Arsip Tag: angin kencang

Gubernur VBL Instruksikan Satpol PP dan Polda NTT Sidak Toko Bangunan

1.825 Views

Malaka—NTT, Garda Indonesia | Saat melakukan kunjungan kerja melihat korban banjir bandang di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 6 April 2021, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Polda NTT untuk melakukan sidak Toko Bahan Bangunan.

“Hari ini saya instruksikan Kasat Pol PP Provinsi NTT berkoordinasi bersama Polda NTT untuk melakukan sidak mulai Rabu, 7 April 2021 terhadap Toko Penyedia Bahan Bangunan agar tidak menaikkan bahan bangunan pasca-bencana di NTT,” tegas Gubernur VBL saat melihat korban banjir bandang di Malaka.

Instruksi tersebut dikeluarkan Gubernur VBL sebagai respons dan antisipasi atas temuan di lapangan dan keluhan masyarakat atas kenaikan harga bahan bangunan. “Para Pedagang bahan bangunan sungguh tidak turut merasa berduka dan prihatin terhadap peristiwa yang dialami rakyat NTT, untuk itu saya perintahkan agar harga segera diturunkan,” tegasnya.

VBL pun mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kepada Pemerintah, manakala terdapat Toko penyedia Bahan Bangunan yang menaikkan harga. “Di samping dilakukan sidak, diharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah dan dipastikan tokonya ditutup dan izinnya dicabut,” tandasnya.

Guna membangun koordinasi dan komunikasi guna membantu masyarakat pasca-Badai Siklon Tropis, Pemprov NTT menyediakan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja bertempat di Aula El Tari Kupang.(*)

Sumber berita dan foto (*/Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT)

Editor (+roni banase)

Listrik PLN di Kota Kupang Padam, Pemulihan Menyeluruh 1 Bulan

1.173 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja yang memorak-porandakan wilayah Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 4 April 2021 pukul 23.00 WITA hingga Senin, 5 April 2021 pukul 08.00 WITA, banyak tiang roboh dan kabel listrik putus ditindih pohon-pohon besar, mengakibatkan jaringan listrik PLN mati total.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/05/pasca-badai-siklon-tropis-seroja-kota-kupang-lumpuh/

PLN UIW NTT pun sigap dan bergerak cepat menormalkan aliran listrik pada Senin malam, 5 April 2021, sehingga 3 (tiga) jalur yakni di Tuak Daun Merah (TDM), Kompleks Perumahan Artha Graha, sebagian Oebufu hingga jalur utama di Lippo Mall.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dalam pernyataan pers pada Selasa siang, 6 April 2021 di Kantor PLN Oebobo menyampaikan bakal menyelesaikan lagi jalur utama di Penfui, Oepura, dan Wali Kota. “Kendala kami adalah akses jalan karena banyak pohon yang saat ini masih menutupi jalan bagi tim PLN menuntaskan instalasi,” terangnya.

General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko saat menyampaikan keterangan pers terkait proses pemulihan jaringan listrik di Kota Kupang

Selain itu, imbuh Jatmiko, jumlah personil yang ada saat ini telah disebar di 11 lokasi. “Kami juga akan dibantu oleh tim PLN dari Mataram, Sulawesi, dan Maluku. Besok (Rabu, 7 April 2021) bakal tiba di Kota Kupang sehingga lokasi yang terdampak dapat segera diselesaikan seperti jalur dari Bolok ke Tenau, Tenau ke Osmok, PT. Semen, dan Tenau ke Kota dapat segera diperbaiki,” ungkapnya.

Lanjut Jatmiko, “Demikian juga suplai dari gardu induk Maulafa yang menyuplai listrik ke Bandara El Tari, Kantor Gubernur NTT, dan rumah sakit sedang dinormalkan oleh petugas PLN,” ucapnya.

Terkait lama proses menormalkan listrik di Kota Kupang oleh petugas PLN, terang Agustinus Jatmiko, untuk jalur utama memerlukan waktu 2 (minggu), namun jaringan ke rumah-rumah selama 1 (satu) bulan. “Tetapi, kami akan berusaha melakukan percepatan menormalkan jaringan listrik selama 24 jam dengan sistem pertukaran shift,” tandasnya.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

“Bank NTT Peduli” Bersama Bantu Korban Bencana La Nina di NTT

243 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Badai siklon tropis dampak dari La Nina yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur memicu hujan lebat, angin kencang dan banjir bandang di beberapa wilayah, pada Sabtu dan Minggu, 4—5 April 2021, mengakibatkan ribuan warga terdampak, ratusan orang meninggal dunia, dan sebagian warga hilang.

