Arsip Tag: dpw pkb ntt

Cegah Klaster Muswil VI PKB NTT, Peserta Wajib Ikut ‘Rapid Test Antigen’

247 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Timur menghelat musyawarah wilayah (Muswil) VI pada tanggal 16—17 Januari 2021 di Hotel Aston Kupang. Demikian penegasan Ketua Panitia Muswil VI DPW PKB Provinsi NTT, Ana Waha Kolin, S.H., dalam sesi jumpa media pada Jumat siang, 15 Januari 2021 di aula Gus Dur Sekretariat DPW PKB NTT.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/01/15/ana-kolin-figur-perempuan-caketum-dpw-pkb-dalam-muswil-keenam-2021/

Ana Waha Kolin yang juga masuk dalam bursa calon Ketua DPW PKB NTT, mengatakan pelaksanaan Muswil VI PKB Provinsi NTT berdasar Surat DPP PKB tertanggal 18 Desember 2020 bernomor : 4896/02/XII/2020 tentang pelaksanaan musyawarah wilayah seluruh Indonesia dan Surat Keputusan DPW PKB NTT Nomor 2162/DPW-29/01/XII/2020 tanggal 28 Desember 2020 tentang penetapan ketua panitia dan susunan kepanitiaan Muswil VI DPW NTT.

“Setelah menerima surat dari DPP, di bawah pimpinan Ketua DPW PKB NTT, Ir. Yucundinus Lepa dan Sekretaris, Aloysius Ladi mengeluarkan surat keputusan DPW PKB NTT yang menetapkan saya selaku ketua panitia dan sekretaris panitia, Maksi Diada,” terang Ana Waha Kolin didampingi oleh Ketua DPW PKB NTT, Ir Yucundinus Lepa dan Wakil Ketua Panitia, Anton Timo.

Muswil VI, imbuh Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTT ini, dibuka pada Sabtu, 16 Januari 2020 pada pukul 13.00—14.55 WITA, yang mana sebelumnya pada pukul 10.00 WITA dilakukan Haul Gus Dur, kemudian mempersiapkan diri mendengarkan pidato politik Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, sekaligus membuka Muswil VI DPW PKB NTT.

“Muswil bakal dipimpin oleh Faisol Resah (Ketua Komisi VI DPR RI) mewakili Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP PKB dan yang menjadi moderator adalah Bapak Ketua DPW PKB NTT,” ungkap Ana Waha Kolin.

Adapun tujuan musyawarah wilayah, terang Ana, untuk memilih struktur kepengurusan DPW PKB NTT masa bakti 2021—2026, membahas program kerja 5 tahunan dan menilai laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus sebelumnya.

Terkondisi pandemi Covid-19, beber Ketua Panitia Muswil PKB VI, normalnya peserta muswil sekitar 80—100 orang, namun dibatasi hanya Ketua Dewan Syuroh dan Ketua Dewan Tanfidz PKB.

Selain itu, yang menjadi perhatian panitia muswil, tegas Ana Waha Kolin, peserta wajib mengikuti sesi rapid test antigen guna mencegah terjadinya Klaster Muswil VI DPW PKB NTT. “Setiap peserta harus menunjukkan surat keterangan rapid test antigen bahkan ada ketua yang telah menjalani test di berbagai laboratorium,” urainya.

Namun, tandas Ana Waha Kolin, guna membantu para peserta, panitia membuka ruang rapid test antigen di Hotel Aston Kupang atas kerja sama panitia dan dokter . “Satu jam sebelum Muswil PKB VI, dapat dilakukan rapid test antigen sebelum masuk ke dalam ruang musyawarah wilayah, dan panitia telah memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid-19 Provinsi NTT,” pungkasnya.

Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Yucundinus Lepa mengharapkan agar Muswil dapat menghasilkan dan melantik kepengurusan masa bakti 2021—2026. “Besok dibuka dan keesokan harinya dapat dilantik sehingga usai muswil, susunan kepengurusan baru langsung bekerja,” tegasnya.

