Arsip Tag: asosiasi pengusaha ritel indonesia

‘Grand Opening Creatif Mart 2’ Wabup Belu: Geliat Ekonomi Harus Berjalan

323 Views

Belu–NTT, Garda Indonesia | Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M didampingi wakil ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Rinawati Br. P. A. Haleserens, S.E.,M.M. menghadiri grand opening KTM. Creatif Mart 2 di Jl. Supomo kilometer 2 Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 8 Agustus 2021; Acara grand opening diawali dengan ibadat syukur yang dipimpin oleh Rm. Bernard Bria, Pr.

Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. menyampaikan syukur kepada Tuhan atas dibukanya Creatif Mart 2 meski dalam kondisi Covid–19 dengan ekonomi tiarap. Geliat ekonomi harus terus berjalan dengan tetap patuhi protokol kesehatan.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih kepada bapak Charli Widodo yang telah membuka usaha Creatif Mart 2. Dengan begitu, bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat kita, dengan menangkap peluang yakni menjual 9 bahan pokok dan tempatnya di kilometer 2, dan yang dipilih pun tepat, harganya murah,” tandas Wabup Belu.

Wabup Belu pun mengajak masyarakat untuk mencintai produk dalam negeri dan mengharapkan para pelaku UMKM dapat menitipkan hasil produk UMKM-nya di Creatif Mart 2.

Pelepasan balon tanda grand opening Creatif Mart 2

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) cabang Kabupaten Belu, Mario Tanur menyatakan syukur lantaran Creatif Mart 2 telah menjadi anggota Aprindo sehingga diharapkan dapat lebih memudahkan masyarakat dalam berbelanja.

“Aprindo dengan semboyannya ‘senyum, sapa dan semangat’ mengharapkan dengan kehadiran Creatif Mart 2 dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para konsumen. Sekali lagi selamat dan prociat untuk Creatif Mart 2 yang telah hadir di Kabupaten Belu,” tandas Ketua Aprindo.

Owner Creatif Mart, Robertus Charli Widodo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati, Wakil Ketua TP PKK, pimpinan perbankan dan masyarakat sekitar dalam acara grand opening Creatif Mart 2.

“Tentunya kehadiran kami di tempat ini adalah untuk melayani masyarakat di sekitar kilo meter 2, dan masyarakat umum di Kabupaten Belu. Semoga kehadiran kami dapat melayani masyarakat dengan hati, sesuai semboyan Creatif Mart 2 ‘kalau mahal beri tahu kami, kalau murah beritahu teman’,” ujar Charli Widodo.

Charli menambahkan, Creatif Mart 2  menjual produk sembako dan produk UMKM seperti abon ikan, abon sapi, abon ayam, kripik–kripik dan produk UMKM lainnya. Oleh karena itu, diharapkan kepada pengusaha ritel untuk mendorong bekerja sama dengan para pelaku UMKM di Kabupaten Belu.

Grand opening Creatif Mart 2 ditandai dengan pelepasan balon gas ke udara oleh Wakil Bupati Belu, Wakil Ketua TP PKK, Dandim 1605 /Belu, perwira Polres Belu, Ketua Aprindo Kabupaten Belu dan Owner Creatif Mart 2, dilanjutkan dengan menekan tombol sirene. Usai pemotongan tumpeng oleh owner Creatif Mart 2 , Wakil Bupati Belu didampingi wakil ketua TP PKK dan Dandim 1605 /Belu lantas memotong pita pada pintu utama Creatif Mart 2. (*)

Berita: (*/Kominfo – Asih Mukti)

Foto: Cransen Fontes

Editor: Herminus Halek

Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, APRINDO Sinergi dengan Pemerintah

199 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Ketersediaan pasokan bahan pokok sangat krusial menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, harga kebutuhan bahan pokok biasanya naik tinggi tanpa terkendali, karena besarnya permintaan masyarakat serta minimnya pasokan.

Oleh karena itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) melalui ketua umumnya Ray Mandey menyatakan bahwa kondisi saat ini, harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan stok juga terjaga.

“Kami dari APRINDO, saat ini semakin mengintensifkan kerja sama dengan pemerintah melalui kementerian terkait guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Namun demikian, tentunya kami selaku peritel modern akan bersinergi dari hulu sampai hilir dengan seluruh stakeholder terkait bahan pokok untuk mewujudkan ini semua,” ungkap Ray Mandey kepada wartawan, pada Jumat, 19 Maret 2021.

Sebelumnya, Kepala Bulog Budi Waseso menegaskan bahwa Indonesia saat ini tidak membutuhkan impor beras karena stok sisa impor tahun 2018 masih sisa sekitar 900 ribu ton. Sementara, pada bulan April dan Mei, Indonesia akan memasuki panen raya. “Sehingga, rencana pemerintah mengimpor beras 1 juta ton untuk stok cadangan nasional sangat tidak relevan,” tegasnya.

Sementara itu, Dirut PT. Food Station, Pamrihadi Wiraryo menyatakan bahwa saat ini stok bahan pokok di DKI menjelang Ramadhan tahun ini aman, karena supply and demand saat ini sangat terjaga.

“Kemungkinan untuk fluktuasi harga pada komoditas cabai, daging dan bawang merah tetapi ini akan kita antisipasi lebih awal sehingga tidak menimbulkan gejolak pasar, dan untuk kebutuhan  masyarakat menjelang bulan puasa dan ldul Fitri tahun ini dapat tercukupi,” tegas Pamrihadi.(*)

Sumber berita dan foto (*/tim/Rudianto)

Editor (+roni banase)