Kondisi dampak Badai Siklon Tropis, mengundang keprihatinan Bank NTT sebagai yang lahir dari rahim Provinsi NTT, untuk ikut terpanggil menghelat aksi donasi kemanusiaan. Untuk kesekian kalinya, Bank NTT menyatakan sepenanggungan dalam derita yang dialami masyarakat.

Demi mempermudah masyarakat dalam berdonasi, maka manajemen Bank NTT sudah menyediakan kanal, dengan jalan menyiapkan nomor rekening khusus untuk memupuk kepedulian kepada kemanusiaan. Nomor Rekening yang disiapkan pada Kantor Cabang Khusus dengan nomor rekening: 1000742078 atas nama BANK NTT PEDULI.

Rekening Bank NTT Peduli dibuka sejak Senin, 5 April 2021 dan akan ditutup pada waktu yang akan ditentukan kemudian. Manajemen Bank NTT berharap agar rekening ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat umum sehingga siapapun dapat memanfaatkan momentum ini untuk menyatakan kepeduliannya terhadap mereka yang terdampak bencana. Terutama kepada mitra media, diharapkan agar mempublikasikannya sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam berdonasi.

Donasi bagi bencana La Nina di NTT merupakan bukti kepedulian dan kepekaan manajemen Bank NTT sekaligus komitmen kuat dari bank kebanggaan masyarakat NTT, bahwa bank ini tidak saja terus berinovasi dalam layanan perbankan, melainkan ikut membangun Provinsi NTT secara nyata. Untuk mewujudkan visinya sebagai Smart Bank, maka BANK NTT telah hadir dalam transaksi layanan digital, yakni melalui M-Banking. Dan, calon donatur pun bisa memanfaatkan layanan ini, untuk mentransfer bukti kasih mereka kepada warga terdampak bencana.

Salah satu keunggulan Bank NTT dalam mengelola donasi kemanusiaan ini adalah, selalu ada update data terakhir donatur, yang dilansir di media cetak. Setiap hari, selalu ada laporan nama donator dan total donasi, sehingga masyarakat tidak perlu ragu karena Bank NTT terbuka dalam pengelolaannya. Bahkan dalam seremoni penyerahan pun akan terpublikasi baik itu total jumlah donasi maupun pihak penerima. Dan, manajemen Bank NTT pun memastikan bahwa penerima bantuan kemanusiaan ini adalah Pemerintah Daerah pada wilayah yang terdampak bencana, serta disaksikan berbagai pihak, termasuk kepolisian.

Terkait donasi bantuan kemanusiaan ini, manajemen Bank NTT berterimakasih kepada calon donator yang dengan sukarela memberi dari segala kekurangan.

 Sementara itu, BMKG memprediksi, terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah  termasuk Provinsi NTT. Bahkan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer-laut menunjukkan bahwa La Nina masih berlangsung paling tidak hingga Mei 2021 dengan kecenderungan menuju netral.

Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang dapat berkontribusi pada peningkatan awan hujan. (*)

Sumber berita (*/humas Bank NTT)

Foto utama oleh roni banase

Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, Kota Kupang Lumpuh

2.063 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | BMKG memprediksi 24 jam ke depan pada Selasa, 6 April 2021 pukul 07.00 WIB atau 08.00 WITA, Siklon Tropis Seroja berada pada posisi di Samudra Hindia Samudra Hindia sebelah barat daya Pulau Rote, 12.2LS, 120.1BT (sekitar 260 km sebelah barat daya Sabu, kecepatan 7 knots (12 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pada Minggu malam, 4 April 2021 pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA, bibit siklon tropis 99S berada di posisi Perairan Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur, 10.3LS, 123.5BT (sekitar 24 km sebelah barat daya Kupang) dengan arah pergerakan sistem ke arah Timur hingga timur laut dengan kecepatan 3 knots (6 km/jam), memicu hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Tiang listrik dan telepon roboh diterjang Badai Siklon Tropis Seroja

Kecepatan angin yang diprediksi 6—9 knots dengan kekuatan maksimum di sekitar sistemnya sebesar 30 knots (55 km/jam) dengan tekanan di pusat sistemnya mencapai 996 hPa, mulai memporakporandakan fasilitas umum, perkantoran, perumahan masyarakat sejak pukul 23.00 WITA pada Minggu, 4 April 2021 hingga pukul 08.00 WITA pada Senin, 5 April 2021, mengakibatkan putusnya jaringan listrik PLN.

