Arsip Tag: gregorius rohi

Pohon Sepe Jalan Nangka Tumbang Tindih Mobil, Warga Gotong Royong Pangkas

1.618 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Hujan deras disertai angin kencang dampak dari siklon tropis, mengakibatkan sebuah Pohon Sepe (Flamboyan, red) berusia sekitar 30-an tahun di Jalan Nangka, RT 05 RW 02, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT); tumbang dan menghalangi arus lalu lintas pada Sabtu siang, 3 April 2021 sekitar pukul 13.10 WITA.

Pohon Sepe di Jalan Nangka saat tumbang dan menindih sebuah mobil yang sedang melintas

Tak hanya itu, Pohon Sepe yang menjadi perindang di kala panas terik dan penyumbang Bunga Sepe (bahan untuk rampai, red) di saat menjelang Natal pada November—Desember; juga menindih sebuah mobil yang sedang melintas di Jalan Nangka, beruntung tak ada korban jiwa.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/03/waspada-dua-bibit-siklon-tropis-picu-cuaca-ekstrem-pada-3-9-april-2021/

Lalu, di bawah koordinasi Ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Oeba, Frans Ottu, dan Sekretaris RT, Ayub Singkoen, warga pun berinisiatif memangkas dahan Pohon Sepe yang menjadi ikon Kota Kupang tersebut (Bunga Sepe telah menjadi motif tenun Kota Kupang, red). Selang beberapa waktu, datang Brimob Polda NTT membawa sensor dan membantu warga.

Upaya warga memangkas Pohon Sepe di bawah guyuran hujan deras pun berangsur rampung dan selesai sekitar 1 jam kemudian dan menormalkan lalu lintas jalan yang menghubungkan arus kendaran dari Oeba menuju ke Oebobo dan Fatululi.

Lurah Oeba, Gregorius E.Rohi, S.STP. melalui WA grup Warga RT 05 Oeba melakukan  koordinasi dengan perangkat RT dan selanjutnya menghubungi BPBD Kota Kupang. “Terima kasih infonya pak Sek. Beta (Saya, red) sudah info ke BPBD. Mereka sudah terima laporan. Sekarang, mereka di Fatululi, setelah itu bergeser ke Oeba. Sedikit lagi beta turun. Mohon bantuan warga sekitar gotong royong pangkas dahan-dahan kecil,” imbaunya.

Penulis dan Editor (+roni banase)

Foto utama dan pendukung (*/koleksi pribadi warga RT 05 Oeba)

Natal Oikumene Kelurahan Oeba & Fatubesi Pererat Hubungan Interpersonal

258 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Inisiatif Pemuda Kelurahan Oeba mempererat hubungan interpersonal warga Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi diwujudkan dalam kegiatan Natal Oikumene pada Jumat, 3 Januari 2020 pukul 17.00 WITA—selesai di Gereja Ebenhaezer Oeba.

Kegiatan Natal Oikumene Kelurahan Oeba dan Fatubesi atas prakarsa pemuda Oeba didukung oleh Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Imanuel Melkiades Lakalena; DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat; Mokrianus Lay dan Jefta Sooai yang menamakan diri mereka sebagai Perkumpulan Anak Oeba di Legislatif.

Foto bersama usai Perayaan Natal Oikumene Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi

Kegiatan tersebut diramu Pemuda Oeba dan dilanjutkan oleh Ketua Panitia Natal Oikumene Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi, Yerri Frans, dibantu oleh para Ketua RT/RW Kelurahan Oeba beserta warga.

Lurah Oeba Gregorius E.Rohi, S.STP., mengatakan bahwa natal ini bertujuan untuk menyatakan kembali kedua warga kelurahan. “Tahun sebelumnya kami mengadakan perayaan natal bersama hanya untuk Kelurahan Oeba namun tahun ini kami libatkan Kelurahan Fatubesi,” ujar Gregorius.

Lanjutnya, mungkin sebelumnya terdapat kesenjangan, dengan momen ini diharapkan dapat berjalan bersama. “Karena berbicara tentang Oeba pasti melibatkan Fatubesi karena Fatubesi merupakan Kelurahan pemekaran dari Kelurahan Oeba dan warga Fatubesi beribadah bersama di Gereja Ebenhaezer,”ungkap Lurah Oeba.

Harapan pemerintah, imbuh Lurah Oeba, melalui momentum Natal Oikumene yang diinisiasi melalui rapat pada awal Desember 2019 ini, warga Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi dapat bersatu kembali.

