Arsip Tag: faperta undana

Mahasiswa Magang Faperta Undana Gapai Cara Bertani Terpadu di Lahan Kering

449 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Apabila bidang pertanian dikembangkan dengan baik maka akan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nukilan ini menggambarkan semangat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam mengolah lahan kering.

Baca juga : 

https://gardaindonesia.id/2019/08/09/wagub-ntt-josef-harus-ada-terobosan-baru-untuk-lahan-kering-di-ntt/

“Kalau kita mau mengorelasikan Ilmu Pendidikan dengan bidang pertanian maka kita bisa kembangkan lahan yang kita miliki. Kalau lahan pertanian kita hebat, maka masyarakat kita akan sejahtera. Karena memang tujuan dari pertanian itu adalah menyejahterakan masyarakat”, jelas Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (7/08/19) saat Seminar Nasional Pertanian (Semnastan) VI & Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI). (*Nukilan siaran pers Biro Humas dan Protokol Pemprov NTT)

Menyadari pentingnya memberikan edukasi kepada mahasiswa terkait pengolahan lahan kering secara terpadu, maka Fakultas Pertanian (Faperta) Prodi Agribisnis, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menempatkan 8 (delapan) mahasiswa magang sejak 15 Juli s.d. 16 Agustus 2019 pada Pertanian Organik Terpadu di Desa Penfui Timur Kec. Kupang Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Foto bersama Dosen Faperta Jurusan Agribisnis, Ir. Kudji Herewila, M.Si. dan mahasiswa magang di ladang Pertanian Organik Terpadu

Berlokasi di Jalan. Nomelaktosi Matani, pemilik dan pengelola Pertanian Organik Terpadu, Gestianus Sino, S.P. kepada Garda Indonesia mengatakan bahwa sisi pertanian organik terpadu yang berintegrasi dengan pertanian, peternakan, perikanan, pupuk, dan hidroponik.

“Jadi, di sini untuk kebutuhan pupuk kita ambil dari kotoran kambing dan kotoran ikan. Jadi terintegrasi,” ujarnya pada Jumat, 16 Agustus 2019.

Pria Kelahiran Desa Leakutu, Kecamatan Mego Kabupaten Maumere pada 22 April 1983 ini menyampaikan telah tahap ketiga pihak Undana menempatkan mahasiswa magang untuk belajar mengenai pengolahan lahan kering.

Pemilik dan pengelola Pertanian Organik Terpadu, Gestianus Sino, S.P.

“Hal praktis yang kami edukasi mengenai pengolahan lahan kering hingga pascapanen. Jadi kami berikan pelajaran kepada mereka cara olah lahan, semai bibit, cara memasarkan hingga kemasan (packing),” jelas Alumni Faperta Undana tahun 2011.

Menurut Gesti, Petani Lahan Kering yang berhasil menjadi Duta Petani Muda Nasional 2018 ini, mahasiswa magang Undana yang belajar dapat menjadi mitra yang dapat menyubsidi produk. “Secara langsung mereka sudah dididik selama 1 (satu) bulan dan telah mengetahui standar operasional produk karena tidak menggunakan bahan kimia. Jadi kalau mau menjadi mitra, ya silakan,” beber pemasok untuk hotel berbintang, hypermart, dan kantor-kantor di seputaran Kota Kupang.

Disamping itu, salah satu mahasiswa magang Faperta Undana, Maria Yani Nino menyampaikan manfaat langsung magang di Pertanian Organik Terpadu. “Kk Gesti memperlakukan kami dengan baik dan bekerja layaknya petani,” terangnya.

“Jurusan kami di Fakultas Pertanian Prodi Agribisnis hanya memperoleh teori namun di sini kami melakukan praktik langsung cara mengolah lahan, cara menanam dan takaran pupuknya. Kami mulai paham,” ungkap Maria Nino dan sekalian menyampaikan bahwa per tanggal 16 Agustus 2019 merupakan hari terakhir magang.

