Arsip Tag: 1 juni hari lahir pancasila

Cara Tung Desem Memaknai Nilai-nilai Pancasila Saat Pandemi Covid-19

166 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Setiap orang memiliki caranya untuk memaknai nilai-nilai dalam Pancasila, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Begini cara seorang motivator dan pakar marketing Tung Desem Waringin memaknainya.

Tung Desem yang juga sebagai penyintas Covid-19 menyampaikan agama-agama lain sebagai suatu keindahan. Keindahan itu tidak hanya di dalam agama yang dianut tetapi juga di dalam agama-agama yang lain. Menurutnya banyak sekali pelajaran indah dari agama-agama yang juga menyejukkan hati.

“Jadi kita percaya bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa yang punya hak masing-masing kita hormati,” ujar Tung Desem melalui ruang digital pada hari ini, pada Senin, 1 Juni 2020.

Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dimaknai untuk membantu manusia lain. Menurutnya, orang yang fokus terhadap diri sendiri itu cepat mati, sedangkan fokus terhadap orang lain dan membantu orang lain akan lebih panjang umur. “Secara kemanusiaan kita itu membantu manusia lain membuat kita lebih semangat dan lebih sehat,” ujarnya.

Pada sila selanjutnya, Tung berpesan untuk tidak mengambil kesempatan di tengah pandemi dengan mengacaukan Indonesia. Ia berpendapat justru harus bersatu untuk melawan Covid-19.

“Kita harus bersatu untuk melawan Covid. Kita paham ada orang-orang yang terpaksa harus keluar untuk bekerja, tak perlu dicela. Tapi yang keluar please deh hati-hati. Tapi yang bisa di rumah please di rumah saja. Jadi kita harus bersatu tak perlu mencela orang-orang lain tapi bagaimana kita memahami,” lanjutnya.

Tung Desem berharap bahwa kita memiliki kebijaksanaan dan hikmat. Hikmat atau kearifan ini dibutuhkan masyarakat di saat menghadapi situasi seperti sekarang. Dengan hikmat, masyarakat dapat memahami situasi dan menghadapinya.

“Hikmat luar biasa, bijaksana itu luar biasa sehingga kita bisa melihat sudut pandang orang lain dan bisa memaklumi, bisa mentoleransi,” ucapnya.

Terakhir, ia memaknai sila ke-5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan membantu pemerintah dalam menyelesaikan pandemi. “Kita saling membantu. Fokus membantu orang lain membuat kita jauh lebih semangat dan lebih sehat,” ulang Tung Desem.

Ia mengatakan dengan meluangkan waktu untuk membantu orang lain, itu membuat kita jauh lebih bahagia, “Meskipun kita membantunya dalam hal kecil saja, ini membuat kita lebih bahagia,” ujarnya.

Tung Desem berpesan bahwa Pancasila ini merupakan pilar untuk Indonesia. Pilar yang menjadikan bangsa Indonesia kuat, khususnya menghadapi pandemi saat ini.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

Pancasila Jadi Penggerak dan Pemersatu Bangsa Hadapi Tantangan & Ujian

732 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pancasila selalu menjadi penggerak dan pemersatu bangsa dalam menghadapi serta mengatasi segala tantangan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam keseharian dan kehidupan masyarakat.

Demikian ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila yang pada kali ini digelar melalui telekonferensi dari Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 1 Juni 2020.

Sebagaimana diketahui, Peringatan Hari Lahir Pancasila pada tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Sebuah kondisi yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, pengorbanan, kedisiplinan, kepatuhan, serta ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.

“Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkukuh persaudaraan dan kegotongroyongan kita untuk meringankan beban seluruh anak negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi,” ujarnya dalam amanat yang disampaikan.

Sejalan dengan hal tersebut, nilai-nilai Pancasila harus terwujud nyata serta menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan, bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, serta menjadi nilai yang terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.

“Tidak henti-hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita pada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan, untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras, dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia,” kata Presiden.

Tema “Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju” yang diangkat dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi sangat relevan dengan situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo, dalam amanatnya, mengajak seluruh Rakyat Indonesia untuk memperkukuh tali persatuan dan persaudaraan. Juga untuk saling membantu, menolong, bergotong royong, dan selalu optimistis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang.

“Tantangan yang kita hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan kita hadapi. Situasi yang memerlukan daya juang kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa sulit itu,” tuturnya.

Tak hanya Indonesia, setidaknya sebanyak 215 negara di dunia juga berada dalam kondisi yang saat ini dihadapi oleh negara kita. Masyarakat dunia kini juga berjuang dan bekerja keras untuk mampu mengendalikan pandemi dan memulihkan perekonomiannya.

Dalam hal tersebut, Kepala Negara melanjutkan, Indonesia harus tetap optimistis, berkreasi, berupaya keras, dan tampil sebagai pemenang. Kekurangan dan kelemahan yang ada tidak menghalangi kita untuk terus maju. Sebaliknya, mari bersama perbaiki hal tersebut dan jadikan itu sebagai momentum untuk memicu lompatan kemajuan agar menjadi bangsa yang kuat dan mandiri serta menunjukkan ketangguhan kita sebagai satu bangsa dan negara.

“Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang. Kita harus optimistis, harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan, harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinovasi, dan berprestasi di tengah pandemi Covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan masa depan kita. Kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa,” tandasnya.

Untuk diketahui, acara peringatan yang digelar melalui telekonferensi tersebut turut dihadiri oleh para pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga pemerintah nonkementerian, perwakilan negara Republik Indonesia di luar negeri, dan sejumlah kepala daerah. (*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)