“Dan Pak Melki Lakalena merupakan milik warga Kelurahan Oeba dan Kelurahan Fatubesi,” tandas Lurah Oeba, Gregorius Rohi.

Penulis dan editor (rony banase)
Foto oleh : Ketua RT 09 Oeba Yermi Hanas

Setelah 138 Tahun, Wajah Baru Kantor Lurah Oeba Bakal Ada di Desember 2019

217 Views

Kota Kupang, Garda Indonesia | Kantor Lurah Oeba Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal mempunyai wajah baru berupa konstruksi bangunan 2 (dua) lantai dan dipastikan bakal ada dan tampak pada Desember 2019.

Hal itu disampaikan oleh Lurah Oeba, kepada media pada Jumat, 6 September 2019 pukul 10.00 WITA di sela-sela pembersihan areal Kantor Lurah Oeba untuk selanjutnya dibongkar dan dimulai tahap pembangunan gedung baru bernilai Rp.1,1 Miliar yang akan dikerjakan oleh CV Teguh Karya dengan Direktur, Laasar Banoet.

“Dengan hadirnya Kantor Lurah baru bakal meningkatkan semangat kerja RT/RW dan teman-teman perangkat Kelurahan Oeba dapat berinovasi lebih baik dan Oeba tidak hanya memperoleh gedung baru namun termasuk layanan baru bagi warga Kelurahan Oeba,” ujar Lurah Oeba, Geregorius E. Rohi, S.STP.

Bentuk layanan, jelas Lurah Greg sapaan akrabnya berupa Pelayanan Berbasis Data Penduduk secara daring atau online (Sodamolek,red) yang bakal tersedia selama 24 jam di luar jam kantor dan tetap dikontrol oleh RT/RW.

“Pembangunan Kantor Lurah Oeba juga merupakan bentuk secara fisik dan merubah pola pikir (mindset),” ucap Lurah Oeba ke-16 ini kepada Garda Indonesia.

“Kantor Lurah Oeba bakal dikerjakan dengan waktu pelaksanaan 115 hari kalender sejak 6 September—26 Desember 2019 dan bakal ditempati pada April 2020 dan diresmikan oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore,” tuturnya.

Kantor Lurah Oeba saat direhab pada tahun 1980-an

Sebelumnya, jelas Lurah Oeba, menurut informasi sejak berdirinya pemerintahan Oeba pada tahun 1881, gedungnya hanya berupa bangunan sederhana dari bebak (*sejenis bahan bangunan kayu yang berasal dari pelepah Pohon Gewang) dan pembangunan fisik kantor Lurah Oeba berbentuk permanen dilaksanakan pada tahun 1962 pada masa jabatan Kepala Desa Welem Ayub Taulo masa bakti 1944—1967 dan untuk rehab terakhir, terang Lurah Greg dilakukan pada tahun 2006.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat dan Ketua LPM Kelurahan Oeba, Drs. Matheos Male menyampaikan perasaan senang karena ada perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan merupakan kebanggaan bagi Warga Oeba. “Tentunya gedung dengan wajah baru dapat mempengaruhi semangat kerja para ASN dan perangkat RT/RW dan LPM,” bebernya.

Sebagai informasi tambahan, berikut daftar nama para Temukung, Kepala Desa / Lurah yang pernah memimpin di Kelurahan Oeba sejak tahun 1881—sekarang :

  1. Tahun 1881—1910, Junus Dethan;
  2. Hendrik Jesua, 1910—1929;
  3. Simon Ndoen 1929—1942;
  4. Thomas Dethan 1942—1944;
  5. Welem A Taulo 1944—1967;
  6. E.E. Pello 1967—1972;
  7. Jap H Taulo 1972—1987;
  8. Drs. R Izaach (caretaker) 1987—1988;
  9. Drs. Z Miramangi Hingga Juli 1988;
  10. W.H.Baoen Juli 1988—Maret 1995;
  11. Benyamin Ndun, S.H. 20 Maret 1995—Februari 1999;
  12. Agus Ririmasse, Ap. 6 Februari 1999—31 Juli 2000;
  13. Orson G Nawa, S.H. 15 Desember 2000—Oktober 2004;
  14. Julianus Benu, S.Sos. Oktober 2004—Januari 2008;
  15. Maria A Salensi, S.E. Desember 2008—Desember 2018;
  16. Geregorius E. Rohi, S.STP. Desember 2018—sekarang.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)