi pada Minggu, 5 Juli 2020 sekitar pukul 12.15 WITA membawa penumpang dari Pantai Tablolong menuju ke Pulau Rote; sebanyak 16 orang dan ABK yang ikut sebanyak 12 orang.

Adapun data penumpang yang turut serta dalam kapal lampara tersebut antara lain :

  1. Jefri Poy;
  2. Fredik Poy;
  3. Molan Bulan;
  4. Titiana Poy;
  5. Desi Seran;
  6. Neira Poy;
  7. Novi Poy;
  8. Anita Oan.

Sementara, data Anak Buah Kapal (ABK) dan Nahkoda Kapal Lampara yakni:

  1. Frengky Liu (ABK);
  2. Yonsan Lada (ABK);
  3. Faldo Lodo (ABK);
  4. Nando Gause (ABK);
  5. Man Doroh (ABK);
  6. Abiyatar Doroh (ABK);
  7. Frit Doroh (ABK);
  8. Yos Poy (ABK);
  9. Romi Gause (ABK);
  10. Nimrot Malole (ABK);
  11. Frengki Doroh (Nakhoda).
Dua ABK Kapal Lampara ” “Kasih 25” yang selamat dan dievakuasi oleh Kapal Cepat Express Bahari

8 (delapan) orang yang belum ditemukan yakni Elisabeth Poy-Bulan (penumpang), Felicya Bulan (penumpang), Stefania Bulan (penumpang), Stefano Bulan (penumpang), Jon Mulik (penumpang), Vony Poy (penumpang), Kacho Poy (penumpang), dan Mus Toudua (ABK).

Kepala Pelaksana BPBD Rote Ndao, Diksel Haning saat dihubungi Garda Indonesia pada Minggu malam, 5 Juli 2020 sekitar pukul 20.43 WITA mengungkapkan bahwa hingga saat ini Tim Gabungan dari TRC BPBD Rote Ndao, Anggota Pos SAR Rote, Anggota Pol Air Rote Ndao, dan Posal Papela terus melakukan pencarian intensif.

“Para penumpang masih trauma, kami sedang menggali informasi dengan sangat hati-hati, data terus kita update,” ujar Diksel sembari mengungkapkan bahwa kebanyakan penumpang merupakan keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak.

Informasi terakhir yang dihimpun Kapal Basarnas, imbuh Kalak BPBD Rote Ndao, sebanyak 4 (empat) anak ikut berlayar dengan kapal lampara. “Dua anak yang meninggal telah ditemukan dan dua anak selamat, orang tua mereka selamat dan ada di sini,” urainya.

Sementara itu, Dua ABK yakni Romi Gause dan Nimrot Malole, selamat dan dievakuasi oleh kapal cepat Exprees Bahari [Kupang], dan 1 (satu) penumpang yang terdata atas nama Hes Mulik.

“Korban selamat yang belum dirawat sebanyak 9 orang dan masih berada di Pantai Rote yang sangat segera membutuhkan perawatan medis,” tandas Kalak BPBD Rote Ndao, Diksel Haning.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto dan video oleh Tim Gabungan Evakuasi

‘Angkringan New Normal’ di Neo Aston Kupang Mulai Rp.20—75 Ribu

203 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Neo Aston Kupang, Hotel Bintang 3 yang berlokasi hanya 3 km atau sekitar 7 menit perjalanan dari Bandara Internasional El Tari Kupang, di era normal memberikan penawaran istimewa. Hanya dengan Rp.20.000,- (dua puluh ribu rupiah) saja, kita bisa dapat menikmati suguhan istimewa gaya angkringan dengan nuansa berkelas.

Kalau di Jawa Tengah, Klaten, dan Yogyakarta, angkringan dalam bentuk gerobak dorong untuk menjual berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan, namun berbeda dengan yang disuguhkan Neo Aston Kupang yang berlokasi di Jalan Piet A. Tallo, RT.035/RW.012, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kudapan gaya angkringan Neo Aston Kupang

Menu khas dan suasana angkringan dipindahkan oleh manajemen Neo Aston Kupang, ke dalam nuansa mewah, namun dapat dijangkau oleh berbagai kalangan, baik anak muda, keluarga, maupun komunitas.

