Arsip Tag: desa rafae

Dokter Agus Taolin : Pilih Pemimpin Yang Tahu Tentang Masalah Kesehatan

424 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal calon bupati Belu dr. Agustinus Taolin sangat serius menyoroti masalah kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Belu. Menurutnya, pemimpin yang tidak paham tentang masalah kesehatan dapat mengorbankan masyarakatnya. Karena itu, Ia menegaskan bahwa pemerintahan yang akan datang adalah pemerintahan yang sangat paham tentang kesehatan.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/30/dokter-agus-taolin-pemimpin-yang-berhasil-tak-perlu-lagi-gantung-baliho/

“Kalau saya menjadi bupati, saya kerja juga di Rumah Sakit Atambua sebagai dokter spesialis penyakit dalam. Karena itu, pilih pemimpin yang paham tentang kesehatan,” pinta Agus Taolin dalam kegiatan tatap muka dengan masyarakat empat kerajaan Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat di Fatunres, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada Senin, 29 Juni 2020.

Agus Taolin membeberkan tekadnya bersama Alo Haleserens untuk menyehatkan Kabupaten Belu melalui program prioritas ‘Belu Sehat’. “Sehat pemerintahan, sehat jiwa dan raga, sehat ekonomi, sehat pertanian, sehat sosial budaya, sehat Hak Asasi Manusia, dan lain- lain,” urainya.

Agus Taolin mengisahkan, kepergiannya ke mana pun dalam safari politiknya di wilayah Kabupaten Belu akhir- akhir ini, ternyata masih ada begitu banyak keluhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan saat ini. Taolin pun mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi, guna memastikan apakah pemerintahan saat ini masih perlu untuk melanjutkan kepemimpinannya atau harus diganti? Dan kalau mau diganti, siapa yang harus menggantikan?

“Kita dengar dan kita lihat setiap hari, ada keluhan soal susah dan deritanya masyarakat di kabupaten ini. Pemimpin kabupaten Belu ini kehilangan kepercayaan dari sebagian besar masyarakat,” simpulnya.

Agus Taolin menambahkan, bahwa program pemerintah kabupaten Belu ini, banyak yang gagal. Ada juga yang berhasil seperti jalan tetapi masih ada banyak jalan di pedesaan yang tidak terurus. “Karena itu, saya dan Alo Haleserens memutuskan untuk maju sebagai calon pemimpin di Kabupaten Belu nanti,” tegasnya. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Dokter Agus Taolin : Pemimpin Yang Berhasil Tak Perlu Lagi Gantung Baliho

908 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bakal calon bupati dr. Agustinus Taolin dan bakal calon wakil bupati Aloysius Haleserens semakin giat merebut dukungan rakyat menuju kontestasi politik pada tanggal 09 Desember 2020 mendatang.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/30/agus-taolin-alo-haleserens-lawati-makam-ayahnya-theo-manek-saya-salut/

Pantauan Garda Indonesia, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Belu yang mengusung tagline SEHATI dengan tema perubahan itu menemui empat raja Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat, dan ratusan masyarakat simpatisan dalam safari politik di Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, pada Senin, 29 Juni 2020.

Selain itu, pasangan bakal calon Agus Taolin dan Alo Haleserens melawati makam raja Mandeu Hendrikus Tefa Seran dan dilanjutkan dengan pengukuhan oleh tua- tua adat dalam ritual ‘kaba’ sebagai tanda memohon dukungan dari para leluhur. Dalam rangkaian ritual adat itu pula, para tetua adat dari empat kerajaan Natar Hat telah menyatakan siap, sehati dan sesuara memberikan dukungan penuh kepada paket AT-AHS.

Pada kesempatan itu, Agus Taolin menyampaikan tentang banyak hal terutama menyangkut keluhan- keluhan masyarakat Kabupaten Belu terkait kepemimpinan pemerintah saat ini, yang menurutnya tidak maksimal.