Yucun Lepa pun berharap adanya penyusunan struktur secara sistematis hingga di tingkat RT/RW agar DPW PKB NTT dapat lebih menyiapkan diri menghadapi perhelatan pilkada maupun pilgub di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain itu Muswil PKB VI NTT, tandas Yucun Lepa, dapat menghasilkan rekomendasi kepemimpinan lokal, regional, dan nasional.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

Jo Uly—Sosok Milenial Calon Wakil Bupati Sabu Raijua

859 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Johanes Uly atau akrab disapa Jo Uly merupakan sosok muda (milenial) dari Kabupaten Sabu Raijua yang menyatakan diri siap menghadapi perhelatan Pilkada Sabu Raijua pada tahun 2020.

Pria kelahiran 15 Mei 1979 di Mesara Lobohede Kabupaten Sabtu Raijua yang memiliki nama lengkap Yohanes Uly Kale, A.md. secara terbuka menyatakan kesiapan diri untuk maju sebagai wakil bupati Kabupaten Sabu Raijua

Jo Uly (tengah) berpose dengan kader PKB NTT dalam Muktamar PKB di Nusa Dua Bali

Dibawah usungan dan dukungan 2 (dua) kursi legislatif DPRD Kabupaten Sabu Raijua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jo Uly, lulusan D3 Politeknik Undana ini siap diri mewakili daerah pemilihan terbesar yakni Kecamatan Mesara.

Dirinya meyakini peluang tersebut dengan dukungan dari keluarga, masyarakat, tokoh masyarakat dan teman-teman sepelayanan dalam gereja dan siap disandingkan dengan calon bupati dari partai apapun.

“Konsolidasi telah berjalan dan dalam proses,” ujar Jo Uly kepada Garda Indonesia yang sedang mengikuti Muktamar PKB di Nusa Dua Bali, 20—22 Agustus 2019.

“Memang ada beberapa kandidat yang sempat memberikan konfirmasi tetapi kami kembalikan kepada mekanisme partai. Kami juga sedang menunggu dan melakukan konsolidasi balik dengan mereka melalui Ketua DPC PKB Sabu Raijua,” beber Pengusaha Muda dan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.

Jo Uly bersama Anggota DPR RI Terpilih dari PKB, Tomy Kurniawan

Sebelumnya, dalam Rapimwil (Rapat Pimpinan Wilayah) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Jumat, 9 Agustus 2019 di Wisma Harapan Baik Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ketua DPW PKB NTT, Yucundianus Lepa menyampaikan bahwa untuk Sabu Raijua telah ada kader untuk maju dalam perhelatan Pilkada Sabu Raijua.

“Kami telah berdiskusi dengan salah satu calon bupati yakni Penjabat Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke dan masih menunggu hasil survei dan PKB telah memiliki kader,” jelasnya.

Menurut Yucun, untuk sementara baru 1 (satu) orang yang berani maju dan tampil sebagai wakil bupati dari PKB. “Ini soal keberanian, banyak yang siap namun hanya satu yang berani. Kalau boleh disebut nama, Jo Uly siap diri,” ungkap Yucun.

“Kita mempersiapkan diri untuk maju dengan posisi nomor dua,” tandas Ketua DPW PKB NTT.

Penulis dan editor (+rony banase)

DPW PKB NTT Satukan Tekad Dukung Muhaimin Iskandar Jadi Ketum DPP PKB & Ketua MPR RI

146 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | DPW PKB NTT melaui Rapat Pimpinan Wilayah ke-XI adalah sebuah forum konsolidasi internal partai sebagai persiapan menuju MUKTAMAR PKB Ke V secara kolektif telah memutuskan untuk menyatakan Kebulatan Tekad dan dukungan kepada Kepemimpinan Bapak Dr (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si.

Keputusan Kolektif DPW dan DPC PKB se NTT mendukung Kepemimpinan Bapak Dr (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, M.Si., pada Rampimwil DPW PKB NTT pada 9—10 Agustus 2019 di Wisma Harapan Baik Kelurahan Kayu Putih Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur

Dukungan penuh segenap pengurus DPW dan DPC se-Nusa Tenggara Timur ini dengan sejumlah alasan (rilis diterima media Garda Indonesia pada Sabtu, 10 Agustus 2019) sebagai berikut :

1. KEPEMIMPINAN
Pertama, Secara personal, kepemimpinan Bapak DR (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, MSi . adalah penggerak spirit politik PKB. Penegasan identitas kepartaian baik secara ideologis, politis, maupun fisofis-spiritual, terus mengalami proses institusionalisasi yang semakin matang. Prinsip rahmatan lil Alamin, yang mendasari spirit perjuangan PKB terkonfigurasi secara tepat dalam sikap nasionalis dan religius yang membingkai kehidupan umat. Dengannya, elemen umat dapat mempersonifikasi diri dan menampilkan sosok ke-Indonesiaan-nya melalui wawasan kebangsaan yang kokoh.

