Arsip Tag: asn pemprov ntt

Pastikan Anda Tercatat Sebagai Penduduk Indonesia di Sensus Penduduk 2020

551 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sensus Penduduk (SP) di Indonesia terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2010 dengan metode tradisional yaitu mengunjungi penduduk satu per satu dari rumah ke rumah (door to door). Petugas pencacah mendatangi setiap orang yang teridentifikasi sebagai penduduk untuk didata.

Namun, pada Sensus Penduduk 2020 yang bakal dilaksanakan pada 15 Februari—31 Maret 2020, untuk pertama kalinya akan digunakan ‘Metode Kombinasi’ yaitu pendataan penduduk yang mengombinasikan antara pencacahan metode tradisional dengan metode baru yang berbasis data dari Penduduk dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Proses Mencatat Indonesia pada SP2020 dilakukan dengan 3 (tiga) cara yakni :

Pertama, Sensus Penduduk Online dengan cara setiap penduduk dapat mengisi datanya secara mandiri melalui laman (website) yang dapat diakses melalui gawai atau gadget (komputer, telepon genggam, dan laptop). Caranya : masukkan Nomor Kartu Keluarga & Nomor Kependudukan (NIK) pada alamat laman/website  http://sensus.bps.go.id

Kedua, Pencacahan Lansung dengan HP Android pada Juli 2020 yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka, kemudian hasil wawancara akan langsung diunggah (di input) ke hape android petugas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI);

Ketiga, Pencacahan Langsung dengan Kertas pada Juli 2020 yaitu Petugas sensus akan mendatangi penduduk satu per satu untuk melakukan wawancara tatap muka, hasil wawancara akan di input ke dalam kuesioner kertas. Metode ini dikenal dengan Pencacahan Metode Paper Assisted Personal Interviewing (PAPI).

Adapun alasan mengapa harus ada SP2020 untuk Mencatat Indonesia yaitu untuk mengetahui karakteristik seluruh penduduk Indonesia tanpa kecuali, sebagai data dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan, dan agar pembangunan lebih efektif dan tepat sasaran.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pada Jumat, 24 Januari 2020 saat Pencanangan Sensus Penduduk 2020 di Istana Negara menyampaikan bahwa kunci utama dari kesuksesan Sensus Penduduk 2020 adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa untuk menuju ‘Satu Data Kependudukan Indonesia’.

Begitu pun dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Instruksi bernomor: BU.470/01/BPS/2020 tanggal 17 Januari 2020, meminta kepada Bupati / Wali Kota, Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemprov NTT, Kepala Kantor/Instansi Vertikal, Kepala BUMN/BUMD, dan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-NTT dengan :

  1. Mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN)/Karyawan/Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk melakukan SP2020 yang akan dilaksanakan pada 15 Februari—31 Maret 2020 dengan mengakses laman http://sensus.bps.go.id
  2. Mewajibkan setiap ASN/ Karyawan/ Mahasiswa pada satuan kerjanya untuk turut menyosialisasikan SP2020 kepada keluarga, tetangga, dan kelompok masyarakat agar dapat berpartisipasi.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh twipu.com

Gubernur Viktor : Pemimpin & ASN Harus Mengabdi dengan Semangat Militan

44 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Seorang manusia itu hebat kalau dia berkarya dan punya jiwa yang militan. Orang militan itu, dia tidak peduli terhadap hambatan yang ada. Dia tahan terhadap berbagai tekanan dan tantangan. Tidak mudah menyerah. Kalau dengan semangat militan pasti kita bisa capai tujuan.

Baca : https://gardaindonesia.id/2019/12/16/anugerah-satya-lencana-karya-satya-bagi-asn-gubernur-viktor-asn-harus-fokus-kerja/

Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan amanat dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT pada Selasa, 17 Desember 2019.

“Kita sebagai pemimpin dan juga ASN itu harus mengabdi dengan semangat militan. Tidak mudah menyerah. Kalau ada tantangan ya harus maju terus. Cerdas intelektual saja tidak cukup. Karena itu, provinsi ini harus melahirkan orang-orang bukan hanya hebat dari intelektualnya saja, tapi jiwa militan harus ada. Tahan terhadap tekanan. Orang yang tidak punya daya tahan terhadap tekanan itu walaupun dia pintar macam apa pun tetap saja kerja pasti macet,“ungkap Gubernur Viktor.

“Kalau tidak tahan terhadap berbagai guncangan atau tekanan maka pasti mudah menyerah. Jangan seperti itu. Walaupun orang lain bilang tidak mungkin, tetapi kita kerja harus ada hasil dan pencapaiannya ada, “jelas Gubernur Viktor.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan amanat dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ditambahkannya, setiap ASN selain menjiwai semangat militan juga perlu punya kecerdasan, melayani dan berani mengambil keputusan. “Kita juga senang karena ada beberapa capaian yang kita lakukan. Saya melihat perubahan itu ada dari beberapa OPD dan mulai tampak. Ada upaya yang dilakukan sungguh-sungguh. Ada kemauan untuk orang mulai berubah. Tahun depan saya akan lebih ketat. Kita harus lebih cepat lagi,” ucap Gubernur Viktor.

“Bila kita kerja benar dalam semangat di mana Pemerintah Nasional saat ini sangat memberi perhatian pada NTT maka Gubernur bersama ASN dan Bupati, Camat, Kepala Desa perlu menyatu dalam semangat yang sama. Maka NTT tahun 2020 dan seterusnya pasti jadi lebih maju,” papar mantan Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem tersebut.

