Arsip Tag: jaga nkri

Panglima TNI Tegaskan Sinergitas TNI-Polri Hingga Akhir Hayat

53 Views

Papua, Garda Indonesia | Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Azis, M.Si. memberikan pengarahan kepada 982 prajurit TNI dan Polri se-Jayawijaya, bertempat di Gedung Ukumearek Asso, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Wamena pada Kamis, 28 November 2019.

Dalam pengarahannya Panglima TNI menyampaikan bahwa kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas adalah sinergitas TNI-Polri. Apabila TNI dan Polri yang merupakan kekuatan terbesar tegak lurus dan bisa bersinergi, maka stabilitas keamanan pasti akan bisa terjaga dengan baik dalam rangka melaksanakan tugas menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima TNI menegaskan bahwa Negeri Indonesia yang damai bisa tercipta apabila prajurit TNI-Polri selalu bekerjasama dan mampu menjaga sinergitas sampai akhir hayat. “Saya mengapresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan Polri khususnya di Wamena karena telah menunjukkan kerja sama yang baik dan loyalitas sehingga mampu melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik,” ujarnya.

Untuk itu, prajurit TNI dan Polri tetap harus siaga dan bangun kerja sama yang baik serta tidak boleh lengah dalam melaksanakan tugas yang rutin ini. “Tetaplah waspada dalam melaksanakan tugas di wilayah yang jauh dari keluarga dan hindari kegiatan-kegiatan rutin,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI mengatakan bahwa para prajurit TNI dan Polri harus selalu mendekati rakyat, kontak dengan masyarakat, berkoordinasi dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Dengarkan apa yang disampaikan warga masyarakat, karena tugas TNI dan Polri adalah mengatasi kesulitan rakyat sekitarnya.

“Apa yang mereka inginkan kita harus dengar, kalau kita mau menyelesaikan permasalahan masyarakat sampaikan ke komando atas termasuk dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat karena itu sangat penting. Apabila kita sudah dekat dengan mereka, permasalahan sekecil apapun bisa teratasi dengan baik TNI-Polri ada ditengah-tengah,” ujarnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa tugas TNI-Polri ke depan masih panjang, di antaranya memberikan keamanan pada saat perayaan Hari Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, tetap jaga kesehatan agar selalu prima dalam melaksanakan tugas.

“Perayaan Natal dan Tahun Baru, TNI-Polri harus menjaga kestabilan keamanan dengan baik agar masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru bisa aman, tenteram dan damai,” tutupnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab, Pangkoarmada III Laksda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., Pangkoopsau III Marsda TNI Andyawan Martono P., S.I.P., M.Tr.(Han), Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, S.Sos. dan Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranata Kusuma, M.A. (*)

Sumber berita (*/Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman)
Editor (+rony banase)

Spirit Para Pahlawan Harus Diterapkan Guna Menjaga Keutuhan NKRI

54 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Seluruh lapisan masyarakat di Indonesia diminta tak hanya sekadar mengingat jasa para pahlawan yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Tetapi, juga menerapkan spirit para pahlawan dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian pernyataan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) sekaligus menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang selalu mengenang jasa para pahlawannya.

“Saat ini perjuangan yang kita lakukan bukan lagi mengangkat bambu runcing ataupun senjata. Ancaman nyata saat ini adalah masalah intoleransi dan radikalisme. Tugas kita bersama untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar Bamsoet usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada Minggu, 10 November 2019.

Upacara yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini turut dihadiri Wakil Presiden KH Maruf Amin serta para menteri dan pejabat setingkat menteri. Antara lain, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Agama Fachrul Razi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kaum muda untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis para pahlawan, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif. Selain, berkontribusi serta mencintai dan mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan selalu menjaga nilai-nilai luhur Pancasila.

“Kemendikbud melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah harus memasukkan kembali kurikulum tentang pelajaran sejarah bangsa dan negara dalam mata pelajaran. Baik di tingkat SD, SMP, dan SMA, agar mengenal perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Bamsoet.

Ia meyakini majunya sebuah bangsa tergantung bagaimana pemudanya. Sehingga generasi muda juga wajib mengenal sejarah bangsanya sendiri. “Ketahanan bangsa Indonesia dapat terwujud apabila generasi muda dapat mengenal jati diri bangsanya. Karenanya, sangat penting menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi di kalangan milenial,” urai Bamsoet.

Selain itu, mantan Ketua DPR RI ini juga mengajak para koleganya yang mendapatkan amanah sebagai pejabat publik penyelenggara negara, untuk dapat menjaga amanah sebaik mungkin. Sehingga, bisa menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.

“Apa yang kita nikmati hari ini merupakan buah dari perjuangan pendahulu bangsa. Karenanya, kita juga harus meninggalkan berkah bagi generasi mendatang. Menjadi Pahlawan di masa kini tak perlu mengorbankan harta apalagi nyawa. Cukup dengan menjadi warga negara yang baik, dan menjalankan amanah sebagai pejabat publik dengan sebaik mungkin dalam berjuang membangun bangsa,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)