Arsip Tag: gubernur viktor bungtilu laiskodat

Tanam Padi di Desa Tuleng Alor, Gubernur VBL Dorong Petani Tanam Tiga Kali

219 Views

Alor-N.T.T., Garda Indonesia | “Karena itu, petani merupakan profesi yang sentral di mana sangat menentukan kehidupan manusia. Kegiatan yang kita laksanakan hari ini merupakan kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar manusia ini,” kata Gubernur VBL saat melakukan Kunjungan Kerja dan Kegiatan Penanaman Padi secara Simbolis di Desa Tuleng, Kabupaten Alor, pada Jumat, 31 Juli 2020.

Ia pun menegaskan bahwa tiada satu manusia pun di kolong langit yang tidak butuh makan. Pasti semua manusia membutuhkannya.

Lebih lanjut, Gubernur VBL mengatakan, bicara tentang pertanian artinya bicara tentang tanah, air, benih, pupuk serta sumber daya manusia yang bekerja. “Kita mesti siapkan semua ini dengan baik. Saya minta para pimpinan perangkat daerah baik lingkup provinsi maupun kabupaten yang hadir saat ini untuk mencatat apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan masyarakat,” pintanya.

“Bapak Presiden dalam arahannya telah menginstruksikan kepada seluruh Gubernur dan seluruh bupati agar dapat menyiapkan lahan untuk kepentingan pangan dengan memanfaatkan lahan yang telah tersedia maupun dengan membuka lahan baru,” lanjut Gubernur VBL.

Gubernur VBL saat mendorong semangat petani di Desa Tuleng Kabupaten Alor

Politisi NasDem itu mengatakan, ketersediaan pangan sangat penting terutama saat pandemi seperti sekarang. “Kita tahu bersama bahwa saat ini dunia mengalami Wabah Covid-19. Bilamana kondisi ini berlanjut maka akan berkorelasi dengan krisis pangan. Kalau terjadi kelaparan di dunia, maka diharapkan rakyat Nusa Tenggara Timur dapat bertahan hidup dengan mengoptimalkan lahannya,” ujarnya.

Gubernur VBL pun mendorong agar proses penanaman padi dapat dilakukan tiga kali dalam setahun. “Karena kalau cuma sekali atau dua kali, maka kita harus bisa lakukan rekayasa. Setelah proses menanam padi maka berikutnya kita menanam jagung guna memenuhi kebutuhan pangan kita juga,” bebernya.

VBL meminta instansi teknis untuk mendukung proses pengolahan sawah masyarakat dengan alat-alat pertanian dan pendampingan yang intensif. “Karena secara substansial, pemerintah mesti menyiapkan dana dan harus melayani rakyatnya untuk memastikan kecukupan pangan. Kita mesti meningkatkan kualitas produksi kita, di mana kita akan mencoba untuk melakukan penanaman jenis padi hibrida. Dengan kualitas hasil produksi lebih tinggi tentunya dapat meningkatkan ekonomi petani kita,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Alor Amon Djobo menegaskan, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Alor siap mendukung tekad pemerintah provinsi dalam bidang ketahanan pangan. “Kami siap bersama dengan masyarakat untuk memastikan ketersediaan pangan di daerah ini. Tentunya kami tetap fokus pada sektor pertanian karena kami bukanlah orang upahan di tanah ini melainkan kami pemilik sah dari daerah ini,” jelasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut Staf Khusus Gubernur, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Forkompinda Kabupaten Alor, Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Alor, masyarakat Desa Tuleng dan undangan lainnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas dan Protokol Setda NTT)
Editor (+rony banase)

Gubernur VBL : Saya Tak Takut, Karena Diperintah Tuhan dan Masyarakat NTT

282 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, dirinya tidak pernah takut. Karena itu, pihaknya mengapresiasi kinerja para bupati yang hebat dalam menjalankan tugasnya di masa pandemi Covid-19.

“Sebagai gubernur saya diperintah oleh Tuhan dan rakyat NTT untuk membawa kesejahteraan masyarakat NTT. Kalau berbeda, saya tidak ada urusan. Mau demo silakan, saya tidak takut,” tegas Gubernur VBL di depan masyarakat di Lingkungan Lawara Kecamatan Reok TPI Reo Kabupaten Manggarai, pada Rabu, 24 Juni 2020.

Di hadapan Bupati Manggarai, Dr. Deno Kamelus, S.H., M.H. Wabup Manggarai, Drs. Viktor Madur, pimpinan DPRD Manggarai, Forkompinda Kabupaten Manggarai, pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov NTT, staf khusus gubernur, pimpinan OPD lingkup Pemkab Manggarai, para Camat, Kepala Desa, tenaga kesehatan dan undangan lainnya; Gubernur VBL secara jujur mengapresiasi para bupati yang mampu mengendalikan daerahnya dengan baik.

“Kita harus punya rasa optimisme dalam diri kita. Tidak perlu takut. Hanya ada dua rasa takut yakni takut nyawa dirampas alias meninggal dan rasa takut karena kebebasan dirampas atau dipenjara,” ucap Gubernur.

Bahkan Gubernur mengutip kalimat dalam bahasa Arab yang berarti bila kamu sehat maka kamu memiliki harapan. “Dan ketika kamu memiliki harapan maka kamu memiliki semuanya,” tegas Gubernur disambut tepuk tangan hadirin.

