Arsip Tag: abed frans

Masuk Tiga Besar, NTT Peluang Juara Umum Anugerah Pesona Indonesia 2020

666 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020 bakal dilaksanakan secara virtual di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 9 April 2021. Pemilihan lokasi dan dilakukan secara virtual terkait pandemi Covid-19 yang masih bergulir hingga saat ini. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Dr. Ardu Marius Djelamu dalam sesi konferensi pers bersama awak media di aula El. Tari pada Rabu pagi, 17 Maret 2021.

Didampingi oleh Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at (Founder and CEO ayojalanjalan); Ketua ASITA NTT, Abed Frans; dan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT, Alex Koroh; Marius Djelamu menegaskan sesuai arahan Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi; pelaksanaan harus secara virtual. “Beliau menyarankan agar dilakukan secara virtual untuk meminimalkan kasus Covid-19 akibat pertemuan atau kerumunan,” ulas Marius.

NTT pun, ungkap Marius, pada tahun 2016 pernah menjadi juara umum Anugerah Pesona Indonesia hasil pemilihan para wisatawan domestik dan internasional. “Dan pemilihan tersebut untuk mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi wisata baik alam, kuliner, atau destinasi wisata yang tersembunyi namun layak untuk dikunjungi,” terangnya seraya menandaskan bahwa pada tahun 2021, tandas Marius, Yayasan Anugerah Pesona Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembali menghelat kontes pemilihan.

Kepada awak media, Panitia Anugerah Pesona Indonesia 2020, Muhammad Syafa’at menjelaskan bahwa pelaksanaan pengumuman baru dapat dilaksanakan pada 9 April 2021 akibat pandemi Covid-19. “Dan kebetulan NTT memiliki urutan 3 (tiga) besar terbanyak dibandingkan dengan daerah lain,” terangnya.

Anugerah Pesona Indonesia, imbuh Muhammad Syafa’at, merupakan kegiatan untuk mengangkat destinasi-destinasi pariwisata baru dan unggulan dari setiap provinsi maupun kabupaten/kota untuk dipopulerkan kepada masyarakat luas baik domestik maupun internasional. “Dan kegiatan ini melibatkan semua pemerintah daerah dengan mengusulkan destinasi terbaik yang dimiliki,” terangnya.

Pemilihan lokasi Labuan Bajo sebagai lokasi Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020, ungkap Muhammad Syafa’at, melalui surat dari Gubernur VBL, NTT menyambut baik untuk menjadi Tuan Rumah API 2020. “Kami menyadari bahwa API harus tetap berjalan dengan tiga alternatif yakni menjalankan tatap muka atau offline dengan protokol kesehatan ketat, semi (offline & live) dan online. Maka, pada tanggal 9 April 2021, NTT berpesta untuk Malam Anugerah Pesona Indonesia,” tandasnya.

NTT menempati 3 besar dengan 8 Kategori Destinasi

Delapan destinasi yakni Daging Se’i (kategori makanan tradisional terpopuler), Sentra Tenun Ikat Ina Ndao (destinasi belanja terpopuler), Pulau Meko di Kabupaten Flores Timur (kategori wisata air), dan puncak Fulan Fehan di Kabupaten Belu (kategori dataran tinggi terpopuler)

Selanjutnya, Liang Bua di Kabupaten Manggarai (kategori situs sejarah terpopuler), Kampung Adat Namata di Kabupaten Sabu Raijua (kategori kampung adat terpopuler), Pulau Semau di Kabupaten Kupang (kategori destinasi wisata baru) dan Mulut Seribu di Pulau Rote Ndao (nominasi surga tersembunyi terpopuler di Indonesia).

Muhammad Syafa’at juga mengungkapkan bahwa NTT berpeluang menjadi juara umum. “Saat ini, NTT menempati tiga besar dari 18 kategori, 8 kategori diambil oleh NTT dan memberikan kesempatan besar bagi NTT menjadi juara umum yang akan bersaing dengan Sumatra Selatan dan Aceh,” urainya.

Sementara itu, Abed Frans Ketua ASITA NTT mengungkapkan sebagai prajurit yang ditugaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pihaknya bekerja maksimal untuk mempopulerkan destinasi unggulan di Provinsi NTT telah melakukan promosi masif melalui berbagai platform media.

Gubernur VBL, urai Abed, menegaskan bahwa saat Malam Anugerah Pesona Indonesia 2020 itu bukan lagi sebagai ajang promosi karena telah dilakukan secara masif, namun bagaimana para pengunjung datang untuk menghabiskan uang (spend money). “Untuk sementara, yang layak bagi kondisi tersebut hanya Labuan Bajo yang mempunyai kapasitas daya tampung dan wisatawan dapat membelanjakan uang mereka. Untuk itu, kita harus realistis,” urainya seraya mengungkapkan sebelumnya Gubernur VBL mengusulkan Pulau Sumba.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama (*/kompas.tv)