Arsip Tag: BNPB

Awas Penipuan ! Beredar Akun Palsu BNPB untuk Cari Donasi Covid–19

434 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapati pemilik akun Instagram yang mengatasnamakan BNPB untuk pembukaan donasi uang di tengah pandemik Covid-19. Pengguna media sosial Instagram tersebut menggunakan akun http://bnpb.go.idd

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana menyampaikan, Akun palsu BNPB ini menuliskan “Akun BNPB Berbasis Menerima Bantuan Berupa Uang Tunai Yang Donatur kasih kan di simpan buat Uang Kas IndOnesia.”

Pada akun tersebut, pemilik akun mencantumkan nomor rekening BNI. Akun tersebut menggunakan logo BNPB dan tulisan BNPB Provinsi.

Akun Palsu yang mengatasnamakan BNPB

BNPB mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyikapi bentuk informasi, khususnya di media sosial, yang digunakan untuk menggalang donasi.

Menindaklanjuti akun tersebut, BNPB telah menghubungi pihak BNI dan Facebook untuk pemblokiran. Terkait dengan penerimaan donasi Gugus Tugas telah memiliki rekening yang secara resmi digunakan untuk membantu penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid- 19.(*)

Sumber berita (*/Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Foto utama oleh bisnis.com
Editor (+rony banase)

Dua Kali Gempa Bumi Guncang Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

427 Views

Sukabumi, Garda Indonesia | Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Sukabumi, pada Selasa,10 Maret 2020 pukul 17.18 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat gempa tersebut berada pada koordinat 6.81 LS dan 106.66 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 23 kilometer arah Timur Laut Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat pada kedalaman 10 kilometer.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (Strike-Slip Fault),”terangnya.

Menurut Agus Wibowo, Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Cikidang, Ciambar, Cidahu, Kalapa Nunggal IV – V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Panggarangan, Bayah III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Citeko, Sukabumi II – III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Salah satu rumah di Kabupaten Sukabumi yang rusak akibat dua kali gempa bumi

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo 3,2 sekitar 9 (sembilan) menit sebelum gempa susulan atau sekitar pukul 17.09 WIB. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Agus.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa gempa tersebut menyebabkan 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kalapanunggal, 2 unit rumah rusak di Kecamatan Parakansalak, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Kabandungan, 1 unit rumah rusak di Kecamatan Cidahu.

“Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan jatuhnya korban jiwa. Tim BPBD bersama petugas gabungan lainnya melakukan kaji cepat untuk mendapatkan data lengkap terkait gempa bumi tersebut,” tandas Agus Wibowo. (*)

Sumber berita dan foto (*/Pusat Data Informasi BNPB)
Editor (+rony banase)

BNPB dan Gojek Jalin Kerja Sama Penanggulangan Bencana

186 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Gojek menjalin kerja sama dalam penanggulangan Bencana Indonesia. Ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur Lembaga usaha dalam penanggulangan bencana.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2020. Kerja sama ini akan melingkupi beberapa hal, seperti penempatan konten informasi bencana yang tertanam di aplikasi Gojek, pelatihan karyawan dan mitra Gojek, maupun kerja sama bentuk lain yang tidak terbatas pada pemberian bantuan personel maupun logistik.

Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengatakan, “Dalam jangka panjang, ruang lingkup kerja sama Gojek dan BNPB akan melampaui aktivasi bantuan relawan dan kebutuhan logistik, dan mencakup kerja sama pengembangan inovasi yang berfokus pada edukasi dan diseminasi informasi tentang kebencanaan lewat aplikasi Gojek.

“Selain itu, BNPB juga akan memberikan pelatihan tanggap bencana untuk mitra dan karyawan Gojek,” tambah Shinto.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Utama BNPB Harmensyah menyampaikan apresiasi dan komitmen Gojek sebagai perusahaan teknologi on-demand pertama yang berinisiatif menjadi mitra pemerintah dalam usaha penanggulangan bencana di Indonesia. “Perlu digaris bawahi bahwa upaya penanggulangan bencana adalah urusan bersama,” tegasnya.

“Melihat respon cepat tanggap yang dilakukan saat banjir di Jabodetabek kemarin, kami percaya kolaborasi bersama Gojek dapat membantu kami menetapkan strategi yang efektif untuk mengelola penanggulangan bencana,” tambah Harmensyah.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BNPB dan Gojek yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, pada Rabu 19 Februari 2020

BNPB memandang Gojek sebagai pihak yang strategis dalam upaya membangun kesadaran kolektif publik dalam penanggulangan bencana. Melihat jangkauan di tengah masyarakat, Gojek telah beroperasi di 203 kota di Indonesia, sedangkan per kuartal ketiga 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 170 juta kali oleh pengguna Gojek. Bahkan aplikasi ini telah merambah 4 kota di kawasan Asia Tenggara. Ini sebagai nilai tambah dalam membangun kerja sama dengan Gojek yang menjangkau publik secara luas.