Seperti yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana Kupang, merayakan kebersamaan mereka menikmati suguhan angkringan dan suasana Hotel Neo Aston Kupang sambil menikmati alunan musik khas masa kini di pinggir kolam.

Garda Indonesia yang diundang manajemen Neo Aston Kupang pun turut menikmati kudapan [jajanan pasar] dengan cita rasa hotel bintang tiga pada Sabtu malam, 4 Juli 2020 pukul 19.30—22.00 WITA. Tak hanya itu, Garda juga berkesempatan menikmati suguhan Barbeku dengan pilihan rasa seafood (ikan tuna dan udang) plus daging ayam.

Sungguh lezat dan memanjakan lidah, jika ditakar dalam rupiah, fasilitas Barbeku cukup murah untuk ukuran hotel bintang tiga, cukup hanya membayar Rp.75.000,- (tujuh puluh lima ribu rupiah) saja, kita dapat menikmati suguhan pembuka berupa kudapan, ditambah bakso atau mie kocok hingga menikmati barbeku (bbq).

Sales Manager Hotel Neo Aston Kupang, Helen Freiny Karundeng mengungkapkan bahwa memasuki masa normal baru, manajemen hotel menyuguhkan angkringan barbeku khas Neo Aston Kupang dengan harga relatif sangat murah pada awal bulan dan akhir bulan.

“Harga mulai dari Rp.20.000/menu dengan 3 Jenis Kudapan + kopi/teh + air mineral dan ditambah 4 tusuk sate ayam/ikan/udang bakar (barbeku) + air mineral atau dapat memilih menu lain berupa mie kocok + air mineral atau siomay + air mineral atau mie bakso + air mineral atau nasi goreng + air mineral,” urai Freni sapaan akrabnya.

Namun, imbuh Freni, jika kita membayar harga Rp.75.000, maka kita akan makan sepuasnya. “Kita terapkan dengan sistem voucher mulai 20 ribu hingga 75 ribu,” tambahnya.

Sementara, lanjutnya, jika mengambil paket Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) dapat makan sepuasnya dan raih bonus 1 picer bir. “Selain itu, tersedia wifi gratis, sehingga kita dapat menikmati menu angkringan plus berselancar dengan internet,” ucap Freni.

Untuk reservasi selanjutnya dapat menghubungi Freiny Karundeng pada no whatsapp 081138106137 atau 082254487054.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto dan video oleh Tim PR Neo Aston Kupang

‘New Normal’ Bali 5 Juli 2020, Pemprov Berlakukan Sertifikasi Protokol Kesehatan

122 Views

Denpasar, Garda Indonesia | Setelah lebih dari tiga bulan sektor pariwisata tidak dibuka, Pemprov Bali berencana buka pada Minggu, 5 Juli 2020. Berbagai langkah persiapan normal baru pun dilakukan termasuk sertifikasi pariwisata yang di dalamnya mencakup penerapan standar protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19.

“Saat ini pemerintah melalui Dinas Pariwisata Provinsi Bali bekerja sama dengan asosiasi pariwisata telah membentuk tim verifikasi untuk terjun ke usaha pariwisata dan mengecek penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19,” demikian dijelaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa saat memantau jalannya verifikasi penerapan protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19 di Griya Royal Santrian Resort, Tanjung Benoa, Badung, pada Jumat, 3 Juli 2020.

Putu Astawa menjelaskan, Pemprov Bali melalui Dinas Pariwisata telah menggandeng asosiasi-asosiasi pariwisata seperti PHRI, ASITA ataupun PAWIBA untuk membentuk tim verifikator. “Jadi nanti untuk assessment di hotel dan restoran pemerintah menggandeng PHRI, begitu juga untuk travel digandeng ASITA. Kita kolaborasi agar target Oktober ini semua usaha pariwisata di Bali sudah tersertifikasi,” imbuhnya.