Suasana mencekam akibat angin kencang disertai pemadaman jaringan listrik dirasakan oleh masyarakat Kota Kupang yang terpantau oleh Garda Indonesia melalui beberapa grup Whatsapp. Beragam doa, pertanyaan kapan berakhir badai, hingga saling memberikan penguatan satu sama lain.

Atap rumah warga runtuh dan menindih mobil

Badai Siklon Tropis yang dinamakan Badai Seroja pun berangsur redah sekitar di atas pukul 08.00 WITA. Lalu, masyarakat pun mulai membersihkan kotoran berupa daun, patahan dahan pohon, hingga merapikan atap seng yang terlepas akibat hentakan badai.

Pantauan Garda Indonesia di beberapa sudut kota, tampak suasana berantakan dengan tampilan tiang listrik PLN roboh akibat ditindih pohon besar, tiang Telkom pun tak luput ikut roboh. Fasilitas umum berupa pom bensin tutup, pasar sepi, tak ada aktivitas perkantoran karena tiada tersedianya jaringan listrik PLN.

Masyarakat pun terpaksa harus mengisi daya telepon genggam atau smartphone mereka di salah satu bank pemerintah yang menggunakan genset sebagai pembangkit daya listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Waspada! Dua Bibit Siklon Tropis Picu Cuaca Ekstrem pada 3—9 April 2021

13.903 Views

Jakarta, Garda Indonesia | BMKG sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi adanya 2 (dua) bibit  Siklon Tropis, yaitu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia barat daya Sumatra dan bibit siklon tropis 99S di Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur. Intensitas kedua Bibit Siklon Tropis tersebut cenderung menguat dalam 24 jam ke depan dengan pergerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Keberadaan bibit siklon tersebut dapat berkontribusi cukup signifikan terhadap peningkatan labilitas atmosfer dan pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, selain itu dapat mendorong peningkatan kecepatan angin yang berdampak pada peningkatan ketinggian gelombang di sebagian wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.

Pada sepekan ke depan potensi Hujan Sedang Lebat diprediksi terjadi di wilayah Indonesia yakni : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatra Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua.

Potensi Hujan Sangat Lebat diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Potensi Angin Kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Potensi Gelombang Tinggi lebih dari 4 (empat) meter, diprediksi terjadi di wilayah berikut Perairan barat Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu, Perairan P. Enggano, Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bag. Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten, dan Samudra Hindia Barat Kep. Mentawai hingga Selatan Jawa Barat

Sementara itu, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak untuk potensi Banjir atau Bandang dalam periode hingga 3 (tiga) hari ke depan dengan kategori “Siaga” berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (hujan lebat-sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, gelombang tinggi, dan lain-lain) dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, pohon tumbang.(*)

Sumber berita (*/Guswanto/ Meteorologi BMKG)

Editor (+roni banase)

Foto utama oleh wikipedia

Hati-hati ! Hujan Deras, Angin Kencang dan Kilat Terjadi pada 5—12 Januari 2020

354 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia untuk sepekan ke depan. Berkurangnya pola tekanan rendah di Belahan Bumi Utara (BBU) dan meningkatnya pola Tekanan Rendah di wilayah Belahan Bumi Selatan (BBS) mengindikasikan terjadinya peningkatan aktivitas Monsun Asia.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan penambahan massa udara basah di wilayah Indonesia, meningkatnya pola tekanan rendah di BBS (sekitar Australia) dapat membentuk pola konvergensi (pertemuan massa udara) dan belokan angin menjadi signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian selatan ekuator.

Sementara itu berdasarkan model prediksi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah diprediksikan mulai aktif di sekitar wilayah Indonesia selama periode sepekan kedepan, kondisi ini tentunya dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan cukup signifikan di wilayah Indonesia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan potensi Cuaca Ekstrem dan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di beberapa wilayah sebagai berikut ini:

Periode 5—8 Januari 2020 :
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi, Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua, Barat, dan Papua.