BNPB berharap kerja sama seperti Gojek ini tidak hanya dilakukan oleh pihaknya tetapi sektor lintas. Hal tersebut tidak terlepas bahwa penanggulangan bencana melibatkan banyak sektor serta melibatkan multipihak. Salah satunya Lembaga usaha, seperti Gojek, terkadang memiliki kapasitas yang besar dan dibutuhkan untuk melengkapi kesenjangan dalam penanggulangan bencana.

Dalam peresmian kerja sama tersebut, Shinto menegaskan bahwa sejalan dengan DNA Gojek yang berfokus kepada perluasan dampak sosial yang positif, kerja sama dengan BPNB, ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang Gojek sebagai perusahaan anak bangsa dan bagian dari masyarakat Indonesia.

“Kami sangat mendukung BNPB dan terus bersinergi dengan pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin waspada dan tangguh bencana,” kata Shinto

Selanjutnya, kerja sama akan dirinci lagi ke dalam perjanjian kerja sama (PKS) di antara unit teknis di lingkungan BNPB. Secara detail, pembahasan teknis lanjutan akan dilakukan oleh unit teknis BNPB dengan pihak Gojek.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gojek menyerahkan donasi sebesar Rp.1 Miliar untuk membantu fase pemulihan pasca-bencana banjir yang melanda Jabodetabek pada awal 2020 lalu. Donasi tersebut berasal dari kebaikan hati puluhan ribu masyarakat Indonesia pengguna dan mitra ekosistem Gojek. Penggalangan dana untuk banjir Jabodetabek ini dilakukan dengan memanfaatkan platform GoGive, layanan donasi online Gojek dengan Kitabisa.com, sementara penyaluran donasi terkumpul akan dikelola oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Tidak berhenti di situ, komitmen Gojek untuk ketangguhan bencana dipertegas melalui kerja sama yang tertuang di nota kesepahaman dengan BNPB. (*)

Sumber berita (*/Agus Wibowo–Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB)
Editor (+rony banase)

BNPB Hibah Daerah Rehabilitasi & Rekonstruksi Pascabencana di Sulteng

265 Views

Jakarta, Garda Indonesia | BNPB mengundang 4 pimpinan daerah yaitu Walikota Palu, Bupati Sigi, Donggala dan Parigi Moutong untuk melakukan penandatanganan perjanjian hibah daerah dalam rangka bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

Penandatanganan perjanjian hibah daerah dilaksanakan pada hari ini Selasa, 8 Oktober 2019 di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Gedung Graha BNPB Lt.15, Jakarta.

Sebelum Penandatanganan ini dilaksanakan Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, Rifai memberikan pengarahan bahwa penandatanganan ini dalam rangka menindaklanjuti arahan Wakil Presiden RI pada saat kunjungan lapangan pada Senin, 7 Oktober 2019.

“Wakil Presiden mengamanahkan untuk segera memberikan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi agar dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membangun kembali dan BNPB akan mengawal betul setiap proses RR ini dengan baik, “ jelas Rifai.

Pada bantuan hibah pascabencana Sulawesi Tengah ini, BNPB telah menganggarkan sebesar Rp.1,9 Triliun untuk 85.763 unit dengan rincian Kota Palu Rp.820.653.280.000,- Kabupaten Sigi Rp.568.663.780.000,- Kabupaten Donggala Rp.516.780.890.000 dan Kabupaten Parigi moutong Rp.66.361.850.000,-

Foto bersama usai penandatanganan perjanjian hibah daerah dalam rangka bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah

Sebelumnya pada April 2019 BNPB telah menyalurkan dana hibah luar negeri sebesar Rp.235 Miliar untuk 4.522 unit rumah rusak berat yang dibangun di lokasi yang sama (insitu), yang tersebar di 4 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Setelah penandatanganan perjanjian hibah daerah ini dilaksanakan, penerima hibah yaitu pemerintah daerah harus melengkapi berkas-bekas administrasi dan mematuhi semua persyaratan yang diperlukan agar proses penyaluran dapat terlaksana dan tercapai 100%. Adapun mekanisme pengelolaan hibah ini menggunakan mekanisme APBD dan pemanfaatannya selama 12 bulan terhitung sejak dana diterima di rekening kas umum.