Untuk proses assessment sendiri, sudah ditetapkan berbagai indikator yang sesuai dengan standar CHS (Cleanliness, Health, Safety) yang ditetapkan oleh WHO. “Jadi protokol kedatangan, pelayanan serta kebersihan tempat usaha harus memenuhi semua indikator ini,” harapnya. Putu Astawa menegaskan tujuan dari sertifikasi ini agar sektor pariwisata tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Kami ingin meminimalisir kemungkinan karyawan maupun pengunjung terinfeksi virus ini,” tambahnya. Selain itu, sertifikat ini juga bisa menjadi modal kepercayaan bagi wisatawan maupun travel agent di luar negeri bahwa Bali benar-benar siap dan sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan wisatawan.

Untuk tim verifikator atau assessor sendiri, Astawa mengaku sudah dilakukan pelatihan-pelatihan terlebih dahulu, baik dari tim dari Dinas Kesehatan maupun Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Provinsi Bali. “Kami mempersiapkan SDM-SDM kami dengan sungguh-sungguh agar bisa memverifikasi dengan tepat sasaran. Karena tim verifikator selain mengecek ke lapangan juga bertugas untuk memberikan pemahaman kepada pegawai usaha pariwisata agar benar-benar memahami masalah protokol kesehatan dan pencegahan tersebut,” jelasnya.

Untuk teknis assessment, pihaknya mengaku juga bekerja sama dengan pemerintah kab/kota. Ia mengaku untuk Resort, dan Hotel bintang lima diverifikasi oleh tim provinsi, sementara untuk homestay, hotel bintang 3 dan DTW diverifikasi oleh tim kab/kota. “Ini diperlukan pemahaman bersama sebelumnya dari semua tim, sehingga sudah kita lakukan TOT sebelumnya,” jelasnya.

Sementara, untuk sertifikat sendiri nanti bisa diunduh di website http://dispardaprovbali.go.id setelah dinyatakan lulus oleh tim verifikator. “Bagi mereka yang sudah mengantongi sertifikat ini bisa dijadikan modal untuk menggaet wisatawan dan travel agent di luar negeri serta bisa membangun kepercayaan dan confident dalam mengelola usaha pariwisatanya,” tandasnya.

Ketua PHRI Bali I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan ini langkah yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas pariwisata Bali. “Saya mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pariwisata Prov. Bali untuk memulihkan pariwisata kita pasca Covid-19,” jelasnya.

Rai Suryawijaya mengaku dari hasil webminar pariwisata yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, sebagian masyarakat dunia sudah rindu berwisata ke Bali, bahkan dari 50 destinasi yang paling ingin dikunjungi pasca Covid-19, Bali masuk ke nomor 20 besar. “Berdasarkan polling, 80% penduduk Eropa sudah rindu ke Bali, 90% warga Australia sudah menunggu pariwisata Bali dibuka. Maka sertifikasi ini adalah langkah penting untuk menjawab kerinduan wisatawan tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Bali juga menambah indikator dalam penerapan protokol Covid-19 selain CHS itu sendiri. “Kami menambahkan contactless ke dalam indikator kami. Jadi wisatawan dan karyawan meminimalkan kontak fisik dengan salah satu caranya adalah cashless,” imbuhnya.

Ia berharap melalui ini sektor pariwisata di Bali bisa bangkit kembali, serta jumlah masyarakat yang terinfeksi Covid-19 melalui transmisi lokal bisa berkurang. “Kami berharap semua berjalan lancar dan astungkara Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberkati. 5 Juli nanti akan nada persembahyangan bersama dipimpin oleh Gubernur Bali untuk membuka pariwisata kita, dan Oktober nanti jika keadaan bisa dikendalikan pariwisata internasional akan dibuka, karena dalam waktu dekat Eropa juga akan membuka perbatasan mereka. Kami harap semua berjalan lancar,” tandasnya.

Sementara itu, Ricky Putra General Manager Royal Santrian Resort menyatakan pihaknya sangat siap menjalan protokol new normal ini. Indikator-indikator yang ditetapkan sudah diterapkan di hotel tersebut. Selain itu karyawan hotelnya juga sudah dilatih untuk menerapkan protokol-protokol Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto (*/Rudianto—IMO Bali)
Editor (+rony banase)

Hingga 2 Juli 2020, Total Pasien Sembuh Covid-19 di NTT Mencapai 88 Orang

231 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam rilis kepada awak media pada Kamis, 2 Juli 2020; menyampaikan dari 94 sampel swab yang diperiksa dari Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Manggarai Barat terkonfirmasi 1 (satu) kasus positif Covid-19 dari Kabupaten Flores Timur [kluster lokal].

