Arsip Tag: i wayan darmawa

Eksotis Pulau Semau, Langit Gelap Mutis Timau Kupang & Kerajaan Amfoang

458 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Situasi Pandemi Covid-19 yang merontokkan sektor pariwisata seluruh dunia, justru menjadikan para owner biro perjalanan wisata ini kreatif dan produktif dengan menggelar program Jelajah Negeriku, jalan-jalan ala Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) secara virtual.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2020/07/20/u-mart-co-id-terobosan-kadin-indonesia-asati-dapat-apresiasi-imo-indonesia/

“Di awal pandemi, kami menggunakan keluasan waktu untuk memperbaiki itinerary dan potensi destinasi yang belum dikenal banyak wisatawan yang ada di setiap DPD, selanjutnya melalui program ini kami populerkan,” ungkap M. Syukri Machmud selaku chairman ASATI, pada Senin, 2 November 2020 di Jakarta.

Webinar ke-11 pada 31 Oktober 2020 tentang Jelajah Negeriku, jalan-jalan ala ASATI secara virtual ini mempopulerkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi “super premium destination” untuk kedua kalinya, Labuan Bajo dan Rote Ndao lebih dulu, kini kabupaten Kupang dan Kerajaan Amfoang.

Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe

Penampilan Wakil Bupati kabupaten Kupang, Jerry Manafe, S.H., MTh. sebagai keynote speaker. Raja Amfoang, Robby Manoh serta Pembicara utama Dr. Wawan Gunawan, S.Sn., M.M. selaku Direktur Pengembangan Destinasi Regional II, Kemenparekraf/Baparekraf RI, menjadikan kegiatan ini syarat dengan informasi dan gereget partisipan untuk segera hadir ke lokasi.

Acara sangat menarik tersebut dimulai dari pukul 13.00 WIB. Lebih 3 jam partisipan tidak bergeming dan tidak merasa bosan selain narasumbernya yang memiliki semangat luar biasa, terutama Wabup Jerry Manafe dan Kadis Parekraf Provinsi NTT, Dr. Ir. Wayan Darmawa, M.T. terlebih dipandu oleh moderator yang energik, Owner ‘Mama Ana’ – rumah produksi pangan lokal NTT, Olvira Ballo.

Bahkan kehadiran generasi milenial yang cerdas dengan semangat membangun daerah melalui produk olahan daun kelor, Kiki Nurrizky Ekaputra menambah warna tersendiri webinar kali ini.

Pesona Gunung Mutis, foto oleh sigit prasetio

“Kupang, salah satu kabupaten di Provinsi NTT dengan ibu kotanya Oelamasi, terdapat pulau kecil tetangga dari Pulau Timor dan Pulau Rote, namanya Pulau Semau yang exotic dan dihuni salah satu suku asli, orang Helong.” ungkap Kadis Wayan Darmawa.

Juga di sini, imbuh Wabup Jerry Manafe, bersemayam Kerajaan Amfoang, sebuah kerajaan di Pulau Timor bagian Barat Laut. Berbatasan langsung dengan Timor Leste, salah satu bekas daerah Swapraja penyuplai Sapi dan Kayu Cendana serta Madu Amfoang yang menjadi primadona dan terkenal itu.” Jelasnya.

Kehadiran Observatorium Nasional terbesar di Asia Tenggara di pegunungan Timau dan kawasan Taman Nasional Langit Gelap, tandas Wabup Jerry, mampu mendorong kemajuan sains dan teknologi antariksa Indonesia Timur sekaligus membuka peluang pariwisata tematik, kerja sama LAPAN, ITB, Undana serta Pemkab Kupang menjadi fasilitas pengamatan antariksa dilengkapi dengan teleskop optik berdiameter 3,8 meter. (*)

Sumber berita (*/tim)
Foto utama oleh superadventure.co.id
Editor (+rony banase)

Januari 2020,Taman Nasional Komodo Direvitalisasi & Ditutup Sementara

200 Views

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Taman Nasional Komodo (TNK) lokasi cagar biosfir tempat hidup satwa langkah (Komodo, red) yang merupakan satu-satunya dan diakui UNESCO bakal ditutup untuk sementara oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT)

Langkah ini diambil oleh Pemprov NTT sebagai bentuk pembatasan untuk menjadi TNK sebagai The Next Tourism (Wisata Internasional) atas arahan Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang menginginkan agar TNK ditata secara eksklusif dan mekanisme pendaftaran pengunjung secara online dan dibatasi dengan kuota maximum 50.000 orang pengunjung dalam satu tahun dan setiap pengunjung harus tercatat sebagai member dengan biaya US 1.000 dolar untuk satu tahun

Baca juga :

https://gardaindonesia.id/2019/05/21/gubernur-vbl-beber-regulasi-eksklusif-pelestarian-komodo-di-ntt/

Hal ini disampaikan oleh Kabiro Humas dan Protokol Pemprov NTT, Dr Marius Ardu Djelamu saat membaca sambutan Gubernur NTT pada kegiatan pertemuan Bakohumas lingkup Pemprov NTT, Kamis, 23 Mei 2019 pukul 09:00 WITA—selesai di Aula Hotel Ima Kupang

Diharapkan melalui Bakohumas yang melibatkan Humas Se-Kab/Kota di NTT dapat diperoleh kesepahaman dalam mengelola TNK lebih baik dan dengan melaksanakan Langkah-langkah Strategis Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memutuskan untuk merevitalisasi TNK di Pulau Komodo selama 1 (satu) tahun dimulai pada Januari 2020 demi kepentingan observasi

Kadis Pariwisata NTT, Ir Wayan Darmawa, MT

Kadis Pariwisata NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT mengatakan bahwa NTT sebagai salah satu gerbang dan pusat pengembangan pariwisata nasional (Ring of Beauty) dan kedepan lebih difokuskan tentang bagaimana membangun destinasi, ekonomi kreatif dan industri pariwisata

Selanjutnya, Wayan Darmawa menyampaikan mengenai rencana aksi TNK Komodo berupa penerapan satu pintu Labuan Bajo; Revitalisasi melalui konservasi dan rehabilitasi untuk memulihkan ekosistem dan sumber daya TNK; penutupan sementara Pulau Komodo; Gerakan bersih terhadap sampah plastik dan Pengaturan kawasan untuk menjamin kesinambungan perkembangan dan kelestarian Komodo.

Penulis dan editor (+rony banase)