Ia pun mengaku, senang menggelar rapat di depan sungai yang indah. “Saya senang berada di tempat ini, di depan sungai yang sangat indah. Kita mampu melupakan sejenak hutang-hutang kita,” ungkap Gubernur dan berharap Bupati Deno mempertahankan kinerja yang telah dilaksanakan selama memimpin Kabupaten Manggarai.

Di tempat yang sama, Bupati Deno menyampaikan pihaknya mendukung program pariwisata. “Kami dukung program pariwisata dengan memanfaatkan sumber daya lokal sehingga masyarakat bisa dapat manfaat dari pengembangan pariwisata khususnya di Wae Rebo,” ucap Bupati Deno.

Khusus di Wae Rebo, sebut Bupati Deno, masyarakat telah menyediakan tanah untuk membangun home stay. “Masyarakat sudah siap tanah dan pemerintah akan bangun home stay,” tandas Bupati Deno dan berharap agar masyarakat di Wae Rebo dapat menyiapkan diri agar pengembangan pariwisata dapat berkembang. (*/rb)

Sumber berita dan foto (*/Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

‘Grasstrack & Motocross Ultras Victory’—Perebutkan Piala Bergilir VBL

613 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ultras Victory Grasstrack & Motorcross 2019 yang dihelat dan di-organized  oleh Ultras Victory pada tanggal 12—14 Juli 2019 di lokasi wisata Boneana Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; tampil beda dengan menghadirkan crosser dari luar NTT.

Ketua Panitia Kejurda Ultras Victory Grasstrack & Motorcross 2019, Nyongki Asadoma dan didampingi oleh Vecky Taseseb dari Ultras Victory, kepada awak media dalam Konferensi Pers pada Rabu, 10 Juli 2019 pukul 18:35 WITA di Sekretariat Ultras yang berlokasi di Jalan Nangka Kelurahan Oeba, Kota Kupang mengatakan bahwa even Motorcross dan Grasstrack Ultras memperebutkan Piala Bergilir Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) Cup seperti El Tari Cup.

“Piala Bergilir VBL Cup pertama kali dilaksanakan dan akan berlangsung setiap tahun tanpa batasan waktu meski Pak Viktor Bungtilu Laiskodat tidak lagi menjabat sebagai gubernur”, terang Ketua Panitia Grasstrack dan Motorcross Ultras VBL Cup 2019, Nyongki Asadoma.

Ketua Panitia Ultras Victory Grasstrack dan Motorcross 2019, Nyongki Asadoma (bertopi hitam), Math Atasoge  dari IMI NTT (bertopi krem), Vecky Taseseb dan Sekretaris Panitia

Lanjut Nyongki, “Even ini akan berkelanjutan dan akan memberikan dampak bagi tempat dimana even itu berlangsung. Even yang dilaksanakan di Boneana ini sekaligus ajang untuk lebih mengenalkan Boneana”, ujar adik kandung dari Wakapolda NTT, Jony Asadoma.

Selain itu, tambah Nyongki, “Even ini juga akan berlangsung secara independen dan tanpa setingan dan panitia berada dalam naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTT.”

Kejurda Motorcross dan Grasstrack Rasa Kejurnas

Terkait dengan Kejurda Rasa Kejurnas karena panitia mengundang 22 kab/kota Se-NTT, Bali, Jawa dan Timor Leste, Nyongki menuturkan tentang konsistensi panitia untuk tetap melangsungkan Grasstrack dan Motorcross Ultras dengan memperebutkan VBL Cup

“Kejurda rasa kejurnas agar even ini lebih kompetitif karena pembalap dan crosser bagus ada di Bali dan Jawa. Agar crosser kita dapat belajar dari mereka”, pungkas Nyongki.

Sedangkan, Juri Grasstrack dan Motorcross Ultras Victory 2019, Matheos Atasoge menyampaikan tentang regulasi dan sirkuit.
“Sirkuit di Boneana telah rampung 100 persen dan siap digunakan. Kejurda ini melombakan 14 Kelas dan 1 Kelas khusus bagi anak-anak usia 5—9 tahun”, terang Math Atasoge yang tergabung dalam IMI NTT.

Adapun total hadiah sebesar 210 juta rupiah telah termasuk uang pembinaan, thropy per kelas, Piala Bergilir Gubernur NTT + 1 (satu) unit sepeda motor untuk juara umum dari Toko Piet.

“Ini hadiah yang sangat besar karena pengalaman kami saat menyelenggarakan berbagai even otomotif seperti road race, dragbike, grasstrack dan motorcross tak pernah ada hadiah sebesar ini”, ungkap Math.

Disamping itu, jelas Math bahwa pendaftaran telah dibuka sejak Senin, 8 Juli 2019 dan akan ditutup pada Kamis, 11 Juli 2019 pukul 23:00 WITA (11 malam) dan diperkirakan mencapai 300 starter yang akan mengikuti lomba.

“Hingga Rabu, 10 Juli 2019 telah terdaftar dan dipastikan ikut dalam even Grasstrack dan Motorcross Ultras 2019 sebanyak 30 tim melalui e-mail dan telepon dan ada yang melakukan konfirmasi langsung dari region 2 (Jawa) sekitar 6 pembalap dan region 3 (Bali,NTB,dan NTT), Bali telah ada konfirmasi sedangkan NTB belum melakukan konfirmasi”, tandas Math Atasoge.

Penulis dan editor (+rony banase)