“Satu pasien positif Covid-19 di Kabupaten Flores Timur tersebut merupakan pekerja yang sudah satu bulan berdomisili di sana,” ungkap drg. Domi.

Sebelumnya, pada Rabu, 1 Juli 2020, dari hasil pemeriksaan swab terhadap 94 sampel swab yang berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Nagekeo, dan Sumba Barat Daya; semuanya negatif Covid-19. “Hasil pemeriksaan di Lab Bio Molekuler RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, semuanya negatif,” urai drg Domi sembari menyampaikan terdapat 1 (satu) pasien sembuh dari Nagekeo klaster Magetan.

Secara gamblang, drg Domi yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi NTT menyampaikan data terperinci jumlah kasus, pasien sembuh dan sedang dirawat, dan kasus meninggal sebagai berikut :

  • Kota Kupang 35 kasus, 1 meninggal, dan 29 orang sembuh Covid-19, dan 5 pasien dirawat;
  • Sikka 27 kasus, 21 sembuh, dan 6 pasien sedang dirawat;
  • Flores Timur 3 kasus, 2 sembuh, 1 dirawat;
  • Manggarai 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Nagekeo 3 kasus, 1 sembuh, dan 2 sedang dirawat;
  • Manggarai Barat 16 kasus, 9 sembuh, dan 7 pasien sedang dirawat;
  • Sumba Timur 11 kasus, 8 sembuh, dan 3 sedang dirawat;
  • Sumba Barat Daya 1 kasus dan sedang dirawat;
  • Sumba Barat 4 kasus dan sedang diisolasi di RSUD Waikabubak.

Sementara untuk Kabupaten T.T.S, Rote Ndao, dan Ende, semua pasien telah sembuh.

Dengan demikian, imbuh drg Domi, pasien sembuh Covid-19 di Provinsi NTT sebanyak 88 orang dan 30 pasien sedang dirawat dari 119 kasus, “Kita berharap, ke depan semakin banyak pasien yang sembuh dan mudah-mudahan berangsur diperoleh hasil negatif di beberapa kabupaten,” harapnya.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

Wakil Bupati Jaghur : Petani di Manggarai Timur Tidak Terpengaruh Covid-19

65 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Telah berjalan 16 bulan kepemimpinan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, S.H., M.H. dan Wakil Bupati (Wabup), Drs. Jaghur Stefanus, sejak dilantik 14 Februari 2019 silam. Karena itu, meski warga dunia, Indonesia dan juga Provinsi NTT “terkungkung” selama kurang lebih tiga bulan karena pandemi Covid-19, namun aktivitas para petani di Manggarai Timur tidak terganggu.

Di Manggarai Timur khususnya petani pengaruh Covid-19 tidak terlalu besar pengaruhnya. Karena mereka tidak tahu. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa; tetap ke kebun; tetap ke sawah. Mereka tetap memberlakukan protokol kesehatan tetapi mereka juga tetap beraktivitas,” ucap Wabup Matim, Drs. Jaghur Stefanus menjawab pertanyaan penyiar Dio Ceufin dan Kasubag Pelmas dan Hubungan Kelembagaan Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT di Studi Radio Swara NTT pada Rabu, 1 Juli 2020.

Bahkan menurut Wabup, saat ini Manggarai Timur panen simbolik di mana-mana. “Misalnya panen sawah, panen bawang dan lain sebagainya. Jadi petani kita di Matim tidak besar pengaruh secara ekonomi; mungkin ada pengaruh kecil tetapi kalau pengaruh yang lain-lain tidak terlalu besar. Mereka tetap hidup sehat sejahtera,” tandas Wabup apa adanya.

Dijelaskan, komoditas unggulan di Kabupaten Manggarai Timur antara lain kopi, cengkeh, coklat, dan pisang yang merupakan komoditi-komoditi pertanian. “Sekarang yang sementara kami galakkan adalah porang yaitu sejenis tanaman hutan yang dipasarkan ke luar negeri; menjadi bahan baku obat-obatan,” kata Wabup.