Hadir dalam Penandatanganan ini, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Walikota Palu, Bupati Sigi, Bupati Donggala, Bupati Parigi Moutong, Sestama BNPB, Irtama, dan para Deputi BNPB, Kepala Pelaksana BNPB Prov./Kab/Kota, Pejabat dan staf di Lingkungan BNPB. (*)

Sumber berita (*/Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB–Agus Wibowo)
Editor (+rony banase)

Siaga Darurat Karhutla, Pemprov Riau Tebar Posko Kesehatan

210 Views

Pekanbaru, Garda Indonesia | Untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Riau mendirikan ‘Posko Rumah Singgah Warga Terdampak Asap’ yang tersebar di 14 titik lokasi di Kota Pekanbaru.

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/09/16/kebakaran-lahan-di-riau-kepala-bnpb-panglima-tni-dan-kapolri-tinjau-lokasi/

Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyampaikan 14 titik lokasi tersebut di antaranya; Rumah Jabatan Asisten 2, Rumah Jabatan Asisten 3, Aula Dinas Sosial Provinsi Riau, Aula Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Aula Bappenda Provinsi Riau, Aula Rumah Sakit Jiwa Tampan, Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRS-AMPK).

Layanan Medis di Rumah Singgah korban karhutla di Riau

Kemudian Rumah Jabatan Kepala Dinas Sosial, Aula Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Kantor Dinas PUPR, UPT. Industri Pangan, Olahan dan Kemasan Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Mal Pelayanan Terpadu Kota Pekanbaru, UPT. Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dan Pusat Informasi Karhutla Rumah Jabatan Kepala Bappeda.

Selain itu jelas Agus Wibowo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau juga membuka pelayanan yang sama sehingga total Rumah Singgah di Provinsi Riau ada di 15 lokasi.

“Peralatan seperti kasur lipat (velbed), tabung oksigen, regulator, tabung oksigen kecil, selang oksigen, alat pengukur tekanan darah, obat-obatan, hingga makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita serta perlengkapan medis lainnya telah tersedia pada tiap-tiap posko dan sudah sesuai standar Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, masing-masing posko juga disiagakan satu mobil ambulance,” terang Agus.

Agus menambahkan, posko kesehatan ini buka setiap hari dari pukul 08.00—22.00 WIB dan mulai dioperasikan sejak Minggu, 15 September 2019 hingga akhir masa siaga darurat yakni Kamis ,31 Oktober 2019. “Seluruh masyarakat bisa memperoleh pelayanan seperti konsultasi, cek kesehatan, cek tekanan darah, pemberian pernafasan menggunakan oksigen hingga fasilitas masker yang bisa didapatkan secara gratis dengan penanganan oleh tim medis dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau,” imbuhnya.

Adanya Rumah Singgah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain dapat mengurangi dampak negatif dari asap karhutla, pelayanan tersebut sekaligus sebagai tanda bahwa negara hadir di tengah masyarakat untuk pelayanan yang terbaik.

Farida (34) warga sekitar Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau merasa terbantu dengan adanya posko tersebut. Ibu yang kesehariannya mengurus rumah tangga ini dapat mengurangi rasa kekhawatirannya atas kebakaran hutan yang menimbulkan asap sejak dua bulan ini. Farida mengaku adanya asap ini mengganggu aktivitasnya terutama di luar ruangan. Pernafasan dan penglihatan terganggu akibat asap. Kegiatan belajar mengajar juga telah ditunda sejak Selasa (11/9/19) lalu.

“Aktivitas saya terganggu karena asap. Sudah seminggu sekolah libur. Saya ajak anak untuk mendapat fasilitas kesehatan ini dari pemerintah,” ujar Farida.

Posko Rumah Singgah Kantor Dinas PUPR Provinsi Riau sendiri telah melayani 95 pasien hingga Senin, 16 September 2019. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebanyak 13 pasien dinyatakan positif terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), sedangkan 1 pasien sudah dirujuk ke Rumah Sakit terdekat.

Adanya asap dari karhutla yang menyelimuti sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning ini juga disebabkan karena faktor tidak adanya angin, sehingga asap terus terperangkap dan menggumpal di wilayah Riau.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dra. Hj. Mimi Yuliani Nazir, Apt, MM mengatakan bahwa untuk membersihkan udara dari polusi jahat ini bisa dilakukan dengan alat seperti Air Purify. Akan tetapi, solusi dari masalah asap dan karhutla adalah hujan.