Kedua, Pilihan-pilihan politik, keputusan dan berbagai kebijakan strategis, yang telah diambil oleh Ketua Umum DPP PKB DR (HC) H. A. Mahaimin Iskandar, MSi. dan Jajaran pengurus DPP PKB, telah membuktikan bahwa PKB adalah elemen politik bangsa yang berperan besar dalam seleksi dan suksesi kepemimpinan nasional. PKB bukan sekedar pengikut, tetapi pkb ADALAH pemain utama dan penentu arah.

Ketiga, Kita semua yakin bahkan percaya bahwa kita menjadi kuat karena kita bersatu. Bahwa selama kepemimpinan Bapak DR (HC) H A. Muhaimin Iskandar, MSi. tidak ada gesekan internal yang berpotensi mengorbankan kader-kader potensial partai. Kondisi ini memberi implikasi postitif pada dua hal. Bahwa secara internal, PKB sangat solid dan terus bekerja untuk mewujudkan program-program politiknya. Sebaliknya secara eksternal, PKB menuai kepercayaan publik yang menjadi modal politik lainnya dalam menghadapi kompetisi dan percaturan perpolitikan nasional. Yang lebih membanggakan tentunya, di PKB inilah bercokol orang-orang muda potensial yang mampu membidani lahirnya kepemimpinan nasional.

Keempat, Keaktifan PKB dalam berbagai dinamika politik dan juga silang-sengketa pemikiran, menjadikan sikap politiknya sebagai jalan tengah bagi persoalan bangsa. Secara ideologis, PKB menempatkan NKRI dan kepentingan kebangsaan sebagai harga mati dalam politik kepartaian. Dalam percaturan kekuasaan, PKB bisa saja menjalankan politik keberpihakan tetapi bukan oportunis. PKB dapat berperan sebagai penyeimbang tetapi tetap konsisten dengan prinsip-prinsip politik yang mendasarinya.

2. PROGRAM PERJUANGAN PARTAI
Pertama, semakin menguatnya hubungan simbiosis-mutualisme antara PKB dengan NU. Bahwa Muktamarin masih memiliki niat luhur untuk melakukan reformulasi hubungan ini secara lebih operasional maupun produktif, namun pada tataran praktek politik hingga saat ini, ideal yang dikehendaki sudah mewujud. Para tokoh politik, Para Kiai, berkolaborasi sangat apik dan aspiratif dalam menjadikan PKB sebagai media untuk mengekspesikan aspirasi keumatan. Dalam pernyataan, dalam pandangan, sikap serta responsnya terhadap situasi politik dan perkembangan sosial kekinian, PKB adalah icon yang paripurna dari Nasionalisme-religius yang hikmat melayani Ibu Pertiwi. Ini semua adalah kepiawaian politik yang dilandasi sikap mental nasionalis. Ini juga adalah berkah yang menjadi pra-kondisi bagi kebesaran PKB pada semua level kepemimpinan.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Timur – yang masyarakatnya mayoritas Kristiani, menuai berkah ini sebagai potensi politik yang memberi arah bagi perjuangan membesarkan PKB di bumi NTT. Masyarakat menunjukkan akseptabilitas dan respek yang semakin tinggi terhadap PKB terbukti dari adanya peningkatan akumulasi dukungan politik dalam berbagai perhelatan politik daerah.

Kedua, Kepiawaian dalam pengelolaan isu-isu politik baik yang berspektrum nasional maupun regional dan lokal turut meningkatkan elektabilitas partai. Pilihan-pilihan politik strategis yang dilakukan Ketua Umum PKB dan Jajaran DPP PKB, telah terasa menjadi aspek paling penting dalam mengkapitalisasi popularitas PKB secara nasional yang mampu mengisi space pemberitaan searah dengan police pemberitaan media cetak atau media elektronik mainstream. Dan bukan melalui iklan-iklan politik.