Wabup menuturkan, bersama Bupati Agas Andreas di bawah slogan Matim Seber (Sejahtera, Berdaya dan Berbudaya), pihaknya meyakini aka ada perubahan kesejahteraan masyarakat Matim; apalagi dukungan Pemerintah Provinsi NTT sangat kuat. “Masyarakat Manggarai Timur yang sejahtera’ tentu kita memberdayakan masyarakat tetapi pemberdayaan dalam nuansa budaya-budaya Manggarai,” tegasnya.

Hal ini kata Wabup, nampak dalam kegiatan pembangunan yakni infrastruktur pengerjaan jalan. “Karena perhitungan kita bahwa akses jalan menjadi akses utama untuk kegiatan pembangunan. Kami juga tekankan kepada Pemerintah Desa bahwa Alokasi Dana Desa (ADD) dapat digunakan juga untuk jalan raya minimal satu desa satu kilometer per tahun. Sehingga perhitungan kita sampai dengan tahun 2023 yang akan datang khususnya jalan raya di Kabupaten Manggarai Timur sudah terakses dengan baik minimal jalan lapen,” tutur Wabup sembari menambahkan, khusus untuk jalan di Kabupaten Matim hampir 80% jalan sudah diakses dengan bagus di luar jalan provinsi.

Disinggung soal objek-objek wisata di Manggarai Timur, Wabup Jaghur mengatakan, pertama wisata budaya. “Wisata budaya kita sebenarnya kalau tidak ada Covid-19 maka kita punya Festival Kopi Colol (FKC). Jadi daerah Colol merupakan satu kecamatan di Matim yang merupakan penghasil kopi terbesar di Manggarai Timur dengan mutu kopi yang mendunia. Karena virus corona sehingga FKC tersebut masih ditunda,” papar Wabup.

Selain itu, kata Wabup ada wisata alam. “Wisata alam yang kita punya ada banyak yang terkenal adalah Rana Tonjong. Keunikannya di sana mulai dari ujung sampai ujung di danau tersebut ada bunga teratai yang bunganya indah dan terbesar di dunia di Kecamatan Sambi Rampas. Sehingga ada porensi-potensi alam dan budaya,” kata Wabup.

Wabup mengaku, di Manggarai Timur ada lima ternak unggulan berdasarkan budaya Manggarai yakni ayam, babi, sapi, kerbau dan kuda. “Tantangan terbesar dalam mewujudkan Matim Seber adalah pola dan kebiasaan hidup dalam masyarakat kita,” ucap Wabup.

Ikut hadir bersama Wabup Jaghur, Kepala Dinas Pendidikan Matim, Basilius Teto, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi Matim, Fransiskus Malas dan Camat Elar. Usai berdialog Wabup Jaghur menemui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

HUT Ke-58 Bank NTT, Manajemen Keliling Bantu APD & Helat Donor Darah

109 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pada Jumat, 17 Juli 2020, Bank NTT berulang tahun ke 58, beberapa kegiatan telah dilakukan jelang HUT Bank NTT di antaranya ada aksi sosial dengan memberikan CSR kepada pihak rumah sakit dalam bentuk Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker dan face shield, yang diharapkan dapat membantu para petugas medis untuk pelayanan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Penyerahan CSR pertama pada Rabu, 24 Juni 2020, sebanyak 1.250 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RS.St.Carolus Borromeus Kupang oleh seluruh Direksi Bank NTT yang diterima langsung oleh direktur beserta pengurus.

Selanjutnya, CSR yang kedua berupa 1.500 Masker dan 25 face shield, diserahkan oleh Komisaris Independen Bank NTT didampingi Plt.Direktur Utama dan Direktur Umum kepada Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang beserta para Wakil Direktur, kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 25 Juni 2020.

CSR berikutnya berupa 1.500 Masker dan 25 face shield diberikan kepada RSUD S.K.Lerik Kota Kupang pada Minggu, 29 Juni 2020, diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dan didampingi Direktur RSUD S.K.Lerik Kota Kupang dan Kadis Kesehatan Kota Kupang. Penyerahan dilakukan oleh Plt.Direktur Utama Bank NTT,, Harry Alexander Riwu Kaho.

