Arsip Tag: kecamatan kota atambua

Semangat Menenun Sanggar Nunupu Kuneru Diapresiasi Dekranasda Belu

249 Views

Belu – NTT, Garda Indonesia | Ketua Dekranasda/TP PKK Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dra. Freni Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua Rinawati BR Perangin Angin, S.E., M.M. bersama rombongan berkunjung ke Sanggar Tenun Ikat Nunupu Kuneru di Kelurahan Manumutin, RT 12, RW 04, Kecamatan Kota Atambua, pada Selasa, 25 Mei 2021; memberikan apresiasi atas semangat belajar anak-anak dan para pengajar. Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas, tetapi tetap memiliki keinginan untuk belajar tenun.

“Luar biasa, kondisi yang sangat sederhana membuat ibu-ibu guru dan anak-anak tetap semangat ingin belajar tenun. Semoga dengan sekolah tenun seperti ini, bisa menjadi inspirasi bagi anak – anak lain di Kabupaten Belu,” ungkap Ketua Dekranasda Belu, Dra. Freni Indriani Yanuarika dan Wakil Ketua Rinawati BR Perangin Angin, S.E., M.M.

Anak–anak, imbuh Freni Indriani Yanuarika (Istri Bupati Belu, red), bisa belajar untuk melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur secara turun temurun dengan modal terbatas. “Dan saya sangat bangga atas semangat ibu-ibu yang mau membantu. Tentunya kami akan memberikan bimbingan dan pendampingan sehingga keberadaan sekolah tenun bagi anak-anak ini bisa berjalan terus, tidak hanya untuk jangka pendek tetapi jangka panjang”, tandasnya.

Ketua Dekranasda/TP PKK Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dra. Freni Indriani Yanuarika (berbusa tenun hijau) dan Wakil Ketua Rinawati BR Perangin Angin, S.E., M.M. (berbusa putih dan tenun) bersama rombongan berkunjung ke Sanggar Tenun Ikat Nunupu Kuneru di Kelurahan Manumutin, RT 12, RW 04, Kecamatan Kota Atambua, pada Selasa, 25 Mei 2021

Ketua Sanggar Tenun Ikat Nunupu, Anastasia Dorathea Mau mengemukakan, kelompok tenun ini terbentuk sejak 9 Februari 2021. Saat ini, baru berjalan selama kurang lebih empat bulan.

Kegiatan belajar tenun ini, urai Ketua Sanggar, dilakukan 2 (dua) kali seminggu, setiap hari Rabu dan Jumat mulai pukul 15.00—16.00 WITA. Peserta berjumlah 15 orang, SMA 5 orang, SMP 4 orang, dan SD 6 orang.

“Walaupun kondisi kami yang sangat terbatas, tidak mengurangi semangat anak-anak untuk belajar. Dengan adanya belajar tenun ikat yang kita tanamkan kepada anak-anak usia dini, maka anak-anak semakin mencintai budaya Indonesia, khususnya budaya orang Belu. Karena, Tenun Belu untuk mengangkat derajat kaum perempuan yang ada di Kabupaten Belu,” terang Anastasia, Ketua Sanggar Tenun Ikat Nunupu.

Foto bersama Dekranasda Belu dan Sanggar Tenun Ikat Nunupu Kuneru

Untuk mendukung proses belajar tenun anak–anak, Anastasia berharap, Pemerintah Kabupaten Belu bisa memberikan bantuan alat-alat tenun dan gedung yang memadai, sehingga semangat belajar para peserta dalam bertenun tidak terkendala.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Belu,  Yasinta Rinjani Bria, A.Pi, M.Si., Sekretaris Dinas PP dan KB Kabupaten Belu drg. Ansila Eka Muti, Kepala Bidang Industri Dinas Perindag Kabupaten Belu, Erni Ganggas, S.H. (*)

Sumber Berita + foto: kominfobelu

Editor: Herminus Halek

Hibah Tanah ke Warga Eks Timtim, Pemprov NTT: Itu Perintah Konstitusi

653 Views

Belu-NTT, Garda Indonesia | Semenjak jajak pendapat di Timor Timur (Timtim) pada tahun 1999 (sekarang Republik Demokrat Timor Leste [RDTL], red), sebagian besar warga memilih tetap bergabung dengan Indonesia. Karena itu, sesuai perintah Konstitusi (UUD 1945, red) negara wajib melindungi dan menyejahterakan rakyatnya. Demikian ditekankan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Nusa Tenggara Timur (NTT), Jelamu Ardu Marius di Atambua, pada Rabu sore, 24 Maret 2021.

Baca juga : https://gardaindonesia.id/2021/03/24/gubernur-ntt-hibah-tanah-25-hektar-di-belu-kepada-warga-eks-timtim/

Dikatakannya, warga eks Timtim yang sudah mendiami kamp pengungsian Haliwen, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua selama 22 tahun itu tidak mempunyai kepastian hukum tentang status hak kepemilikan atas tanah.

Harapan warga eks Timtim yang merupakan bagian dari warga Negara Kesatuan RI, akhirnya terpenuhi melalui sikap Pemprov NTT dengan menghibahkan tanah seluas 25 hektar oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Rabu siang, 24 Maret 2021.

Jauh sebelumnya, terang Jelamu Marius, VBL sudah menjanjikan untuk menyerahkan tanah, setelah terpilih menjadi gubernur NTT. “Tadi (kemarin, red) sudah diserahkan secara simbolis kepada 475 KK oleh Gubernur VBL dengan ukuran 500 m² per KK, termasuk menyerahkan secara simbolis untuk sekolah, gereja, PAUD dan stadion,” ulas Jelamu Marius.

Sementara, sisa luas lahan berukuran kurang lebih 23 hektar dari total 46,3 hektar, lanjut Karo Humas NTT, akan tetap dikelola Pemprov NTT bersama masyarakat setempat untuk pengembangan pertanian dan peternakan.

“Kita memberikan apresiasi kepada bapak VBL karena baru terjadi setelah 20–an tahun lebih. Ini, keputusan politik yang luar biasa. Kita juga memberikan apresiasi dan penghormatan tinggi kepada bapak Zakarias bersama seluruh keluarga dan turunannya yang sudah menghibahkan tanah kepada pemprov NTT sejak tahun 80–an”, papar Jelamu Marius. (*)

Penulis: (*/ Herminus Halek)