Arsip Tag: densus 88 antiteror polri

Fenomena Peran Perempuan dalam Terorisme di Indonesia

263 Views

Oleh : Warsito Hadi – Bogor

Rentang waktu mulai 2016 sampai sekarang, telah diperlihatkan perempuan ditangkap atau diidentifikasi dalam beberapa aktivitas terorisme di Indonesia. Tahun 2016, Dian Yulia Novi dan Ika Puspitasari ditangkap polisi karena terbukti merencanakan aksi bom bunuh diri. Dian akan beraksi di depan Istana Presiden, sementara Ika berencana melakukan bom bunuh diri di Bali pada malam tahun baru 2017.

Mei 2018, kasus bom bunuh diri di Gereja Surabaya yang dilakukan sekeluarga, di mana salah satu pelakunya adalah Puji Kuswati dan putrinya yaitu Fadilah Sari dan Pamela Riskika.  Maret 2019, publik dikagetkan oleh ulah Marnita Sari Boru Hutauruk alias Solimah, istri Asmar Husain alias Abu Hamzah yang meledakkan diri saat dikepung Densus di Sibolga dan November 2019, Dewi Anggraini, yang merupakan istri Rabbial Muslim Nasution (pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan), berencana melakukan aksi bom bunuh diri di Bali.

Februari 2020, Indonesia dikejutkan oleh pasangan suami istri Ruille Zeke dan Ulfa (mantan ISIS) asal Indonesia  yang sempat menjalani program deradikalisasi  pasca-deportasi ke tanah air melakukan bom bunuh diri di Filipina.

Terakhir pada Maret 2021, terjadi penembakan yang diduga aksi teror terjadi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, di mana seorang wanita berpakaian hitam berusaha masuk ke lingkungan Mabes Polri, tapi tak lama setelah itu, ia jatuh tersungkur, dilumpuhkan polisi pada 31 Maret 2021.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 5 tahun 2018 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 15 tahun 2013 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 tentang pemberantasan tindak pidana terorisme adalah perbuatan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat masal, dana atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik atau gangguan keamanan.

Empat sudut pandang terhadap terorisme menurut para pakar yang dapat dijadikan sebagai pijakan membatasi terorisme. Pertama, legalitas yaitu memahami terorisme sebagai aksi kelompok yang dilakukan untuk melawan penguasa, maka tindakan yang dilakukan  dianggap sebagai sesuatu yang ilegal. Kedua, kekerasan yaitu memahami terorisme selalu dikaitkan dengan kekerasan. Ketiga, terorisme selalu dikaitkan dengan upaya untuk mencapai tujuan, baik  dalam bentuk ideologi, kekerasan, maupun yang lain, walaupun ada terorisme yang tujuannya tidak jelas arahnya. Keempat, kemiliteran yaitu memahami terorisme dikaitkan dengan operasi-operasi melalui cara-cara yang dilakukan oleh militer.

Ada 4 (empat) peran perempuan dalam terorisme di Indonesia, menurut beberapa literatur. Peran pertama, adalah sebagai pendukung tidak langsung, di mana peran ini ditempati perempuan yang memberikan dukungan secara finansial, material, dan sikap sosial, tidak melibatkan diri dalam aksi terorisme secara langsung atau simpatisan, memberikan sumbangan lewat lembaga atau organisasi yang bersimpatisan kepada organisasi teroris.

Peran kedua, adalah sebagai pendukung langsung yang terlibat aktivitas terorisme, namun bukan pelaku bom bunuh diri dan terbatas  penyediaan logistik atau rekrutmen pelaku bom bunuh diri.

Peran ketiga, adalah sebagai pelaku bom bunuh diri. Merupakan peran yang khusus dan sangat penting. Ika Puspitasari calon martir yang akan diledakkan di Bali,   meskipun memiliki peran yang vital dan berisiko, namun masih menempati level yang rendah, sebagai follower dengan posisi foot soldier.

Peran keempat, adalah sebagai pemimpin kelompok, di mana posisi yang menempatkan seseorang pada risiko dipenjara bahkan kematian, merupakan kewenangan memimpin sebuah kelompok terorisme yang memiliki kewenangan untuk memilih orang lain untuk dilibatkan dalam setiap aktivitas terorisme.

Belum ada perempuan berperan sebagai pemimpin terorisme, karena belum memiliki sikap berani memutuskan diri sendiri untuk mengambil risiko memasuki lebih jauh wilayah terorisme. Dalam kelompok “fundamentalis”, teroris  di mana kultur dan keyakinan “paternalistis”  menempatkan posisi perempuan tidak terlalu menguntungkan dalam mengambil keputusan atau menyatakan pendapat, perempuan diwajibkan untuk mengikuti yang disampaikan oleh suami.