Aksi sosial HUT ke-58 Bank NTT selanjutnya yaitu Aksi Donor Darah yang akan diadakan pada Jumat, 3 Juli 2020 di Kantor PMI pada pukul 09.00—12.00 WITA, diharapkan kepada warga masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini, karena setitik darah yang kita sumbangkan dapat menyelamatkan banyak nyawa banyak orang. Untuk para pendonor akan diberikan suvenir.

Aksi sosial lainnya dari Bank NTT yakni berpartisipasi dalam Gerakan Kupang Hijau (GKH) yang merupakan program Pemerintahan Kota Kupang., dengan menyumbang 5 Pohon Trambesi, 5 Pohon Ketapang Kencana dan 5 Pohon Flamboyan atau sepe [bahasa Melayu Kupang].(*)

Sumber berita (*/Humas Bank NTT)
Foto utama oleh PKP Kota Kupang
Editor (+rony banase)

Minimalkan Dampak Bencana di NTT, BMKG Pasang ‘WRS New Gen’

153 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kini, WRS NewGen terpasang di Stasiun Geofisika Kupang pada Rabu, 24 Juni 2020. Warning Receiver System (WRS) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk penyebaran informasi gempa bumi dan tsunami melalui komputer BMKG kepada komputer institusi lokal (pemerintahan, TNI, POLRI, media televisi, radio, dan lain-lain) dengan pendaftaran IP Address.

Sholakhudin Noor Falah, Kasi Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Stasiun Geofisika Kampung Baru Kupang menyampaikan alasan penyebaran informasi bencana gempa bumi dan tsunami menjadi salah satu tugas penting dari BMKG, sehingga peningkatan terhadap layanan ini terus dilakukan.

Menurut Sholakhudin, peningkatan dilakukan dengan merilis WRS New Gen (Warning Receiver System New Generation) berupa smart display sehingga informasi dapat disebarluaskankan secara real-time. “Peralatan ini diharapkan dapat menjamin penyebaran informasi di daerah potensi gempa bumi dan tsunami menjadi lebih cepat sehingga para stakeholder dapat mengambil langkah penting pada saat terjadi bencana,” urainya.

Wilayah Nusa Tenggara Timur, imbuh Sholakhudin, dikenal dengan lokasi yang memiliki tingkat kejadian gempa bumi yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena wilayah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam zona transisi akibat adanya pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, lempeng Pasifik dan lempeng Indo-Australia.

“Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, telah tercatat lebih dari 990 kejadian gempa yang didominasi oleh gempa dengan magnitude > 4,0,” ungkapnya.

Mengingat tingginya risiko akibat gempa bumi, terdapat 19 titik pemasangan WRS New Gen yang tersebar di seluruh NTT. Beberapa lokasi yang telah terpasang peralatan tersebut di antaranya Stasiun Geofisika Kupang, BPBD Flores Timur, BPBD Manggarai Barat, BPBD Ende, BPBD Nagekeo, BPBD Manggarai, Kantor Bupati Ngada, dan BPBD Sumba Barat Daya.

“Diharapkan, tujuan awal dari pemasangan WRS New Gen tersebut dapat berjalan secara maksimal sehingga dampak dari bahaya bencana gempa bumi yang terjadi dapat diminimalkan,” tandas Sholakhudin.(*)

Sumber berita dan foto (*/BMKG Kampung Baru Kupang)
Editor (+rony banase)

Tanggapi Demo AMMARA, VBL Janji Kaji Dampak Investasi di Manggarai Timur

163 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; senantiasa terbuka untuk menerima setiap masukan dan kritik dari berbagai elemen masyarakat termasuk para demonstran.

“Ya, tadi mereka menyampaikan aspirasi untuk menolak tambang dan pabrik semen di Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Tentu semua aspirasi masyarakat itu, kita kaji; kita tampung, lalu kita analisis,” tandas Gubernur VBL melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. kepada pers pada Senin, 29 Juni 2020.

