Arsip Tag: bupati sbd

Hari Guru Tahun 2019, Pemda & DPRD Sumba Barat Daya Kunjungi SD

174 Views

Tambolaka, Garda Indonesia | Momen Hari Guru Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) melakukan kunjungan bersama ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) yang menjadi dampingan Program INOVASI di Kabupaten Sumba Barat Daya , pada Senin pagi, 25 November 2019.

Wakil Bupati SBD Marthen Christian Taka, Tim INOVASI serta sejumlah perwakilan dari beberapa instansi lingkup Pemda SBD yakni Bappeda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Komisi C DPRD Sumba Barat Daya– Bidang Pendidikan, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, dan LSM mitra INOVASI turut hadir dalam kesempatan tersebut.

Kunjungan (monitoring) bersama ini bertujuan untuk memperkenalkan program penguatan guru kelas awal sekolah dasar dan dampak yang dirasakan oleh sekolah maupun yang dapat dilihat oleh pihak di luar sekolah, serta apa yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kehadiran Pemda dan Komisi C DPRD diharapkan dapat meningkatkan sinergitas antar dua lembaga dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di SBD, khususnya pada jenjang pendidikan dasar.

Sasaran monitoring ini adalah bagaimana implementasi dan dampak Program Numerasi Kelas Awal di 6 SD yaitu SD Inpres Kadula, SD Inpres Ndapa Taka, SD Inpres Pogolede, SD Inpres Poma, SD Masehi Wee Rame, dan SD Negeri Mata Wee Karoro.

Peserta monitoring dibagi dalam 3 (tiga) kelompok di mana setiap kelompok mengunjungi masing-masing 2 sekolah. Masing-masing kelompok terdiri dari 5—6 orang yang mewakili instansi/lembaga yang hadir. Wabup Taka tergabung dalam kelompok yang mengunjungi SD Inpres Pogolede dan SD Inpres Poma.

Kegiatan berlangsung dari pagi hingga siang hari. Usai kunjungan, semua peserta monitoring berkumpul di Hotel Sinal Tambolaka untuk memaparkan hasil temuan selama kunjungan. Wabup Taka membuka diskusi dengan menekankan bahwa mendidik anak-anak bukanlah hal yang mudah sehingga membutuhkan kesabaran.

“Proses ini (mendidik anak-anak) tidak sama dengan proses membangun lainnya. Dibutuhkan kesabaran dan seni dalam melakukannya sehingga semangat belajar itu muncul dari anak-anak itu sendiri,” ujarnya. Menurutnya, anak-anak sekarang ini berbeda dengan anak-anak pada zamannya sehingga untuk mendidiknya, perlu dilakukan inovasi.

Mewakili tim Komisi C DPRD SBD – Bidang Pendidikan, Alfonsus Yamba Kodi menyoroti kurangnya sarana prasarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah yang ia kunjungi. Salah satu sekolah yang ia kunjungi, SD Inpres Kadula yang berlokasi tidak jauh dari kompleks perkantoran Pemda SBD, memang memiliki kondisi ruang kelas yang tidak memadai. Kelas 1 dan 2 digabung dalam satu ruangan dan hanya dipisahkan oleh sekat sederhana sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif. “Sekolah-sekolah yang ada di sekitar kantor pemda harusnya menjadi sekolah contoh karena itu menjadi barometer kualitas pendidikan (dasar) di SBD,” kata Alfonsus.

“Kalau kita melihat ini menjadi hal yang sangat urgen dan perlu penanganan, strategi dari sisi anggaran, saya rasa sah-sah saja kita mengangkat (isu) ini. Kami dari sisi lembaga, kalau itu mengarah pada perubahan sumber daya manusia, kami siap mendukung,” tambahnya.

Kemampuan numerasi anak SD di Sumba Barat Daya

Sementara itu, Ketua STKIP Wee Tebula, Wilhelmus Yape Kii lebih memfokuskan observasinya pada bagaimana guru mengajar di kelas. Menurut hasil pengamatannya, apa yang diaplikasikan oleh guru telah membawa dampak positif bagi perkembangan kemampuan siswa, khususnya pada kemampuan numerasi. Namun masih ada beberapa siswa yang masih membutuhkan perhatian lebih. “Saat di kelas, saya melihat masih ada siswa yang tidak dapat melakukan apa yang guru sampaikan. Dan saat saya memberi soal penjumlahan sederhana, mereka belum mampu menjawab,” ungkapnya.