Alasan mengapa memanfaatkan perempuan dalam teroris karena apa yang dilakukan kaum perempuan tidak terlalu menonjol atau dapat mengelabuhi masyarakat atau aparat hukum serta dapat memberikan elemen taktis kejutan terutama ketika perempuan terlihat kurang cenderung dicurigai daripada pria.

Dalam rangka mencegah agar tidak mudah terkena paham radikalisme dan terorisme termasuk di kalangan kaum perempuan. Maka, langkah-langkah yang dapat dilaksanakan antara lain:

Pertama, mendorong pemerintah mempercepat pemerataan pembangunan dan merangkul media sebagai perantara agar rakyat mau memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pemerintah serta memberikan literasi bahwa kemajemukan dan keanekaragaman merupakan kemustahilan, kekayaan dan anugerah Tuhan harus disyukuri dan tidak dipertentangkan oleh komponen bangsa.

Kedua, penegakan hukum yang adil  serta memperbaiki sistem deradikalisasi dengan meningkatkan kerja sama dengan lembaga keagamaan (NU dan Muhamadiyah), tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Ketiga, pemerintah  melaksanakan  pemblokiran terhadap situs dan akun medsos radikal  sebagai solusi menghentikan paparan radikalisme serta  memberikan literasi kepada masyarakat untuk membuat konten positif di media sosial.

Keempat, memperdayakan aparat didaerah (Babinsa dan Babikamtipmas) sebagai ujung tombak penangkalan dan deteksi dini pencegahan terorisme.

Terakhir, melaksanakan sosialisasi radikalisme dan terorisme bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat secara tatap muka maupun melalui media agar mendapatkan pemahaman sesuai perundangan dan nilai keagamaan sehingga  diharapkan dapat meningkatkan peran aktif dalam penangkalan paham radikalisme  dan terorisme dalam keluarga dan masyarakat.(*)

Penulis merupakan APN Kemham

Foto utama oleh magdalene.co

Polri Telisik Kaitan Munarman dengan Jamaah Ansharut Daulah Makassar

223 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman ditangkap Densus 88 Antiteror terkait dugaan terorisme. Polri juga mendalami kaitan Munarman dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar.

“Itu masih dalam pendalaman dari penyidik Densus,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, pada Kamis, 6 Mei 2021.

Hal itu disampaikan Argo saat ditanya apakah Munarman terkonfirmasi sebagai anggota JAD atau belum. Pertanyaan tersebut terkait penangkapan 3 (tiga) eks petinggi FPI di Makassar.

Penangkapan ketiga eks petinggi FPI Makassar itu disebut masih terkait Munarman. Polisi kini melakukan pendalaman kaitan tiga eks petinggi FPI Makassar dengan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Pendalaman dilakukan setelah salah satu terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan (Sulsel) dari kelompok kajian Vila Mutiara yang diamankan beberapa waktu lalu mengaku pernah dibaiat oleh FPI. Saat itu, Munarman turut hadir selaku Sekjen FPI.

Irjen Argo pun mengatakan Densus 88 segera menyampaikan perkembangan dari hasil penyidikan itu. “Kita tunggu saja bagaimana Densus menyampaikan perkembangannya,” tandasya. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Tunggu Arahan Kapolri, Densus 88 Antiteror Bakal Ikut Tumpas KKB di Papua

493 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dipastikan dilibatkan, atau turun ke Papua untuk menangkap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), usai resmi dilabeli teroris oleh Pemerintah.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, meskipun sudah dipastikan terlibat, namun personel Detasemen berlambang Burung Hantu itu masih menunggu perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk turun ke Tanah Cenderawasih.

“Tentunya Densus 88 akan siap membantu satuan tugas operasi Nemangkawi yang saat ini sudah bertugas dalam rangka memburu KKB di Papua. Saat ini, masih menunggu perintah dari Kapolri,” ucap Kombes Ahmad Ramadhan, pada Jumat, 30 April 2021.

Menurut Ramadhan, Densus 88 dibentuk oleh Polri memang memiliki tugas dan wewenang khusus dalam menangani dan menanggulangi aksi teror di Indonesia. Sehingga, ketika KKB ditetapkan sebagai daftar terduga teroris dan organisasi teroris (DTTOT), maka Densus 88 akan dilibatkan dalam kondisi tersebut.

“Kami sampaikan bahwa Densus 88 Antiteror Polri itu diciptakan sebagai satsus kontra terorisme yang tentunya memiliki kemampuan untuk menumpas setiap aktivitas terorisme di tanah air,” ujar Ramadhan.