Marius menanggapi aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (AMMARA) di depan gedung Sasando Kantor Gubernur di Jalan Raya El Tari Kupang. Mereka berteriak dan meminta Gubernur VBL untuk membatalkan rencana investasi di Kabupaten Matim. Sempat terjadi negosiasi yang lama antara para demonstran dengan aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTT di depan gedung sasando. Akhirnya ada empat perwakilan yang masuk bersama Karo Humas dan Protokol untuk mendiskusikan secara lebih intensif dengan berbagai alternatif solusi.

Marius Ardu Djelamu saat memberikan keterangan pers pada Senin, 29 Juni 2020

Karena itu, menurut Marius, apa pun bentuknya; apakah demonstrasi ataupun menyampaikan pendapat di koran atau di mana saja; fungsi pemerintah adalah mengkaji semua informasi dan mencermatinya. “Seperti yang dikatakan oleh Bapak Gubernur bahwa kita akan cermati; sebelum keputusan yang dilakukan lebih lanjut,” kata Marius.

Aksi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa tersebut, sebut Marius, harus didasari kajian-kajian yang komprehensif dari berbagai aspek. “Daerah ini sangat membutuhkan investasi. Kita tahu bahwa roda pemerintahan dan pembangunan di Provinsi NTT tidak hanya mengandalkan APBN atau APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota tetapi juga sumber pembiayaan yang lain yaitu investasi. Karena itu, masyarakat NTT harus sudah mulai akrab dengan investasi tentu dengan berbagai maksud dan pertimbangan-pertimbangan sosial, ekonomi, politik dan segala yang lain seperti lingkungan,” jelas mantan Penjabat Bupati Manggarai.

Pemerintah, kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT tersebut, harus menampung semua aspirasi yang disampaikan; baik oleh elemen mahasiswa maupun elemen masyarakat lainnya. “Semua aspirasi itu akan dianalisis lebih lanjut, dicermati, dikaji secara mendalam dari berbagai faktor. Posisi pemerintah adalah tekad kuat untuk menyejahterakan masyarakat NTT di mana pun berada; baik di Flores, Sumba, Timor, Sabu, Rote, Lembata, Alor. Itu tekad Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT; tentu sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing,” jelas doktor Penyuluh Pertanian jebolan IPB Bogor.

Ketika investasi ada di sebuah wilayah, sambung Marius, itu berarti tercipta suatu pusat pertumbuhan ekonomi baru. “Nah, ketika pusat pertumbuhan ekonomi baru dibangun atau diciptakan maka memiliki multi player efek sosial dan ekonomi. Misalnya karena pusat pertumbuhan ekonomi maka di sana tentu akan ada perputaran capital; kemudian ada tenaga kerja; ada sarana-prasarana; ada fasilitas-fasilitas listrik, air, jalan, dan sebagainya. Daerah-daerah sekitarnya juga bisa menjadi penyangga dari pusat pertumbuhan ekonomi itu petani yang hanya di sekitarnya bisa menyiapkan hasil-hasil pertaniannya untuk dikonsumsi oleh para karyawan misalnya,” jelas Marius, datar.

Dijelaskan, rencana investasi dalam bidang tambang dan pabrik semen, sebelum diolah menjadi semen tentu digali bahan bakunya batu gamping dan sebagainya. “Kalau di Flores khususnya di Kabupaten Manggarai Timur ada pabrik semen maka tentu harga semen tidak seperti yang ada sekarang ini. Tentu hal ini akan menguntungkan masyarakat kita di seluruh NTT,” ucap Marius sembari meyakini bahwa semua aspirasi masyarakat yang disampaikan tentu Bapak Gubernur akan mengkaji semua; baik yang pro maupun yang kontra.

Sebagaimana diketahui pekan lalu, ketika berada di Kabupaten Manggarai Timur, Gubernur VBL meminta kepada Bupati Matim, Agas Andreas, S.H., M.H. untuk melanjutkan proyek tambang batu gamping dan rencana mendirikan pabrik semen. “Silakan dilanjutkan Pak Bupati. Sambil pihak Provinsi mengawal Analisis Dampak Lingkungan (Amdal)-nya,” tegas Gubernur VBL. (*/rb)

(Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)