Diakuinya, penggunaan media pembelajaran yang memanfaatkan barang-barang bekas sangat membantu siswa dalam belajar. “Saya melihat secara langsung manfaat penggunaan alat bantu ini. Misalnya, saat menggunakan tutup botol, siswa dapat menjawab soal operasi pengurangan yang diberikan guru, namun ketika diminta untuk menjawab soal yang sama tanpa menggunakannya, mereka bingung,” tambahnya.

Program Numerasi Kelas Awal di SBD berakhir pada bulan November 2019. Setelah melakukan observasi ke sekolah, Wabup Taka dan perwakilan instansi yang hadir berharap agar program ini dapat direplikasi ke SD lainnya di SBD. Merespon niat tersebut, Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda, Aurelius R. E. Nganggo mengimbau agar kemauan tersebut harus didukung dengan penganggaran yang sesuai. “Jangan kita hanya ingin perbaiki ini, perbaiki itu, tapi penganggaran tidak jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Hironimus Sugi selaku Manajer Provinsi INOVASI untuk Sumba – NTT mengapresiasi partisipasi seluruh peserta monitoring bersama dan menyatakan dukungan tim INOVASI untuk menjangkau sekolah-sekolah lainnya di SBD. “Kami siap membantu secara teknis agar sekolah-sekolah yang lainnya juga dapat merasakan manfaat dari program ini,” ucapnya.

Tiga kelompok monitoring dalam sesi pemaparan hasil kunjungan

Hasil pemaparan pada sesi diskusi tersebut dituangkan dalam 7 poin rekomendasi yang akan diteruskan kepada Bupati dan Wakil Bupati, OPD terkait, serta DPRD SBD khususnya Komisi C yang membidangi pendidikan.

Berikut 7 (tujuh) poin rekomendasi tersebut:

Pertama, Mengalokasikan anggaran yang memadai untuk peningkatan mutu pembelajaran;

Kedua, Mengaktifkan Kelompok Kerja Guru (KKG) sebagai forum Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB), termasuk di dalamnya pelatihan-pelatihan guru berbasis KKG;

Ketiga, Memfasilitasi dukungan Kepala Dinas P&K melaui SK tentang pengangkatan Fasilitator Daerah INOVASI sebagai narasumber untuk penyebarluasan ke sekolah lain di tingkat kabupaten Sumba Barat Daya;

Keempat, Mendorong orangtua murid untuk menyediakan sarapan pagi kepada anak sebelum berangkat ke sekolah melalui Surat Edaran Bupati;

Kelima, Memastikan aspek sanitasi sekolah dan ketersediaan sarana air bersih ada di tiap sekolah melalui Perencanan Strategis Kabupaten dan Rencana Kerja Tahunan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Barat Daya;

Keenam, Memfasilitasi Surat Edaran Kepala Dinas P&K tentang pemetaan kemampuan membaca siswa sebagai langkah awal penuntasan masalah membaca;

Ketujuh, Memastikan dukungan penuh OPD terkait termasuk Komisi C – DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya dalam peningkatan kualitas pembelajaran. (*)

Penulis(*/Naskar Furiousan Hansam)
Editor (+rony banase)

Resmikan Perpustakaan Ramah Anak, Bupati SBD Kenalkan 7 Jembatan Emas

359 Views

SBD-NTT, Garda Indonesia  | Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete resmikan perpustakaan ramah anak di SD Inpres Ndapa Taka, Kecamatan Wewewa Tengah, Jumat pagi, 13 September 2019. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan ketujuh di Pulau Sumba yang dikembangkan oleh INOVASI melalui kemitraan dengan Taman Bacaan Pelangi (TBP).

Selain Bupati Kodi Mete, hadir dalam kesempatan ini Manajer Program TBP, Monica Harahap, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumba Barat Daya, Yublina Lena Dapasapu, _Education Officer_ INOVASI NTT, Kania Dewi, sejumlah pejabat terkait, komite sekolah dan orangtua siswa.

Bupati Kodi Mete mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama memanfaatkan perpustakaan tersebut. “Kehadiran perpustakaan ini adalah hadiah yang tidak terukur nilainya bagi kita. Untuk itu mari memanfaatkan perpustakaan ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita,” ujar Bupati Kodi Mete dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Kodi Mete memperkenalkan tujuh program prioritas pemerintah daerah SBD selama lima tahun kedepan, yaitu Tujuh Jembatan Emas. Program tersebut meliputi Desa Bercahaya, Desa Berair, Desa Berkecukupan Pangan, Desa Sehat, Desa Cerdas, Desa Tentram, dan Desa Wisata.