“Wilayah ini tidak ada angin, jadi asap tidak bisa kemana-mana. Air Purify dibutuhkan, tapi hujan yang bisa menyelesaikan masalah,” ujar Yuliani.

Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Riau bersama unsur terkait lainnya akan terus memantau dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak asap karhutla. Seluruh pihak baik dari masyarakat, dunia usaha, pemerintah serta media diharapkan dapat mendukung dari keseluruhan kegiatan tersebut. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Peluncuran Buku Sutopo Purwo Nugroho: Contoh Baik Seorang Pejabat Publik

270 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pelaksana tugas (Plt) Kapusdatinmas BNPB, Agus Wibowo mengatakan arahan dari Kepala BNPB, agar setiap pejabat di BNPB dapat mencontoh kinerja (alm) Sutopo Purwo Nugroho dalam bekerja.

“Meskipun semasa hidup telah divonis kanker stadium 4b. (alm) Sutopo tetap semangat kinerjanya melayani publik, terutama wartawan. Semoga juga dapat memberi contoh untuk pejabat publik di tempat lain, “ ucap Agus saat peluncuran buku Sutopo Purwo Nugroho, di Gramedia Matraman, Jakarta, pada Minggu, 1 September 2019.

Sebagai wujud terima kasih BNPB, ruangan serbaguna lantai 15 diberi nama Ruang Serbaguna Dr. Sutopo Purwo Nugroho. “Setiap konferensi pers dilakukan di ruangan tersebut, “ lanjut Agus.

Buku yang ditulis oleh Fenty Effendy ini menceritakan perjalanan hidup Sutopo. “Pak Topo merupakan sosok yang menjaga Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam bertutur kata maupun pesan WA. Sehingga memudahkan saya juga dalam menulis,” ungkapnya.

Saat awal perkenalan Najwa Shihab dan Sutopo. Najwa melihat sosok Sutopo adalah cerminan dan dedikasi untuk pejabat publik.

“Saya mendapatkan pesan berantai atas nama Pak Topo. Apakah ada penerbit yang berminat menulis tentang kisah hidupnya. Terharu rasanya. Saya kemudian mengajak sahabat saya, Fenty Effendy, dan penerbit Lentera Hati untuk bertemu Pak Topo di Narasi TV dan mulailah proses penulisan itu, “ cerita Najwa.

Buku yang bertajuk Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia ini, berjumlah 200 halaman. Terbagi lima bagian, yakni Juru Bicara, Siasat Hati, Tarung, Terjebak Nostalgia dan Kesempurnaan Takdir.

Pada kesempatan tersebut turut pula hadir keluarga dari Sutopo. Ayah, ibu, adik, istri dan kedua anaknya serta dihadiri ratusan pengunjung. Silakan beli bukunya di toko buku terdekat, dan selamat terjebak nostalgia, salam. (*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Lahan Ilalang di Dekat Tol Kanci Cirebon Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

281 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kebakaran lahan berupa ilalang terjadi di Desa Kanci, blok Sigagla, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu, 25 Agustus 2019.

Agus Wibowo, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB menyampaikan berdasarkan kronologi kejadian sebelumnya, api dari ilalang kering yang merembet ke pinggir jalan raya arah Tol Kanci hingga seluas 3 hektar di sebelah utara berhasil dipadamkan.

“Selang beberapa waktu, api muncul kembali dari ilalang yang kering dan merembet kearah selatan pinggir jalan raya dengan jarak sekitar hampir 5 meter memasuki kawasan Tol Kanci dengan luas 1 hektar,” jelas Agus.

Upaya pemadaman kebakaran lahan ilalang dilakukan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Pemadam Kebakaran (Damkar) Lemah Abang dan Polsek Astanajapura

Lanjutnya, Kebakaran lahan yang terjadi sejak pukul 12.43 WIB itu berhasil dipadamkan pada pukul 19.40 WIB.

“Penyebab kebakaran tersebut belum diketahui dan korban jiwa dinyatakan nihil,” ungkap Agus Wibowo.

“Upaya pemadaman tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Pemadam Kebakaran (Damkar) Lemah Abang dan Polsek Astanajapura dengan mengerahkan mobil damkar yang dilakukan secara manual langsung ke titik api meski sebelumnya mengalami kendala berupa medan yang sulit dicapai dan tidak ada sumber air terdekat,” terang Agus Wibowo.