Untuk diketahui, Mahasiswa magang dipegang oleh 3 (tiga) dosen yakni Ir. Kudji Herewila, M.Si. Ir. Lika Bernadina, M.Sc.Agr dan Dra. Sondang Pudjiastuti, M.M. dan saar penjemputan diurus oleh Ketua urusan Magang Mahasiswa Jurusan Agribisnis Ir. Fidel Klau, M.Si.

Penulis dan editor (+rony banase)

Faperta Undana Edukasi & Latih Petani Sayur Mayur di Kupang Barat

340 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sistem bertani riskan dan belum adanya pemahaman pemanfaatan bio massa oleh para petani sayur mayur di Batakte dan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang; memicu dan mendorong Dosen Faperta Undana Program Studi Agroteknologi untuk mengedukasi dan melatih petani sayur agar lebih optimal memaksimalkan dan mengelola lahan pertanian mereka.

Sebanyak 20 petani sayur mayur yang tergabung dalam Kelompok Uimatkuli (Sumber Air Hidup) sejak tahun 1990 di lokasi tersebut diedukasi dan dilatih oleh dosen Faperta Undana dari Program Studi Agroteknologi. Para petani dilatih untuk memanfaatkan bio massa yang beragam dan banyak terdapat di lahan pertanian mereka untuk dijadikan pupuk organik.

Pantauan Garda Indonesia di lokasi kegiatan, meski dengan kondisi tanah kering dan bebatuan tak menghadang minat mereka berinovasi mengelola lahan pertanian mereka dengan memaksimalkan sumber daya minimal yang tersedia seperti lahan pertanian tadahan hujan dan membuat sumur bor

Pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dilaksanakan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Menuju Desa Sentra Holtikultura Sayur di Kelurahan Batakte Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa, 25 Juni 2019 pukul 10:00 WITA—selesai

Kepala Pusat Layanan Penerapan dan Pengembangan Iptek, Ir. Arnoldus Keban, M.Si.,saat membuka kegiatan PKM Faperta Undana menyampaikan Undana menyiapkan Dana DIPA untuk kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu tersedia dana kegiatan dari Kemenristek DIKTI

Kepala Pusat Layanan Penerapan dan Pengembangan Iptek, Ir. Arnoldus Keban, M.Si

“Sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan, setiap tahun, Undana menyiapkan dana untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”, ujar Arnold Keban

Lanjut Arnold, Sebagai bentuk dukungan Undana terhadap program kemitraan maka tahun ini (2019) terdapat sekitar 50 Dana Penelitian dan belasan pengabdian kepada masyarakat dari Kemenristek DIKTI dan Undana menyiapkan dana melaui DIPA membiayai 19 judul penelitian dan 36 kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM)

“Saya berharap bapak/mama (Petani Sayur Mayur) dapat mengikuti terus hingga selesai. Pasti banyak ilmu yang dapat diperoleh dan saya melihat disini banyak bio massa yang dapat dijadikan pupuk bokashi dan semoga daerah ini dapat menjadi lumbung sayur”, harap Arnold Keban.

Sedangkan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undana, Drs.Ignatius Sinu,MA., menyampaikan harapan bakal ada perhatian dari Faperta Undana terhadap masyarakat di Desa Oenesu dan Kelurahan Batakte
“Ini sebagai kegiatan awal dan seterusnya bersinergi dengan pihak lain untuk mendukung dan memberi perhatian kepada petani sayur mayur”, ujar Ignas

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undana, Drs.Ignatius Sinu,MA.

Lanjutnya, “Hari ini ada 2 (dua) ahli pertanian yakni Ir Moris Arthur, M.Si., dan Ir Piter Bako,M.Si., yang akan melatih bapak/mama untuk membuat pupuk bokashi”, beber Dosen senior Fakultas Pertanian (Faperta) Undana

“Misi kami di Fakultas Pertanian tidak boleh menggunakan zat kimia karena saya paling tidak suka dan tidak boleh menggunakan zat kimia. Karena saya termasuk orang tua yang memimpin Fakultas Pertanian dan mengatakan kepada Fakultas Pertanian untuk mengajarkan kepada petani untuk tidak menggunakan zat kimia”, tegas Ignas

“Kedepan kita akan bersama mengikuti pelatihan dan selanjutnya dapat dibuat di kebun masing-masing”, pinta Ignas.