Bupati Sumba Barat Daya (SBD), dr. Kornelius Kodi Mete

Menurutnya, kehadiran perpustakaan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Desa Cerdas. Diakuinya, masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca di usia yang seharusnya sudah bisa membaca. Perpustakaan ini ia harapkan dapat membantu mendorong minat baca anak-anak khususnya di SD Inpres Ndapa Taka agar kelak di masa depan, mereka siap memajukan daerahnya.

Bupati Kodi Mete memberikan apresiasi yang tinggi kepada INOVASI dan TBP atas upaya yang telah dilakukan dan mengajak anak-anak untuk terus belajar. “Terima kasih kepada INOVASI dan TBP, masyarakat Wewewa Tengah, dan orang tua siswa di SD Inpres Ndapa Taka. Terima kasih kepada anak-anakku, belajarlah terus, supaya menjadi anak yang tidak hanya hebat tapi juga keluar dari kemiskinan,” ucap alumnus Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada ini.

Sebelumnya, Manajer Program TBP, Monica Harahap dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan orangtua. “Pendidikan anak itu adalah tanggung jawab kita semua. Jadi kalau ada anak yang tidak dapat membaca, itu salah siapa? Salah kita semua!” tanyanya retoris.

Ia juga mengajak orang tua untuk mendukung pembelajaran anak, khususnya saat di rumah. Melaui perpustakaan tersebut, anak-anak boleh meminjam buku dan dibawa ke rumah agar mereka dapat belajar di rumah dan didampingi oleh orangtua. Sementara di sekolah, setiap kelas telah menentukan jadwal kunjungan wajib selama satu jam ke perpustakaan, sekali dalam seminggu. Pada jam kunjungan tersebut, guru kelas akan mendampingi siswa di perpustakaan.

Untuk perpustakaan ini, TBP menyumbangkan 1.000 eksemplar buku cerita anak yang sudah dijenjangkan sesuai dengan kemampuan membaca anak sekolah dasar pada umumnya. Sebelum peresmian, pustakawan, guru, dan kepala sekolah dibekali dengan pelatihan selama dua minggu untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Pelatihan tersebut mencakup pelatihan manajemen perpustakaan dan pelatihan kegiatan membaca masing-masing satu minggu.

Sementara itu, Education Officer INOVASI NTT, Kania Dewi yang mewakili Hironimus Sugi sebagai _Provincial Manager_ menyampaikan dalam sambutannya bahwa mengentaskan rendahnya tingkat literasi dasar di NTT khususnya di Sumba adalah pekerjaan rumah yang berat untuk diselesaikan. Oleh karena itu, ia mengatakan, “Kami sebagai mitra pemerintah khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggandeng lembaga lain yang memiliki tujuan yang sama, seperti TBP,” ujarnya.

Dengan adanya perpustakaan ini, ia berharap agar anak-anak dapat memperluas wawasan mereka melalui membaca. “Pepatah lama mengatakan, membaca adalah jendela dunia. Mari kita bersama-sama sepenuh hati membantu membuka jendela mereka lebar-lebar untuk melihat dunia seluas-luasnya.” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Cornelia Ina Kii, Kepala Sekolah SD Inpres Ndapa Taka, saat dimintai keterangan usai peresmian, mengatakan bahwa pengelolaan perpustakaan selanjutnya bukan hal yang mudah. Namun diakuinya, pembekalan yang mereka dapatkan melalui TBP akan ia manfaatkan.

“Dalam membenahi perpustakaan selanjutnya, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi berbekal ilmu yang kami dapat dari pelatihan, saya akan mendorong guru-guru agar melaksanakan program yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Bersama INOVASI, TBP sebelumnya telah meresmikan perpustakaan serupa di SD Inpres Poma di Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya pada 11 September, dan di SD Negeri Lokory, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat pada 12 September. Perpustakaan kedelapan yang berada di SD Katolik Kalelapa, Kecamatan Tana Righu, Kabupaten Sumba Barat akan diresmikan pada 16 September yang akan datang.

Tentang INOVASI

INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) adalah program kemitraan pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Australia yang bertujuan untuk menemukan dan memahami cara-cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa – khususnya yang berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi, baik itu di kelas maupun di sekolah. Bekerja dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama, INOVASI menjalin kemitraan dengan 17 kabupaten yang tersebar di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur. Program ini berjalan sejak tahun 2016 hingga tahun 2019 dan dikelola oleh Palladium atas nama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia._

Sumber berita (*/Naskar Furiousan Hansam NTT Communications Officer, INOVASI)
Editor (+rony banase)