Arsip Tag: kasus positif covid di jatim

Per 30 Mei, Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Jatim Tertinggi di Indonesia

290 Views

Jakarta, Garda Indonesia | Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per Sabtu, 30 Mei 2020, Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah dengan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 tertinggi dibanding dengan 33 provinsi lain di Indonesia.

Adapun penambahan kasus positif di Jawa Timur yakni 199 sehingga total akumulasi menjadi 4.613. Penambahan tersebut cenderung naik dari data yang dilaporkan pada hari sebelumnya yakni 101. “Jawa Timur, kalau kita bandingkan dengan data kemarin ada cenderung naik,” ujar Yuri pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurutnya, penambahan kasus positif di Jawa Timur tersebut bahkan melampaui dari angka yang dilaporkan oleh DKI Jakarta, yakni 101 orang.

Penambahan kasus positif yang terjadi di DKI Jakarta dalam hal ini bukan seluruhnya didapatkan dari wilayah administrasinya, melainkan dari para Warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi atau kepulangan dari luar negeri yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

“DKI Jakarta kalau dibandingkan dari data kemarin cenderung turun. Namun khusus DKI ini tidak seluruhnya berasal dari wilayah administrasi DKI Jakarta. Karena kita tahu bersama sebagian besar saudara kita yang bekerja di luar negeri dan kembali ke tanah air masuknya adalah melalui bandara Soekarno Hatta,” jelas Yuri.

“Sudah menjadi ketentuan pemerintah bahwa mereka harus kita lakukan pemeriksaan dan beberapa di antaranya mereka positif konfirmasi Covid-19. Hanya memang datanya akan masuk di dalam kelompok Provinsi DKI Jakarta. Namun bukan menggambarkan bahwa ini adalah kondisi administrasi DKI Jakarta,” imbuh Yuri.

Selain Jawa Timur yang disusul DKI Jakarta, penambahan kasus positif terbanyak juga dilaporkan oleh tiga wilayah lain meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, kemudian Kalimantan Tengah dan Jawa Barat. “Jawa Barat meskipun angkanya masih tinggi, tetapi dibandingkan dengan hari kemarin sudah cenderung turun,” jelas Yuri.

Selanjutnya Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga mencatat jumlah akumulasi penambahan pasien sembuh Covid-19 per hari ini ada sebanyak 523 orang sehingga totalnya menjadi 7.015.

Sebagai informasi, penambahan angka pasien sembuh tersebut sekaligus menjadi rekor tertinggi selama kasus Covid-19 dilaporkan. Kemudian kasus terkonfirmasi positif juga bertambah menjadi 25.773 setelah ada penambahan 557 orang dan kasus meninggal menjadi 1.573 dengan penambahan 53 orang.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 311.906 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 91 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 54 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 174 lab. Secara keseluruhan, 216.769 orang telah diperiksa dan hasilnya 25.773 positif (kulumatif) dan 190.996 negatif (kumulatif).

Sedangkan untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 47.714 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 12.832 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 414 kabupaten/kota di Tanah Air.(*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)

OTG Positif Covid-19 di Jatim Naik, Khofifah Minta Warga Jangan Mudik

279 Views

Surabaya, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat khususnya warga Jawa Timur agar tidak mudik untuk merayakan Idul Fitri 1441 H pada masa pandemi Covid-19. Sebab, aktivitas mudik berpotensi menularkan virus corona jenis baru kepada keluarga di kampung halaman.

Khofifah, melalui video telekonferensi yang disiarkan di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta pada Sabtu, 23 Mei 2020 mengatakan, seseorang yang berasal dari daerah episentrum Covid-19 dan melakukan perjalanan ke suatu daerah, maka dia adalah orang yang termasuk dalam kategori Orang Dengan Risiko (ODR).

“Nah, kapan orang dengan risiko ini kemudian kembali ke kampung atau mudik, maka potensial menyebarkan, menularkan siapa saja yang akan kita temui, kalau misalnya ternyata kita adalah OTG, Orang Tanpa Gejala,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Sosial itu juga mengungkapkan bahwa Orang Tanpa Gejala (OTD) yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Mereka yang dinyatakan terinfeksi virus melalui rangkaian tes ini adalah orang yang memang tidak menunjukkan gejala Covid-19 pada umumnya seperti flu, batuk, demam, sesak nafas dan lainnya.

“Contoh di Jawa Timur, semula 21%, naik 26%, dua hari belakangan, sudah 34,2%. Artinya, yang kita tidak ada gejala flu, pilek, sesak nafas apalagi, demam juga tidak, tapi ternyata dia carrier,” jelas Khofifah.

Oleh sebab itu, Khofifah menganjurkan agar warga dapat bersabar dan mengurungkan niat untuk mudik. Dia memahami bahwa momentum Idul Fitri memang lekat dengan silaturahmi dengan keluarga di kampung halaman, akan tetapi selama pandemi Covid-19, maka hal itu dapat diganti dengan memanfaatkan teknologi.

“Kita jaga diri kita, kita jaga keluarga kita, kita jaga kerabat kita, karena biasanya yang mudik pasti sudah rindu kampung halaman. Hari pertama, hari kedua, biasanya keliling kampung, ingin silaturahmi,” kata Khofifah.

“Hari ini, silaturahmi kita lakukan secara online. Hari ini, halal bihalal kita lakukan secara online,” imbuhnya.

Sebagai informasi, menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Sabtu, 23 Mei 2020, ada sebanyak 949 orang sehingga jumlah totalnya sebanyak 21.745. Dalam hal ini Provinsi Jawa Timur menjadi wilayah penyumbang angka penambahan terbanyak, yakni 466 sehingga total kasus menjadi 3.595 orang.

Sebelumnya, pada Kamis, 21 Mei 2020, Gugus Tugas mencatat data tertinggi penambahan kasus hingga mencapai 973 orang, dalam kurun waktu hampir tiga bulan sejak diumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia, yang mana Provinsi Jawa Timur menyumbang angka peningkatan terbanyak yakni 502 orang. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)
Editor (+rony banase)