“Untuk melakukan perubahan maka harus ada namanya modernisasi. Harus ada percepatan pembangunan kalau mau bersaing. Kita lihat itu Negara Cina tahun 1990 masih tertinggal soal tol dengan Indonesia. Sekarang mereka sudah melebihi kita dalam pembangunan jalan tol. Itu tandanya kinerja infrastruktur mereka hebat dalam mengejar ketertinggalan,” jelas Gubernur Viktor.

Dalam apel pagi tersebut juga dilangsungkan Peluncuran Website resmi Biro Organisasi dan Radio Streaming Swara NTT bersama Media Centre Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT. Gubernur Viktor berharap dengan diresmikannya Radio Swara NTT dan Media Centre tersebut dapat membantu dalam menjalankan fungsi publikasi informasi yang mendukung program Pemerintah NTT.

“Informasi lewat radio ini harus sampai hingga desa untuk bawa perubahan. Masyarakat harus tahu mimpi dan tujuan program Gubernur dan Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Kepala-kepala OPD. Masyarakat juga tahu mengenai target apa saja yang sudah dicapai serta perencanaan program-program selanjutnya,”beber Gubernur.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)

Anugerah Satya Lencana Karya Satya bagi ASN, Gubernur Viktor: ASN Harus Fokus Kerja

149 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat meminta seluruh jajaran ASN untuk terus memberikan pemikiran-pemikiran hebat dan tanggung jawab besar dalam kontribusi nyata terhadap pelayanan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.

Penegasan Gubernur Viktor tersebut disampaikannya dalam acara Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya X, XX, XXX Tahun (Sepuluh, Dua Puluh dan Tiga Puluh Tahun) dan Pelepasan Pegawai Negeri Sipil Purna Bhakti Periode Desember 2019 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Senin, 16 Desember 2019.

“Kita bersyukur karena hari ini adalah peristiwa bermartabat, di mana kita menerima penghargaan dari Bapak Presiden RI berupa Satya Lencana Karya Satya X, XX dan XXX Tahun. Itu sebuah bentuk implementasi serta kehormatan kinerja dan karya panjang anak bangsa. Bukan masalah berapa lama waktu bapak dan ibu melayani dan menerima tanda jasa itu tetapi harus menjadi renungan sehingga menjadi panutan untuk abdi bagi Provinsi NTT ini. Tanda jasa itu harus berbanding lurus dengan apa yang kita kerjakan. Bahkan punya dampak dengan pembangunan bangsa,”kata Gubernur Viktor.

“Saya mau setiap ASN Pemerintah Provinsi untuk terus belajar upgrade dirinya. Kita mau SDM yang kuat. Hari ini juga ada ASN yang pensiun walaupun sudah pensiun saya mau agar kita tetap bekerja dengan memberikan pemikiran-pemikiran yang baik dan yang hebat demi perubahan. Tantangan Provinsi begitu besar sehingga kita butuh sinergitas bagi semua masyarakat NTT”, tambahnya.

Lebih lanjut Gubernur Viktor meminta agar pelayanan ASN harus menciptakan modernisasi pada setiap bidang. “Ciri khas orang membangun adalah adanya modernisasi dalam segala hal tujuannya demi kesejahteraan. Ciptakan pelayan yang maksimal dengan adanya modernisasi di bidang pertanian, perdagangan, industri, pariwisata dengan yang lain. Kita harus mengejar ketertinggalan dari provinsi yang lain,” tegasnya.

Para ASN lingkup Pemprov NTT yang menerima Anugerah Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun

Ia juga meminta agar fokus untuk bekerja tanpa terpengaruh dengan berbagai isu negatif atau cibiran yang menjatuhkan atau memicu konflik. “Pemimpin itu harus tegar. Saya mengajak semua agar tetap fokus bekerja dan tidak usah peduli dengan omongan orang lain yang sebetulnya ingin menjatuhkan. Jangan peduli dengan cibiran yang menghambat mimpi kita bersama,” katanya.

“Saya sangat ingin agar kita ASN tidak boleh terjebak dalam urusan seremoni-seremoni. Kita melakukan rapat sangat banyak. Rapat ini, rapat itu. Rapat terus tapi tidak ada hasil. Oleh sebab itu kita harus lebih fokus dan cerdas pada eksekusi pelayanan secara langsung di lapangan,” jelasnya.

“Sebentar lagi kita akan merayakan ulang tahun NTT yang ke-61. Memang masih banyak tantangan yang menjadi tanggung jawab untuk masa depan provinsi ini. Karena itu dibutuhkan komitmen dan kerja keras untuk wujudkan mimpi-mimpi kita bersama,” ucap Viktor Laiskodat.

Berdasarkan Laporan Kepala Badan Kepegawaian Daerah NTT, Henderina S. Laiskodat, Penyerahan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden RI tersebut diberikan kepada 175 Pegawai Negeri Sipil antara lain Satya Lencana Karya Satyaa XXX Tahun sebanyak 13 orang, XX Tahun sebanyak 57 orang, X tahun sebanyak 105 orang, serta PNS yang memasuki masa Purna Bakti tahun 2019 sebanyak 408 orang dan diterima secara simbolis 4 PNS.

Penganugerahan Satya Lencana Karya Satya tersebut juga didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1994 tentang tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya, Keputusan Presiden RI Nomor 125/TK/THN 2019 tanggal 22 November 2019 dan Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor : BKD. 840/164/BID.IV-Kesra 2019 tanggal 9 Desember 2019 tentang pemberian Penghargaan kepada Pegawai Negeri Sipil yang memperoleh tanda Kehormatan Satya Lencana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun di Lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.(*)

Sumber berita (*/Meldo Nailopo—Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)
Editor (+rony banase)