Ketiga, Komitmen terhadap pemberantasan Korupsi. Dalam berbagai kasus korupsi yang menyeret pejabat public, kader-kader terbaik PKB yang menduduki jabatan eksekutif yang penting di Tanah Air, tidak terseret arus korupsi yang dasyat tersebut. Kondisi ini memberi pengaruh pada citra PKB sebagai partai politik yang memiliki komitmen kuat untuk memerangi korupsi.

Keempat, Penghormatan, perlindungan dan penegakan HAM. Perjuangan PKB untuk membebaskan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi yang terkena tuduhan pembunuhan majikan memberi kontribusi positif terkait persepsi masyarakat terhadap peran dan perjuangan PKB. Perhatian politik PKB tidak hanya pada hal-hal makro berspektrum nasional, tetapi juga pada hal mikro yang berdampak sangat luas bagi keadilan dan kemanusiaan.

Kelima, Deradikalisasi dan pencegahan politisasi Agama. Tokoh-tokoh senior PKB teristimewa para Kiai NU senantiasa hadir dengan potret ketokohannya yang utuh. Tidak canggung dan gagu sebagai spilt personality. Mereka dengan sangat cermat memisahkan urusan agama pada domain individu dan politik pada domain publik. Potret kehadiran mereka telah semakin menguatkan persepsi warga Negara terhadap PKB dengan dasar ideologisnya sebagai partai nasionalis-religius dengan dedikasi total kepada bangsa dan Negara. Konsistensi sikap politik PKB ini mampu menghalau merebaknya politik identitas, sekaligus meredam menguatnya kelompok radikal yang memanipulasi kecerdasan dengan politik berjubah agama.

Sikap Politik DPW PKB NTT
Mencermati keberhasilan PKB dalam mengokohkan ideologi sebagai landasan perjuangan politik, Perwujudan program perjuangan partai, mengelola sekaligus memanifestasi aspek filosofis-religius PKB yang terus terkonfigurasi dalam tataran praksis, maka DPW PKB NTT menyatakan sikap politiknya sebagai berikut :

1. MENERIMA Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum DPP PKB periode 2014 – 2019 secara lengkap, utuh tanpa cacatan apapun. Terkait dengan itu DPW PKB NTT merekomendasikan agar Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum DPP PKB periode 2014-2019 ini selanjutnya ditetapkan sebagai Keputusan MUKTAMAR.

2. Meminta forum MUKTAMAR untuk MENGUKUHKAN kembali Bapak DR (HC) H.A, Muhaimin Iskandar, MSi. Sebagai Ketua Umum PKB periode 2019-2024.

3. Merekomendasikan kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR untuk melakukan proyeksi politik yang terarah dan terukur, menyusun langkah-langkah strategis politis dalam kerangka mempersiapkan Ketua Umum DPP PKB Bapak DR (HC) H.A. Muhaimin Iskandar, MSi. Untuk menjadi Calon presiden periode 2024-2029.

4. Memberi dukungan penuh kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR untuk mewujudkan dan mengimplementasikan platform politik PKB : Politik Rahmatan Lil Alamin, Khidmat PKB melayani Ibu Pertiwi. Dalam konteks ini, DPW PKB NTT merekomendasikan kepada DPP PKB hasil MUKTAMAR agar memproyeksikan, memperjuangkan dan menempatkan kader-kader terbaiknya pada Jabatan-jabatan politik penting dan strategis seperti Ketua MPR RI, Meteri Agama RI, dan jabatan lain yang dinilai strategis dalam percaturan politik menuju 2024.

5. Memberi dukungan sepenuhnya kepada DPP PKB Hasil Muktamar untuk melakukan reformulasi hubungan simbiosis-mutualisme antara PKB-NU. Dengan demikian dalam konteks relasi aspiratif, PKB menjadi wadah politik bagi perjuangan aspirasi keumatan. Dan pada sisi lain, PKB membatasi ruang bagi gerakan provokatif-destruktif yang menggunakan politik berjubah agama yang berdampak merusak citra dan kewibawaan ulama.

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Nusa Tenggara Timur

Ketua Ir Yucundianus Lepa, Msi.,

Sekretaris, Drs.Aloysius Lady, SE.

Penulis dan editor (+rony banase)