Arsip Tag: irjen pol istiono

‘109 Check Point’ Arus Balik, Pemudik Wajib Punya Surat Bebas Covid-19

167 Views

Bogor, Garda Indonesia | Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono memastikan akan ada pengetatan arus balik Lebaran 2021. Sebanyak 109 check point atau penyekatan disiapkan di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan para pemudik membawa surat swab antigen atau PCR Swab sebelum memasuki ibu kota DKI Jakarta.

Adapun jumlah 109 check point ini merupakan kolaborasi antara Polri dan Satgas Covid-19 di wilayah. “Check point yang kita bangun secara nasional ada 25 di tol maupun arteri. Kemudian jajaran satgas wilayah membangun 85 titik. Jadi jumlah semuanya 109 titik check point atau penyekatan untuk kita lakukan random cek antigen,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Gadog, Puncak, Jawa Barat, pada Jumat, 14 Mei 2021.

Kakorlantas mengatakan ada sekitar 1,5 juta pemudik yang diperkirakan balik ke Jakarta. “Disampaikan bahwa pergerakan orang yang dari Jabodetabek menuju Jawa ini lebih kurang 1,2 juta. Ke Sumatera lebih kurang 300 ribu. Jadi total lebih kurang 1,5 juta. Baik sebelum puasa, puasa atau sampai lebaran ini. Oleh karena itu kita harus kelola pergerakan (arus balik) ini,” ujarnya.

Istiono lebih menitikberatkan pada pergerakan arus balik dari Sumatera menuju wilayah Jabodetabek. Sebab, angka kasus Covid-19 di Sumatra cenderung naik dalam beberapa hari terakhir sedangkan ketersediaan ruang isolasi makin menipis.

“Mulai besok akan terjadi pergeseran, pergerakan kendaraan yang dari Jawa menuju Jakarta mulai tanggal 15—16 Mei. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah kebijakan yaitu untuk mengantisipasi pergerakan Ini akan dilakukan random test antigen dari Bali, Jawa menuju Jakarta,” jelasnya.

“Kemudian Sumatra menuju Jakarta, ini harus lebih ketat sebab indikator persediaan tempat tidur RS dari Sumatra ini meningkat menurut data Satgas Covid yaitu di atas 56 persen. Oleh karena itu Sumatra menjadi perhatian,” sambung dia.

Untuk itu Korlantas bersama instansi terkait dan Satgas Covid-19 akan menghelat posko untuk swab antigen secara acak dan gratis. Hal ini guna memastikan seluruh masyarakat yang balik ke wilayah Jabodetabek.

“Nanti di Lampung, Bakauheni akan dibentuk check point, jadi tidak ada yang lolos satupun untuk pemeriksaan swab antigen. Jadi wajib untuk dilaksanakan sebelum pergerakan orang/barang dari Sumatra atau Jawa harus dilengkapi surat swab antigen,” pungkasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Polri Tambah Pos Penyekat Halau Mudik Lebaran 2021 Jadi 381 Titik

196 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono menambah pos penyekatan peniadaan mudik. Dari sebelumnya 333 titik kini, pos penyekatan untuk menghalau pemudik berjumlah 381 titik.

“Iya (pos penyekatan bertambah) jadi 381 titik,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Istiono, pada Selasa, 4 Mei 2021 sembari mengungkapkan bahwa pos penyekatan berjumlah 381 titik ini tersebar dari Palembang hingga Bali, yang mana penyekatan terbanyak berada di daerah Jawa.

Lebih lanjut, Kakorlantas mengungkap alasan ditambahnya pos penyekatan mudik. Tujuannya untuk pengendalian mobilisasi masyarakat demi menekan penyebaran Covid-19.

“Pengelolaan mobilisasi berkait dengan antisipasi penyebaran Covid-19 supaya lebih terkendali,” tuturnya.

Sebelumnya, Korlantas Polri menyiapkan 333 titik penyekatan untuk menghalau pemudik. Adapun peniadaan mudik ini sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.(*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Korlantas Tak Rekomendasi Mudik Sebelum 6 Mei 2021

170 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan tidak merekomendasikan masyarakat untuk mudik sebelum diberlakukannya peniadaan mudik pada tanggal 6—17 Mei 2021.