Pelatihan membuat pupuk bokashi dilakukan dengan memanfaatkan bio massa yang banyak terdapat di lahan pertanian dan tumbuh liar yang dapat dijadikan pupuk organik seperti tromolena. Selain itu, petani sayur mayur di lokasi tersebut dibimbing dan dilatih untuk membuat pupuk bokashi padat dan pupuk organik cair karena unsur hara (makanan) lebih banyak dibanding dengan pupuk kimia.

Penulis dan editor (+rony banase)

Faperta Undana Edukasi Warga Oefafi Olah Pisang Menjadi Lebih Produktif

336 Views

Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Tim Pengabdian Masyarakat Faperta Undana Jurusan Agribisnis yang diketuai oleh Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc., dan beranggotakan Dr.Ir. Doppy Roy Nendissa,MP., Ir Kudji Herewila,M.Si., Ir. Alfetri.N.P.Lango.MP., Ir.Selfius.P.N.Nainiti, M.Sc.Agr., dan Ir.Lika Bernandina,M.Sc,Agr., memberikan edukasi kepada Warga RT 11 Desa Oefafi pada Sabtu, 25 Mei 2019 pukul 10:00 WITA—selesai

Warga RT 11 Desa Oefafi yang tergabung dalam wadah Kelompok Shalom diberikan edukasi berupa cara mengolah pohon pisang dimulai dengan cara menanam Pohon Pisang dengan Metode Bonggol Terbalik, memaniskan buah pisang, dan Strategi memasarkan produk pisang oleh Dr.Ir. Doppy Roy Nendissa,MP.; Panduan Budidaya Pisang oleh Ir. Selfius.P.N.Nainiti,M.Sc.Agr.; Fungsi dan Peranan Pupuk Organik oleh Ir. Alfetri.N.P.Lango.MP.; dan cara efektif mengolah buah pisang menjadi Keripik pisang dan Pisang Sale oleh Ir Kudji Herewila,M.Si., dan cara praktis mengolah buah pisang menjadi dodol pisang oleh Ir.Lika Bernandina,M.Sc,Agr.

Ketua Pengabdian Masyarakat Faperta Undana, Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc., mengatakan selain edukasi pengolahan pisang, direncanakan Kelompok Shalom akan diberikan pemahaman cara mengolah Buah Pepaya yang bakal dilaksanakan pada Mei—September 2019 dan akan dilakukan evaluasi secara bertahap

Ketua Pengabdian Masyarakat Faperta Undana, Dr.Ir. Maximilian. M. J Kapa, M.Agr.sc

“Maksud kami memberikan pelatihan aneka pengolahan buah pisang dan berharap kedepan mereka (Kelompok Shalom,red) dapat menjadikannya usaha kecil kreatif  yang dapat membantu ekonomi rumah tangga”, tutur Dr Max kepada Garda Indonesia

Disamping itu, terang Dr Max, Karena Buah Pisang mudah rusak maka sebaiknya diolah agar mempunyai nilai tambah

“Kami juga memberikan pendampingan dan memberikan peralatan memasak berupa kompor, wajan, spatula, dan talenan yang dapat dipergunakan oleh Kelompok Shalom untuk mengolah buah pisang menjadi olahan produktif”, pungkasnya.

Ir Kudji Herewila,M.Si., mengedukasi Kelompok Shalom cara mengolah buah pisang agar lebih produktif

Sedangkan, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undana, Drs.Ignatius Sinu, MA saat membuka kegiatan pengabdian masyarakat kepada Kelompok Shalom mengatakan setiap tahun Dosen Undana turun ke desa untuk duduk bersama dengan para petani

“Tugas kami di perguruan tinggi ada 3 (tiga) yakni pendidikan (mengajar), penelitian dan pengabdian. Tugas utama mengajar tidak menggunakan buku namun dengan pengalaman hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu setiap tahun kami ada di desa-desa, 60 persen kami berada di desa”, ungkap Ignatius Sinu

Ignatius berharap agar buah pisang yang berada di Desa Oefafi dapat dikelola oleh Kelompok Shalom secara produktif dan multi guna.

Penulis dan editor (+rony banase)