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)

Empat Orang Meninggal & Ratusan Rumah Rusak Pasca Gempa Banten M 6,9

226 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Pada Hari Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki kekuatan M=7,4 dengan pemuktahiran M=6,9. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo melalui rilisnya menyampaikan bahwa 4 (empat) orang meninggal dunia akibat dipicu gempa dengan magnitudo M 6,9 yang terjadi pada Jumat malam, 2 Agustus 2019, pukul 19.03 WIB. Dua orang meninggal dunia berlokasi di Kabupaten Lebak dan dua lainnya di Kabupaten Sukabumi.

“Dua orang meninggal di Kabupaten Lebak atas nama Rasinah (48), yang meninggal karena serangan jantung. Korban lain yaitu Salam (95) yang meninggal akibat kelelahan ketika dievakuasi. Sementara itu, korban meninggal di Kabupaten Sukabumi atas nama H. Ajay (58) dari Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok dan Ruyani (35) dari Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Selain korban meninggal, gempa berdampak pada 4 orang luka-luka dengan rincian 1 di Kabupaten Sukabumi dan 3 lainnya di Kabupaten Pandeglang”, beber Agus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu, 3 Agustus 2019, total rumah rusak berjumlah 223 unit dengan rincian 13 rusak berat (RB), 32 rusak sedang (RS) dan sisanya rusak ringan (RR).

Secara gamblang Agus Wibowo menyampaikan, Kerusakan rumah di Provinsi Jawa Barat berjumlah 13 unit RB, 30 RS, 62 RR. Kerusakan tersebut tersebar kabupaten/kota berikut ini, Kota Bogor (1 unit RR), Kabupaten Cianjur (6 RB, 2 RS, 13 RR), Kabupaten Sukabumi (6 RB, 22 RS, 43 RR), Kabupaten Bandung (2 RS), Kabupaten Bandung Barat (1 RB, 1 RS, 4 RR) dan Kabupaten Garut (3 RS, 1 RR).

Sedangkan kerusakan di Provinsi Banten, rumah rusak dengan kategori berbeda tersebar di Kabupaten Lebak (4 RB, 29 RR), Kabupaten Pandeglang (81 RR), Kabupaten Serang (1 RS, 3 RR) dan Kota Cilegon (3 RR). Total kerusakan rumah di provinsi ini yaitu 2 RS dan 116 RR.

Sementara itu, kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum seperti tempat ibadah, kantor dan fasilitas pendidikan. Kerusakan di Kabupaten Pandeglang mencakup 1 masjid RR dan 1 kantor desa RR, Kabupaten Cilegon 1 masjid RR, Kabupaten Sukabumi 1 masjid RR, 1 majelis Ta’lim dan 1 pondok pesantren RR. Kerusakan fasilitas lain terdapat di Serang yaitu 1 pondok pesantren RR, dan 1 bangunan tempat penggilingan padai RR.

Pasca gempa, tutur Agus, BNPB segera mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak seperti Lampung Selatan, Pandeglang, Serang, Lebak, dan Sukabumi. TRC membantu pemerintah daerah untuk melakukan kaji cepat dan pendampingan terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Saat ini BNPB, BPBD, kementerian/lembaga, TNI, Polri dan relawan bersinergi di lapangan untuk penanganan darurat bencana.

Kepala BNPB Doni Monardo saat berada di Kabupaten Pandeglang, Banten

“Pada Sabtu, 3 Agustus 2019, Kepala BNPB Doni Monardo telah berada di Kabupaten Pandeglang, Banten untuk meninjau kondisi di lapangan dan memastikan semua pelayanan publik terpenuhi”, terang Agus.

Berdasarkan pantauan TRC, situasi dan aktivitas warga normal. Di sisi lain, BPBD dibantu instansi terkait melakukan pemantauan ulang di daerah pedalaman.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa dengan M 6,9 terjadi pada pukul 19.03 WIB dengan kedalaman 48 km. Posisi gempa berada pada 164 km barat daya Pandeglang, Banten. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada Jumat (2/8), pukul 2.35 WIB atau 2 jam 32 menit pascagempa.

“Berkaitan dengan informasi yang beredar di media sosial seperti ramalan waktu dan tempat terjadinya gempa, BNPB mengimbau warga untuk tidak terpancing oleh informasi yang bukan berasal dari sumber resmi pemerintah. Warga diharapkan tetap tenang dan selalu waspada terhadap informasi palsu yang berkembang di masyarakat,” tandas Agus.(*)

Sumber berita (*/Humas BNPB)
Editor (+rony banase)