Kombes Ramadhan menuturkan, keterlibatan Densus 88 dalam mengejar kelompok terorisme sudah ada sebelumnya di beberapa wilayah Indonesia.

“Densus 88 dilibatkan di dalam membantu satgas operasi Tinombala maupun satgas operasi Madago Raya. Tunggu perintah dari Kapolri karena Densus ini langsung di bawah Kapolri, tentunya Densus 88 akan melaksanakan perintah setelah mendapatkan perintah dari Kapolri,” tandas Ramadhan.(*)

Sumber berita (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Foto utama (*/ilustrasi/inews.id)

Geledah Eks Sekretariat FPI, Densus 88 Temukan Bahan Peledak

495 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Densus 88 Antiteror menggeledah eks kantor sekretariat Front Pembela Islam di Petamburan, Jakarta Pusat. Densus 88 menemukan sejumlah bahan peledak, yakni triacetone triperoxide (TATP).

“Terakhir ada beberapa botol plastik yang berisi cairan TATP. Cairan TATP ini merupakan aseton yang digunakan untuk bahan peledak,” ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Polda Metro Jaya, pada Selasa, 27 April 2021.

Ramadhan mengatakan TATP ini identik dengan yang ditemukan Densus 88 di rumah terduga teroris yang beberapa lalu digeledah di Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi. “Ini juga akan didalami oleh Puslabfor tentang isi kandungan cairan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Densus 88 menemukan tabung yang berisi serbuk. Saat ini seluruh barang bukti dibawa ke Polda Metro Jaya untuk didalami.

“Kemudian beberapa tabung yang isinya adalah serbuk yang dimasukkan ke dalam botol-botol yang serbuk tersebut mengandung nitrat yang sangat tinggi jenis aseton dan itu juga akan didalami oleh penyidik,” terangnya. (*)

Sumber berita (*/Humas Polri)

Foto utama oleh anadolu agency

Pengacara HRS Munarman Ditangkap Densus 88 Antiteror

779 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Densus 88 Antiteror menangkap pengacara HRS, Munarman, diduga terlibat baiat teroris di 3 (tiga) kota.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. Selain itu, Munarman juga diduga menyembunyikan informasi perihal terorisme.

“Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme, dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, pada Selasa, 27 April 2021.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, saat menyampaikan keterangan pers pada Senin, 27 April 2021

Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan Munarman ditangkap terkait bait teroris di Jakarta, Makassar dan Medan. Penangkapan dilakukan sore hari pukul 15.10 WIB.

“Munarman ditangkap terkait baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar, dan mengikuti baiat di Medan,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan.

Ramadhan kemudian menyampaikan saat ini Munarman sedang dibawa ke Polda Metro Jaya. Penangkapan Munarman, disebut Ramadhan, merupakan hasil pengembangan dari penangkapan teroris sebelumnya.

“Sekarang dalam proses dibawa ke Polda Metro Jaya. (Dasar penangkapan Munarman) tentunya dari beberapa penangkapan teroris sebelumnya,” tandasnya.(*)

Sumber berita (*/Humas Polri)

Foto utama (*/istimewa)

Kapolri : Pasutri Bomber Katedral Makassar dari JAD Kajian Villa Mutiara

587 Views

Makassar, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pasangan suami istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan; berinisial L dan YSM dikenal sebagai kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Kajian Villa Mutiara.

Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/03/29/ungkap-pelaku-bom-bunuh-diri-di-katedral-makassar-polri-mereka-suami-istri/

Hingga saat ini, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 5 terduga teroris kelompok JAD Kajian Villa Mutiara, pascakejadian bom Gereja Katedral Makassar.

“Masing-masing perannya bersama dengan L dan YSM, mereka ada dalam satu kelompok Kajian Villa Mutiara namanya,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mapolda Sulsel, pada Senin, 29 Maret 2021.

Kapolri menuturkan kelompok JAD Kajian Villa Mutiara ini memberikan doktrin jihad. Tak hanya itu, mereka pun mempersiapkan rencana jihad. “Di mana masing-masing memiliki peran untuk memberi doktrin dan mempersiapkan rencana untuk jihad,” jelasnya.

Kapolri menambahkan, kelompok JAD Kajian Villa Mutiara juga membeli bahan-bahan peledak untuk aksi bom bunuh diri. “Dan juga berperan membeli bahan yang akan digunakan sebagai alat untuk melakukan bom bunuh diri,” sambung dia.

Bom bunuh diri terjadi di depan gereja Katedral, Makassar pada Minggu pagi, 28 Maret 2021. Pasutri pelaku bom bunuh diri L dan YSM tewas di lokasi kejadian. Sementara 20 warga sipil mengalami luka-luka.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas polri)

Editor (+roni banase)