“Pada hakikatnya sebelum tanggal 6 Mei 2021, tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, pada Jumat, 16 April 2021, meralat pernyataannya pada Kamis, 15 April 2021 yang mempersilakan masyarakat yang ingin mencuri start mudik Lebaran 2021 sebelum tanggal 6—17 Mei 2021. Pasalnya, mudik tahun ini secara resmi dilarang oleh pemerintah.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/04/16/ingin-mudik-kakorlantas-sebaiknya-sebelum-6-mei-2021/

Kakorlantas mengungkapkan tidak merekomendasikan warga untuk mudik mendahului mengacu pada aturan pemerintah. Sebab, pemerintah telah menetapkan larangan mudik/peniadaan mudik pada tanggal 6—17 Mei 2021, termasuk sebelum atau sesudahnya.

“Karena wilayah tujuan mudik menyiapkan karantina selama 5 hari sesuai Surat Edaran  (SE) Nomor 13 Satgas Covid-19. Karena kebijakan pemerintah adalah dilarang mudik atau mudik ditiadakan,” jelasnya.

Diketahui, pemerintah menetapkan peniadaan mudik lebaran 2021 mulai 6—17 Mei 2021. Aturan ini berlaku untuk ASN, TNI/Polri, BUMN, Pegawai Swasta dan masyarakat umum. Menindaklanjuti itu, Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan dari Lampung sampai Bali untuk menghalau masyarakat mudik lebaran. (*)

Sumber berita dan foto (*/Humas Polri)

Editor (+roni banase)

Larang Mudik Lebaran 2021, Korlantas & Kemenhub Siap 333 Titik Sekat

318 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menghelat rapat bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono membahas persiapan pengamanan “Larang Mudik Lebaran 2021” di gedung NTMC Polri, Jakarta, pada Jumat, 2 April 2021, guna menindaklanjuti surat keputusan bersama (SKB) Menko PMK Muhadjir Effendy tentang Larangan Mudik 2021.

Sejumlah persiapan pengamanan arus lalu lintas dibahas termasuk penyekatan di titik-titik yang akan dilalui masyarakat yang nekat mudik. “Hari ini saya bertandang ke Kakorlantas bersama beberapa eselon 1 dan 2 dan beberapa Kadis yang ada di Jawa. Apa yang kami bicarakan tadi adalah tindak lanjut dari surat keputusan Menko PMK tentang larangan mudik,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Budi Sumadi mengungkapkan telah memerintahkan para Dirjen untuk berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono dan Gugus Tugas Covid-19 membahas teknis pengamanan Larangan Mudik Lebaran 2021.

Menhub Sumadi ingin penanganan larangan mudik tetap humanis namun tegas. “Oleh karenanya saya menugaskan Dirjen hubdar dan Dirjen lain untuk koordinasi dengan Kakorlantas dan gugus tugas, insya Allah apa yang dilakukan itu tetap tegas tetapi humanis. Satu hal yang saya minta bahwa koordinasi ini tidak hanya di tingkat pusat tapi juga di tingkat daerah,” ujarnya.

Budi menyebut teknis soal pengamanan Larangan Mudik 2021 akan diumumkan pada konferensi pers pada Senin, 5 April 2021.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan koordinasi antara Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi agar Larangan Mudik Lebaran 2021 bisa dilakukan dengan baik.

Kakorlantas mengutip istilah keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. “Beliau (Menteri Perhubungan, red) memberikan atensi penuh terhadap persiapan dilarang mudik untuk 2021. Koordinasi intens ini untuk penyamaan persepsi di lapangan. Tentunya berangkat dari Solus Populi Excelso (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi),” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.

Kakorlantas memaparkan larangan mudik oleh pemerintah dilakukan mengingat masih ada pandemi Covid-19. “Data menunjukkan bahwa setiap libur panjang itu terjadi peningkatan penularan Covid-19 yang cukup signifikan. Tidak ada kata lain adalah kita harus antisipasi semuanya,” jelasnya.

Korlantas Polri sendiri, lanjut Istiono, telah menyiapkan 333 titik penyekatan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Titik penyekatan ini untuk memastikan masyarakat agar tidak Mudik Lebaran 2021 sebagainya keputusan pemerintah.

“Untuk itu, dilarang mudik harus kita persiapkan. Korlantas Polri telah menyiapkan 333 titik penyekatan baik di jalur arteri maupun jalur tol. Baik menuju Jawa maupun menuju luar Jawa. 333 titik ini terutama dari Jakarta menuju Jabar dan Jateng. Yang kita antisipasi jalur tol dan di jalur arteri baik jalur pantura, jalur tengah, jalur selatan hingga Jawa tengah kita telah tetapkan titik penyekatan agar semua tidak bisa melakukan mudik sesuai aturan. Nanti, akan ada aturan khusus yang kita siapkan di lapangan,” tandas Kakorlantas Polri.(*)

Sumber berita dan foto (*/humas polri)

Editor (+roni banase)