Periode 9—12 Januari 2020 :
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah. Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Waspada Gelombang Laut Tinggi

Sementara itu, potensi ketinggian gelombang laut di wilayah Indonesia hingga mencapai lebih dari 2.5 meter dapat terjadi di beberapa wilayah perairan yakni di Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Utara Kep.Anambas – Kep.Natuna, Perairan Selatan Jawa Barat Hingga Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas Bag.Selatan, Perairan P. Sawu – Rote, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, Laut Banda, Perairan Kep. Kai – Aru, Laut Sulawesi Bagian Timur, Perairan Kep.Sangihe – Kep.Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Halmahera Bagian Utara, Perairan P.Morotai, Perairan Timur P.Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat Hingga Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera Hingga Papua.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. Selain itu, kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diimbau agar selalu waspada.(*)

Sumber berita (*/Deputi Bidang Meteorologi—BMKG, Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc)
Editor (+rony banase) Foto oleh : beritabojonegoro.com

Musim Hujan Mundur, Waspadai Bencana Pada Masa Transisi Musim

316 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Awal musim hujan tahun 2019—2020 di Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran dan akan masuk pada bulan November—Desember 2019 dan puncaknya diprediksi pada bulan Januari–Februari tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, M.Si dalam Konferensi Pers bersama Pakar dan Tim Intelijen pada Kamis, 31 Oktober 2019 di Gedung Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB Jakarta.

Dalam keterangannya, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya potensi ancaman bencana pada masa transisi musim atau pancaroba yang ditandai dengan ciri-ciri seperti angin kencang, angin puting beliung, perubahan suhu dan cuaca ekstrem, hujan es hingga gelombang tinggi di pesisir pantai dan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan tanah bergerak pada saat musim hujan nanti. Menurut perkiraannya, wilayah Indonesia yang akan memasuki awal musim hujan dimulai dari bagian utara seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat hingga Papua bagian utara.

“Aceh dan Sumatera Utara harus siaga banjir dan tanah longsor. Puncak musim hujan diprediksi pada bulan Januari-Februari 2020. Oleh karena itu waspadai juga potensi cuaca ekstrem pada masa transisi musim (pancaroba) seperti puting beliung, hujan es, suhu ekstrem,” kata Miming.

Dalam satu pekan ke depan, potensi hujan diprediksi akan terjadi di sejumlah wilayah seperti provinsi seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Tengah dan Papua. Sedangkan gelombang tinggi akan terjadi di wilayah selatan dan barat daya Sumatera Selatan hingga wilayah selatan Jawa dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Kendati demikian BMKG masih memprediksi bahwa kondisi tersebut masih aman untuk penyeberangan laut.

Sebagai upaya dalam menghadapi bencana pada masa transisi musim dan bencana hidrometeorologi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menganggarkan dana sisa tahunan dengan total nilai 850 miliar. Dana tersebut merupakan Dana Siap Pakai (DSP) yang bisa digunakan untuk penanggulangan bencana di seluruh Indonesia hingga akhir tahun ini. Tidak hanya untuk bencana hidrometeorologi atau masa transisi musim saja, DSP ini juga berlaku untuk segala jenis bencana yang mungkin saja bisa terjadi hingga akhir tahun ini.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kelompok Perencanaan Deputi Bidang Perencanaan dan Kerja sama, Badan Restorasi Gambut (BRG), Ir. Noviar memaparkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut hingga saat ini masih terdeteksi sebanyak 31.164 yang tersebar di tujuh provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Papua. Berdasarkan temuan di lapangan maupun pantauan satelit, hutan produksi masih mendominasi luasan karhutla. Hal itu menurut BRG dapat disimpulkan bahwa masyarakat maupun korporasi masih melakukan pembukaan dan pengelolaan lahan dengan cara yang tidak baik, salah satunya dengan cara dibakar.

Adapun upaya BRG dalam mengatasi hal tersebut ialah dengan langkah yang dinamakan “3 R” yakni _Rewetting_, _Revegetation_, _Revitalization_. _Rewetting_ merupakan upaya untuk mengembalikan kodrat lahan gambut kembali basah dan membuat sekat-sekat kanal. _Revegetation_ sendiri merupakan penanaman pola maksimal dan pengkayaan tanaman. Sedangkan _Revitalization_ adalah pembangunan alternatif komoditas dan sumber mata pencaharian masyarakat.