“Pemimpin yang berhasil lima tahun, tidak perlu kampanye lagi karena orang pasti pilih lagi. Kalau sudah lima tahun tapi masih gantung lagi gambar [baliho] itu, kira- kira selama ini orang tidak lihat kau kah? Menjadi pemimpin jangan buat malu- malu,” ungkap Agus Taolin dalam bahasa tetun, disambut tertawaan dan tepukan tangan.(*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Agus Taolin–Alo Haleserens Lawati Makam Ayahnya, Theo Manek: Saya Salut

776 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | “Saya salut bahwa kekompakan, kekuatan, kebersamaan dalam tatanan adat Natar Hat masih sangat kuat. Ketika kita memberikan restu kepada kedua kandidat ini, kita berharap leluhur juga bisa memberikan dukungan secara alamiah,” sibak Mane Kwaik (putra sulung) Theodorus Seran Tefa (dalam tatanan rumpun empat kerajaan Oan Natar Hat, Oan Lalu’an Hat), kepada wartawan di Fatunres, Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu pada Senin, 29 Juni 2020.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/06/29/mohon-restu-leluhur-paket-agus-taolin-alo-hal-ziarah-di-pusara-raja-mandeu/

Dalam acara ritual adat ‘Kaba’ (semacam mohon restu dari para leluhur) yang dilakukan tua-tua adat terhadap pasangan bakal calon Bupati Belu, Agustinus Taolin dan bakal calon wakil bupati Belu Aloysius Haleserens itu, Theo Manek, demikian sapaan akrabnya bertindak selaku ketua sekaligus tokoh adat dalam tataran Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat.

Selaku kakak sulung yang mengatasi tiga kerajaan lainnya dalam rumpun keluarga Oan Natar Hat Oan Laluan Hat, Theo Manek menyampaikan terima kasih kepada paket AT- AHS. “Terima kasih kepada pak dokter Agus Taolin dan pak Alo Haleserens yang hari ini secara pribadi mengunjungi makam orang tua saya untuk minta restu dari leluhur menjelang pilkada 2020,” ketus ketua komisi B DPRD Belu itu.

Anggota DPRD dua periode itu mengatakan bahwa ritual adatnya sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar, yang mana bertujuan untuk menghimpun Oan Natar Hat Oan Lalu’an Hat secara keseluruhan (Mandeu, Naitimu, Lidak dan Jenilu) dalam rangka memberi dukungan kepada paket AT- AHS yang mengusung tema perubahan dengan tagline SEHATI . “Hari ini saya bertindak sebagai tokoh adat, dan tidak bertindak sebagai orang partai karena partai memiliki mekanisme tersendiri,” tegas kader Fraksi Golkar tersebut. (*)

Penulis + foto (*/HH)
Editor (+ rony banase)

Peduli Lingkungan, PMI Belu Tanam 2.000 Anakan Pohon

261 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu bersama sekelompok relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan masyarakat Desa Rafae, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menanam anakan Jambu Mente dan Asam Jawa, pada Sabtu, 21 Desember 2019.

Salah satu pengurus PMI, Padrianus Kun kepada wartawan usai kegiatan, mengatakan penanaman anakan pohon sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan, terutama pencegahan terhadap bahaya longsor pada musim hujan.

Pengurus PMI Kabupaten Belu, Padrianus Kun

Menurut Padrianus, kegiatan penanaman anakan pohon itu sebagai lanjutan dari program Membangun Masyarakat Aman dan Tangguh (Mata) yang pernah dilakukan beberapa tahun lalu. “Hari ini, kita sama- sama dengan Relawan Sibat dan masyarakat di Desa Rafae lakukan reboisasi atau mitigasi lanjutan dari program Mata di 4 (empat titik) yakni di sepanjang kali Wehas, di sekitar Cekdam Fatara, Cekdam Taseon dan SMP Satap Obor. Ada dua jenis anakan yang kita tanam, yaitu Jambu Mente dan Asam Jawa. Jumlahnya dua ribu anakan pohon,” urainya.

Penjabat Kepala Desa Rafae, Genoveva Mauk didampingi Pengurus PMI Belu sedang menanam anakan pohon

Selain di Desa Rafae, dikatakannya lebih lanjut, kegiatan itu akan dilakukan pihaknya di 2 desa lainnya yakni, Desa Fatuketi (Kecamatan Kakuluk Mesak) dan Desa Sarabau (Kecamatan Tasifeto Timur).

Penjabat Kepala Desa Rafae, Genoveva Mauk yang ditemui wartawan di sela- sela kegiatan itu menyampaikan limpah terima kasih kepada PMI Belu yang sudah membantu menanam anakan pohon di wilayahnya itu. “Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada PMI Belu yang hari ini sudah datang bersama dengan kami relawan desa (Sibat,red) dan masyarakat untuk lakukan penanaman anakan di beberapa titik lokasi, yang berpotensi muncul bahaya longsor seperti di tepian kali Wehas dan beberapa titik lainya. Semoga kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Rafae ke depannya”, tandas Sekretaris Desa Rafae itu.

Untuk diketahui, kegiatan penanaman anakan pohon itu atas dukungan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Belu tahun 2019.(*)

Penulis (*/HH/Ito)
Editor (+rony banase)