Dalam konteks yang sama mengenai bencana karhutla, Peneliti Ekologi Manusia Pusat Penelitian dan Kependudukan LIPI, Deny Hidayati menyoroti bahwa kesiapsiagaan penduduk dalam menghadapi asap karhutla masih minim. Menurutnya peran pemerintah daerah sebagai aktor dalam peningkatan kapasitas penduduk dalam menghadapi asap karhutla masih terbatas. Di samping itu kearifan lokal sudah bergeser.

Pihaknya mengharapkan agar sinergitas antara masyarakat dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah seperti program Desa Tangguh Bencana (BNPB), Masyarakat Peduli Api (KLHK) hingga Kelompok Tani Peduli Api (Kementan) dapat terbina dan berjalan secara baik sehingga keduanya dapat menjadi aktor penting dalam peningkatan kesiapsiagaan terhadap karhutla untuk ke depannya.

Selanjutnya mengenai pergerakan tanah, Kepala Bidang Mitigasi dan Gerakan Tanah PVMBG, Ir. Agus B mengatakan bahwa Indonesia masih berpotensi terjadi peristiwa pergerakan tanah hingga November 2019. Beberapa faktor seperti hujan, faktor perubahan lahan, respon bumi saat hujan jatuh menjadi pemicu terjadinya pergerakan tanah tersebut. Agus mengatakan bahwa hal itu merupakan pola yang berulang, khususnya di Pulau Jawa. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah yang pasti dalam menghadapi potensi ancaman bencana tersebut melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat.

“Contohnya kita harus tahu lokasi rentan, tahu ancaman, tahu antisipasi, susun database. Jika ada retakan yang mengawali pergerakan tanah, maka harus membuat rambu. Jadi pahami, pantau dan lapor,” tutup Agus. (*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data Informasi dan Humas)
Editor (+rony banase)
Foto oleh cozer.id

Siklon Tropis Lili di Laut Timor, Berpotensi Ancaman Cuaca Ekstrim

166 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Siklon Tropis Lili tumbuh di wilayah Laut Timor. Siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrim di wilayah Indonesia Timur dan Timor Leste

Pada Kamis, 9 Mei 2019 pukul 10.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S mengalami penguatan signifikan sehingga BMKG menyatakan bibit siklon tropis tersebut sebagai Siklon Tropis “Lili” dengan posisi koordinat di 8.9 °LS 128.7°BT berada di sekitar perairan Laut Timor atau Selatan Perairan Laut Banda.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, M.Sc, Ph.D., dalam keterangan resminya yang dirilis BMKG, Kamis (9/5/2019), menyampaikan saat ini kecepatan angin maksimum di pusat siklon mencapai 35—40  knot dengan tekanan minimum hingga 1000 hPa dengan arah gerak ke Selatan-Barat Daya.

Secara gamblang, Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa siklon tropis ini menimbulkan ancaman cuaca ekstrem ini wilayah Indonesia Timur dan Timor Leste, antara lain:

  • Hujan dengan intensitas sedang – lebat berpeluang terjadi di wilayah Maluku bagian tenggara, NTT bagian timur, dan Timor Leste;
  • Angin dengan kecepatan diatas 25 knot atau 48 km/jam berpeluang terjadi di NTT, Maluku, dan Papua bagian selatan;
  • Gelombang dengan ketinggian 1.25—2.50 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, Perairan Kep. Kei – Aru, Laut Arafuru bagian timur;
  • Gelombang dengan ketinggian 2.50—4.0 m berpeluang terjadi di Laut Banda bagian selatan;
  • Gelombang dengan ketinggian 4.0—6.0 m berpeluang terjadi di Perairan Kep. Sermata – Leti – Kep. Babar – Tanimbar, Laut Timor.

Lanjut Kepala BMKG, Adanya peningkatan tinggi gelombang akibat Siklon Tropis pada tanggal 08—11 Mei 2019 di Laut Banda bagian selatan, Perairan Kep. Sermata – Leti – Kep. Babar – Tanimbar, Laut Timor

“Perlu diwaspadai karena transportasi laut di sekitar daerah terdampak siklon tropis diperkirakan akan terganggu”, pintanya

BMKG terus memantau perkembangan Siklon Tropis Lili ini setiap saat melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Masyarakat dihimbau untuk tetap berhati hati pada potensi hujan lebat yang timbul karena juga berpotensi menimbulkan dampak seperti banjir, tanah longsor dan banjir bandang. (*)

Sumber berita (*/Humas BMKG)
Editor (+rony banase)